Program Hamil Menurut Islam
Program Terapi Langit Dengan Doa Menurut Islam Terapi Langit Garis Dua Dengan Doa
08/07/2021
Selalu coba memantaskan diri dihadapan Allah🤗🤗
Story Wanita 💕
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ..
RENUNGAN CINTA UNTUK PARA SUAMI : ISTRI-LAH YANG BANGUN PALING PAGI DAN TIDUR SAMPAI LARUT MALAM ...
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .. Pernahkah kita menyadari, bahwa istrilah yang bangun lebih pagi, sebelum adzan Subuh, membangunkan suami dan anak2 untuk sholat Subuh, lalu harus menyiapkan sarapan untuk keluarga. Sehingga pada saat suami mau berangkat kerja, makanan sudah tersedia. Bahkan istri cukup repot mengurus anak-anak yang harus berangkat ke sekolah. Setelah suami berangkat kerja, anak-anak sudah berangkat ke sekolah, istri harus mencuci pakaian, belanja, dan memasak untuk makan siang.
Lewat tengah hari memberi makan anak-anak, membimbingnya untuk tidur siang, lalu bersih-bersih, dan menyiapkan anak-anak berangkat mengaji, kemudian menyiapkan makan malam, bersih-bersih diri karena sebentar lagi suami pulang dari kantor. Malam menemani anak-anak belajar, lalu ketika anak-anak mulai berangkat tidur, melayani suami sebagai tugas mulia.
Sampai suami tertidur pulas dan mendengkur, barulah istri merebahkan badannya perlahan-lahan dan memejamkan mata. Untuk kemudian bangun pagi-pagi sekali sebelum suami dan anak-anak terbangun. Begitulah rutinitas kehidupan seorang istri dalam rumah tangga. Apakah istri tidak layak mendapat penghormatan besar dari suami, terhadap jasanya yang tidak merasa lelah mengurus anak-anak dan keluarga?
Jika anggota keluarga sakit, roda kehidupan rumah tangga harus tetap berjalan, sehingga istri harus pontang panting menghadapi semuanya. Kalau suami sakit, segala kehidupan rumah tangga juga harus tetap berjalan. Bila istri yang sakit, bisa dipastikan aktivitas rumah tangga akan tersendat. Begitu besarnya peranan istri dalam rumah tangga, sehingga seakan-akan tidak boleh sakit. Selain itu, diantara tugas-tugas rutin menyita waktu yang penuh, istri juga harus tampil tetap cantik, kelihatan segar di mata suaminya.
Apabila kesibukan rumah tangga membuat penampilan jadi kedodoran, tidak bergairah, kuyu dan keletihan, banyak mengeluh, akan membuat pandangan suami menjadi negatif. Kehidupan rumah tangga yang dihadapi seorang istri, akan jauh berbeda dengan ketika pertama kali memasuki kamar pengantin, penuh kemesraaan, dan segalanya hanya untuk berdua,
Semakin hari, perubahan bulan dan tahun, setelah hadir anak-anak, aktivitas istri semakin terus bertambah. Namun, banyak suami tidak sedikitpun melirik, dan menyadari peranan istri yang begitu besar dalam rumah tangga, ketika menjalankan fungsinya sebagai ibu rumah tangga. Malah ada suami yang menggerutu ketika melihat istrinya tidak dapat tampil cantik dan segar, hanya karena tuntutan kesibukan sehari-hari yang mendera hidupnya. Sebenarnya sebagai seorang suami dapat merasakan keberadaan seorang istri dalam rumah tangga dengan rasa kemanusiaan.
Betapa besar dan repotnya tugas istri dalam rumah tangga, ini yang sebaiknya disadari suami, lalu menjalin saling pengertian dan penuh perhatian dengan usaha dan cara-cara yang tepat, agar beban rumah tangga itu tidak terasa berat. Perhatian suami terhadap istrinya yang sudah bekerja keras untuk keluarganya itu dapat merupakan cermin memiliki kehendak yang searah, sama-sama menginginkan kebaikan dan keindahan rumah tangga, menginginkan kemuliaan dan keselamatan dunia akherat.
Kalau diawal pernikahan, pandangan suami terhadap istrinya adalah kecantikannnya, pada perjalanan berikutnya ialah, pandangan suami terhadap penghargaan kerja keras istri, ketulusannya mengurus keluarga, keramahtamahan, dan kehangatan yang di tengah kesibukannya mengurus keluarga tetap senatiasa terpancar untuk kenikmatan dirinya.
Hati suami sesungguhnya juga cermin, apakah ia memiliki rasa terima kasih terhadap kerja keras istrinya, atau mengabaikannnya, bahkan mencelanya setelah kondisinya yang keletihan dan tidak bersemangat. Keadaan lesu sang istri yang keletihan karena kerja keras setiap harinya itu, terkadang malah dijadikan alasan-alasan suami untuk berniat melirik wanita lain yang lebih muda, bergairah, dan cantik. Dari sinilah sering awal keindahan rumah tangga mulai memudar.
Artinya, pengertian suami sangat diperlukan, kapan saat membutuhkan penampilan istri cantik, segar dan prima. Apabila istri tidak dapat bersikap seperti yang dikehendaki, karena dalam kesibukan mengurus anak yang rewel, dan rumah senantiasa berantakan oleh tingkah laku anak, kata Ruqayyah Warsi Magsood; “Akuilah kerja keras dan pengorbanan mereka, nyatakan kebutuhan Anda dengan kehormatan.”
Perlu diingat, seorang wanita yang mau dilamar menjadi seorang istri dari seorang laki-laki dan bersedia meninggalkan rumah orang tuanya, karena menginginkan suami dapat melindunginya, menghormatinya, yang mencumbuinya, suami memberi waktu untuknya, sehingga waktu tidak hanya untuk pekerjaan rumah dan mengurus anak-anak saja.
Suami harus mencontoh kehidupan Rasulullah SAW sebagai pemimpin pertempuran dimana-mana, tetapi ketika bersama istri-istrinya senantiasa memberikan kasih sayang dan kedamaian, tidak membebani istri, berusaha meringankan tugas-tugas istri, dan selalu menghindari kata-kata kasar dan menyakitkan. Sabda Rasulullah Saw : ”Orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik kepada istrinya, dan aku adalah yang paling baik kepada istriku”.
Suatu hal yang harus diketahui suami, bahwa hadiah termahal yang diberikan suami kepada istrinya dan anak anaknya adalah berdialog, berkomunikasi, menyediakan kesempatan dan waktu untuk dapat bercanda. Apabila kita lihat kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW bersama para istrinya, maka kehidupannya merupakan contoh bagaimana canda tawa, cumbu rayu, kemesraan, sanjungan, keakraban selalu menghiasi dengan pujian-pujian.
Jika suami menutup mata dengan hal-hal yang baik seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW itu, berarti hatinya sudah terhimpit batu keras, sehingga perilaku seperti batu. Sementara kita hidup dengan ruh, bukan jasad saja, bagaikan batu. Kita bukan seperti batu yang tidak punya ruh.
Kita memiliki kehangatan yang selalu diiringi senyuman, sapaan manis yang dapat menghilangkan beban kelelahan fisik istri yang telah bekerja keras dari pagi buta hingga larut malam, sehingga hatinya menjadi berbunga dengan pujian. Mengapa tidak bercermin pada rumah tangga Rasulullah SAW, yang pantas dijadikan teladan?
Firman Allah SWT : “Sesunggunya telah ada pada Rasulullah (Muhammad SAW) teladan yang baik bagi siapa yang mengharap (anugrah) Allah dan (ganjaran di) Hari Kemudian, serta banyak menyebut nama Allah” (Q.S AL-Ahzab :21)
Pujian memang sangat disenangi wanita dan dapat membesarkan hatinya sesuai dengan fitrahnya menyenangi hiasan dan pujian. Bagi seorang istri, pujian adalah dasar yang kuat menjadi pondasi hubungan rasa cinta, kasih sayang, produktivitas dan pembinaan. Pujian akan menciptakan suasana yang kondusif untuk menguatkan hubungan-hubungan itu agar menghasilkan sesuatu yang diharapkan, yaitu kebaikan rumah tangga.
Pujian bagi istri adalah hal yang paling berharga lebih dari perhiasan yang mahal dan baju baru yang indah, karena perasaan dicintai akan muncul dari pujian itu, dan merupakan semangat bagi jiwa, tak ubahnya makanan vitamin bagi tubuh yang lelah. Berterima kasihlah kepada istri yang dengan tangannya, kesungguhannya, ketulusannnya telah menyediakan waktunya untuk menyiapkan segala kebutuhan rumah tangga.
Ucapkanlah selamat dan terima kasih atas pelayanan dan kebersamaannya dengan kita, kesanggupannya menjaga rumah dan anak-anak dengan baik. Katakan semua itu dengan jujur dan penuh mesra, itu sudah membuatnya bahagia dan menanamkan kasih sayang di hati istri kita.
Bila hati istri senang, ia akan lebih hangat melayani suami dan hidup menjadi tentram dan tenang. Rasulullah SAW bersabda : ”Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya, dan manusia terbaik diantara kalian adalah yang tebaik kepada istri-istrinya”.
Kebersamaan suami istri dalam rumah tangga adalah diwarnai saling menghormati. Terutama suami memberi penghormatan yang tinggi terhadap kerja keras istri shalehah, yang dirangkum dalam kecintaan yang suci dan setia kepada pasangannya, yang telah menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik.
Kehidupan suami istri yang baik saling pengertian, dan mau berterima kasih, sehingga akan menjadikan rumah tangga kompak dan istimewa. Masing-masing suami istri menjalankan kewajiban, tugas dan haknya, menuju ke arah membangun rumah tangga bahagia. Dan bagi suami tidak akan mendatangkan bahaya jika berterima kasih kepada istrinya yang telah bangun lebih pagi, dan tidur larut malam saat semua keluarga sudah terlelap, lalu sehari-hari waktunya penuh mengabdi kepada kepentingan rumah tangga.
Disadari atau tidak, pekerjaan para istri lebih banyak daripada suami. Dari pagi sampai malam hari, pekerjaan mereka seolah tidak ada hentinya. Mulai dari mengurus anak-anak, melayani keperluan dan kebutuhan suami, hingga mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya. Itulah sebabnya, seorang suami harus menghargai jerih payah istrinya. Diantaranya :
1. Memberikan pujian atas semua pekerjaanya dan tidak melecehkan kelemahannya ..
2. Memberi dukungan moral dan bantuan tenaga untuk meringankan beban tugas dan perannya ..
3. Jika memungkinkan, penuhi segala keperluan yang dapat memudahkan tugas-tugasnya itu ..
4. Memberikan hadiah tertentu yang dapat menyenangkan hatinya. Tentu bukan mahalnya yang jadi prioritas, tetapi bentuk kesungguhan perhatian yang lebih utama ..
insya Allah kehidupan rumah tangga kita akan bahagia setiap waktu dan dalam naungan ridha Allah .. Sadarilah itu wahai para suami ...
(Sumber : “Wanita .. di wajahmu kulihat surga” oleh Buya H.M. Alfis Chaniago)
…. Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ….
Salam Terkasih, ..
Insya Allah Dari Seorang Sahabat Dunia Akherat ..
-- Nasehat Untuk Diri --
Wallahu’alam bishshawab, ..
Mari Kita tingkatkan DZIKIR kita
… demi hidup yang lebih produktif dan bahagia ...
# BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI #
-----------------------------------------------------... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....
Saudariku … Inginkah kau selalu MEMPESONA di SURGA NANTI dan hadapan suamimu?
🌹 1. Jagalah penampilanmu di hadapannya …
Jika kau tak mampu untuk tampil cantik sepanjang hari, setidaknya kau berusaha untuk mempercantik penampilanmu ketika akan beranjak ke tempat tidur bersama suamimu.
🌹 2. Jagalah ucapanmu …
Rendahkan suaramu, jangan kau bersuara keras & berkata ketus, terutama di saat dia marah, tahanlah amarahmu di hadapannya, bicarakan argumenmu kepadanya di lain waktu, ketika kalian tidak sedang dalam keadaan marah.
🌹 3. Jagalah perbuatanmu …
Berbuatlah apa yang disenangi suamimu, dan tinggalkan apa-apa yang tidak disenangi suamimu, selama hal-hal itu tidak melanggar syari’at.
🌹 4. Jangan pernah menolaknya di tempat tidur …
Jika kau sakit ringan, tetaplah turuti keinginannya, semoga Allah menyembuhkanmu dengan sebab keta’atanmu kepada suamimu.
Jika kau lelah, tetaplah penuhi keinginannya, semoga Allah memberi kekuatan kepadamu dengan sebab menyenangkan suamimu.
Jika kau sedang tidak mood, tetaplah ikuti keinginannya, semoga Allah memberikan kepadamu sesuatu yang lebih yang tidak kau capai sebelumnya, dengan sebab mengikuti keinginan suamimu.
Bahkan, tampakkanlah di hadapan suamimu, bahwa engkaulah yang selalu menginginkannya.
~*~*~*~*~*~*~*~
💐 Saudariku … Maukah kau tahu, agar engkau selalu TERPESONA dengan suamimu?
❤ 1. Cintailah suamimu hanya karena Allah …
Jika kau mencintainya kerena ketampanannya, suatu saat nanti dia akan berubah menjadi tua,
Jika kau mencintainya karena hartanya, maka harta tak akan kekal,
Jika kau mencintainya karena kecerdasannya, suatu saat dia akan berubah menjadi pikun,
Jika kau mencintainya karena Din & Akhlaqnya, maka cinta karena Allah akan kekal & abadi.
❤ 2. Tundukkan pandanganmu kepada selain suamimu …
Karena dengan menundukkan pandanganmu, engkau mematuhi perintah Rabb-mu, dan kau akan lebih mencintai suamimu.
❤ 3. Dialah yang terindah …
Hilangkan pesona pria lain, jangan bandingkan suamimu dengan pria lain, jangan pernah memuji pria lain di hadapan suamimu, walaupun itu adalah seorang ustadz. Dialah suami yang telah Allah halalkan untukmu. Sehebat apapun pria-pria lain, namun mereka bukanlah pasangan yang telah Allah halalkan untukmu.
❤ 4. Ingatlah selalu kebaikannya, lupakan keburukannya
Ingatlah selalu kelebihannya, lupakan kekurangannya, niscaya kau akan selalu ridha dengan suami yang telah Allah taqdirkan untukmu.
❤ 5. Dialah surgamu & nerakamu
قال صلى الله عليه وسلم: (فانظري أين أنت منه ، فإنما هو جنتك ونارك) صحيح الجامع 1509
Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Lihatlah kedudukanmu di sisi suamimu, karena sesungguhnya dia adalah surgamu & nerakamu”.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Bantul