Ucha Collections
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Ucha Collections, Health/Beauty, Penggilingan, Jakarta.
01/11/2021
Ini Makanan dan Minuman Penyebab Migrain
Migrain memang bisa sangat mengganggu. Menurut Migraine Research Foundation, makanan menjadi penyebab migrain yang paling sering. Karena itu, makanan penyebab migrain ini perlu dihindari dalam menu sehari-hari.
Pola diet yang tepat berpengaruh terhadap timbulnya gejala migrain. Mengonsumsi makanan yang sehat dapat mengurangi gejala migrain. Di sisi lain, ada beberapa makanan yang justru bisa memicu migrain.
Makanan dan Minuman Penyebab Migrain
Makanan dan minuman penyebab migrain bisa bermacam-macam. Mulai dari kopi, teh, keju, makanan olahan, dan masih banyak lagi.
Penting untuk mengetahui apa saja makanan dan minuman penyebab migrain, agar sakit kepala ini tidak mudah kambuh serta mengurangi gejala yang timbul.
1.Minuman Berkafein
Minuman berkafein, seperti kopi, teh, minuman bersoda, atau minuman berenergi, dapat menjadi pemicu migrain. Walau begitu, kafein ibarat pisau bermata dua. Menurut Migraine Research Foundation, kafein juga bermanfaat untuk menghentikan gejala migrain.
2.Makanan Pedas
Sambal goreng kentang, ayam geprek, seblak, dan lainnya bisa menjadi makanan penyebab migrain. Pasalnya, makanan pedas bereaksi dengan reseptor nyeri di otak yang disebut dengan reseptor TRP, sehingga dapat mencetuskan nyeri kepala.
Meski begitu, pada beberapa orang, zat kapsaisin yang terdapat di dalam cabai justru dapat mengurangi gejala nyeri kepala. Sementara pada sebagian orang lainnya, cabai dapat mencetuskan gejala migrain.
3.Pemanis Buatan
Berbagai makanan olahan banyak mengandung pemanis buatan. Dilansir dari Harvard Medical School, Amerika Serikat, terdapat lima pemanis buatan yang disetujui oleh FDA, yaitu sakarin, asesulfam, aspartame, neotame, dan sukralosa.
Pemanis buatan dapat menjadi alternatif pengganti gula terutama bagi penderita diabetes. Sayangnya, menurut studi yang dilakukan oleh Mayo Clinic, Amerika Serikat, pemanis buatan aspartame dapat menjadi pemicu migrain.
4.Minuman Beralkohol
Menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Current Pain and Headache Reports, alkohol disebut sebagai salah satu minuman pemicu migrain pada 1/3 pasien migrain.
Pada penelitian lain yang dilansir dari American Migraine Foundation, anggur merah dan bir menjadi minuman beralkohol yang paling sering memicu migrain. Selain itu, alkohol juga bisa menyebabkan dehidrasi, salah satu faktor pemberat nyeri kepala.
5.Makanan yang Mengandung MSG
MSG atau monosodium glutamate merupakan salah satu jenis penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan. MSG ini banyak ditemukan pada masakan Cina, makanan cepat saji, makanan olahan, makanan kalengan, dan lainnya.
6.Keju
Keju mengandung tiramin yang bisa mencetuskan gejala migrain. Kandungan tiramin pada keju bervariasi tergantung dari proses pengolahannya, cara fermentasi, usia keju, dan juga kontaminasi bakteri. Beberapa jenis keju yang memiliki kandungan tiramin yang tinggi, antara lain keju cheddar, mozzarella, parmesan, brie, dan blue cheese.
7.Daging Olahan
Daging olahan merupakan makanan yang digemari banyak orang. Selain rasanya yang gurih, daging olahan seperti sosis, daging beku, dan hamburger juga praktis untuk disajikan.
Namun, daging olahan sering kali mengandung pengawet nitrat untuk menjaga warna dan rasanya. Mengonsumsi ini dapat melepaskan nitrit oksida ke dalam darah dan menyebabkan pelebaran pembuluh darah di otak. Akibatnya, serangan migrain bisa terjadi.
Bagi Anda yang memiliki riwayat migrain, hindarilah konsumsi makanan dan minuman pemicu migrain yang telah dijelaskan. Meski begitu, penyebab migrain pada setiap orang bisa berbeda-beda. Selain makanan dan minuman, migrain juga dapat dicetuskan oleh stres, kelelahan, atau konsumsi obat-obatan tertentu.
31/10/2021
Awas, Debu Kayu Bisa Picu Kanker Paru!
Bukan cuma bikin batuk atau kelilipan, bahaya debu kayu disebut-sebut sampai bisa menyebabkan kanker paru.
Kalau benar bahaya debu kayu sampai bisa jadi penyebab kanker paru, maka, orang-orang yang bekerja di industri kayu, seperti pemahat patung, pekerja pabrik furnitur, dan pekerja konstruksi bangunan, patut waspada dengan kondisi ini.
Pasalnya, serbuk kayu dari hasil proses pemotongan, penghalusan, pengukiran, atau penyerutan bisa masuk ke dalam hidung, lalu paru, dan dan menyebabkan penyakit kronis tersebut.
Tapi, sebelum Anda benar-benar mempercayai kondisi ini, sebaiknya ketahui dulu bagaimana serbuk atau debu kayu bisa sampai jadi pemicu kanker paru.
Bagaimana Debu Kayu Dapat Menyebabkan Kanker Paru?
Sebenarnya, ada banyak faktor risiko atau penyebab kanker paru, termasuk menghirup “sesuatu” selama orang itu bekerja. Ya, paparan bahan kimia dan zat berbahaya lainnya memang bertanggung jawab atas 27 persen kanker paru pada pria!
Menurut regulasi dari Control of Substances Hazardous to Health (COSHH), Inggris, nilai batas paparan debu kayu tidak boleh melampaui 5 mg/m3. Inilah nilai batas maksimal debu kayu dalam durasi 8 jam atau satu hari kerja.
Jadi, jika Anda terpapar debu kayu dalam jumlah banyak, tanpa pelindung, dan lebih dari 8 jam sehari secara terus-menerus, ini bisa jadi penyebab kanker paru.
Ada banyak penelitian yang berusaha menghubungkan antara debu kayu dan kanker. Di tahun 2015 saja, setidaknya ada 70 studi yang menemukan bahwa debu kayu memang berkaitan dengan kanker. Bukan cuma kanker paru, melainkan kanker kepala dan kanker leher.
Namun, tak semua jenis debu kayu meningkatkan risiko kanker di organ pernapasan.
Jenis debu softwood (kayu lunak yang biasa digunakan sebagai bahan baku kertas) tidak menjadi penyebab kanker paru. Kayu keras (hardwood) yang kerap dijadikan bahan furniturlah yang diduga jadi penyebab kanker paru!
Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menjawab bagaimana proses serbuk kayu sampai bisa memicu tumbuhnya sel-sel kanker di dalam tubuh seseorang.
Pencegahan Kanker Paru bagi Pekerja yang Banyak Terekspos Debu Kayu
Karena kini Anda sudah mengetahui dampak debu kayu bagi kesehatan, maka Anda tak punya lagi alasan untuk enggan melakukan pencegahan, khususnya Anda yang bekerja di industri kayu.
Ada pun cara mencegah kanker paru untuk Anda yang sering terpapar serbuk kayu, antara lain:
Tingkatkan lagi kesadaran kesehatan dan keselamatan di lingkungan kerja. Gunakan alat pelindung diri (APD), seperti masker, face shield, atau goggles (kacamata pengaman), dan helm.
Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan, Anda jadi tahu diagnosis penyakit yang dialami. Makin cepat diobati, makin besar p**a kesempatan Anda untuk sembuh.
Jangan merokok. Kombinasi antara bahaya debu kayu dan zat-zat beracun di dalam rokok menjadi serangan ganda buat organ pernapasan Anda!
Ketika sudah berada di rumah, Anda bisa memasang air purifier. Benda ini bisa Anda dapatkan dengan mudah di toko online. Penggunaan air purifier bisa meningkatkan kualitas udara yang dihirup.
Saat libur, hindari bepergian ke tempat-tempat yang berpolusi. Sudah cukup setiap hari Anda harus berhadapan dengan bahaya serbuk kayu. Jadi, lebih baik kunjungi taman atau kebun yang hijau. Jika pergi dengan sepeda motor, jangan lupa gunakan masker.
Benar adanya bahwa kanker paru termasuk penyakit yang diakibatkan oleh debu kayu. Agar Anda bisa terhindari bahaya debu kayu tersebut, lakukanlah langkah-langkah yang sudah dijelaskan di atas.
Selain itu, tetap terapkan pola hidup sehat. Bantu tubuh untuk memulihkan kondisi dengan perbanyak asupan yang mengandung antioksidan dan olahraga.
Percayalah, dengan melakukan tindakan pencegahan sejak dini, kondisi organ pernapasan Anda akan terjaga.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Penggilingan
Jakarta
13940