GBT Tuberta HOB
Selamat datang di page Gereja Bethel Tabernakel Tuberta Hall of Blessing. Lokasi: ITC Cemp
Mrk 4:28 (BIL)
Tanah itulah yang dengan sendirinya mengeluarkan hasil; mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir gandum yang bernas pada bulir itu.
SABAR MENANTIKAN BUAH2 FIRMAN
Setiap petani gandum percaya akan potensi yg dahsyat yg terdapat pada sebiji benih gandum.
Karena itulah ia menanamnya dalam tanah. Lalu dengan sabar ia menanti benih itu berproses dengan tanah dan lingkungannya.
Hingga kemudian memunculkan tunas, tangkai-daun, bulir, dan kemudian butir2 gandum.
Hingga butir2 gandum itu bernas, barulah ia memanennya.
Para petani memberi kita gambaran tentang kehidupan yg punya visi dan kesabaran.
Sebagai pembelajar Firman, seharusnyalah kita juga punya visi dan kesabaran yg sama seperti para petani itu.
Firman Tuhan pun benih yg mengandung potensi sangat dahsyat. Jika dengan sabar kita baca, hafalkan dan pahami, suatu saat akan menghasilkan buah2 lebat, dan kita akan menuainya dengan penuh sukacita. Persis seperti yg tertulis dalam Mzm 126:5: "Mereka yang menabur dengan air mata, akan menuai dengan sorak-sorai."
Sungguh tidak ada hal yang diperoleh dengan mudah, yg dapat memberikan kepuasan besar.
Penantian dengan kesabaranlah yg mendatangkan kepuasan terbesar. Jadi, berpeganglah pada visi Yes 55:11, dan bersabarlah! Amin.
1Pet 5:5b (BIL)
Ya, semua kamu, hendaklah kamu saling menundukkan diri seorang terhadap yang lain, hiasilah dirimu dengan kerendahan hati! Sebab TUHAN menentang orang-orang yang sombong, tetapi Dia memberi anugerah kepada orang-orang yang rendah hati.
PERHIASAN KITA ADALAH KERENDAHAN HATI
Tuhan YESUS berkata dalam Mat 11:29 "...belajarlah dari-Ku, sebab Aku lemah lembut dan rendah hati...". Tidak pernah ada seorang pun yg berani berkata seperti itu di dunia ini, selain YESUS saja.
Mengapa? Sebab ketika ada orang yg mengklaim dirinya rendah hati, itu berarti ia orang yg sombong.
Sebab kodrat dosa yg masih lekat pada tubuhnya, pastilah memengaruhinya untuk berpretensi dibalik ucapannya.
Berbeda dengan YESUS yg tanpa dosa, Dia tulus dan tanpa kemunafikan sedikitpun ketika mengajar apa pun.
Cukup banyak orang yg belajar rendah hati dari Tuhan YESUS.
Salah satunya adalah Abraham Lincoln, presiden AS ke-16. Selain tak pernah melupakan Tuhan dalam hidup dan karyanya, ia juga percaya pada waktu-Nya Tuhan.
Setiap kali bertemu siapapun, ia selalu menganggap bahwa orang itu punya suatu kelebihan yg bisa ia pelajari.
Jadi ia selalu siap mendengarkan dan belajar dari orang tsb. Ia selalu berkata kepada yg ditemuinya: "Saya akan menyiapkan diri saya, karena suatu hari nanti kesempatan saya pun akan datang."
Beberapa kali ia gagal dalam mencalonkan diri menjadi anggota Senat maupun Kongres AS.
Satu kali ia gagal dalam pemilihan Wakil Presiden AS.
Kegagalan demi kegagalan tidak membuat dirinya merasa dilabeli sebagai pecundang. Orang yg rendah hati tidak akan diperbudak oleh kegagalan masa lalu. Tetapi justru menjadikannya sebagai pijakan untuk perencanaan yg lebih baik ke masa depan.
Dan akhirnya ia berhasil menjadi Presiden AS pada pemilihan th.1860.
Dan karya terbesarnya adalah Proclamation of Emancipation untuk menghapus perbudakan di AS.
Orang yg rendah hati adalah orang yg mampu memandang sesamanya setara di hadapan Tuhan, hukum dan apa pun. Apakah hal ini juga sudah menjadi perhiasan yg semakin memperindah hidup kita? Mari, belajarlah pada YESUS yg lemah lembut dan rendah hati.
Kiranya anugerah Tuhan semakin berlimpah atas kita! Amin.
Mat 15:18 (BIL)
Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
PERKATAAN APA YG KELUAR DARI MULUT ANDA?
Konteks ayat di atas adalah sedang membicarakan kenajisan.
Begitu seringnya dari mulut kita keluar hal2 yg najis, bukan hanya berupa muntahan makanan, tetapi juga muntahan perkataan yg berasal dari hati yg telah banyak menampung pikiran2 dan perasaan2 yg najis.
Sangat wajar jika hati manusia itu menjadi gudangnya segala kenajisan, sejak manusia jatuh ke dalam dosa.
Sebersih apa pun manusia itu mandi, itu hanya akan membersihkan bagian lahiriahnya, bukan yg batiniah.
Seperti yang dikatakan Tuhan YESUS kepada orang2 Farisi dan ahli2 Kitab (Mat 23:27). Itu sebabnya diperlukan penebusan dan pembelian kembali semua diri kita yg semula menjadi 'milik' atau 'diperbudak' dosa, menjadi 'milik' atau 'dikuasai' kebenaran. Dan hal itu sudah dilakukan oleh Tuhan YESUS Kristus, dengan pembayaran yg lunas terhadap semua catatan/surat utang kita, di kayu salib (Kol 2:14).
Sudah seharusnyalah, YESUS Pemilik hidup kita, yg mau berdiam di dalam kita dalam wujud Roh Kudus, berhak penuh untuk 'membedah dan membersihkan' hati kita, agar tidak lagi berfungsi sebagai 'gudang' kenajisan.
Luar biasanya adalah, Tuhan tidak menjadikan kita obyek-Nya semata, agar Dia sendiri yg melakukan 'pembedahan dan pembersihan' hati kita itu. Dia justru mengajak serta kita, untuk ber-sama2 melakukan 'proses' itu.
Apa maksud dan tujuan-Nya? Tidak lain, Dia ingin melihat sendiri 'kesungguhan' kita dalam 'membersihkan' hati kita, sebagai bukti bahwa kita benar2 sedang mengungkapkan kasih dan rasa syukur kita yg tulus dan murni kepada-Nya.
Dan 'prosesnya' adalah melalui mengisi hati kita setiap hari dengan Firman-Nya. Lalu Firman Tuhan itu, ber-sama2 dengan Roh Kudus, itulah yg akan 'membedah dan membarui' hati, pikiran2 dan perasaan2 kita.
Selanjutnya, Firman Tuhan atau Kebenaran itu jugalah, yg kian hari kian menimbun dan memenuhi hati kita. Sehingga kelak, yg keluar dari mulut kita adalah perkataan2 kebenaran yg akan menjadi berkat, bukan hanya bagi kita dan keluarga kita, tetapi juga bagi sesama dan lingkungan kita. Amin.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the place of worship
Website
Address
Jakarta
10640