Entrepreneurship Learning Corner
Halaman ini adalah tempat kita belajar, berlatih dan mengaplikasikan entrepreneurship mindset dalam
15/05/2026
CARA MENEGUR TANPA MELUKAI
By Coach Utoro
Menegur adalah bagian dari leadership.
Tapi cara menegur… sering menentukan:
apakah seseorang bertumbuh
atau
justru terluka dan menjauh.
Banyak leader merasa:
“Saya hanya ingin orang berubah.”
Tapi tanpa sadar… cara menyampaikannya justru:
* mempermalukan
* menekan
* mematikan semangat
Masalahnya… saat emosi ikut
berbicara, teguran berubah menjadi pelampiasan.
Dan orang tidak lagi mendengar pesan kita.
Mereka hanya merasakan luka.
Padahal tujuan menegur seharusnya BUKAN:
* melampiaskan kekesalan
* menunjukkan kekuasaan
* membuat orang takut
Tapi:
* membantu seseorang sadar
* memperbaiki kesalahan
* menjaga kualitas dan hubungan
Leader yang matang memahami:
Orang mungkin lupa isi teguran kita. Tapi mereka jarang lupa: bagaimana perasaan mereka saat ditegur.
Cara menegur yang sehat:
1. Tegur perilakunya, bukan harga dirinya
❌ “Kamu memang tidak becus.”
✅ “Ada bagian yang perlu diperbaiki.”
2. Fokus pada solusi, bukan menyerang pribadi
❌ “Kamu selalu bikin masalah.”
✅ “Mari kita cari cara agar ini tidak terulang.”
3. Jaga nada bicara
Kadang bukan kata-katanya yang melukai. Tapi nada, ekspresi, dan cara penyampaiannya.
4. Tegur untuk membangun, bukan menjatuhkan
Karena orang yang merasa dihargai… lebih mudah menerima masukan.
Dan satu hal penting…
Tidak semua kesalahan harus diselesaikan dengan suara keras.
Kadang… ketenangan justru lebih menggerakkan daripada kemarahan.
PERTANYAAN RENUNGAN:
Saat Anda menegur seseorang…
Apakah tujuan Anda:
ingin memperbaiki? atau
sekadar meluapkan emosi?
Aksi hari ini:
Sebelum menegur, coba tanyakan pada diri sendiri:
“Apakah cara saya berbicara nanti akan membuat orang bertumbuh… atau terluka?”
Karena leadership bukan hanya tentang keberanian mengoreksi.
Tapi juga kebijaksanaan menjaga hati manusia.
Semakin tinggi posisi seseorang… semakin besar dampak cara ia menegur.
Salam Berkesadaran
Coach Mohammad Utoro
10/05/2026
MENGELOLA EKSPEKTASI: AGAR TIDAK MUDAH KECEWA
By Coach Utoro
Banyak luka dalam hubungan…
bukan datang karena kebencian.
Tapi karena ekspektasi
yang tidak dikelola.
Kita berharap orang lain mengerti.
Berharap keadaan sesuai keinginan.
Berharap semuanya berjalan seperti yang kita bayangkan.
Dan saat kenyataan tidak sesuai…
Kita kecewa
Kita marah
Kita lelah sendiri
Masalahnya bukan berharap.
Ekspektasi itu manusiawi.
Masalahnya…
saat kita menggantungkan ketenangan hidup
pada hal yang tidak bisa kita kendalikan.
Kita sering lupa:
1. Tidak semua orang berpikir seperti kita
2. Tidak semua orang punya kapasitas yang sama
3. Tidak semua hal akan berjalan sesuai rencana
Mengelola ekspektasi bukan berarti pesimis.
Bukan juga berhenti berharap.
Tapi tentang:
1. Belajar melihat realita dengan lebih sadar
2. Memisahkan harapan dan kenyataan
3. Tetap tenang… meskipun tidak semua sesuai keinginan
Leader yang matang tidak memaksa dunia mengikuti maunya.
Dia belajar menyesuaikan diri… tanpa kehilangan arah.
Karena seringkali…
* Penderitaan bukan datang dari situasi
* Tapi dari ekspektasi yang terlalu tinggi tanpa kesiapan menerima kenyataan
PERTANYAAN RENUNGAN:
Ekspektasi apa yang saat ini paling sering membuat Anda kecewa?
Aksi hari ini:
Tulis 1 ekspektasi yang perlu Anda kelola lebih sehat…
dan ubah menjadi:
* “Apa yang bisa saya terima?”
* “Apa yang masih bisa saya lakukan?”
Tidak semua hal bisa Anda kontrol.
Tapi Anda selalu bisa mengontrol cara Anda merespon.
Semakin dewasa seseorang…
semakin ia mampu menerima kenyataan tanpa kehilangan ketenangan.
Salam Berkesadaran
Coach Mohammad Utoro
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the school
Website
Address
Griya Bukit Jaya
Bogor
16962