Harsh! Distribution
Hanya pemadat koneksi internet, penyembah berhala maya yang mencoba mengais kepeng-kepeng rupiah den
23/01/2017
SEKADAR PRA-BINCANG
bincangtualang, persembahan TUALANG BUKU untuk kawan-kawan dan persaudaraan.
Edisi perdana ini kami kedatangan tamu jauh dari negeri jiran, Malaysia. Beliau akan kami daulat membincangkan tesisnya yang juga telah dibukukan dengan judul:
“PUNK, PENENTANGAN DAN POLITIK TRANSNASIONALISME ”
SHARIFAH NURSYAHIDAH, demikian nama kawan kita ini, selain telah melahirkan dua buku, dia pun belum surut menekuni hobi melancong dan jalan-jalan. Sebagian cerita malah telah terangkum dan bisa dibaca dalam bukunya yang berbeda, “Kaki Jalan”.
Tak sendirian berbincang, Sharifah nanti akan kami sandingkan dengan FRANS ARI PRASETYO, seorang kawan yang mengaku sebagai peneliti mandiri, pemerhati tata ruang kota, yang kiprahnya di skena bawah tanah Bandung juga sudah menuai sederet catatan panjang. Kalau dulu kita sering melihat seorang pria berkacamata tebal yang setia menenteng kamera di berbagai panggung acara, itulah dia orangnya.
Untuk membuat gaduh acara dan memantik suasana berbincang lebih semarak, kami serahkan tugas itu kepada RAHAR, atau kawan-kawan mungkin mengenalnya sebagai Jagalbabi. Siap-siap saja mengunyah celetukan atau komentar pedasnya.
Lalu kami pikir terlalu kaku dan formal rasanya kalau hanya perbincangan terus yang kami hamburkan. Dari itulah kami menyeret SENARTOGOK untuk kembali ke habitatnya mendendangkan nada-nada folk-protes setelah akhir-akhir ini dia terlihat begitu sibuk dimabuk hiphop dan sampling.
Tak hanya satu, kami juga menyiapkan kawan baru kami, YAS, seorang vokalis band death metal dari Cimahi. Tapi kali ini dia tidak akan membawakan karya miliknya bersama Bloodsucker. Dia akan coba merubah suasana bergeser sedikit dari Punk ke Grunge lewat geraman vokalnya. Dua genre berbeda namun menyimpan protes dan amarah yang sama. Konon Navicula banyak menginspirasinya.
Tak ketinggalan kami pun punya sedikit cenderamata untuk kawan-kawan yang hadir di awal acara, kami berencana mengganjar antusiasmenya dengan berbagai benda menarik yang mungkin disuka, dari CD, stiker, poster, sampai Zine gratisan bisa dibawa pulang, tinggal dipilah-pilih saja mau yang mana.
Selain itu, kompatriot kami ZINEOR!D pun siap menghibahkan segenap koleksi Zine yang mereka punya, dan gratis tentu saja!
Jadi, mari yuk datang dan berbincang...
Selasa, 24 Januari 2017
Pukul 14.00 WIB - tuntas
di KaKa Cafe
Jln. Sultan Tirtayasa No. 49 Bandung
Akhirulkalam, terimakasih tak lupa kami haturkan kepada KaKa Cafe yang merelakan lahannya disesaki perbincangan, kepada kabarkampus.com yang sudah mendukung segala sesuatunya, dan kepada yang telah mendesain poster acara sesuai yang kami harapkan.
Terimakasih dan tabik kami sembahkan.
- iw | tualang -
06/07/2015
BRUTAL CO**SE - Rest In Blood = XL
05/05/2015
PRAMOEDYA ANANTA TOER - Bumi Manusia = Rp.125.000
SINOPSIS BUKU:
Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.
Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.
Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu....Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.
"Kita kalah, Ma," bisikku.
"Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya."
24/01/2015
SMASHING PUMPKINS - Siamese Dream
Click here to claim your Sponsored Listing.
Telephone
Website
Address
Bandung
40135