Gerakan Rakyat
DPP Bidang Pemberdayaan Masyarakat https://daftar.gerakanrakyat.org/
18/10/2026
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyoroti ramainya polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang turut menyeret nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurut Mahfud, persoalan tersebut membuat perhatian publik beralih, sehingga kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak lagi terdengar sebesar sebelumnya.
Mahfud menyampaikan pandangan tersebut saat membahas dinamika politik nasional dalam beberapa pekan terakhir. Ia menilai perdebatan mengenai dokumen pendidikan Gibran dan persoalan yang berkaitan dengan Jokowi telah mendominasi pemberitaan serta percakapan masyarakat.
“Dengan kegaduhan ini kritik-kritik kepada Pak Prabowo dua minggu terakhir ini enggak ada. Semua serangan ke Pak Jokowi dan Gibran,” ujar Mahfud, sebagaimana dikutip sejumlah media.
Ia juga menyoroti sikap Prabowo dan partai-partai politik yang menurut pengamatannya tidak banyak menjadi sasaran pembicaraan publik di tengah polemik tersebut. Mahfud menilai Gibran justru menghadapi sorotan yang lebih besar, sementara isu-isu terkait kebijakan pemerintah mulai kurang mendapat perhatian.
Salah satu persoalan yang disinggung Mahfud adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program unggulan pemerintahan Prabowo itu sebelumnya menjadi bahan diskusi dan kritik, termasuk terkait pelaksanaan serta berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
Mahfud menilai perhatian masyarakat terhadap polemik ijazah Jokowi dan Gibran turut menggeser pembahasan mengenai program tersebut. Ia juga menyinggung perkembangan perkara hukum yang melibatkan mantan pejabat Kejaksaan Agung, yang menurutnya tidak mendapat sorotan sebesar isu ijazah.
Dalam pandangannya, situasi itu membuat Prabowo relatif lebih jarang menjadi pusat kritik dibandingkan Jokowi dan Gibran. Mahfud bahkan menyebut Presiden tampak diuntungkan oleh perubahan arah perhatian publik tersebut.
Pernyataan Mahfud merupakan penilaian terhadap dinamika pemberitaan dan kritik politik, bukan bukti bahwa polemik tersebut sengaja dibiarkan untuk mengalihkan perhatian masyarakat. Penilaian mengenai sikap Prabowo juga disampaikan Mahfud berdasarkan pengamatannya terhadap situasi yang berkembang.
Polemik dokumen pendidikan Gibran sendiri berkaitan dengan gugatan mengenai persyaratan pendidikan dalam pencalonannya pada Pilpres 2024. Persoalan itu memunculkan beragam tanggapan dari sejumlah tokoh dan menjadi bagian dari perdebatan politik nasional.
Di tengah perbincangan tersebut, perbedaan pandangan mengenai polemik ijazah dan dampaknya terhadap pemerintahan terus berkembang. Pernyataan Mahfud kembali menyoroti bagaimana isu yang mendominasi ruang publik dapat memengaruhi perhatian masyarakat terhadap persoalan kebijakan dan kinerja pemerintah lainnya.
Dilangsir dari : Suaradotcom
17/10/2026
Guildhall London
Menerima penghargaan The Freedom of the City of London.
Di Guildhall, London, balai kota yang berdiri sejak abad ke-15, ada sebuah ruangan tempat satu tradisi dijalankan selama ratusan tahun. Di ruangan itu, siang kemarin, penghargaan Freedom of the City of London kami terima. Alhamdulillah.
Prosesinya khidmat. Tidak ada kamera yg boleh menyala sampai seluruh rangkaian selesai. Hanya ada deklarasi yg dibacakan dengan kata2 yg sama seperti ratusan tahun lalu, sebuah buku besar untuk ditandatangani, jabat tangan, diakhiri satu kalimat sambutan: “a Citizen of London.”
Penganugerahaan Freedom of the City of London adalah salah satu tradisi sipil tertua di dunia. Tercatat sejak 1237, awalnya ia menandai status warga merdeka yg berhak berdagang di kota London. Kini ia diberikan kepada mereka yg dinilai berkontribusi bagi kehidupan publik. Dalam daftar panjang penerimanya ada Winston Churchill, Nelson Mandela, Desmond Tutu, Lee Kuan Yew, Stephen Hawking, J.K. Rowling, Tim Berners-Lee, Harry Kane, Andrew Lloyd Webber, dan banyak lainnya.
Nominasi bagi kami datang dari Lord Mayor of London Alastair King dan Alderman Gregory Jones. Upacara dimpimpin The City Remembrancer selaku kepala protokol. Alderman Vincent Keaveny, Lord Mayor 2021-2022, berdiri di samping mendampingi sepanjang upacara. Fery ikut hadir menyaksikan prosesi yg amat khidmat itu.
Kami sadar, yg dibawa masuk ke ruangan itu bukan nama satu orang, melainkan kerja2 kami sebelumnya, terutama saat diberi amanah di Jakarta. London memberi pengakuan terhadap kerja bersama itu, maka penghargaan ini pun kami dedikasikan menjadi milik bersama.
Dalam sambutan singkat, satu pesan disampaikan, kami ini ingin penghargaan ini diperlakukan sebagai pintu, bukan piala. Semoga lewat pintu ini makin banyak walikota, insinyur, guru, dan anak muda Indonesia yg belajar ke London, dan London juga datang belajar ke kota2 kita.
Kami menutup sambutan singkat di Guildhall kemarin dgn satu kata bahasa Indonesia. Kata yg diteriakkan bangsa ini pada 1945, dan masih diteriakkan setiap kali kita berbahagia. Kata yg dalam bahasa Inggris berarti freedom.
Merdeka!
Terima kasih, London. Sampai jumpa di Jakarta.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Address
Jakarta
Bogor
Alerts
Be the first to know and let us send you an email when Gerakan Rakyat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.