Granada Library
Teman terbaik dudukmu
Whatsapp : 08996647774
Instagram : @granadalibrary
https://www.tokopedia.com
16/09/2025
Pada bulan *Rajab* 12 H atau 15 abad yang lalu atau tepat di bulan september 633 M terjadi mobilisasi besar2an dr negeri Hijaz ke negeri Syam atas perintah dari Khalifah Abu Bakar As-Shidiq ra. mobilisasi ini salah satu pemicunya adalah setelah kalahnya pasukan Muslim di bawah komando Khalid bin Sa'id ra di sekitar danau Tiberias dan Damaskus, di dalamnya terdapat sahabat Ikrimah bin Abi Jahal, walid bin Uqbah dan Dzul Kala. Kekalahan ini dipicu dari terpancingnya pasukan Khalid bin Sa'id oleh jebakan Jenderal Vahan dg strategi _Strategic Retreat_ , padahal sebelumnya sudah diwanti-wanti oleh Abu Bakar ra untuk tetap mengamankan jalur di belakangnya. Imbas dari kekalahan ini, Abu Bakar ra mengumpulkan dan memberangkatkan pasukan dari berbagai negeri Arab ke Syam dengan 4 Sahabat unggulan seperti Abu Ubaidah bin Jarrah, Amru Bin Ash, Syurahbil bin Hasanah, Yazid bin Abu Sufyan dan termasuk Muawiyah bin Abu Sufyan berangkat dg sisa-sisa pasukan Khalid bin Sa'id untuk menyusul saudara kandungnya. Bahkan Abu Bakar ra juga menyurati Khalid Ibnu Walid yang saat itu di Firaz sedang menghadapi pasukan gabungan Romawi Timur dan Persia. ada yang menarik dari perbincangan Khalid bin Walid dengan Mutsanna dan juga diskusi Khalid dengan pasukannya saat menentukan jalan mana yang akan mereka tempuh untuk segera sampai di Syam dengan tanpa diketahui oleh Pasukan Romawi dan aliansinya di perbatasan-perbatasan.
Sumber :
* Wisnu Tanggap Prabowo, Heraklius.
* M Husain Haikal, Biografi Abu Bakar.
* David Nicolle, Yarmuk 636M
* Al Baladuri, Futuhul Buldan
Hashtag
19/11/2019
Ringkasan Sirah Nabawiyah – Penggembalaan, Perjalanan ke Syam Hingga Renovasi Ka’bah
– Seri 2 –
F. Menggembala Kambing dan Perjalanan pertama beliau ke Negeri Syam
Pada masa kecil, Rasulullah saw menggembalakan kambing milik penduduk Makkah dengan diupah dan Beliau menafkahi hidupnya darinya.
Ketika sampai berusia 9 tahun (disebutkan p**a pada usia 12 tahun), Beliau melakukan perjalanan ke Negeri Syam Bersama pamannya Abu Thalib untuk melakukan perdagangan.
Ketika mendekati kota Bushra, Rahib Bahira melihat Rasulullah saw., kemudian Dia menyampaikan kepada Abu Thalib bahwasanya Rasulullah saw akan menjadi seorang Nabi Akhir dari para Nabi, dan memintanya untuk kembali p**ang dengan Rasulullah saw, karena takut akan musuh yang sudah menunggunya.
Rahib ini telah mengetahui tanda-tanda kenabian itu pada diri Rasulullah saw yang telah tertulis di Kitab-kitab ahli Kitab.
G. Perjalanan kedua Beliau ke Negeri Syam.
Pada usia 25 tahun Rasulullah saw melakukan perjalanan ke negeri Syam untuk kedua kalinya untuk perdagangan milik Saiyyidah Khodijah.
Saiyyidah Khodijah memiliki kehormatan dan harta, beliau mempekerjakan orang lain untuk hartanya.
Beliau memilih Rasulullah saw untuk pekerjaan ini dikarenakan beliau telah mendengar atas terpercayanya, amanahnya, akhlaqnya yang terhormat.
Bersama Rasulullah saw, pembantu Saiyyidah Khadijah yaitu Maisarah, jual beli mendapatkan keuntungan yang sangat besar. (Disebutkan pada perjalanan ini, Rahib Nestorian melihat Rasulullah saw dan mereka mengenalnya sebagai Nabi yang mereka tunggu).
H. Pernikahannya dengan Saiyyidah Khodijah
Setelah 2 bulan kep**angan Rasulullah saw dari perjalanan keduanya, Beliau menikah dengan Saiyyidah Khadijah. (Saiyyidah Khadijah yang meminang beliau).
Saiyyidah Khadijah saat itu berusia 40 tahun, dan usia Rasulullah saw adalah 25 tahun.
Saiyyidah Khadijah sebelum menikah dengan Rasulullah saw, beliau menikah dengan Abu Haalah, Abu Haalah meninggal dunia meninggalkan seorang anak bernama Haalah (disebutkan oleh ulama lain bernama Hindun).
Beliau hidup Bersama Rasulullah saw selama 25 tahun, dan Rasulullah saw tidak menikah dengan siapapun hingga Saiyyidah Khadijah meninggal dunia.
I. Kebijakan Kaum Qurais dalam meletakkan Hajar Aswad.
Rasulullah saw di usia 35 tahun, Quraisy meruntuhkan Ka’bah dan merenovasi bangunannya.
Rasulullah saw pun ikut serta dalam membangunnya, dan Beliau yang membawa batu-batu bersama Bangsawan Quraisy, dan bersamanya pamannya bernama Abbas.
Quraisy berselisih tentang siapa yang pantas meletakkan Hajar Aswad pada tempatnya (Ka’bah), kemudian mereka menyepakati suatu kebijakan yaitu yang memasuki masjid pertama kali adalah yang dipercaya meletakkan Hajar Aswad.
Kemudian diketahui Rasulullah saw lah yang memasuki masjid pertama kali, maka bergembiralah Kaum Quraisy mengetahuinya dan berkata “Kami meridhoi dan mempercayainya”.
Beliau meletakkan Hajar Aswad di selendang dan meminta dari setiap pemimpin kaum untuk memegang sisi dari selendang, kemudian Beliau memerintahkan mereka untuk mengangkatnya, kemudian ketika telah sampai pada tempatnya, Rasulullah saw mengambil dengan tangannya dan meletakkan hajar aswad tersebut dengan tangan mulianya. Maka berakhirlah perselisihan dengan kebijakan Rasulullah saw. Dan kaum Quraisy takjub terhadap kuatnya pemikiran beliau.
J. Perkembangan Nabi Muhammad saw
Rasulullah saw dikenal di antara kaumnya dengan akhlaq yang terpuji, seperti terpercaya, amanah, toleransi, sopan, tawadhu hingga mendapatkan julukan Al Amiin.
Kaum dan kerabat-kerabat beliau sangat mencintai dan menghormatinya.
Allah menjaga Beliau dari kecil dari perbuatan-perbuatan jahiliyyah, tidak pernah meminum khamr dan tidak pernah bersujud di berhala.
Allah memuliakan Beliau sebelum kenabian dengan mu’jizat-mu’jizat yang menunjukkan keagungan masa depannya, diantaranya ketundukan awan padanya di perjalanan kedua ke Syam.
Referensi :
Khulashoh Nuril Yaqin – Syeh Umar Abdul Jabbar
Gambar :
https://www.jnob-jo.com
11/11/2019
Ringkasan Sirah Nabawiyyah – Nasab Nabi Muhammad SAW Hingga Pengasuhan oleh Abu Thalib
Tahap awal dari kehidupan Rasulullah saw
A. Baginda Muhammad saw
Beliau adalah Rasulullah saw (Utusan Allah) untuk manusia semuanya, dan akhir dari para Nabi dan sebagai imam para Rasul.
Beliau datang dengan agama Islam yang agama selainnya tidak diterima Allah di hari kiamat.
Beliau dari keturunan para pemimpin Quraisy yang mengendalikan kabilah di Makkah mukarromah.
Nasab beliau tersambung dengan Nabi Ismail bin Ibrahim as.
B. Nasab Beliau dan Wafat Ayahnya.
Ayahnya adalah Abdullah bin Abdil Muththalib bin Hasyim bin Abdi Manaaf bin Qushai bin Kilaab.
Ibunya adalah Aminah binti Wahab bin Abdi Manaaf bin Zuhrah bin Kilaab.
Bertemu nasab Ibu dan Ayahnya di kakek kelima yaitu Kilaab.
Sang ayah meninggal di usia 18 tahun ketika Rasulullah saw masih di dalam perut ibunya. Beliau dimakamkan di kota Yatsrib (Madinah) dengan tidak meninggalkan apapun dari harta beliau.
C. Kelahiran dan Penyusuan Beliau
Kelahiran Nabi Muhammad saw di Makkah di hari Senin , 12 Rabiul Awwal tahun Gajah.
Tahun kelahiran Beliau dinamakan tahun Gajah, karena saat itu terdapat pasukan yang membawa gajah yang sangat besar, Allah menghancurkan pasukan gajah tersebut untuk menghormati kelahiran Nabi Muhammad saw.
Setelah disusui oleh ibunya, beliau disusui oleh Tsuwaibah (al aslamiyah?) pembantu pamannya yaitu Abu Thalib, kemudian disusui oleh Halimah as Sa’diyah hingga sampai pada usia 4 tahun.
D. Wafat Ibunya dan Pengasuhannya
Wafat Ibu Rasulullah saw terjadi pada usia 6 thn sekembalinya dari Madinah.
Saat Rasulullah saw keluar dari Madinah untuk ziarah kubur ayahnya, bersamap**a Kakeknya Abdul Muththallib. (Disebutkan p**a bahwa Bersama p**a Ummu Aiman, Bersama beliau Rasulullah saw dibawa ke Makkah).
Beliau dimakamkan di Ábwaa, yang terletak antara Makkah dan Madinah.
Ummu Aiman mengasuh Rasulullah saw, yaitu Pembantu Abdullah ayah Rasulullah saw.
E. Pengasuhan dan Wafat Kakeknya
Pengasuhan selepas meninggalnya Ibunda Rasulullah saw ialah dilakukan oleh Kakeknya yaitu Abdul Muththalib, Beliau menyayangi dan mencintai Rasulullah saw melebihi dari mencintai anak-anaknya.
Tidak sampai pada usia 8 Tahun kakek Rasulullah meninggal dunia sehingga perlindungan kepada Rasulullah saw sekitar 2 tahun.
Sepeninggal Kakeknya meninggal, yang memelihara Rasulullah saw adalah Pamannya Abu Thalib, Pamannya ini sebelumnya adalah orang yang fakir, kemudian Allah meluaskan rezekinya.
Di kala pemeliharaan Rasulullah saw beralih kepada pamannya, beliau bangkit untuk bersumpah kepada Allah, Beliau akan menolong Rasulullah saw.
Referensi :
Khulashoh Nuril Yaqin – Syeh Umar Abdul Jabbar
Gambar :
https://www.jnob-jo.com
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Address
Depok
16516
Opening Hours
| Monday | 07:30 - 19:00 |
| Tuesday | 07:30 - 19:00 |
| Wednesday | 07:30 - 19:00 |
| Thursday | 07:30 - 19:00 |
| Friday | 07:30 - 19:00 |
| Saturday | 07:30 - 14:00 |