CSPS Indonesia

CSPS Indonesia

Share

Centre for Strategic and Policy Studies
Email : [email protected]

10/11/2025

Pada tahun 2023, para ilmuwan membuat penemuan luar biasa di bawah lapisan es tebal Antartika. Dengan menggunakan teknologi pencitraan radar canggih dan pemetaan satelit, mereka menemukan sebuah sungai kuno yang telah tersembunyi selama sekitar 14 juta tahun.
Sungai purba ini diperkirakan membentang sepanjang ratusan kilometer, mengalir melalui lembah-lembah tersembunyi di bawah lapisan es yang sangat tebal. Para peneliti percaya bahwa sungai ini pernah menjadi bagian dari sistem aliran air besar yang menopang ekosistem Antartika sebelum benua tersebut tertutup es sepenuhnya.

Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang sejarah geologis dan iklim Bumi, khususnya mengenai bagaimana Antartika berubah dari benua yang hijau menjadi gurun es raksasa seperti sekarang. Selain itu, keberadaan sungai ini dapat membantu ilmuwan memahami dinamika air lelehan di bawah lapisan es modern, yang berperan penting terhadap pergerakan gletser dan kenaikan permukaan laut global.
Meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan, penemuan sungai berusia 14 juta tahun ini menjadi salah satu bukti kuat bahwa Antartika pernah menyimpan kehidupan dan lanskap yang jauh berbeda dari yang kita kenal sekarang.

Source : https://www.nature.com/articles/s41467-023-42152-2

10/02/2025

PUKULAN DARI SANG GURU

Kenangan pahit dari sang Guru, Syekh 'Aaq Syamsuddin, yang memukulnya tanpa sebab. Tak sanggup dia tanyakan, saking hormatnya pada sang Guru.

Namun kenangan terus berkecamuk di benak Muhammad Al Fatih. Hingga pada saat yang tepat, setelah resmi menjadi Sultan Khilafah Utsmani, dia menanyakan kegundahannya selama ini:

"Guru, aku mau bertanya. Masih ingatkah suatu hari guru menyabetku, padahal aku tidak bersalah waktu itu. Sekarang aku mau bertanya, atas dasar apa guru melakukannya?”

Syekh menjawab: “Aku sudah lama menunggu datangnya hari ini. Di mana kamu bertanya tentang pukulan itu. Sekarang kamu tahu nak, bahwa pukulan kedzaliman itu membuatmu tak bisa melupakannya begitu saja. Ia terus mengganggumu. Maka ini pelajaran untukmu di hari ketika kamu menjadi pemimpin seperti sekarang. Jangan pernah sekalipun mendzalimi masyarakatmu. Karena mereka tak pernah bisa tidur dan tak pernah lupa pahitnya kedzaliman.”

Lanjutnya, “Aku ingin mengajarkan padamu, bagaimana sakitnya dizalimi orang dan aku juga ingin mengajarkan kepadamu, bagaimana kezaliman itu menyesatkan. Sesuatu yang tidak nyaman."

Demikian dikutip Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi, dalam "Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel".

Begitulah pelajaran penting dari "pembisik", guru sang penakluk Konstantinopel. Kita perlu mencari pembisik kemuliaan. Bukan sebaliknya, para pembisik maupun buzzer yang menyesatkan.

Lalu, jika Allah mentakdirkan kita menjadi pemimpin di berbagai level, agar jangan sekali-kali menzholimi manusia. Atau, engkau yang diberi wewenang dan kuasa, membiarkan kebodohanmu kezholiman dipertontonkan di negerimu. Sebab engkaulah orang pertama yang akan bertanggung jawab atas kezholiman itu semua.

Sebagaimana engkau tak mau dipukul, maka jangan memukul orang lain dengan semena-mena. Sebab itu akan dikenang manusia, dan menjadi sejarah yang engkau wariskan, bagi anak, isteri, keluarga, dan manusia.

Setelah memperbaiki duduknya, Syaikh balik bertanya, "Lalu sekarang aku bertanya kepadamu wahai Muhammad, tahukah kamu rasanya setelah menaklukkan Konstantinopel?”

Sultan Al Fatih senyum sembari menatap gurunya. “Syaikh, aku baru merasakan, apa yang setiap pagi engkau lakukan pada diriku, mengajakku ke tepian pantai,”

Ya, Syaikh Aaq Syamsuddin setiap pagi selalu mengajak Al-Fatih ke tepian pantai di selat Bhosporus. Sambil menatap Konstantinopel, sebuah benteng Bizantium yang berabad-abad menjadi kota besar bangsa Romawi. Benteng paling kuat dalam sejarah, 1000 tahun lebih tak tergoyahkan dan selama 825 tahun penantian atas kebenaran Sabda Nabi akan takluknya benteng Konstantinopel oleh Sultan terbaik.

Sang Guru mengatakan, “Rasulullah bersabda, sungguh! Konstantinopel akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin (yang menaklukkan)-nya dan sebaik-baik tentara adalah tentaranya,” ujar Syaikh Aaq. “Dan aku ingin, Engkaulah orangnya wahai Muhammad,” lanjutnya serius.

“Aku merasakan setiap pagi di tepian pantai yang kau katakan itu menjadi tummuhat, yaitu ambisi yang besar,” kenang Muhammad Al Fatih.

Begitulah diantara nasihat sang Guru kepada muridnya. Sehari sebelum penaklukan besar tersebut, agar memerintahkan seluruh pasukannya, selain qiyamullail, yakni berpuasa. Puasa, menahan lisan, menahan tangan, dan tak mau menzholimi rakyatnya.

Want your business to be the top-listed Finance Company in Batam?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Website

Address


Batam