PEDIR Museum
Pedir Museum bersifat universal, dan memilik kekayaan koleksi sejarah Islam Asia Tenggara disertasi deskripsi yang konkrit.
Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (MAPESA) pada tanggal 26 Oktober 2025 kembali melaksanakan Meuseuraya (Gotong Royong pembersihan dan penataan area makam) di Gampong Lamkuweuh, Meuraxa, Banda Aceh.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi inisiatif dari pemilik lahan yang melaporkan bahwa di area tanah miliknya terdapat bebatuan yang diduga nisan era kesultanan Aceh di masa lampau.
Kegiatan pembersihan area nisan tersebut diikuti oleh 13 orang dari beragam latar belakang, mulai dari kalangan profesional hingga mahasiswa, turut hadir p**a seorang mahasiswa asal Brunai Darussalam yang sedang menempuh studi di Aceh.
Kepedulian yang tinggi, keinginan untuk mempelajari jejak-jejak sejarah dan islam era kegemilangan Aceh, serta rasa tanggung jawab terhadap negeri inilah yang memanggil kawan-kawan Mapesa, untuk secepatnya bergerak jika ada laporan dari Masyarakat.
Kegiatan di area makam yang berasal dari Era Kesultanan Sumatra Pasai dan Kesultanan Aceh Darussalam ini meliputi pembersihan areal makam dari sampah, akar pohon, penggalian nisan yang sudah tertimbun tanah, penataan ulang, hingga perbaikan ringan nisan yang mengalami kerusakan.
Kredit video: Nanda Raisa Maulana
27/09/2025
Teungku Chik di Tiro Muhammad Amin adalah ulama besar dari Pidie yang mendirikan Dayah Cut (di Tiro, Pidie, yang kini tersisa bekas kolam bersuci dan seni ukirnya), sebuah pusat pendidikan Islam yang mengajarkan ilmu agama sekaligus keterampilan militer. Dibesarkan sebagai pencinta ilmu, beliau mewariskan karya berupa Nazham Sifeut Dua Plòh, terjemahan 'Aqidatul 'Awam dalam Bahasa Aceh, yang menjadi bahan bacaan penting selama lebih dari satu abad. Selain sebagai pendidik yang mencetak ulama-ulama pejuang (termasuk kemenakannya, Teungku Chik di Tiro Muhammad Saman), beliau adalah mujahid yang aktif dalam gerilya melawan Belanda, termasuk memimpin penyerangan benteng Lamteungoh tahun 1879. Beliau merupakan orang pertama yang menyandang gelar kehormatan "Teungku Chik di Tiro," kemudian diwarisi oleh para penerusnya. Beliau dikenang sebagai pemimpin spiritual, membela kaum lemah, pelindung orang-orang yang dizalimi, dan mempersiapkan generasi muda untuk melanjutkan perjuangan agama dan tanah air.
Kredit:
Rijksuniversiteit te Leiden
Masykur Syafruddin(Luengputu Manuskrip Aceh) - PEDIR Museum
Foto: Irfan M Nur
Meuseuraya Akbar 2025. Kolaborasi Mapesa Aceh dengan Komunitas Beulangong Tanoh, PEDIR Museum, Aceh Darussalam Academy didukung oleh Kementerian Kebudayaan RI LPDP Kementerian Keuangan RI
26/09/2025
Dirham Sultan Iskandar Muda bin 'Ali (w. 1045 H/1636 M)
Koin ini ditemukan oleh masyarakat di Ajee, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar pada tahun 2019. Berat: 0,6 gr. Diameter: 12 mm.
Kredit:
Koleksi: Masykur Syafruddin(Luengputu Manuskrip Aceh) - PEDIR Museum
Foto oleh Irfan M Nur
Meuseuraya Akbar 2025. Kolaborasi Mapesa Aceh dengan Komunitas Beulangong Tanoh, PEDIR Museum, Aceh Darussalam Academy didukung oleh Kementerian Kebudayaan RI LPDP Kementerian Keuangan RI
Click here to claim your Sponsored Listing.
Our Story
Lembaga Swadaya Masyarakat yang mengumpulkan, Merawat, serta Melestarikan Barang-barang bersejarah seperti Naskah kuno(Manuskrip), Kain, Perhiasan Kuno, Senjata Zaman Kolonial, dan peraatan kehidupan Masyarakat Aceh tempo dulu (Etnografi).
Category
Contact the museum
Telephone
Address
Jalan PEDIR Museum, Mns Blang Glong, Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya
Banda
24184
Opening Hours
| Monday | 09:00 - 17:00 |
| Tuesday | 09:00 - 17:00 |
| Wednesday | 09:00 - 17:00 |
| Thursday | 09:00 - 17:00 |
| Friday | 09:00 - 17:00 |
| Saturday | 09:00 - 17:00 |
| Sunday | 09:00 - 17:00 |