Yoga Buda Kecapi
Yoga Buda Kecapi adalah tehnik yoga meditasi kuno tingkat tinggi utk membangkitkan energi Sakti .....
Sang Kala Raksa.
Secara literal, kala artinya waktu dan Raksa artinya menjaga. Pengambarannya terlihat mengerikan; hanya untuk menunjukan bahwa waktu atau kala itu memiliki kekuatan sangat dahsyat. Tidak ada yang dapat mengalahkan waktu. Sehingga semua tunduk oleh kuasa sang waktu. Dan keberadaannya, bukan untuk kita kalahkan dan tundukkan, tetapi selaraslah dengan waktu, sehingga kita dijaga oleh waktu. Selaras dengan waktu berarti selaras dengan kematian, sebab kekuatan kala akan menyeret kita pada kematian. Bagi kita yang tidak selaras denganya, kematian adalah menakutkan. Akan tetapi ketika kita selaras dengannya, kita akan bisa menyambut kematian dengan sukacita mendalam. Terlebih kita sadar bahwa beliau Sang Kala Raksa yang menemani kita melewati jalan kematian--hingga lebur dengan Sang Mahakala sebagai kekosongan tanpa batas.
Rahina Kuningan. Semoga kita bisa senantiasa selaras dengan waktu. 🙏
Sumber dari *sandireka*
23/08/2022
Kanda Pat Dewa
Seperti halnya Kanda Pat lainnya, catur sanak Pada Kanda Pat ini merupakan kultivasi dari yang sebelumnya. Adapun suksma dari Kanda Pat Dewa (panca Dewata)
Setelah mempelajari / minimal mengetahui dasar dari Kanda Pat – Catur Sanak, barulah kita menginjak pada materi kepemangkuan. Dikatakan demikian karena pada level ini sudah tidak ada lagi ikatan keduniawian, minimal rasa marah, iri dan dengki sudah bisa diredam, barang tentu dengan tapa Samadhi ataupun meditasi. Saat level Kanda Pat Dewa, seseorang akan merasa wajib baginya untuk Sembahyang, mendekatkan dirinya ke Tuhan Yang Maha Esa
ini kanda pat dewa :
Mang sang hyang Iswara: keluar dari jantung terus ke mata berstana di timur
Ang sang hyang Brahma: keluar dari hati terus ke telinga berstana di selatan
Ong sang hyang Mahadewa: keluar dari limpa terus ke hidung berstana di barat
Ung sang hyang Wisnu : keluar dari empedu terus ke mulut berstana di utara
Yang sang hyang Siwa: keluar dari dalam hati terus ke ubun2 berstana di tengah
Setelah mengetahui suksma dari Kanda Pat Dewa tersebut, barulah kita merasa plong, untuk memohon sesuatu. Dan ini afirmasi untuk memohon anugrah kepada Kanda Pat Dewa:
Mang Ang Ong Ung Yang, sang hyang Iswara, sang hyang Brahma, sang hyang Mahadewa, sang hyang Wisnu, sang hyang Siwa, Tabe tabe pang tan keneng raja panulah, Aja sira Paduka Betara lali asanak ring manusanira pakulun, Apan manusanira pakulun tan lali astiti bakti ring Paduka betara, Paweha manusanira asung kerta waranugraha, Asing wenten pinunas manusanira pakulun mangda kasidan, Manusanira pakulun nunas………
Sehabis itu jangan lupa untuk dip**angkan (pamulihnia) agar badan kita tidak kosong (tan samangkana ngelayung raganta), karena saat memohon beliau semua berada diluar tubuh kita.
Ini pemasuknia;
Mang sang hyang Iswara: manjing maring netra maliga mareng papusuh, jumenek sira malingga mareng sarira hening.
Ang sang hyang Brahma: manjing maring karna maliga mareng hati, jumenek sira malingga mareng sarira hening
Ong sang hyang Mahadewa: manjing maring hirung maliga mareng ungsilan, jumenek sira malingga mareng sarira hening
Ung sang hyang Wisnu: manjing maring cangkem maliga mareng ampru, jumenek sira malingga mareng sarira hening
Yang sang hyang Siwa: manjing maring siwadwara maliga mareng tungtunging hati, jumenek sira malingga mareng sarira hening tan pateleteh.
“ONG MANG ANG ONG UNG YANG, ANG UANG MANG, SURUP, SURUP,SURUP“
Click here to claim your Sponsored Listing.