HaruMini
Penulis
20/02/2025
Part 1
"Kamu istri Deri yang ke berapa?" tanya wanita paruh baya dengan nada yang santai, namun cukup mengejutkan.
Kehidupan rumah tanggaku terasa tenang setelah menikah dengan Mas Deri, suami yang penuh perhatian. Kami tinggal di kota yang berbeda dari orang tua Mas Deri, dan meskipun begitu, hubungan kami dengan keluarga besarnya berjalan cukup baik.
Hari itu, aku datang ke rumah mertua karena adanya sebuah peristiwa duka yang menyelimuti keluarga kami.
Papa mertuaku baru saja meninggal, dan meskipun aku tinggal di kota yang jauh, aku merasa perlu untuk hadir meski hanya sebentar untuk memberikan penghormatan terakhir untuk papa mertuaku.
Namun, ada satu kejadian yang membuatku sedikit terkejut, bahkan merasa canggung.
Ketika aku sedang menggend**g Lili, putriku yang baru berusia empat tahun, seorang wanita paruh baya mendekat dan menanyakan sebuah pertanyaan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.
Seolah ada asumsi yang tidak tepat tentang hubungan kami. Aku sempat berpikir, apakah ia sengaja ingin mengusikku atau memang benar-benar tidak tahu siapa aku.
Tidak ada yang lebih membingungkan bagi seorang istri selain dihadapkan pada pertanyaan yang meragukan status hubungan kita dengan suami.
Dalam kebingunganku, aku sempat menatap wanita itu, mencoba mencari jawaban atau penjelasan dari tatapannya.
Namun, Bibi Sumi, bibi dari suamiku, tiba-tiba datang mendekatiku. "Diana." ucapnya padaku.
Lalu dia menatap pada wanita paruh baya yang baru saja melontarkan pertanyaan yang cukup membingungkan untuk. "Yu, itu. Di suruh pulang, katanya buruan," kata Bibi Sumi, memberikan isyarat agar wanita tersebut segera meninggalkan kami.
Setelah wanita itu pergi, Bibi Sumi semakin mendekat. "Diana, maafkan papa mertua kamu ya. Kalau dia ada salah, doakan semoga meninggal dalam keadaan khusnul khotimah," kata Bibi Sumi dengan nada lembut.
Aku hanya mengangguk dan membalasnya. "Amin, Bi."
Meskipun papa mertuaku sudah tiada, kenangan tentang kebaikan dan kasih sayangnya tetap ada di hati kami. Hari itu adalah hari yang penuh dengan kesedihan bagi keluarga besar suamiku. Aku merasa kehilangan seorang sosok yang selama ini selalu memberikan dukungan, baik secara moral maupun materi. Meski begitu, aku tetap harus menjalani peran sebagai ibu yang harus menjaga Lili, yang tiba-tiba demam dan sangat cengeng. Hingga aku tidak bisa pergi ke makam, mengantar jenazah papa mertuaku.
Dan aku memutuskan menjauh dari rumah mertua, untuk menenangkan Lili di tempat yang agak jauh dari keramaian.
"Gimana, Lili sudah tidak cengeng?" tanya Bibi Sumi dengan khawatir, tahu jika putriku sedang demam.
"Alhamdulillah Bi, sudah tidak cengeng lagi," jawabku dengan senyum kecil. Meski hatiku masih terasa berat karena perasaan kehilangan.
"Syukurlah, oh ya Bibi pulang dulu ya," kata Bibi Sumi, namun aku mencegahnya dia pergi.
"Bi tunggu," kataku, menahan langkahnya.
"Ada apa Diana?" tanya Bibi Sumi sambil menatapku penuh perhatian.
"Ibu-ibu tadi siapa Bi?" tanyaku, masih merasa penasaran dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh wanita paruh baya itu. Karena aku benar-benar tidak mengenali wanita itu.
"Oh itu, ibu-ibu RT sebelah. Dia ngomong apa sama kamu?" tanya Bibi Sumi, seolah tahu apa yang wanita tadi tanyakan.
"Dia bilang aku istri mas Deri yang ke berapa," jawabku, menceritakan secara singkat apa yang wanita paruh baya tadi tanyakan padaku.
Bibi Sumi hanya menggelengkan kepala, lalu berkata. "Jangan didengar apa yang dia katakan, ibu tadi rada-rada aneh, sudah ya. Bibi pulang dulu,” katanya dengan lembut, berusaha menenangkan aku.
Aku hanya mengangguk, meskipun pertanyaan dari wanita tadi masih terngiang-ngiang di pikiranku.
Kemudian aku memutuskan untuk kembali ke rumah mertua, saat Lili sudah terlelap di gend**ganku, apalagi palayat mulai membubarkan diri dari rumah mertuaku.
Namun, baru beberapa melangkah, aku mendengar beberapa ibu-ibu membicarakan Mas Deri.
Bersambung........
Judul: SETELAH PENGKHIANATAN (TERNYATA AKU DI MADU)
Penulis: N A R A
Sudah TAMAT di KBM APP
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Depok