Syavitra Solutions
Syavitra SOLUTIONS is a hands-on consulting firm with a mission to help SME, Startups, and Corporati
20/04/2024
Indikasi masalah korupsi di BUMN terjadi lagi, saat ini di PT. Indofarma Tbk, Perusahaan obat milik BUMN, perusahaan yang seharusnya untung besar dengan adanya fase Covid-19, akan tetapi sekarang tidak mampu membayar gaji karyawan.
Indikasi pola korupsi yang sama di PT. Timah Tbk dan PT. Indofarma Tbk, yakni melibatkan praktik kongkalikong terkait kerjasama ilegal antara manajemen PT. Indofarma Tbk dan pihak ketiga, sehingga PT. Indofarma harus membeli COGS dengan harga yang lebih tinggi, berpotensi menimbulkan kerugian bagi negara karena barangnya dibeli dengan harga yang tinggi sedangkan keuntungannya bisa diduga dialihkan ke pihak ketiga. Diduga sebagian dari keuntungan "lebih" tersebut kembali diberikan kepada pejabat BUMN sebagai imbalan.
Pembahasan lengkapnya cek YouTube saya https://youtu.be/wSL8wyvH98g
Bagaimana dengan BUMN lainnya di Indonesia, apakah ada indikasi pola yang sama? Share di kolom komentar ya!
BUMN
Disclaimer
Tulisan ini dibuat sebagai bentuk kecintaan terhadap Indonesia, BUMN. Selain itu bentuk kecintaan saya kepada Bapak HAMDI MAHMUD Drs., Apt., paman yang sudah saya anggap sebagai orang tua sendiri, yang ikut membantu membiayai uang kuliah saya, mendidik dan mementori saya, akan tetapi sampai beliau almarhum saya belum bisa berbakti dan membalas semua kebaikan beliau dan keluarga.
HAMDI MAHMUD Drs., Apt., sebagai Lembaga Farmakoterapi Dep.Kes. th. 1962-1963, Wk.Kepala Pabrik Farmasi Dep.Kes. th. 1963-1967, Direktur Pabrik Industri Farmasi Dep.Kes. th. 1967-1982, Direktur Perum Indofarma th.1982. Beliau telah menjadi bagian dari orang – orang yang berjuang membangun Indofarma dari “0”, dan saya tidak mau melihat Indofarma hancur ditangan oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab.
Gaji Karyawan Belum Dibayar, Di PKPU, Indikasi Korupsi PT. Indofarma Tbk Siapa Oknum – Oknumnya? Indikasi masalah korupsi di BUMN terjadi lagi, saat ini di PT. Indofarma Tbk, Perusahaan obat milik BUMN, perusahaan yang seharusnya untung besar dengan adan...
01/06/2022
RIP Startup, Welcome Corporate Startup
Perusahaan rintisan (startup) mulai dari LinkAja, Zenius, SiCepat, hingga JD.ID kompak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya dalam waktu berdekatan. Kondisi ekonomi makro yang buruk hingga reorganisasi Sumber Daya Manusia (SDM) jadi alasannya, ini adalah berita Detik 29 Mei 2022 yang lalu.
Pertanyaannya, serius masalah ekonomi makro dan reorganisasi yang buruk jadi penyebabnya….? Masalahnya adalah
#1. Market Demand
#2. Business Model
#3. Product
#4. Competition
Lalu startup mana yang akan tetap exist?
Startup, perusahaan yang menjalankan business model nya dengan terminology corporate, yaitu menciptakan “margin” dari awal business modelnya, dan hanya menggunakan inovasi teknologi sebagai “support”, atau bisa dikatakan teknologi ke masa awal perkenalannya sebagai support dalam sebuah perusahaan.
Corporate Startup, perusahaan yang selalu melihat perubahan “customer behavior” adalah pemenangnya, kita lihat Facebook, dimana ketika customer berubah ke pola “feed” maka mereka mengakusisi Instagram, dan masyarakat berubah dari pola “call”, “texting” ke “digital texting” mereka mengakusisi whatsapp. Akuisisi bukan lah satu – satunya cara menjadi “Customer Corporate Startup.
https://www.syavitrasolutions.com/post/rip-startup-welcome-corporate-startup
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Address
Equity Tower Lt 49, SCBD, Jalan Jend Sudirman Kav 52/53
Jakarta
12190