Genezer.id
Luka Kering Lebih Cepat, Aktivitas Tak Lagi Terhambat..
01/04/2022
SOLUSI JITU BASMI GATAL KULIT MEMBANDEL
Konsultasikan dan atasi segera penyakit gatal dengan produk Herbal MYCODIS dari Genezer.
✅ Produk herbal yang sudah terjamin mutu dan kualitasnya. Ampuh, aman tanpa efek samping dan ketergantungan.
✅ Efektif mengobati Gatal kulit baik ringan maupun gatal-gatal yang sudah parah dan menahun sekalipun
MASALAH KULIT❓ HANTAM DENGAN MYCODIS‼👊
07/01/2022
DENGAN KANDUNGAN IKAN KUTUK 20KG JAUH LEBIH BANYAK DARI PRODUK LAIN
05/01/2022
Tips Anti Stres Buat Para Ibu
1. Atur prioritas
Agar kamu tak kewalahan, kamu bisa memulainya dengan membuat daftar prioritas atau membuat rencana kerja.
Buatlah rencana kerja untuk mengatur rutinitas harianmu, seperti menyusun waktu bekerja, kapan harus menemani anak belajar, kapan harus melakukan video call atau teleconference dengan rekan kerja, dan menyelesaikan pekerjaan rumah lainnya.
Pekerjaan akan lebih mudah diselesaikan jika kita memahami prioritas dan mampu mengatur waktu.
Jika anak rewel pada saat sedang bekerja, sisihkan waktu sebentar untuk menemani anak hingga anak lebih tenang dan bisa kembali ditinggal.
Sebab, mendiamkan anak yang rewel dan tetap lanjut bekerja hanya akan membuat stres dan kehilangan fokus.
2. Pisahkan peran sebagai orangtua dan pekerja
Trik berikutnya buat para ibu yang WFH sambil mengurus anak, adalah dengan memisahkan peran, yakni kamu harus mengatur kapan waktu menjadi orang tua dan menjadi pekerja.
Caranya adalah dengan membuat space atau lahan ruang bekerja. Bekerja lah di office area yang sudah kamu buat agar terbebas dari jangkauan anak-anak.
Dengan menyediakan space bekerja, kamu juga akan lebih fokus dan tenang. Jika fokus, maka pekerjaan juga akan lebih cepat selesai, sehingga kamu bisa kembali menjaga anak dan menyelesaikan pekerjaan rumah lainnya.
3. Jangan lupa istirahat
Menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan menjalani peran sebagai ibu yang baik memanglah penting. Namun, terlalu memaksakan diri dengan bekerja terlalu keras juga tidak baik.
Bagi para ibu yang WFH sambil mengurus anak, memperhatikan waktu istirahat agar pikiran tetap fresh dan tidak kelelahan adalah hal yang penting. Pasalnya jika sudah kelelahan, semua pekerjaan berpotensi tidak terselesaikan dengan baik, dan nantinya kamu hanya akan menumpuk pekerjaan.
Sekedar istirahat makan siang sudah bisa membantu diri agar tubuh dan pikiran terasa lebih segar, sehingga kamu siap untuk kembali bekerja. Disarankan, dalam setiap jam pekerjaan diselesaikan, kita perlu istirahat setidaknya 10 menit.
10 menit tersebut bisa kamu manfaatkan untuk mengambil makanan ringan, berjalan-jalan di rumah atau sekedar menyapa dan mengobrol dengan anak.
4. Jalankan Komunikasi
Menjalankan komunikasi yang baik dengan anak merupakan hal yang sangat penting guna menjaga ikatan emosional antara ibu dan anak, sehingga diperlukan beberapa obrolan santai di waktu senggang.
Sembari mengobrol dengan anak, kamu bisa memanfaatkannya untuk menjelaskan kepada anak agar bisa lebih mengerti dengan keadaan orang tuanya yang sedang bekerja.
Di sisi lain, kamu bersama pasangan juga harus selalu berkomunikasi untuk menentukan jadwal dan pembagian tugas serta tanggung jawab bersama dalam mendampingi anak selama WFH.
5. Cari bantuan ekstra
Tips terakhir buat para ibu yang WFH sambil mengurus anak, jika sudah terdesak jangan ragu untuk meminta bantuan. Kamu bisa meminta bantuan dengan pasangan untuk bekerjasama dan berbagi tugas agar lebih efektif.
04/01/2022
Kenali Ciri-Ciri Hamil Anak Perempuan Yuk Bund 🥰
29/12/2021
5 Rasa Takut yang Sering Muncul saat Hamil
1. Ketakutan akan Kelainan/Cacat Lahir
Menurut fakta yang dikemukakan jurnal WHO, Prevention and Control of Birth Defects in South-East Asia 2013-2017, di Indonesia perbandingan angka kelahiran bayi dengan kelainan adalah 5 bayi per 1000 kelahiran. Angka tersebut terbilang masih sangat kecil.
Kekhawatiran mengenai kelainan atau cacat lahir pada bayi dapat diatasi dengan perilaku sehat selama masa kehamilan. Ibu dapat mengonsumsi setidaknya 400 mikrogram asam folat setiap hari untuk mengurangi risiko cacat tabung saraf, seperti spina bifida(lihat A-Z). Disarankan juga untuk mengatur pola makan dan diet seimbang yang sehat, tidak mengonsumsi daging mentah, dan menjaga kadar gula darah Ibu berada pada angka normal.
2. Keguguran
Sebagian besar kasus keguguran terjadi dalam beberapa minggu awal kehamilan, ketika kebanyakan perempuan biasanya tidak menyadari bahwa mereka hamil dan tidak akan tahu jika mengalami keguguran. Ibu hanya akan merasa mengalami periode menstruasi yang normal. Pada periode kehamilan setelah dokter dapat melihat adanya tanda detak jantung, biasanya pada usia kehamilan 6 sampai 8 minggu, risiko(Lihat A-Z) keguguran turun sampai dengan 5 persen. Risiko terjadinya keguguran akan terus menurun seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.
3. Menderita Stres Berlebih
Kelelahan fisik yang dialami oleh Ibu ditambah dengan perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamilan dapat memicu stres dan depresi. Namun hal tersebut tidak memengaruhi kondisi kehamilan secara signifikan. Ibu dapat mengatasi hal tersebut dengan berkonsultasi dengan dokter atau berbagi cerita seputar kehamilan dengan Suami. Ibu juga dapat melakukan aktivitas-aktivitas penurun stres seperti melakukan latihan pernafasan, meditasi, atau berlatih yoga.
4. Kelahiran Prematur
Ketakutan akan kelahiran prematur sebenarnya dapat langsung diatasi dengan persiapan prenatal yang baik. Penyebab terbesar terjadinya kelahiran premature adalah obesitas, tekanan darah tinggi, dan tingginya kadar gula dalam tubuh. Pastikan kondisi tekanan darah dan kadar gula Ibu berada pada angka normal. Atur pola makan seimbang dan konsultasi rutin ke dokter untuk mengetahui angka perkembangan dan pertambahan berat badan yang sesuai. Hindari aktivitas dan kondisi yang mengakibatkan stress berlebih.
5. Rasa Sakit Saat Melahirkan
Tidak bisa dipungkiri bahwa proses persalinan beriringan dengan rasa sakit yang muncul selama proses itu berlangsung. Namun Ibu memiliki pilihan untuk melakukan sesuatu demi tujuan mengurangi rasa takut dan rasa sakit saat melahirkan. Beberapa hal dapat dilakukan seperti memilih metode konsumsi obat pengurang rasa sakit, tentunya dengan persetujuan dari dokter. Kenali hal-hal yang menyebabkan rasa sakit, karena ketidaktahuan akan menciptakan kecemasan yang justru akan menambah rasa sakit selama proses persalinan. Ibu juga dapat melakukan persiapan persalinan yang matang, melibatkan suami untuk terus mendukung secara fisik maupun emosional, sehingga Ibu merasa lebih siap dan memperoleh semua dukungan yang dibutuhkan.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Sawangan
Depok
Opening Hours
| Monday | 08:00 - 16:00 |
| Tuesday | 08:00 - 16:00 |
| Wednesday | 08:00 - 16:00 |
| Thursday | 08:00 - 16:00 |
| Friday | 08:00 - 16:00 |
| Saturday | 08:00 - 16:00 |