Rumah Riyadhoh

Rumah Riyadhoh

Share

Komunitas Rumah Riyadhoh

31/08/2022

Hadiah

Malam ini, Aghna gelisah sekali. Pasalnya, malam ini ada panggung tujuh belasan yang acaranya, selain aneka lomba untuk anak usia SD ke atas, namun juga ada pembagian hadiah untuk pemenang lomba tujuh belasan minggu sebelumnya. Sebagai pemenang lomba lari untuk anak usia TK, Aghna merasa malam ini dia akan dipanggil ke panggung dan mendapat hadiah. Apalagi gosip dari tetangga juga sudah ramai, kalau pemenang lomba sebelumnya bakal dapat hadiah.

Sayangnya, sejak maghrib, hujan turun. Otomatis Aghna gak bisa keluar rumah. Dia gelisah, khawatir hadiahnya gak dia dapat. Padahal dia merasa berhak mendapat hadiah. Walhasil dia merajuk, minta diantar ke panggung tujuhbelasan demi hadiah.

Aku mengalah sama Aghna. Daripada dia merajuk sepanjang malam, lebih baik aku bawa dia lihat panggung tujuhbelasan dan bertanya pada panitia tentang hadiahnya. Ternyata oh ternyata. Menurut panitia, hadiah untuk Aghna sudah diberikan saat lomba selesai. Berupa sekotak susu dan biskuit.

Malu rasanya menanyakan hadiah yang ternyata sudah diberi. Tapi aku hanya bisa senyum sambil mengusak rambut anakku ini.

Hadiah. Sama seperti kita, orang dewasa selalu mengharap hadiah saat merasa sudah melakukan suatu amal kebaikan.

Sepertinya aku juga sama dengan Aghna. Anakku yang baru berusia lima tahun. Aku selalu mengharap hadiah saat sudah beramal. Saat merasa ibadahku sudah banyak. Saat merasa aku sudah sering berdoa. Aku mengharap hadiah dari Allah.

Dan saat hadiah itu kurasa belum didapat, aku juga gelisah. Kapan Allah memberiku hadiah? Padahal aku sudah rutin tahajud, puasa, berdoa, dzikir, sedekah, dan semua amal ibadah yang mampu kulakukan. Aku merasa seperti anak berumur lima tahun yang gelisah saat hadiah dari Allah belum kudapat.

Dan, jangan jangan aku juga sama seperti Aghna yang tidak sadar bahwa hadiah untukku sudah diberi Allah?

Bukankah selama ini Allah masih memberiku hidup? Masih memberiku Rezqi? Masih memberiku kebahagiaan saat melihat anak anakku tertawa, atau bahkan saat mereka ribut memperebutkan sesuatu?
Bukankah Allah juga selama ini telah menjagaku dari bahaya? Allah juga Menutupi aib aibku. Dan bahkan banyak doa doaku yang telah diqabulNya.

Aahhh kenapa aku jadi seperti Aghna. Anak kecil yang menuntut hadiah, padahal sebenarnya hadiah telah kudapatkan. Bahkan hadiah dari Allah melebihi amal ibadahku selama ini.

Pantas saja aku sering gelisah saat belum mendapatkan keinginanku. Rupanya aku masih seperti anak kecil. Melakukan sesuatu karena berharap hadiah semata. Sehingga gelisah jika belum mendapatkannya.

Malu. Seharusnya, sebagai orang dewasa aku beramal bukan untuk hadiah. Tapi karena ikhlas untuk Rabbku semata. Seharusnya aku juga sadar, bahwa hadiah dari Allah itu setiap hari kurasakan. Setiap desah nafas dan detak jantung ini, adalah hadiah dari Allah. Bahkan kesadaran bahwa semua yang ada pada diri ini adalah hadiah dari Allah, sebenarnya merupakan hadiah dari Allah. Hidayah untuk Iman pada Allah, beribadah padaNya, itu pun adalah hadiah.

Yaa Allah, begitu banyak Hadiah Yang Telah Kau Beri padaku. Dan seringkali aku tidak menyadarinya. Betapa Bodoh dan Sesatnya diri ini, tidak menyadari Hadiah dariMu.

Pantas saja, Abu Bakar Ash Shiddiq dan para sahabat Rasul dijamin masuk surga. Mereka beribadah, menghamba pada Allah tanpa kenal waktu. Istiqomah. Dalam keadaan senang ataupun sulit. Tanpa mengharap hadiah. Mereka beribadah dan beramal, ikhlas semata untuk Allah. Bukan karena hadiah dunia ataupun surga. Dan mereka juga sadar bahwa sudah demikian banyak hadiah Yang Allah beri untuk mereka, sehingga ibadah mereka hanyalah bentuk penghambaan dan syukur mereka pada Allah.

Sedangkan aku. Aku masih begitu jauh dari mereka.

AstaghfiruLlah. Ampuni aku Yaa Robbal ‘Aalamiin.
Mohon beri petunjukMu agar aku selalu menyadari hadiah dariMu setiap saat. Mudahkan aku untuk bisa mengikuti para sahabat RasulMu. Ibadah semata untuk menghamba dan bersyukur pada Mu. Bukan untuk hadiah. Aamiin.

Bagi anda yang ingin bisa menyadari hadiah dari Allah setiap saat. Dan merasakan indahnya Menghamba dan bersyukur pada Allah tanpa mengharap hadiah.
Mari Riyadhoh bersama komunitas rumah riyadhoh. Ikuti private trainingnya setiap ahad. Bertempat di Ruang training Toko kue Rafita’s cake. Private Class MMA “Mudahnya Mencintai Allah”.
www.rumahriyadhoh.com

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Bogor?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Jalan Situ Pete Blok Bambu
Bogor
16165