Jesus Inside

Jesus Inside

Share

konten katolik

21/02/2026

Sarah Giles, seorang konten kreator dan influencer protestan di Instagram asal Amerika Serikat yang menjadi viral pada awal tahun 2026 karena membagikan pengalamannya berdoa rosario meskipun ia beragama Kristen Protestan. Sarah Giles adalah seorang Protestan yang mulai mempraktikkan doa rosario sebagai bagian dari perjalanan spiritualnya. Melalui unggahannya, Sarah berusaha meluruskan kesalahpahaman umum di kalangan non-Katolik yang menganggap rosario sebagai bentuk penyembahan berhala atau sesuatu yang tidak alkitabiah.

la menyatakan bahwa doa rosario telah memperdalam hubungan spiritualnya dengan Tuhan dan membantunya merenungkan kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus. Video testimoninya mendapatkan perhatian luas di media sosial, dengan puluhan ribu penayangan dan ribuan s**a, serta memicu diskusi antara komunitas Katolik dan Protestan di LN. saat ini ia dikabarkan sedang mempelajari lebih lanjut mengenai ajaran gereja katolik

20/02/2026

Suster Ita SSPS, Seorang Biarawati Katolik dari kongregasi SSPS atau Suster Misi Abdi Roh Kudus, Suster Ita adalah s**arelawan di Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F). Komunitas bernapas Katolik yang bergiat pada isu kemanusian yang berbasis di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Selasa (20/1/2026) tepat pukul 17.39 Wita, notifikasi pesan Whatsapp dari No tak dikenal muncul di layar telepon genggam Suster Ita, Pesan yang datang dari nomor tak dikenal bukan baru kali ini dia terima sebagai relawan. Nomor Suster Ita sudah tersebar di banyak pengguna telepon genggam.

Suster Ita meraih telepon genggam lalu membuka pesan dari nomor tak dikenal itu. la tersentak. Pesan datang dari perempuan yang mengaku dalam tekanan. Suster Ita menduga pesan ditulis seseorang yang sedang depresi. Perempuan itu mengaku bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah tempat hiburan malam di Maumere. Lokasinya tak jauh dari kantor Suster Ita.

"Suster, tolong keluarkan saya dari tempat ini,"

Pinta Perempuan itu

Akan tetapi, hari telanjur malam. Memaksa datang ke sana bisa sangat berbahaya. Suster Ita memutuskan ke sana keesokan hari, la lalu berkoodinasi dengan polisi agar bisa mendampingi dirinya. Seorang s**arelawan Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores juga diajak. Biarawati Katolik berkerudung itu langsung memasuki lorong gelap tempat hiburan. Melewati tembok yang memantulkan aroma pekat asap rokok dan minuman beralkohol. Tiba di dalam, seorang perempuan setengah berlari sambil menangis histeris datang menghampiri. la memeluk Suster dengan kondisi badan gemetaran.

Perempuan itu memohon segera dibawa keluar dari situ. Tempat ia dikekang, disiksa batin dan fisiknya hingga mengalami eksploitasi seksual. Suster Ita lantas memegang tangan perempuan itu lalu membawa dia ke luar. Tak ada lagi yang bisa menahan tekadnya untuk menyelamatkan perempuan itu. Mereka lalu bergerak menuju markas TRUK-F. Dua hari kemudian, perempuan lain di tempat hiburan malam itu mengirim pesan kepada Suster Ita. Mereka juga minta dibawa pergi. Suster Ita lantas datang lagi menjemput mereka. Total keseluruhan 13 orang. Di markas TRUK-F, mereka didampingi.

"Tadi malam, mereka shalat Tarawih di tempat kami. Selama masa puasa ini, kami melayani mereka. Kami senang bisa me-nyelamatkan mereka dari tempat itu,"

Kata Suster Ita baru baru ini

30/01/2026

Pada akhir Januari 2026, Presiden Kolombia Gustavo Petro telah memicu kontroversi dan kemarahan di kalangan gereja dan umat Kristen di negara tersebut karena pernyataan yang dianggap melecehkan keyakinan Kristiani tentang Yesus Kristus. Pernyataan Kontroversial ini terjadi Dalam sebuah pidato di sebuah acara publik, Petro menyatakan bahwa Yesus "bercinta" (seksual) dengan Maria Magdalena.

Petro juga berargumen, "Pria seperti itu tidak bisa ada tanpa cinta," dan menambahkan bahwa Yesus "wafat dikelilingi oleh wanita yang mencintainya, dan jumlahnya banyak". Pernyataan tersebut dinilai sebagai penghinaan dan distorsi terhadap kebenaran sejarah dan Alkitab. Para Uskup Katolik di Kolombia, melalui Konferensi Waligereja, memberikan tanggapan keras terhadap pernyataan Presiden Gustavo Petro yang dianggap melecehkan keyakinan Kristen

Pernyataan ini dianggap sebagai serangan terhadap figur sentral kekristenan, yaitu Yesus Kristus, yang secara tradisional diyakini hidup selibat dan suci. Uskup menuntut penghormatan terhadap figur Kristus dan menegaskan bahwa tugas utama pemerintah adalah menjaga dan menghormati kebebasan berkeyakinan dan beragama, bukan mencampuri ajaran doktrinal. Pernyataan tersebut tidak hanya ditentang oleh Gereja Katolik tetapi juga memicu reaksi yang sama dari kelompok kristen evangelis

24/01/2026

christoforus bayu risanto, si, imam yesuit katolik asal indonesia, resmi diabadikan sebagai nama asteroid oleh working group for small body nomenclature (wgsbn) di bawah international astronomical union (iau).

asteroid tersebut tercatat sebagai (752403) bayurisanto = 2015 pz114. sebagai bentuk penghargaan ilmiah internasional atas kontribusinya dalam bidang meteorologi dan ilmu atmosfer.

penghargaan ini diberikan atas perannya dalam meningkatkan akurasi prakiraan cuaca, khususnya di wilayah dengan keterbatasan data observasi seperti kawasan tropis.

bayu risanto mengembangkan penelitian yang menggabungkan model fisika atmosfer dengan teknik data assimilation, termasuk pemanfaatan data kelembapan dari gps yang dipadukan dengan data stasiun cuaca.

ia menempuh pendidikan lintas disiplin dari filsafat dan teologi hingga meteorologi, serta meraih gelar ph.d. atmospheric sciences dari university of arizona dengan fokus pada prediksi cuaca dan cuaca ekstrem.

saat ini, ia tergabung dalam observatorium vatikan, menegaskan kontribusi ilmuwan indonesia di tingkat global sekaligus menunjukkan bahwa iman dan sains dapat berjalan berdampingan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

22/01/2026

Umat protestan sering menuduh bahwa Gereja Katolik dulu di sekitar abad 14-16 terjadi jual beli surat indulgensi agar memperoleh pengampunan dosa, sehingga Martin Luther memprotesnya.
​Namun pandangan ini tidak benar, justru karena dari definisinya saja, tidak cocok. Sebab indulgensi tidak diberikan agar dosa-dosa diampuni, tetapi sebaliknya, dosa-dosa itu harus diakui terlebih dahulu dalam sakramen Pengakuan Dosa; dan baru ketika dosa-dosa itu sudah diampuni, orang yang bersangkutan dapat memperoleh indulgensi, jika syarat-syarat lainnya dipenuhi.
​Memang, di Abad Pertengahan sampai abad-16 Gereja sedang membangun basilika St. Petrus. Harus diakui, bahwa mungkin saja ada penyimpangan dalam penerapan ajaran indulgensi, tapi ini tidak meniadakan kebenaran bahwa Gereja mempunyai kuasa untuk memberikan indulgensi. Jika kita membaca catatan sejarah, kemungkinan inilah yang terjadi:
​Paus Leo X (1513-1521), memberikan indulgensi kepada orang-orang yang memberikan sumbangan untuk pembangunan basilika St. Petrus, namun pertama-tama bukan karena uang, melainkan karena melakukan perbuatan amal kasih, yaitu untuk membantu pembangunan gereja sebagai rumah ibadah untuk menyembah dan memuliakan Tuhan.
​Namun untuk memperoleh indulgensi tersebut, seseorang juga harus memenuhi syarat lainnya, seperti mengaku dosa dalam Sakramen Tobat, menerima Komuni, mendaraskan doa tertentu, berpuasa/matiraga dan memberi sedekah, yang semuanya harus dilakukan dengan sikap hati yang benar.
​Seorang pengkhotbah Dominikan, bernama Johann Tetzel diutus berkhotbah ke Juterbog, Jerman. Amal/derma (almsgiving) yang selalu menjadi salah satu ungkapan perbuatan kasih (lih. Mat 6:2), disalahgunakan demi menggalang dana untuk pembangunan basilika, dan ini dikaitkan dengan indulgensi.
​Sayangnya, Tetzel membuat suatu pantun yang memang dapat disalahartikan, karena berbunyi: "Begitu koin emas di kotak, bangkitlah jiwa menuju Surga." Maka kesannya, seolah-olah orang didorong untuk menyumbang supaya dapat masuk Surga, atau jiwa-jiwa orang yang telah meninggal yang mereka doakan langsung akan dapat masuk Surga.
​Padahal, jika kita membaca tentang ajaran indulgensi, terlihat bahwa yang dihapuskan dengan indulgensi itu adalah siksa dosa temporal dari dosa-dosa yang sudah diampuni (melalui Sakramen Tobat) dan bukan untuk dosa yang belum diakui dan karena itu, belum diampuni; apalagi membebaskan seseorang dari siksa dosa dari dosa yang belum dilakukan.
​Atau, jika doa ditujukan bagi jiwa orang yang sudah meninggal, tetaplah pada akhirnya Tuhan yang memutuskan apakah jiwa itu sudah siap beralih ke Surga atau belum, dan bukan atas jasa perbuatan orang yang memasukkan sumbangan ke dalam kotak. Sebab, perbuatan kasih tidak bisa membeli dan membawa jiwa-jiwa ke Surga tetaplah Kristus.
​Doktrin indulgensi ini terkait dengan ajaran tentang Sakramen Tobat, Api Penyucian, dan mendoakan jiwa-jiwa umat beriman yang sudah meninggal. Doktrin-doktrin ini kemudian ditolak oleh gereja-gereja Protestan. Inilah yang melatarbelakangi protes Martin Luther. Dalam 95 thesis yang diletakkan di pintu gereja tersebut tak lama setelah Tetzel datang, di thesis no. 27 Luther memprotes pantun Tetzel, dan thesis no. 50 dan 86 memprotes pembangunan basilika St. Petrus.
​Namun Luther sendiri sebenarnya tidak menolak prinsip pengajaran tentang indulgensi; ia hanya menentang penerapannya. Thesis no. 49 membuktikan hal ini di mana Luther mengatakan bahwa indulgensi sebenarnya "berguna".
​Kemungkinan karena adanya resiko penyimpangan sehubungan dengan pelaksanaan ajaran tentang indulgensi yang melibatkan sumbangan dana kepada Gereja, maka dalam Konsili Trente (1545-1563), Paus Pius V menghapus segala pemberian indulgensi yang melibatkan transaksi keuangan. Maka sampai sekarang, sumbangan kepada Gereja tidak termasuk dalam perbuatan yang disyaratkan untuk memperoleh indulgensi.
​Namun demikian, hal tersebut tidak mengubah fakta bahwa Gereja tetap mempunyai kuasa untuk melepaskan umat dari siksa dosa temporal akibat dari dosa-dosa yang sudah diakui dalam Sakramen Pengakuan Dosa. Jadi pengampunan dosa tidak pernah diperjualbelikan/ "for sale" seperti yang dituduhkan.
​Meskipun indulgensi di abad ke-16 dapat diperoleh dengan menyumbang, namun hati yang bertobat, mengaku dosa dalam sakramen Pengakuan Dosa, dan segala persyaratan religius lainnya harus ditepati agar indulgensi tersebut dapat diberikan. Jadi bukan semacam membeli surat dan setelah itu dosa diampuni

21/01/2026

Kim Young Hoon, pria asal Korea Selatan yang baru-baru ini menjadi sorotan dunia karena memperoleh IQ 276, tertinggi dalam sejarah, mengungkapkan imannya yang mengejutkan banyak orang. Lewat sebuah unggahan sederhana di platform X, ia menyampaikan kalimat: "Sebagai pemegang rekor IQ tertinggi di dunia, saya percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, jalan, kebenaran, dan hidup."
Tak butuh waktu lama,peryataan itu viral dan di tonton 22 juta kali.di era ketika kecerdasan sering di anggap bertolak belakang dengan iman,Kim justru hadir sebagai saksi hidup bahwa keduanya bisa berjalan beriringan.dalam cuitan lanjuta,Kim mengungkapkan tekadnya untuk momen ini sebagai peluang untuk memberitakan Injil.ia menulis "Kristus adalah logikaku". Kalimat sederhana,tapi penuh makna.Kim percaya bahwa kebenaran sejati tidak hanya di temukan lewat logika,tetapi melalui Logos-Firman Allah itu sendiri.pandangan ini selaras dengan keyakinan kekristenan yang telah lama menegaskan bahwa iman dan logika tidak berlawanan,melainkan sahabat dalam pencarian kebenaran.

Want your business to be the top-listed Media Company in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address

Jakarta