Asian Development Bank - Indonesia

Asian Development Bank - Indonesia

Share

Asian Development Bank membantu menghapus kemiskinan di Indonesia, negara pemilik ADB terbesar ke-6. Pada era 1970-an, penekanannya adalah pada pertanian.

05/06/2026

Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengingatkan kita bahwa alam merupakan fondasi pembangunan. Sekitar 75% ekonomi Asia dan Pasifik bergantung pada ekosistem alam, mulai dari sektor pertanian, perikanan, kehutanan, hingga pariwisata. Ketika ekosistem ini terdegradasi, dampaknya terasa langsung pada mata pencaharian, ketahanan pangan, dan perlindungan dari bencana.

Riset terbaru ADB menunjukkan bahwa beralih ke ekonomi yang berpihak pada alam berpotensi membuka sekitar 4 triliun dolar investasi dan menciptakan lebih dari 200 juta lapangan kerja di kawasan Asia Pasifik. Simak lebih lanjut: https://blogs.adb.org/blog/your-questions-answered-why-investing-nature-matters-asia-and-pacific

02/06/2026

Lonjakan harga energi dan pupuk akibat konflik Timur Tengah berdampak luas pada sistem pangan di Asia dan Pasifik, termasuk Indonesia.

Ketika biaya produksi meningkat lebih cepat dari harga jual hasil panen, petani terpaksa mengurangi penggunaan sarana produksi. Penurunan yang tampak kecil sekalipun dapat berdampak signifikan pada hasil panen musim berikutnya.

Blog terbaru ADB menggarisbawahi pentingnya tindakan cepat, terutama sebelum musim tanam, serta pendekatan sistem yang mengakui keterkaitan antara pasar pangan, energi, dan pupuk. Lebih dari sekadar respons darurat, krisis ini perlu dijadikan momentum untuk membangun sistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Baca selengkapnya: https://blogs.adb.org/blog/what-crisis-means-fertilizer-and-food-security

25/05/2026

Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global, integrasi regional bisa menjadi kunci ketahanan kawasan Asia dan Pasifik.

Laporan ADB Asian Economic Integration Report 2026 mengidentifikasi lima tren utama yang membentuk masa depan kawasan Asia Pasifik: https://www.adb.org/publications/asian-economic-integration-report-2026

It Takes a Village to Save a Forest | SEADS 22/05/2026

Selamat Hari Keanekaragaman Hayati Internasional!

Kalimantan Barat adalah salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia — rumah bagi hutan hujan pegunungan, hutan rawa gambut, dan kawasan biosfer yang diakui UNESCO. Namun deforestasi terus mengancam ekosistem yang tak ternilai ini.

Melalui proyek yang didukung ADB dan Climate Investment Funds, 17 desa di Sintang dan Kapuas Hulu kini mengelola hutan mereka sendiri — mulai dari patroli kebakaran, agroforestri, hingga ekowisata berbasis komunitas. Perempuan dilibatkan bukan sekadar sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai mitra aktif.

Hasilnya: 2,03 juta ton CO2e berhasil dikurangi, pendapatan komunitas meningkat hingga 45%, dan seluruh 17 desa yang sebelumnya dikategorikan tertinggal kini naik status menjadi desa mandiri atau berkembang.

Ketika komunitas lokal diberdayakan, alam pun terlindungi.

It Takes a Village to Save a Forest | SEADS In West Kalimantan, community-focused investments are preventing deforestation and forest degradation.

04/05/2026

Presiden Asian Development Bank (ADB) Masato Kanda membuka Pertemuan Tahunan ke-59 ADB hari ini dengan menyerukan kepada kawasan Asia dan Pasifik untuk “bekerja sama demi berkembang bersama” melalui hubungan lintas batas yang lebih kuat yang mendorong ketahanan dan pertumbuhan inklusif.
🔗 https://www.adb.org/id/news/asia-and-pacific-must-build-shared-resilience-adb-president

Want your business to be the top-listed Finance Company in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


The Plaza Office Tower, 11th Floor, Jalan MH Thamrin 28-30
Jakarta
10350