Djava Kraf Indonesia
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Djava Kraf Indonesia, Restaurant, Mega Bekasi Mall, Bekasi.
30/12/2015
10/11/2015
Ramayana: Kisah Cinta Rama dan Sinta
Ketika mengikuti suaminya berburu rusa, Sinta diculik Rahwana. Bagaimana nasib Sinta di tangan raksasa itu?
Alkisah di sebelah utara Sungai Gangga berdiri sebuah Kerajaan Kosala, dengan ibukotanya Ayodhya. Bertindak sebagai raja adalah Prabu Dasarata yang memiliki tiga permaisuri, yaitu: Kosalya, Kekayi, dan Sumitra.
Istana dipenuhi orang-orang bijak serta luhur perbuatannya. Prabu Dasarata sendiri memang cakap karena ia mahir akan segala ilmu filsafat agama. Tak mengherankan di tangan Prabu Dasarata, Kerajaan Kosala mengalami kejayaan dan disegani oleh kerajaan-kerajaan lain di seluruh dunia.
Namun dia bersedih karena tidak kunjung diberikan keturunan. Karena itulah ia menyelenggarakan ritual agar segera dikarunia anak. Semua perlengkapan upacara sudah disediakan untuk mengundang para Dewa. Sang Maha Pendeta membacakan mantra untuk menghadirkan Bhatara Siwa dalam bentuk api suci
Sesaji yang dipersembahkan dalam ritual tersebut, dalam bentuk santapan yang nikmat rasa serta baunya. Setelah ritual selesai, sesaji diserahkan Maha Pendeta pada para permaisuri raja untuk disantap. Tak lama berselang, para permaisuri kesayangan Prabu Dasarata melahirkan putera.
Dari permaisuri Dewi Kosalya lahirlah putra sulung, Sang Rama, yang konon merupakan penjelmaan Dewa Wisnu. Dari Dewi Kekayi lahir Bharata yang terkenal sakti mandraguna, sedangkan Dewi Sumitra melahirkan dua orang putra bernama Lakshmana dan Satrugna.
Empat putra raja itu diberi pelajaran panah memanah oleh Bagawan Wasista dalam waktu tidak lama. Akhirnya mereka semuanya menjadi pintar dan cekatan tentang ilmu memanah.
Pada suatu hari, Resi Wiswamitra meminta bantuan Sang Rama untuk melindungi pertapaan di tengah hutan dari gangguan para raksasa. Setelah berunding dengan Prabu Dasarata, Resi Wiswamitra dan Sang Rama berangkat ke tengah hutan diiringi adik lain ibu, Lakshmana. Selama perjalanannya, Sang Rama dan Lakshmana diberi ilmu kerohanian dari Resi Wiswamitra.
Di lingkungan pertapaan Rama dan Lakshmana tak henti-hentinya membunuh para raksasa yang mengganggu upacara para Resi. Ketika mereka melewati Mithila, Sang Rama mengikuti sayembara yang diadakan Prabu Janaka. Ia berhasil memenangkan sayembara dan berhak meminang Dewi Sinta, puteri Prabu Janaka. Dengan membawa Dewi Sinta, Rama dan Lakshmana kembali p**ang ke Ayodhya.
Prabu Dasarata yang sudah tua, ingin menyerahkan tahta kepada Rama. Atas permohonan Dewi Kekayi, Sang Prabu dengan berat hati menyerahkan tahta kepada Bharata. Sedangkan Rama dipaksa meninggalkan kerajaan selama 14 tahun.
Walau ibunya dengki pada Rama, tapi Bharata sangat baik hati. Ia justru menginginkan Rama sebagai penerus tahta, namun Rama menolak dan menginginkan hidup di hutan bersama istrinya dan Lakshmana. Akhirnya Bharata memerintah Kerajaan Kosala atas nama Sang Rama.
Dalam masa pengasingannya di hutan, Rama dan Lakshmana bertemu dengan berbagai raksasa, termasuk raksasa wanita Surpanaka yang ingin menikahi Rama dan Lakshmana. Namun keduanya menolak sehingga terjadilah pertempuran. Hidung Surpanaka terluka oleh pedang Lakshmana.
Surpanaka mengadu kepada saudaranya Rahwana bahwa ia dianiyaya. Rawana menjadi marah dan berniat membalas dendam. Ia menuju ke tempat Rama dan Lakshmana. Melihat kecantikan Sinta, Rahwana tergiur untuk menjadikannya istri.
Rahwana kemudian merencanakan suatu tipu muslihat untuk menculik Sinta. Ia memerintahkan raksasa Ma**ca mengubah diri menjadi kijang keemasan dan melintas di depan Rama dan Sinta. Melihat kijang rupawan itu, Sinta meminta Rama menangkapnya dan memberikannya kepadanya.
Namun karena tak kunjung kembali, Lakshama yang menunggu Sinta berniat mencari Rama. Untuk melindungi Sinta, sebelum pergi Lakshama membuat lingkaran dimana Shinta tak boleh mengeluarkan anggota badan sedikitpun dari lingkaran itu.
Benar juga Rahwana tak berhasil menculik Sinta karena terhalang oleh lingkaran itu. Tapi Rahwana tak kehilangan akal. Ia menyamar sebagai brahmana yang mencari sedekah. Melihat brahmana menghampirinya, Sinta mengulurkan tangan keluar dari lingkaran untuk memberikan sedekah. Padaha saat itulah Rahwana berhasil mengeluarkan Sinta dari lingkaran dan membawanya ke Alengka.
Burung Jatayu yang berusaha menghalangi, tewas oleh senjata Rahwana. Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, Jatayu masih sempat mengabarkan nasib Sinta kepada Rama dan Laksmana. Kebetulan saat itu mereka berhasil membunuh Ma**ca yang mengelabuhi mereka dengan menjadi kijang jadi-jadian. Tapi ketika mereka sampai di lokasi Sinta sudah tak ada.
Dalam mencari Sinta, Rama dan Laksamana berjumpa Raja Kera bernama Sugriwa dan Hanuman. Mereka mengikat persahabatan dalam s**a dan duka. Dengan bantuan Rama, Sugriwa dapat merebut kembali Kerajaan Kiskenda dari kakaknya yang lalim, Subali. Sebagai balas jasa Sugriwa membantu Rama untuk mendapatkan kembali Shinta dengan bantuan Hanuman dan pas**an keranya. Mereka juga didukung pas**an yang dipimpin Anggada, anak Subali.
Untuk mencapai Kerajaan Alengka yang dipimpin Rahwana, Sugriwa membangun jembatan Situbanda. Dengan adanya jembatan itu, tentara Sugriwa yang dibantu Hanuman dengan ribuan pas**an keranya (wanara), dapat menyeberangi Alengka.
Terjadilah pertempuran hebat antara Pas**an kera Sugriwa dan pas**an raksasa Rahwana. Saat pertempuran tengah berlangsung, Hanuman berhasil menyusup ke istana dimana Dewi Sinta ditawan. Meski sempat tertangkap, ia berhasil meloloskan diri dan kemudian membakar ibukota Alengka.
Rahwana yang tahu kerajaannya diserbu, mengutus para sekutunya termasuk puteranya –Indrajit – untuk menggempur Rama. Nasihat Wibisana (adiknya) diabaikan dan ia malah diusir. Akhirnya Wibisana memihak Rama. Walau memiliki senjata sakti nagapasa, Indrajit gugur di tangan Lakshmana.
Setelah sekutu dan para patihnya gugur satu persatu, Rahwana tampil ke muka dan bertarung dengan Rama. Dengan senjata panah Brahmāstra yang sakti, Rama berhasil menewaskan Rahwana. Setelah Rawana gugur, tahta Kerajaan Alengka diserahkan kepada Wibisana.
Rama, Sinta, dan Lakshmana p**ang ke Ayodhya dengan selamat. Ketika sampai di Ayodhya, Bharata menyambut mereka dengan takzim dan menyerahkan tahta kepada Rama. Hanuman menyerahkan dirinya bulat-bulat untuk mengabdi kepada Rama.
Yang menjadi masalah, rakyat meragukan kesucian Sinta selama diculik Rahwana. Rama membelanya habis-habisan. Tapi Sinta tak ingin terus-terusan menjadi tertuduh. Ia pun melakukan upacara bakar diri untuk membuktikan kesuciannya. Atas pertolongan Dewa Api, Dewi Sinta tak luka sedikitpun oleh api. Rakyat Ayodhya akhirnya tak meragukan lagi kesucian Dewi Sinta dan menerimanya sebagai Permaisuri Rama.
Kemudian Dewi Sita tinggal di pertapaan Rsi Walmiki dan melahirkan Kusa dan Lawa. Mereka kemudian kembali ke istana Sang Rama pada saat upacara Aswamedha. Pada saat itulah mereka menyanyikan Ramayana yang digubah oleh Rsi Walmiki.
Keramik-keramik yang indah dari Banjarnegara.
Banjarnegara memiliki potensi kerajinan yang bernilai seni tinggi, selain potensi obyek wisata dan wisata kuliner. Kerajinan di Banjarnegara antara lain kerajinan keramik, kerajinan bambu dan kayu, tatah sungging, batik motif Banyumasan, dll.
Kerajinan keramik tentu sudah kalian temukan diberbagai daerah. Kabupaten Banjarnegara juga memiliki sentra kerajinan keramik yang bermutu tinggi dengan tehnik pembuatan keramik dengan membakar glazur sehingga menghasilkan keramik yang mengkilap. Tak heran banyak para wisatawan terutama dari Eropa banyak memesan keramik hasil tangan para pengrajin keramik klampok. w.o.w... Sentra kerajinan keramik ini terletak di bagian barat Banjarnegara, lebih tepatnya di wilayah Desa Klampok sekitar 30 km dari Kota Banjarnegara, Kecamatan Purworejo Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Terdapat show room keramik yang memiliki koleksi beraneka macam keramik yang indah di sepanjang jalan kecamatan Klampok yang dapat kalian temui.
Awal Mula Sentra kerajinan keramik Klampok diprakarsai Kandar Atmomiharjo saat menjadi guru di Kebumen (1935). Beliau mendapat kesempatan dari Pemerintah Belanda untuk belajar ilmu keramik di Keramische Laboratorium di Bandung. Selesainya beliau belajar di Bandung, beliau menjabat sebagai pemimpin perusahaan keramik milik Pemerintah Belanda. Usai berkarier di perusahaan keramik, beliau kembali ke Klampok dan mendirikan perusahaan keramik Usahanya tidaklah sia-sia karena sejak kemunculan perusahan keramik rintisannya ini menginspirasi banyak pihak sehingga pertumbuhan industri keramik di Purworejo Klampok semakin berkembang.
Keramik klampok merupakan salah satu jenis kerajinan yang berasal dari lempung atau tanah liat melalui proses pembakaran dikerjakan dengan Tangan (Hand mide). Dibandingkan sentra-sentra keramik lain, produk keramik Klampok memiliki keunggulan pada material bahan dasar yang lebih kuat. Terlebih, proses pembakaran juga di atas 1.100 derajat celcius dan menyebabkan hasil produk lebih kokoh dengan tekstur tetap dinamis. Keramik klampok di Kabupaten Banjarnegara mempunyai nilai seni tinggi dengan motif dan bentuk yang khasyang membedakan dengan keramik daerah lain serta hiasannya yang memadukan unsur-unsur tradisional dan modern dengan daya tarik yang khas sesuai dengan perkembangan masyarakat saat ini.
Untuk bahan dasarnya, lempung atau tanah liat yang diambil dari daerah Kaliwiro (Wonosobo), Cilongok, dan Banyumas. Cara membuat keramik pertama menyiapkan lempung yang akan dibuat keramik. Kedua, lempung dibentuk menurut selera. Ketiga, bentuk keramik kemudian dikeringkan. Selanjunya keramik dibakar, lalu diglasir untuk tahap akhirnya.
Kerajinan keramik Klampok ini sangat cocok sebagai hiasan di rumah, rumah makan, hotel, maupun perkantoran. Bahkan, perabotan dapur yang terbuat dari tanah liat pun tersedia. Kerajinan keramik Klampok ini sangat cocok sebagai hiasan di rumah, rumah makan, hotel, maupun perkantoran. Bahkan, perabotan dapur yang terbuat dari tanah liat pun tersedia.
Jenis-jenis keramik yang diproduksi antara lain :
Guci
Poci (produk andalan keramik dari Banjarnegara)
Tempat paying
Aneka eaten set
Aneka binatang (gajah dll )
Tempat bunga
Meja kursi taman
Aneka ragam bentuk souvenir. Berikut kisaran harga keramik klampok :
Gantungan Kunci Kupu-Kupu : 1 set berisi 3 buah, Rp 15.000 Tempat Lilin : Rp 20.000 Celengan Kucing Kecil : Rp 10.000 Celengan Kucing Besar : Rp 17.500 Set Teh Poci 3 Cangkir : Rp 35.000 Set Teh Poci 2 Cangkir : Rp 20.000
Bagaimana, teman? Soal harga terjangkau bukan? Kalau mencari yang mahal banyak, tapi untuk barang murah yang berkualitas dan bernilai seni tinggi Keramik Klampoklah menjadi jawabannya. Terutama bagi kalian penggemar keramik maka tidak ada salahnya membeli keramik Klampok. Setelah mengunjungi objek wisata, sempatkan p**a untuk mengunjungi sentra kerajinan keramik Klampok untuk membeli cendera mata bagi keluarga, kerabat, maupun sahabat. Selain karena memiliki nilai seni yang tinggi, harganya pun cukup terjangkau.
Silakan berkunjung ke Banjarnegara yaaa, temaaaaan... Aku tunggu lho ^_^I
Tips Etika dalam Menggunakan Sosial Media
Jaman sekarang sosial media itu sudah seperti kebutuhan penting bagi beberapa orang. Tak jarang, ia selalu terhubung dengan dunia luar melalui sosial media. Hubungan yang dibangun bisa dengan orang-orang yang akrab dan sangat dikenalnya di dunia nyata, ada p**a yang dibangun dengan orang-orang yang belum dikenalnya secara nyata (hanya di dunia maya).
Ada beragam sosial media yang sering digunakan, seperti yang populer misalnya facebook, twitter, dan google+. Selama berinteraksi atau bersosialisasi dengan sahabat melalui sosial media, tentunya ada beberapa etika yang harus diperhatikan. Ini penting agar aktivitas anda di sosial media tidak berdampak buruk pada kehidupan anda, baik secara langsung maupun secara tidak langsung.
Dibully karena memasang status tertentu, atau bahkan tanpa sadar anda telah membully orang lain adalah salah satu contoh imbas negatif dari sosial media. Terganggunya aktivitas lainnya yang lebih penting (misalnya pekerjaan) karena terlalu asyik bersosialmedia, juga contoh lain imbas negatif dari kegiatan bersosial media.
Nah, untuk menjaga agar imbas-imbas negatif dari aktivitas sosial media tidak terjadi pada diri anda, tentunya anda harus memenuhi etika dalam penggunaan sosial media. Ini penting diperhatikan oleh anda secara pribadi, karena bersosial media seperti juga berbicara, kicauan komentar atau status bisa ditanggapi bermacam-macam oleh khalayak. Jangan sampai aktivitas anda dalam bersosial media membawa kerugian, di mana seharusnya kita memperoleh manfaat dari kegiatan ini, minimal sebagai hiburan dan sumber informasi aktual.
Mengucapkan kata-kata kasar, provokatif, p***o, atau SARA
Siapapun teman anda tentu tidak akan s**a jika anda berkata-kata kasar, p***o, provokatif, atau bermuatan SARA. Ini akan memicu konflik di antara anda dengan pengguna sosial media kenalan anda. Salah-salah, anda bisa kena tuntut.
Memposting atau membagikan status bersifat hoax
Beberapa kenalan anda seringkali memposting atau membagikan status berisi artikel yang sangat menarik, menggelitik. Beritanya atau isinya heboh atau mungkin akan sangat bermanfaat bagi sahabat-sahabat sosial media anda. Sesuatu yang belum pernah anda dengar, dan saat membacanya membuat anda terkagum-kagum. Wait..... jangan segera dibagikan. Teliti dulu. Ada banyak informasi yang bersifat HOAX (bohong) yang disebarkan. Macam-macam tujuan seseorang membuat berita atau status hoax, salah satunya mungkin untuk sekedar membuat sensasi. Internet di tangan anda, jadi telusuri dulu informasi itu benar atau tidak. Jangan sampai anda ikut-ikut membagi informasi yang salah buat sahabat-sahabat dunia maya anda.
Terlalu sering mengumbar status yang bersifat pribadi yang semesti menjadi rahasia (curhat)
Beberapa orang s**a sekali mengumbar status yang bersifat curhatan hatinya yang sebenarnya. Wah ini tentu berlebihan sekali. Apalagi tujuannya hanya untuk mendapatkan sekedar simpati dari banyak orang. Betapa menggelikan sekali bukan? Bagaimana kalau akibatnya anda (jika memposting status seperti itu) diolok-olok dan dibully oleh warga sosial media. Tentu sangat tidak mengenakkan. Kehidupan pribadi anda akan menjadi rahasia umum. Jika anda sedang menjalin hubungan dengan seseorang, bisa saja status-status yang anda sering update di sosial medialah yang akan menjadi duri dan penyebab keretakan hubungan anda. Tidak ingin demikian bukan?
Mengcopy-paste gambar, artikel, atau apapun yang mungkin berhak cipta (berlisensi)
Seringkali kita tanpa sadar atau menganggap remeh file-file gambar atau artikel di sosial media. Anda kemudian mengumbar gambar dan file-file tersebut di status atau beranda anda tanpa mengecek terlebih dahulu apakah gambar atau file itu berlisensi (mengandung hak cipta). Salah-salah, anda bisa dituntut karena melakukan pelanggaran hak cipta lewat sosial media. Runyam bukan?
Bertengkar di sosial media
Bertengkar di sosial media adalah hal yang paling konyol yang saya bisa bayangkan. Tapi ini seringkali terjadi, bahkan tanpa disadari oleh orang yang bertengkar ia itu bagaikan orang yang sedang cakar-cakaran di tengah pasar. Memalukan sekali. Dengan mudah status dan komentar-komentas anda dan rival dibaca oleh banyak orang. Dari sana, semua pengguna media sosial yang terhubung dengan anda atau rival anda dapat menilai bagaimana sebenarnya sifat anda. Duh..duh... gak lah yauuu....
Tidak memperhatikan kerahasiaan informasi pribadi yang bersifat penting
Pada setiap platform sosial media, biasanya anda akan dimintakan beragam informasi yang sifatnya pribadi, bahkan tanpa kita sadari informasi itu sangat penting karena akan terkait dengan kehidupan anda. Data-data yang anda simpan dan unggah ke platform sosial media harus dijaga kerahasiaannya, sehingga tidak semua orang dengan mudah mengetahui alamat, nomor telepon, nama ibu kandung, nama ayah, nama suami, anak, dsb, yang mungkin nanti dapat dijadikan sarana untuk meretas akun bank anda misalnya. Atau sebagai bahan untuk melakukan penipuan terhadap anda. Berabe kan? Karena itu berhati-hatilah. Banyak kejahatan terjadi setiap saat di internet (cyber crime). Anda tentu tak mau jadi korbannya.
Bila beropini, dasarkan pada fakta, bukan dugaan semata
Hal yang paling mudah dan menyenangkan di sosial media adalah menuliskan opini tentang sesuatu hal. Anda harus hati-hati dengan ini. Bisa saja opini anda yang tidak didasari fakta (kenyataan), dan hanya bersumber dari pengalaman atau prasangka anda saja (subjektif), mengundang reaksi negatif dari suatu komunitas atau seseorang yang merasa terserang. Ingat kasus Florence yang gara-gara statusnya membuat warga Jogja marah? Ah.. sekali lagi saya ingat, hati-hatilah.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Mega Bekasi Mall
Bekasi