Kebunku
mari belajar berkebun organik
21/09/2025
Alhamdllh, jambu air mulai berbaktiππ
Penyakit Umum pada Tanaman Cabai
1. Layu Fusarium (Fusarium oxysporum)
Ciri-ciri: Tanaman tiba-tiba layu, daun menguning, batang bagian bawah cokelat.
Pengendalian: Gunakan benih sehat, lakukan rotasi tanaman, gunakan fungisida nabati atau kimia bila parah.
---
2. Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum)
Ciri-ciri: Tanaman muda cepat layu meski tanah lembap, batang dalamnya cokelat kehitaman.
Pengendalian: Cabut dan bakar tanaman yang sakit, hindari penyiraman berlebihan, gunakan varietas tahan.
---
3. Antraknosa / Patek (Colletotrichum spp.)
Ciri-ciri: Buah cabai muncul bercak hitam cekung, lama-lama busuk.
Pengendalian: Buang buah yang terinfeksi, jaga kebersihan kebun, semprot fungisida nabati (ekstrak daun sirih/jahe).
---
4. Bercak Daun (Cercospora capsici)
Ciri-ciri: Daun muncul bercak bulat berwarna cokelat/abu-abu, menyebar lalu rontok.
Pengendalian: Gunakan jarak tanam cukup, lakukan penyemprotan fungisida nabati.
---
5. Busuk Buah (Phytophthora capsici)
Ciri-ciri: Buah cabai busuk basah, sering disertai jamur putih.
Pengendalian: Hindari kelembapan tinggi, gunakan mulsa plastik, semprot fungisida bila parah.
---
6. Keriting Daun (Virus, sering dibawa kutu kebul/aphid)
Ciri-ciri: Daun menggulung, kaku, pertumbuhan tanaman terhambat, buah kecil-kecil.
Pengendalian: Kendalikan vektor (kutu kebul/aphid) dengan pestisida nabati, tanam varietas tahan.
---
7. Mosaik (Virus TMV β To***co Mosaic Virus)
Ciri-ciri: Daun belang kuning-hijau seperti mosaik, tanaman kerdil, hasil panen turun.
Pengendalian: Gunakan benih sehat, cabut tanaman terinfeksi, kendalikan serangga pembawa virus.
---
β‘ Tips pencegahan umum:
Gunakan benih sehat dan tahan penyakit.
Jangan tanam cabai di lahan yang sama terus-menerus (rotasi).
Jaga kebersihan kebun (singkirkan gulma dan tanaman sakit).
Atur jarak tanam agar sirkulasi udara bagus.
Cara Menanam Cabai di Rumah
1. Persiapan Benih
Pilih benih cabai berkualitas (bisa dari toko pertanian atau biji cabai sehat yang dikeringkan).
Rendam benih dalam air hangat 3β4 jam untuk mempercepat perkecambahan. Buang yang mengapung.
2. Menyemai
Siapkan wadah semai (bisa tray, polybag kecil, atau bekas botol).
Gunakan media campuran tanah gembur + kompos/pupuk kandang + sedikit pasir (2:1:1).
Tabur benih, tutup tipis dengan tanah, lalu siram dengan sprayer agar lembap (tidak becek).
Simpan di tempat teduh sampai berkecambah (5β10 hari).
3. Perawatan Bibit
Saat daun tumbuh 4β5 helai, bibit sudah siap dipindahkan.
Pilih bibit yang sehat, batang tegak, daun hijau segar.
4. Penanaman
Gunakan polybag besar/pot/tanah langsung di pekarangan.
Campuran media tanam: tanah gembur + kompos/pupuk kandang (2:1).
Buat lubang tanam, masukkan bibit, tutup rapat, dan siram.
5. Perawatan Rutin
Penyiraman: 1β2 kali sehari (jangan berlebihan).
Pemupukan: Beri pupuk organik cair atau NPK (larutkan tipis-tipis) tiap 2 minggu.
Penyiangan: Singkirkan rumput liar agar tidak berebut nutrisi.
Pengendalian hama: Gunakan pestisida nabati (contoh: semprotan bawang putih + cabai + sabun cair) bila ada serangan ulat/aphid.
6. Panen
Cabai biasanya siap panen umur 2,5β3 bulan setelah tanam.
Petik buah yang sudah merah atau sesuai kebutuhan.
Panen rutin bisa merangsang cabai cepat berbuah lagi.
Oke, ini versi singkatnya, kayak catatan tempel di kebun π±πΆοΈ
Step Singkat Menanam Cabai
1. Siapkan benih β rendam 3β4 jam, buang yang mengapung.
2. Semai β tanam di tray/polybag kecil (tanah + kompos + pasir 2:1:1).
3. Tunggu tumbuh β setelah punya 4β5 daun, siap pindah tanam.
4. Pindah ke pot/polybag besar β tanah gembur + kompos (2:1).
5. Rawat
Siram tiap hari (jangan becek).
Pupuk organik cair / NPK tipis tiap 2 minggu.
Bersihkan rumput liar.
Cegah hama pakai pestisida nabati.
6. Panen β umur 2,5β3 bulan, cabai merah/hijau siap dipetik.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Contact the university
Telephone
Website
Address
Tenajar Lor
Indramayu
45274