AWI BAJA
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from AWI BAJA, Travel Service, Jalan Dago barat kp biru, Pamarayan.
15/11/2021
TAMAN HUTAN RAYA BANDUNG
Area
526,98 hektare (1302,2 ekar; 5,2698 km2)
Peresmian
14 Januari 1985
Dioperasikan oleh
Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat
Destinasi yang ada di dalam tahura dan sekitar nya
1.goa Belanda
2.goa Jepang
3.penangkaran rusa
4.batu batik
5.curug omas
6.Danau TAHURA
7.Patung IR.H JUANDA
Tahura Djuanda dibuka untuk umum mulai pukul 08.00 WIB--pukul 15.00 WIB.
Htm wisatawan domestika Rp15 ribu,
Taman terbesar yang pernah dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda ini pada awalnya merupakan hutan lindung dengan nama Hutan Lindung Pulosari dengan luas 590 ha. Perintisannya dimulai tahun 1912 bersamaan dengan pembangunan terowongan penyadapan air Sungai Cikapundung, sekarang dikenal sebagai “Gua Belanda”, yang peresmiannya dilakukan tahun 1922.
Sejak Indonesia merdeka, kawasan Hutan Lindung Pulosari ini otomatis menjadi aset pemerintahan Republik Indonesia yang dikelola oleh Djawatan Kehutanan.
Gubernur Jawa Barat Mashudi pada tahun 1960 menggagas Taman Hutan Wisata Alam yang sekaligus Kebun Raya.
Untuk mengenang jasa-jasa seorang tokoh Jawa Barat Ir. H. Raden Djoeanda Kartawidjaja, Perdana Menteri Indonesia ke-10 yang meninggal tahun 1963, maka Taman Hutan Kota tersebut pada tanggal 23 Agustus 1965 diresmikan oleh Gubernur Mashudi dan diberi nama menjadi Kebun Raya Rekreasi Ir. H. Djuanda, yang kemudian dikelola oleh Djawatan Kehutanan Provinsi Jawa Barat.
Pada tahun 1985, Mashudi dan Ismail Saleh sebagai pribadi dan Soedjarwo selaku Menteri Kehutanan mengusulkan untuk mengubah status Taman Wisata Curug D**o menjadi Taman Hutan Raya.
Usulan tersebut kemudian diterima Presiden Soeharto yang kemudian dikukuhkan melalui Keputusan Presiden No. 3 Tahun 1985 tertanggal 12 Januari 1985. Peresmian Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dilakukan pada tanggal 14 Januari 1985 yang bertepatan dengan hari kelahiran Ir. H. Djuanda. Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda sebagai Taman Hutan Raya pertama di Indonesia.
Lokasi :Kecamatan Cimenyan Bandung, Kecamatan Lembang Bandung Barat dan Kecamatan Coblong Kota Bandung, Jawa Barat
15/11/2021
Berdiri megah berhadapan dengan GEDUNG SATE apa hayooooh
Yups benar sekali MONUMEN PERJUANGAN RAKYAT JAWABARAT
Atau dikenal warga Bandung "MONJU"
Monumen ini dibangun pada tahun 1995 hasil rancangan Slamet Wiranjaya dan perupa Sunaryo dengan bentuk menyerupai bilah-bilah bambu. Selain monumen tersebut, di kiri dan kanannya terdapat relief yang menceritakan sejarah dan kejadian-kejadian penting yang pernah terjadi di Jawa Barat.Cerita relief ini berawal dari sisi kanan monumen yang menggambarkan Jawa Barat pada masa Kerajaan Hindu Buddha, peristiwa-peristiwa sebelum kemerdekaan seperti pembacaaan Pledoi "Indonesia Menggugat" oleh Soekarno, masa kemerdekaan, dan hingga penggambaran masa mempertahankan kemerdekaan terdapat sebuah pintu masuk menuju ke bawah tanah monumen yang merupakan museum.Setelah menuruni anak tangga, kita akan menemukan ruangan pertama dari museum ini. Banyak penjelasan-penjelasn serta foto yang menceritakan bagaimana kegigihan rakyat Jawa Barat dalam mempertahankan tanah air seperti Peristiwa Bojongkokosan, Peristiwa Rawagede, hingga Peristiwa Bandung Lautan Api.Di sisi lainnya terdapat cerita pengalaman dari beberapa saksi peristiwa Bandung Lautan Api. Dalam rak rak kaca juga kita dapat melihat beberapa senjata asli yang digunakan ketika berperang. Selain berisikan informasi, di bagian pertama ini juga terdapat ruang audio visual yang menampilkan dokumenter tentang perjuangan rakyat Jawa Barat.Memasuki bagian kedua museum ini, ruangan ini terlihat seperti melingkar terdapat berbagai diorama peristiwa-peristiwa yang telah terjadi. Disisi lain ada garis waktu sejarah Jawa Barat dan beberapa kota serta kabupaten di Jawa Barat.Di bagian tengah terdapat patung-patung yang menggunakan pakaian tentara baik itu tentara Indonesia, tentara Belanda, maupun Jepang. Sebagian besar koleksi yang ada di museum ini meupakan benda-benda asli dan sebagian lainnya masih tersimpan di ruangan khusus karena masih terdapat bekas tembakan dan bercak darah.Berjalan ke bagian selanjutnya sebelum keluar terdapat ruangan kepala museum dan sebuah perpustakaan yang mengoleksi berbagai buku, terutama buku-buku yang berkaitan dengan sejarah dan beberapa salinan naskah-naskah kuno.
Pintu masuk ini terletak di bagian belakang monumen di Jalan Dipatiukur, berseberangan dengan Universitas Padjajaran.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Pamarayan
40135