SMA Negeri 3 Wera
SMAN 3 Wera merupakan satu dari tiga SMA Negeri utama di Kecamatan Wera
05/02/2026
Unit Kegiatan Siswa "a specialist olahraga volley ball"
Pembina sekaligus guru olahraga bapak pembina Syahrudin, S.Pd di dampingi pak Muhidin, S.Pd Muhdin Bsi
good job bapak pembina
05/02/2026
moments 310126
Home visit desa Ranggasolo, desa Sangiang and desa Tadewa
selamat beristirahat bapak ibu guru hebat
Halo Sobat Semua kembali lagi ya... Semoga kita dalam keadaan sehat wal afiat.
Kali ini kami share tulisan dari. Dr. dr. Ketut Putra Sedfana, Sp.OG
Semoga yang admin share ini menambah wawasan kita. Aamiin Ya Rabbal aalamin.
Jika tulisan ini panjang sobat, baca dengan sabar dan pelan-pelan. harap di maklumi ya. Dan jangan lupa pantau dan ikuti terus Akun ini.
"PENDIDIKAN ADALAH IBU DARI ILMU PENGETAHUAN"
MASIH melekat dalam ingatan apa yang disampaikan oleh Kaprodi Ilmu Pendidikan Pascasarjana Undiksha Singaraja, Prof Dr Putu Kerti Nitiasih,MA.,saat perayaan HUT ke-9 Prodi Ilmu Pendidikan Pascasarjana di Gedung Pascassarjana. Ia menyampaikan bahwa pendidikan itu adalah ibu dari ilmu pengetahuan.
Apa yang disampaikan itu jelas sangat tepat karena pendidikan adalah fondasi utama yang membentuk individu, masyarakat, dan peradaban. Ia bagaikan seorang ibu yang melahirkan dan merawat ilmu pengetahuan hingga tumbuh menjadi kekuatan yang mampu mengubah dunia. Dalam pendidikan, seseorang diajarkan tidak hanya untuk memahami fakta, tetapi juga untuk memupuk kemampuan berpikir kritis, mencari solusi, dan menciptakan inovasi.
Pendidikan membuka jalan bagi berkembangnya ilmu pengetahuan. Tanpa pendidikan, ilmu pengetahuan tidak akan menemukan wadah untuk tumbuh dan berkembang. Pendidikan formal di sekolah, misalnya, memberikan dasar-dasar ilmu seperti matematika, sains, sejarah, dan bahasa yang menjadi pijakan bagi kemajuan di berbagai bidang. Namun, pendidikan tidak hanya terbatas pada ruang kelas; pengalaman hidup, pembelajaran mandiri, dan diskusi juga merupakan bagian dari proses pendidikan yang memperkaya wawasan seseorang.
Sebagai “ibu,” pendidikan memiliki tugas yang mulia: membimbing manusia untuk mengembangkan potensi terbaiknya. Ia mengajarkan nilai-nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial yang menjadi pedoman dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan. Tanpa bimbingan pendidikan, ilmu pengetahuan bisa saja disalahgunakan dan membawa dampak negatif bagi kehidupan.
Sejarah menunjukkan betapa pentingnya pendidikan dalam melahirkan penemuan-penemuan besar. Para ilmuwan seperti Albert Einstein, Marie Curie, dan Ibnu Sina adalah bukti nyata bahwa pendidikan menjadi akar dari kemajuan di bidang ilmu pengetahuan. Mereka tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari pengalaman, bimbingan guru, dan rasa ingin tahu yang terus diasah melalui pendidikan.
Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan perjalanan panjang yang melibatkan pembentukan karakter, pengasahan keterampilan, dan penanaman semangat belajar sepanjang hayat. Dengan pendidikan yang baik, ilmu pengetahuan akan terus berkembang, membawa manfaat bagi seluruh umat manusia, dan menciptakan masa depan yang lebih cerah.
Sebagai ibu, pendidikan memiliki tanggung jawab yang besar sekaligus merupakan kunci untuk menciptakan perubahan positif dalam sikap dan perilaku manusia. Dengan pendidikan, seseorang tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga kemampuan untuk menilai, bertindak, dan berinteraksi dengan cara yang lebih bijak. Oleh karena itu, pengetahuan yang dihasilkan dari proses pendidikan tersebut adalah investasi dalam masa depan yang lebih baik, baik bagi individu maupun masyarakat
Namun, tidak dapat disangkal bahwa pendidikan menghadapi tantangan di era modern ini. Ketimpangan akses pendidikan, kurikulum yang kurang relevan, dan minimnya dorongan untuk berpikir kreatif sering kali menjadi penghambat. Disamping itu saat ini yang menjadi tantangan sangat besar dan sering menjadi pembicaraan di masyarakat adalah masalah disiplin.
Kita menyadari dalam hal merubah sikap dan prilaku ke arah positif dan baik maka faktor disiplin mutlak diperlukan. Sering kita melihat penegakan disiplin yang dilakukan oleh pendidik sering di salah artikan oleh masyarakat sebagai bentuk kekerasan atau pembulyan , karena hal tersebutlah sering membuat seorang pendidik menjadi apatis dan tidak peduli karena takut disalahkan dan dikenakan sangsi, apalagi saat ini dalam dunia pendidikan yang selalu disalahkan adalah pendidik tersebut.
Akibat dari hal tersebut bisa kita nilai out put pendidikan saat ini kayak bagaimana? Sebagai seorang yang mengalami proses pendidikan era 80-an, penegakan disiplin dari pendidik dan sekolah yang ketat, dan hasilnya bisa kita rasakan sampai saat ini .
Semua orang pasti setuju bahwa disiplin adalah kunci
keberhasilan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam proses pendidikan. Sebagai fondasi utama, disiplin membantu individu untuk membangun karakter, mencapai tujuan, dan meraih hasil maksimal dari pembelajaran. Dalam konteks pendidikan, disiplin bukan sekadar tentang kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga mencakup kemampuan mengelola waktu, tanggung jawab, dan fokus pada tujuan.
Pendidikan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan konsistensi. Tanpa disiplin, siswa akan kesulitan mengembangkan kebiasaan belajar yang baik, menghadapi tantangan akademik, atau menyelesaikan tugas dengan tepat waktu. Sebaliknya, dengan disiplin, seseorang dapat belajar untuk mengatur prioritas, menghargai proses, dan tetap termotivasi meskipun menghadapi hambatan.
Disiplin adalah elemen krusial dalam proses pendidikan yang tidak hanya membantu siswa meraih prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter yang kuat dan tangguh. Dengan disiplin, pendidikan menjadi lebih efektif, terarah, dan bermakna. Oleh karena itu, menanamkan nilai-nilai disiplin sejak dini adalah investasi berharga untuk masa depan yang lebih baik.
Dalam penegakan disiplin didalamnya terdapat sanksi yang sering dikatakan sebagai hukuman. Tanpa sanksi maka sudah pasti disiplin itu tidak akan berarti, dan tujuan pendidikan tersebut tidak tercapai.
Disiplin akan memiliki nilai yang tepat ketika dilakukan saat yang tepat, ditempat yang tepat dan oleh orang dan pada orang yang tepat, dan akan menjadi bias ketika itu dilihat dan dinilai oleh orang yang tidak tepat, dan disinilah yang menjadi masalahnya sehingga sering terjadi mis interpretasi dari sebuah sangsi dalam penegakan disiplin tersebut.
Kita menyadari disiplin tidak akan tumbuh dengan sendirinya. Guru ,orang tua dan masyarakat memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai disiplin kepada anak-anak. Guru dapat memberikan teladan melalui konsistensi dan pendekatan yang tegas namun adil, sementara orang tua dapat memperkuat kebiasaan baik di rumah, sedangkan masyarakat dituntut bijak menilai hal tersebut.
Pada akhirnya, pendidikan adalah ibu dari ilmu pengetahuan karena darinya lahir pemahaman, inovasi, dan kebijaksanaan. Dan untuk mencapai hal tersebut faktor disiplin memiliki peran sangat besar, sebagai ibu, maka pendidikan itu harus dipelihara, dijaga dan dirawat agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak dan memiliki sikap yang baik dalam menggunakan ilmunya untuk kebaikan bersama, dan ini adalah tugas kita bersama.[T]
Penulis: Dr. Putradr. Ketut Sedfana, Sp.OG
Editor: Adnyana Ole
02/02/2026
Assalamu'alaikum wr.wb
Halo Sobat SMA Negeri 3 Wera dimanapun berada.
Hari ini Senin 02/02/2026 SMA NEGERI 3 WERA Kembali mengadakan Upacara Bendera rutinitas setiap hari Senin. Upacara Bendera hari ini yang menjadi Pembina Upacara Ibu Kalisom S.Pd.
Upacara bendera setiap hari Senin merupakan kegiatan wajib di sekolah untuk menanamkan rasa nasionalisme, disiplin, dan karakter kebangsaan. Dilaksanakan pagi hari sebelum KBM.
Halo Sobat SMA NEGERI 3 WERA untuk mengetahui perkembangannya disilakan untuk mengunjungi Akun ini ya...👍
30/01/2026
kokurikuler english class oleh ibu pembina ibu Jiswati, S.Pd bunda aqifah dan Ibu Sukmawati, S.Pd Sukma Al Thafut II
30/01/2026
Pendidikan merupakan awal pembentukan karakter siswa menjadi penerus generasi bangsa berkompeten dan berakhlak mulia. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam mengembangkan Pendidikan disekolah yaitu kegiatan IMTAQ setiap hari Jumat pagi.
Tujuan dari kegiatan ini adalah menciptakan suatu lingkungan belajar yang bersifat keagamaan, jujur, kreatif, serta memperkuat hubungan persahabatan dengan nuansa kekeluargaan dan semangat kebangsaan yang tinggi.
Kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang wajib dilaksanakan khusunya di SMA NEGERI 3 Wera.
Selamat Pagi Dunia Pendidikan, selamat beraktivitas kembali
Semoga hari ini menjadi hari yang Barokah dan bernilai ibadah untuk kita semua. Amin
28/01/2026
Bimbingan teknis pengisian E_kinerja dan aktivasi akun nya sm untuk rekan² PPPK PW oleh wakasek kurikulum pak Anshari, S.Pd.Gr Ansyari Al dan operator sekolah pak Ihdar Kusumawardana, S.Pd.Gr IhDar Wardana
24/01/2026
Olahraga sabtu pagi di ikuti oleh seluruh siswa/ siswi, guru dan uptd SMAN 3 Wera
Penguatan english class SMA NEGERI 3WERA
bersama pak Sahroni, S.Pd
Kokurikuler English class
🎥 Sahroni, S.Pd
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Jalan Lintas Tawali – Sangiang, Ranggasolo, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, NTB
Bima
84152
Opening Hours
| Monday | 06:00 - 14:30 |
| Tuesday | 06:00 - 14:30 |
| Wednesday | 06:00 - 14:30 |
| Thursday | 06:00 - 14:30 |
| Friday | 06:00 - 11:00 |
| Saturday | 06:00 - 13:00 |
25/01/2026