Crush In Secret
(Proyek Dongeng Indonesia). Katalog audio evergreen edukasi (Dongeng Nusantara). Terbukti sukses di sekolah. Mencari mitra distribusi global.
22/05/2026
Algoritma Jatuh Hati
Karya : Crush In Secret
Di sekolahnya, Fadil dikenal sebagai anak paling dingin. Bukan karena sombong, tapi karena hidupnya terlalu teratur. Semua hal baginya punya pola, rumus, dan kemungkinan yang bisa dihitung.
Nilai ujian? Bisa diprediksi.
Jam hujan? Bisa ditebak.
Bahkan peluang seseorang menyukai orang lain menurutnya hanya soal “persentase kecocokan”.
Sampai akhirnya ia bertemu Elina.
Elina berbeda dari semua orang yang pernah Fadil kenal. Gadis itu berisik, ceroboh, dan selalu datang terlambat. Tapi anehnya, setiap kali Elina muncul, hidup Fadil yang biasanya rapi mulai berantakan.
Pertemuan pertama mereka terjadi di perpustakaan.
“Elu lagi ngapain?” tanya Elina sambil menaruh dagunya di meja.
“Membuat algoritma.”
“Buat apa?”
“Menentukan kemungkinan seseorang jatuh cinta.”
Elina tertawa keras sampai penjaga perpustakaan menegur mereka.
“Kalau cinta bisa dihitung, berarti gampang d**g move on?”
Kalimat itu membuat Fadil diam.
Sejak hari itu, Elina sering mengganggunya. Kadang meminjam pulpen lalu lupa mengembalikan. Kadang memaksa duduk di sebelah Fadil saat jam istirahat. Kadang mengirim pesan random tengah malam hanya untuk bertanya:
"Kalau aku hilang sehari, kamu bakal nyariin nggak?"
Awalnya Fadil merasa terganggu.
Namun tanpa sadar, ia mulai membuat folder khusus berisi semua hal tentang Elina.
Lagu favoritnya.
Minuman kes**aannya.
Tanggal saat Elina pertama kali tersenyum padanya.
Fadil mencoba memasukkan semuanya ke dalam program buatannya.
Hasilnya selalu sama:
“Error: Perasaan tidak dapat diprediksi.”
Malam itu, untuk pertama kalinya Fadil frustrasi pada sesuatu yang tak bisa ia hitung.
Ia akhirnya sadar…
yang berubah bukan algoritmanya.
Melainkan dirinya.
Beberapa minggu kemudian, hujan turun deras sepulang sekolah. Elina duduk di halte sambil memeluk lututnya.
“Aku takut hujan,” katanya pelan.
Fadil mengernyit. “Kenapa?”
“Elu tahu kan? Mama aku meninggal waktu malam hujan.”
Itu pertama kalinya Elina terlihat rapuh.
Biasanya gadis itu selalu tertawa seolah tak punya luka.
Fadil duduk di sampingnya tanpa bicara. Lalu perlahan ia melepas headsetnya dan memasangkannya ke telinga Elina.
Lagu piano lembut terdengar di antara suara hujan.
“Statistik bilang hujan bikin orang merasa kesepian,” kata Fadil pelan.
“Tapi… kalau sama kamu, mungkin persentasenya berubah.”
Elina menatapnya lama.
“Fadil…”
“Hmm?”
“Kayaknya algoritma kamu gagal deh.”
“Kenapa?”
“Karena aku udah jatuh hati duluan.”
Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Fadil tidak mencari jawaban logis.
Ia hanya tersenyum.
Karena ternyata, beberapa hal memang tidak diciptakan untuk dihitung.
Beberapa hal… hanya untuk dirasakan.
16/05/2026
"Peluk Aku Sebelum Senja Hilang"
Karya : Crush In Secret
Senja selalu menjadi waktu favorit Miska. Di tepi bukit kecil dekat kota, ia sering duduk sendirian menatap langit jingga sambil menunggu seseorang yang mungkin tak akan datang lagi.
Orang itu adalah Jesa, sahabat masa kecil yang pergi tanpa janji, tanpa kabar, dan meninggalkan terlalu banyak kenangan.
Hari itu, langit tampak lebih indah dari biasanya. Angin berhembus lembut, membawa aroma hujan yang belum turun. Miska memeluk lututnya, menahan sesak yang selalu datang setiap senja.
“Aku tahu kamu masih ke sini.”
Suara itu membuat napasnya terhenti.
Miska menoleh cepat. Di sana, berdiri Jesa dengan senyum yang dulu selalu menenangkan hatinya.
“Kamu...” suara Miska bergetar. “Kenapa baru datang sekarang?”
Jesa berjalan mendekat, matanya penuh penyesalan. “Karena aku bodoh. Aku pergi mengejar banyak hal, sampai lupa kalau yang paling berharga selalu ada di sini.”
Air mata Miska jatuh begitu saja. “Kamu tahu berapa lama aku menunggu?”
Jesa tak menjawab. Ia hanya membuka kedua tangannya.
“Kalau masih ada sedikit tempat di hatimu... peluk aku sebelum senja hilang.”
Miska menatapnya lama, lalu berlari kecil memukul dada Jesa sebelum akhirnya tenggelam dalam pelukannya. Hangat. Sama seperti dulu.
Di balik langit jingga yang perlahan redup, dua hati yang lama tersesat akhirnya pulang ke tempat yang sama.
15/05/2026
"Orang Asing yang Menjadi Segalanya"
Karya : Crush In Secret
Fataya tidak pernah percaya pada pertemuan kebetulan. Baginya, semua orang datang dengan alasan, meski kadang alasannya hanya untuk pergi.
Suatu malam, saat hujan turun deras di terminal kota, Fataya duduk sendirian sambil memeluk tas kecilnya. Ia baru saja kehilangan pekerjaan, ditinggal sahabat, dan tak tahu harus pulang ke mana. Dunia terasa sempit dan gelap.
Di sampingnya, seorang pria asing duduk sambil membawa dua gelas kopi hangat.
“Yang satu buat kamu,” katanya santai.
Fataya menatap curiga. “Kita kenal?”
Pria itu tersenyum kecil. “Belum. Nama aku Degi.”
Fataya hampir menolak, tapi dinginnya malam membuat tangannya menerima gelas itu. Dari obrolan singkat yang awalnya canggung, malam itu berubah menjadi percakapan panjang tentang hidup, mimpi, dan rasa lelah yang sama-sama mereka sembunyikan.
Sejak malam itu, Degi sering muncul di hidup Fataya. Kadang menunggu di halte dengan roti cokelat favoritnya, kadang mengirim pesan sederhana: “Hari ini kamu hebat karena masih bertahan.”
Perlahan, Fataya yang dulu tertutup mulai tertawa lagi. Ia mulai berani melamar pekerjaan baru, berani berjalan sendiri, berani bermimpi lagi. Semua karena ada Degi, orang asing yang datang tanpa diundang tapi menata ulang dunianya.
Namun saat Fataya merasa Degi sudah menjadi segalanya, pria itu justru menjauh. Pesan tak lagi dibalas. Telepon tak pernah diangkat.
Hingga suatu hari, Fataya menerima sebuah amplop dari rumah sakit. Di dalamnya ada surat tulisan tangan Degi.
"Fataya, maaf aku pergi diam-diam. Aku cuma nggak mau kamu melihatku semakin lemah. Aku sakit sejak lama, dan waktuku mungkin tidak banyak. Tapi mengenalmu adalah bagian terbaik dalam hidupku. Kalau nanti aku benar-benar pergi, jangan ikut hilang bersamaku. Karena aku datang bukan untuk menghancurkanmu, tapi untuk membuatmu hidup lagi."
Tangan Fataya gemetar. Air matanya jatuh tanpa suara.
Ia berlari ke rumah sakit, tapi semuanya terlambat. Degi telah pergi beberapa jam sebelum ia datang.
Di kursi kosong ruang tunggu, Fataya duduk sambil menangis. Ia sadar, orang yang dulu hanyalah asing kini telah menjadi rumah, harapan, dan segalanya.
Dan kadang, kehilangan paling sakit datang dari seseorang yang dulu bahkan tidak kita kenal.
15/05/2026
"Kamu Datang Saat Aku Hancur"
Karya : Crush In Secret
Qisty pernah percaya bahwa cinta bisa menyelamatkan segalanya. Sampai suatu hari, orang yang paling ia perjuangkan justru pergi membawa semua kepercayaannya. Sejak saat itu, Qisty berubah. Ia menutup diri, berhenti percaya pada janji, dan memilih menjalani hari-hari hanya sekadar bertahan.
Di luar, ia terlihat baik-baik saja. Masih tersenyum, masih bekerja, masih bercanda. Tapi di dalam, hatinya seperti rumah kosong yang lampunya padam.
Lalu Beryl datang.
Mereka bertemu secara tidak sengaja di toko buku kecil dekat halte. Saat itu, buku yang sama jatuh bersamaan dari rak dan tangan mereka saling menyentuh. Qisty buru-buru menarik tangannya, tapi Beryl hanya tersenyum santai.
“Kalau kamu ambil bukunya, aku rela. Tapi kalau senyumnya juga diambil, itu kejam.”
Qisty memutar mata dan pergi. Namun anehnya, pria itu terus muncul di hidupnya. Kadang di kedai kopi, kadang di halte, kadang hanya lewat dengan sapaan singkat seolah semesta sengaja mempertemukan mereka.
Beryl berbeda. Ia tidak memaksa masuk ke hidup Qisty. Ia hanya hadir sebentar, sabar, dan hangat. Saat Qisty diam, Beryl menemani. Saat Qisty marah, Beryl mendengarkan. Saat Qisty menangis, Beryl tidak banyak bicara, hanya menyodorkan tisu dan duduk di sampingnya.
“Aku rusak,” kata Qisty suatu malam.
Beryl menatap langit. “Barang pecah bisa diperbaiki. Tapi kamu bukan barang. Kamu manusia yang sedang terluka.”
Kalimat itu membuat pertahanan Qisty runtuh. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia menangis tanpa menyembunyikan wajahnya.
Hari demi hari, Qisty mulai tertawa lagi. Mulai percaya lagi. Mulai hidup lagi. Semua karena seseorang yang datang bukan untuk menyelamatkannya, tapi untuk menemaninya sembuh.
Suatu sore, di tempat pertama mereka bertemu, Beryl menyerahkan buku yang dulu jatuh dari rak. Di halaman pertama tertulis:
"Aku tidak datang saat kamu sempurna. Aku datang saat kamu hancur, supaya kamu tahu… bahkan dalam keadaan itu pun, kamu tetap layak dicintai."
Qisty menutup buku itu dengan mata berkaca-kaca.
Kadang, seseorang datang bukan saat kita siap. Tapi saat kita paling membutuhkan alasan untuk bertahan.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the school
Website
Address
Jalan Raya Cibodas, PO BOX 3 Sdl, Cipanas, Kabupaten Cianjur
Cianjur Regency
43253