HIS Words

HIS Words

Share

GOD Words all the time...

29/05/2026

Ringkasan dan kesimp**an dari Amsal 29 (Terjemahan Baru) secara sederhana dan sistematis:

Ringkasan Per Ayat (Tema Utama)

1. Tentang Keras Kepala
Orang yang ditegur berkali-kali tetapi tetap keras kepala akan dihancurkan secara tiba-tiba tanpa pemulihan (ay. 1).

2. Dampak Pemimpin

· Jika orang benar berkuasa, rakyat bers**acita.
· Jika orang fasik memerintah, rakyat mengeluh (ay. 2).

3. Hikmat vs. Pelacuran
Anak yang berhikmat menyukakan orang tua; tetapi yang bergaul dengan pelacur akan menghambur-hamburkan harta (ay. 3).

4. Keadilan dan Suap
Raja yang adil menegakkan negeri, tetapi yang s**a menerima suap meruntuhkannya (ay. 4).

5. Menjebak Sesama
Orang yang menyanjung sesamanya memasang jerat di kakinya (ay. 5).

6. Jebakannya Orang Fasik
Orang fasik terjerat dalam dosanya, tetapi orang benar bersorak-sorai dan bergembira (ay. 6).

7. Kepedulian terhadap Lemah
Orang benar memperhatikan hak orang miskin, tetapi orang fasik tidak mengerti (ay. 7).

8. Pencemooh dan Amarah
Pencemooh menghasut kota, tetapi orang bijak meredakan amarah (ay. 8).

9. Berdebat dengan Bodoh
Orang bijak yang berdebat dengan orang bodoh akan sia-sia: bisa marah atau tertawa, tapi tidak ada penyelesaian (ay. 9).

10. Kekerasan dan Orang Jujur
Penumpah darah membenci orang jujur, tetapi orang benar mencari keselamatannya (ay. 10).

11. Mengendalikan Amarah
Orang bodoh melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak meredakannya (ay. 11).

12. Teguran Pemimpin
Jika pemimpin mendengar berita bohong, semua pegawainya menjadi jahat (ay. 12).

13. Orang Miskin dan Pemeras
Tuhan membuat mata keduanya melihat (menekankan bahwa semua manusia sederajat di hadapan Tuhan) (ay. 13).

14. Keadilan untuk Miskin
Raja yang menghakimi orang lemah dengan jujur, takhtanya kokoh untuk selamanya (ay. 14).

15. Didikan dan Harapan
Didikan dan teguran memberi hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya (ay. 15).

16. Pemerintahan Fasik
Jika orang fasik bertambah, bertambah p**a pelanggaran, tetapi orang benar akan melihat kejatuhan mereka (ay. 16).

17. Didiklah Anakmu
Didiklah anakmu, maka ia akan memberi ketenteraman dan menyukakan hatimu (ay. 17).

18. Penglihatan dan Ketaatan
Tanpa wahyu (penglihatan/ firman) bangsa menjadi liar, tetapi berbahagialah yang berpegang pada hukum Taurat (ay. 18).

19. Hamba yang Tegar
Hamba tidak dapat ditegur hanya dengan kata-kata; sekalipun ia mengerti, ia tidak akan memperhatikan (ay. 19).

20. Perkataan Terburu-buru
Lihatlah orang yang mengatakan perkataan dengan terburu-buru — lebih besar harapan bagi orang bodoh daripada dia (ay. 20).

21. Memanjakan Hamba
Jika seorang hamba dimanjakan sejak kecil, akhirnya ia menjadi kurang ajar (ay. 21).

22. Kemarahan
Pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas naik darah banyak pelanggaran (ay. 22).

23. Kesombongan
Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang rendah hati mendapat kehormatan (ay. 23).

24. Bersekongkol dengan Pencuri
Siapa berpihak pada pencuri membenci dirinya sendiri; ia akan mendengar kutukan tetapi tidak mau memberitahukannya (ay. 24).

25. Takut kepada Manusia
Takut kepada manusia menjerat, tetapi siapa percaya kepada Tuhan dilindungi (ay. 25).

26. Pengadilan Manusia vs. Tuhan
Banyak orang mencari muka pada penguasa, tetapi dari Tuhan setiap orang mendapat keadilan (ay. 26).

27. Orang Jujur dan Fasik
Orang jahat adalah kekejian bagi orang benar, dan orang benar adalah kekejian bagi orang fasik (ay. 27).

Kesimp**an Utama

Kitab Amsal 29 mengajarkan bahwa:

1. Hidup yang berkenan kepada Tuhan ditandai dengan kerendahan hati, penguasaan diri (terutama amarah), kepedulian pada orang miskin, dan keteguhan dalam kebenaran.
2. Kepemimpinan yang adil sangat berpengaruh: pemimpin yang jujur dan takut Tuhan membawa s**acita dan kestabilan, sebaliknya pemimpin fasik membawa kehancuran.
3. Pendidikan dan teguran (baik untuk anak maupun hamba) harus dilakukan dengan bijak — tidak dengan memanjakan, tetapi juga tidak hanya dengan kata-kata tanpa ketegasan.
4. Jangan keras kepala menolak teguran, karena akibatnya fatal dan tanpa pemulihan.
5. Percaya kepada Tuhan lebih baik daripada takut kepada manusia; pada akhirnya keadilan sejati berasal dari Tuhan, bukan dari penguasa duniawi.

Want your place of worship to be the top-listed Place Of Worship in Manado?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Website

Address


Manado