Video ternama

Video ternama

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Video ternama, Media, prof. ida bagus mantre, Denpasar.

24/12/2025

Kuntilanak di Desa Wirajaya

Desa Wirajaya akan benar-benar mati setelah pukul sepuluh malam. Pintu rumah tertutup rapat, lampu dipadamkan, dan tak seorang pun berani melewati kuburan tua di ujung desa—jalan pintas yang membelah kebun bambu dan pemakaman.

Joko tahu larangan itu.
Tapi malam itu ia tak punya pilihan.

Hujan baru saja reda saat Joko menuntun motornya yang mogok. Jalan memutar terlalu jauh. Satu-satunya jalan p**ang adalah melewati kuburan Wirajaya.

Begitu kakinya menginjak tanah pemakaman, udara berubah dingin. Batu nisan berdiri miring, sebagian retak, sebagian tak bernama. Pohon kamboja menjatuhkan kelopaknya yang basah, beraroma manis bercampur anyir.

Lalu terdengar suara itu.

Tangisan perempuan.

Jauh… memanjang… seperti angin yang tersangkut di tenggorokan orang mati.

Joko menelan ludah. Ia teringat cerita orang tua desa:
“Kalau tangisnya jauh, jangan senang. Itu tandanya dia sedang mendekat.”

Tangisan itu berhenti.

Sunyi.

Langkah Joko terdengar terlalu keras di telinganya sendiri. Saat ia melewati makam paling tua—nisan kayu bertuliskan Ayu—angin mendadak berputar.

Tangisan kembali terdengar.
Kali ini… tepat di belakangnya.

Joko membeku.

Dari balik nisan, muncul sosok perempuan. Rambutnya hitam panjang menutupi wajah. Gaun putihnya koyak, perutnya menganga hitam seolah pernah dipaksa terbuka dari dalam.

Perempuan itu mengangkat wajahnya.

Mata hitam tanpa putih menatap Joko. Bibirnya tersenyum lebar—terlalu lebar—dengan darah kering menempel di sudutnya.

“Joko…”
Ia memanggil namanya.

Joko tersentak.
Ia tidak pernah memperkenalkan diri.

“Aku Bidan Ayu,” suara itu lirih, serak.
“Anakku… kau lihat anakku?”

Tanah di depan makam tiba-tiba bergerak.

Krek… krek…

Sesuatu merangkak keluar dari balik nisan. Bayi pucat tanpa mata, tubuhnya dingin dan basah, tertawa kecil sambil menyeret kuku ke tanah kuburan.

Joko berteriak dan berlari sekuat tenaga.

Tapi langkahnya terasa berat. Di mana pun ia berbelok, kuburan itu seperti tak berujung. Tangisan berubah menjadi tawa, bercampur suara bayi menangis dan tertawa bersamaan.

Tiba-tiba…
DOR!

Joko terjatuh.

Di atasnya, wajah Bidan Ayu menggantung terbalik, rambutnya menyentuh tanah.

“Kalau kau lewat kuburanku,” bisiknya,
“kau harus menggantikan.”

Gelap menelan segalanya.

Pagi hari, warga menemukan Joko duduk bersila di tengah kuburan, menatap nisan Bidan Ayu. Matanya terbuka, tapi kosong. Dari mulutnya menetes tanah hitam bercampur darah.

Sejak malam itu, kuburan Desa Wirajaya tak lagi sepi.

Warga sering melihat sosok laki-laki berdiri kaku di antara nisan, menuntun motor rusak, menunggu seseorang lewat.

Dan saat angin malam membawa tangisan perempuan dan tawa bayi…

Itu artinya Joko sudah tidak sendirian lagi.

24/02/2024

Wooow... Ada Mobil Mainan, Mobil Mobilan, Mobil Balap, Pesawat Terbang, Helikopter

Want your business to be the top-listed Media Company in Denpasar?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Culinary Team

Attire

Telephone

Address


Prof. Ida Bagus Mantre
Denpasar