Ma'had Ibnu Rajab

Ma'had Ibnu Rajab

Share

Ma'had Ibnu Rajab adalah sebuah lembaga pendidikan yang berkedudukan di Kabupaten Garut

23/05/2026

KEUTAMAAN MEMPERBANYAK SHALAT SUNNAH DI HARI-HARI DZULHIJJAH

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Di antara amalan sunnah yang sangat agung pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah memperbanyak shalat sunnah.

Hari-hari ini adalah musim ibadah. Bukan hanya puasa, dzikir, dan sedekah, tetapi juga memperbanyak sujud kepada Allah dengan shalat-shalat sunnah yang mungkin selama ini sering kita lalaikan.

Allah Ta’ala berfirman :

﴿ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ﴾

“Dan bersujudlah, serta dekatkanlah dirimu (kepada Allah).”
(QS. Al-‘Alaq : 19)

Al-Imam Ath-Thabari rahimahullah menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa sujud adalah sebab seorang hamba semakin dekat kepada Rabb-nya.

Karena itu, memperbanyak shalat sunnah adalah salah satu jalan terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah, terlebih pada hari-hari yang paling dicintai-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللّٰهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ »

“Tidak ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari Dzulhijjah).”
(HR. Bukhari no. 969)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

« أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ »

“Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud.”
(HR. Muslim no. 482)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits tentang keutamaan amal pada sepuluh hari Dzulhijjah mencakup seluruh amal shalih, termasuk shalat sunnah.

Bahkan beliau menyebutkan bahwa keistimewaan Dzulhijjah adalah berkumpulnya berbagai induk ibadah, dan shalat termasuk amal yang paling besar kedudukannya setelah tauhid.

Berkata Rabi’ah bin Ka’ab Al-Aslami radhiyallahu ‘anhu ketika meminta nasihat Nabi, beliau diperintahkan :

selengkapnya di ChannelWA dan Telegram

14/05/2026

CINTA YANG MENUMBUHKAN RASA TAKUT KEPADA ALLAH

Saudaraku… rasa takut kepada Allah bukan membuat hati putus asa, tetapi membuat hati semakin berhati-hati dalam hidup.

Allah Ta’ala memberikan:

فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“Maka janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian benar-benar beriman.” (QS. Ali ‘Imran: 175)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan:
Allah memerintahkan agar hati seorang mukmin lebih takut kepada Allah daripada kepada manusia.

Rasulullah bersabda:

لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

“Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari & Muslim)

Para ulama menjelaskan, Rasulullah paling mengenal Allah sehingga beliau memiliki rasa takut yang besar kepada-Nya.

Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata:
“Barangsiapa takut kepada Allah, maka semua hal akan takut kepadanya.”

Cinta kepada Allah harus disertai rasa takut kepada-Nya. Dengan itu, hati akan terjaga dari dosa dan kemaksiatan.

Mari perbanyak mengingat Allah…
Karena hati yang takut kepada Allah akan lebih mudah taat.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا خَشْيَتَكَ فِي السِّرِّ وَالْعَلَنِ

“Ya Allah, karuniakan kepada kami rasa takut kepada-Mu dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan.”

Penyusun :
Ma’had Ibnu Rajab
https://t.me/mahadibnurajabgarut
https://whatsapp.com/channel/0029Vb764Y61NCrKorpSVj42

Want your school to be the top-listed School/college in Garut?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address


Kp. Cikarees, Ds. Sukasono, Kec. Sukawening
Garut
44184