Media Rakyat Bekerja

Media Rakyat Bekerja

Share

media untuk rakyat

Photos 21/04/2020

"BAPER” Berani peduli bersama Rakyat

Pada 16 April 2020, komunitas Taman Baca Cipeundeuy berkolaborasi dengan MTs Darruttalim menggelar gerakan aksi berbagi masker gratis serta simulasi cuci tangan di Desa Wangunjaya, Garut. Gerakan mandiri ini digelar berdasarkan tujuan yang sama yaitu, mewujudkan kembali budaya berbagi serta memberi pemahaman dalam menghadapi wabah COVID-19, supaya tidak 'ugal-ugalan' karena ketidaktahuannya.

Tindak lanjut setelah berbagi masker dan simulasi cuci tangan ini, mereka akan tetap membuka donasi untuk gerakan tahap lanjutan, yakni mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat secara kontinu serta menciptakan ketahanan pangan alternatif—berbagi sembako dari hasil donasi.

Gerakan aksi ini bermula karena gagapnya pemerintah daerah dalam menghadapi wabah COVID-19. Oleh karenanya, mereka berharap gerakan aksi sebagai bentuk penyadaran bagi masyarakat dan pemerintah desa khususnya.

Terhitung dari kasus pertama hingga per April 2020, sikap menghadapi wabah virus ini masih saja ada yang ugal-ugalan. Seperti panic buying, menyudutkan ODP/PDP yang membuat psikisnya terganggu.

Sedangkan pemerintah desa Wangunjaya sendiri khususnya, mereka cenderung abai terhadap fenomena ini. Misalnya saja, pemberian edukasi hanya melalui banner, bahkan tidak melakukan apapun sama sekali. Hal ini membuktikan, bahwa pemerintah cenderung menyepelakan wabah virus saat ini. Maka, gerakan aksi ini, secara implisit, merangkul pemerintah yang gagap menghadapi wabah.

Oleh karena itu, mereka berharap gerakan ini sebagai bentuk saling menyadarkan. Seperti memberikan pemahaman dasar pencegahan wabah, menciptakan alternatif ketahanan pangan—kebiasaan berbagi pangan— ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan. Lalu menunjukan akses agar program pemerintah desa itu bisa tepat sasaran dan berdampak positif.

Per 16 April 2020, Desa Wangunjaya, Garut masih berstatus zona hijau. Oleh karenanya, gerakan aksi penyadaran dimaximalkan, terutama penyadaran ketahanan pangan alternatif serta PHBS sebagai pencegahan masuknya virus COVID-19.

Penulis: Idang
Sumber: Anang

Berkeringat untuk meringankan beban orang tua by Rakyatbekerja • A podcast on Anchor 10/04/2020

'Berkeringat' Untuk Meringankan Beban Orang Tua

Rakyatbekerja.com, Garut - Jagatullah (14) anak dari keluarga buruh sepatu ini memilih 'mengeluarkan keringat' daripada membebani orang tuanya. ketika anak-anak seusianya lebih memilih untuk bermain, dia lebih memilih bekerja demi menyetabilkan keadaan ekonominya.
Jagat, panggilan anak ini, seorang anak asal kampung Teureup kecamatan Banyuresmi kabupaten Garut, dikenal sebagai anak yang rajin dalam bekerja. 'Keringat' sudah menjadi teman sehari-harinya, tak peduli hujan ataupun panas dia akan mengerjakan rutinitas yang sering dikerjakannya di peternakan, berlokasi dekat rumahnya, milik Abah Suhe.
Pekerjaannya memasak hu'ut untuk pakan ayam, angsa, bebek, hingga membersihkan kandang. Kalau ada pekerjaan lain yang harus dikerjakan, dia selalu siap untuk mengerjakannya.
"Unggal poe ka kandang, masak hu'ut langsung maraban, lamun dititah ngala awi langsung digawean," tutur Jagat, 11 Maret,2020, Garut.
" Tiap hari ke kandang, masak pakan ternak terus ngasih makan juga...semisal disuruh ngambil bambu ke hutan, langsung dikarjain."
Dari hasil kerjanya, ia bisa membiayai dirinya sendiri sejak kelas 6 SD hingga sekarang, kelas 2 SMP. Hal ini bukan karena orang tua yang memaksanya untuk bekerja tapi, dia bekerja karena kesadaran sendiri.
" Karunya ka kolot lamun menta wae, mending neangan duit sorangan," ujarnya menegaskan bahwa dia tidak ingin merepotkan lagi orang tuanya.
" Kasian ke orang tua kalau masih minta, lebih baik nyari uang sendiri."
Sejak dini Jagat sudah memahami bahwa persoalan ekonomi yang dilalui keluarganya merupakan persoalan yang tidak bisa dilewati dengan hanya diam saja. Pada akhirnya dia mendapatkan kesempatan untuk bekerja–dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
"Lamun eweuh saung, urang teu apal om ayena ge bakal kumaha" ungkapnya, setelah mendapati kesempatan untuk bekerja di peternakan Abah Suhe.
" Kalo gak ada ' Saung', aku gak tahu om sekarang bakal kaya gimana."
Masih banyak hal yang bisa di pandang secara luas jika kita melihat kehidupan jagat. Jika hari ini anak yang bekerja di bawah umur itu menjadi persoalan, kenapa kita lupa bertanya kalau anak-anak yang masih sangat muda seperti Jagat harus sampai bekerja.
Kita seringkali tidak bertegur sapa dengan diri ketika melihat peristiwa di depan mata. Keadaan Jagat yang mesti 'berkeringat' di usia muda bukan tanpa alasan. Ada cerita dibaliknya. Alasannya sederhana, faktor ekonomi yang tidak stabil.
Pertanyaan bagaimana negara memandang persoalan ini tak kunjung ada jawaban. Maka kita mesti menjawab sendiri yakni, jangan menanti dari pihak lain–mulailah sendiri.
Jagat rela 'berkeringat' agar dia bisa meringankan beban orang tuanya dan itu adalah sebuah perbuatan dan bakti yang baik dari seorang anak pada orang tua.
"pokonamah om urg mah kahareupna ge urg mah mbung ngariweuhkeun kolot". ungkap Jagat sebagai pengakhir ceritanya.
" Intinya om, sampai kapan pun aku gak mau bikin orang tua kerepotan."

Penulis: Bocek
Editor: Idang

Berkeringat untuk meringankan beban orang tua by Rakyatbekerja • A podcast on Anchor Manusia selalu dibenturkan dengan pilihan, padahal ia tak pernah memilih sebetulnya; hanya menjalankan suratan. Tapi persoalan hidup bukan hanya diratapi, mesti dijalankan agar tercipta alur peradaban. Bagi Jagat, semangat hidup muncul disaat ada rasa mengasihi. Ia bekerja karena ingin membantu oran...

Want your business to be the top-listed Media Company in Cianjur Regency?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Website

Address


Cianjur Regency