Ramadhan Project

Ramadhan Project

Share

These Projects Offer Meaningful Ways To Prepare for Ramadan by Reflecting On The Divine Attributes and Engaging in Creative Activities.

18/02/2026

5 Kesadaran Diri Menuju Allah dalam Perjalanan Hidup
Hidup ini bukan cuma soal bernafas. Ini soal sadar. Sadar siapa kita. Sadar dari mana datang. Dan sadar ke mana p**ang.
1. Saat Musuh Dalam Selimut adalah Istri dan Anak
Allah mengingatkan dalam Al-Qur'an bahwa sebagian pasangan dan anak bisa menjadi ujian. Bukan karena mereka jahat. Tapi karena cinta bisa membutakan arah.
Ketika keluarga membuatmu lalai dari shalat, sibuk mengejar gengsi, takut miskin sampai lupa halal-haram — di situlah ujian dimulai.
Kesadaran pertama: mencintai keluarga karena Allah, bukan menjadikan mereka alasan meninggalkan Allah.

2. Dibersihkan Dari Circle Maksiat Dunia
Kadang satu per satu teman menjauh. Bisnis gagal. Lingkaran pergaulan berubah.
Awalnya terasa kehilangan. Tapi ternyata itu proses penyaringan.
Allah tidak sedang merenggut — Dia sedang membersihkan.
Circle yang dulu penuh tawa tapi kosong makna, diganti dengan kesunyian yang mendekatkan jiwa pada doa.
Kesadaran kedua: tidak semua kehilangan itu musibah. Bisa jadi itu rahmat terselubung.

3. Dipersulit Saat Mencari Dunia
Rezeki terasa berat. Usaha seperti jalan di pasir.
Sementara orang lain tampak mudah.
Padahal Allah sedang mendidik mental, bukan menghukum.
Kalau dunia terlalu mudah, hati jadi sombong.
Kalau dunia dipersulit, hati belajar tunduk.
Kesadaran ketiga: yang sulit bukan berarti ditolak. Bisa jadi sedang dipersiapkan.

4. Terlihat Dari Kesadaran Diri Melihat Setiap Perjalanan
Orang yang mulai sadar akan melihat hidup bukan sebagai kebetulan.
Setiap sakit ada makna.
Setiap jatuh ada pelajaran.
Setiap pertemuan ada pesan.
Ia tidak lagi menyalahkan keadaan. Ia bertanya,
“Apa yang Allah ingin ajarkan padaku hari ini?”
Kesadaran keempat: hidup bukan tentang kejadian, tapi tentang pemahaman.

5. Jiwa Sengsara Akan Hilang Karena Tahu Kebesaran Allah
Saat hati benar-benar mengenal kebesaran Allah, gelisah pelan-pelan runtuh.
Bukan karena masalah hilang.
Tapi karena yakin ada Yang Maha Mengatur.
Seperti kisah sabar Nabi Ayyub yang diuji kehilangan segalanya, tapi tidak kehilangan iman.
Kesadaran kelima: penderitaan tidak menghancurkan jiwa yang mengenal Tuhannya.

Akhirnya kita paham,
Hidup bukan tentang seberapa nyaman perjalanan,
Tapi seberapa sadar kita dalam setiap langkah.
Karena ketika kesadaran tumbuh,
Kita tidak lagi berjalan sendirian.
https://open.spotify.com/episode/6H3GO1IagyG1lTZJvnPem6?si=vwmDxutiTYyHroQvJRbEJA

Want your business to be the top-listed Media Company in Cirebon?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address


Dr Cipto Mangkusumo No 76
Cirebon
45132

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00