F1 Racing Indonesia
Official page of F1 Racing Indonesia
Langganan / Pembelian Langsung : [email protected]
Telp : 021-53677835 ext 4222 / 4223
03/07/2018
BOLA Hari ini, 3 Juli 1998
Kutukan Adu Penalti Mematikan Langkah Italia
08/06/2018
Edisi Khusus Piala Dunia: Argentina, Brasil, Prancis, Spanyol, dan tim lainnya menguber juara bertahan Jerman untuk menjadi yang terbaik di Piala Dunia 2018.
Baca ulasan tentang potensi-potensi mereka untuk mengatasi Tim Panser di edisi khusus ini.
16/05/2018
BOLA Hari ini, 16 Mei 1973
Rekor Abadi AC Milan Berbalut Kontroversi
BOLA Hari ini, 16 Mei 1973
Rekor Abadi AC Milan Berbalut Kontroversi
Oleh Indra Citra Sena
Daftar juara Piala Winners barangkali menempatkan Barcelona sebagai kolektor trofi terbanyak (4), tapi terdapat prestasi spesial lain yang hanya bisa dicapai oleh satu tim saja sepanjang sejarah turnamen.
Prestasi yang dimaksud tercipta pada edisi 1972/73. Pelakunya adalah raksasa Italia, AC Milan, sedangkan panggungnya yaitu partai final menghadapi Leeds United di Stadion Kaftanzoglio, Yunani.
Gol cepat Luciano Chiarugi saat pertandingan baru bergulir tiga menit lewat eksekusi tendangan bebas sudah lebih dari cukup untuk mengantarkan Milan menjadi klub pertama yang mampu menjuarai Piala Winners sebanyak dua kali.
Kesuksesan Milan 1972/73 menggandakan trofi terdahulu yang dimenangi pada edisi 1967/68 ketika menekuk Hamburg dua gol tanpa balas berkat sumbangsih penyerang sayap legendaris, Kurt Hamrin.
Namun, kejayaan Milan ternyata berbalut kontroversi dan berbau pengaturan skor. Wasit asal Yunani, Christos Michas, terindikasi menerima suap sehingga ia membuat sejumlah keputusan yang merugikan kubu Leeds.
Selepas gol cepat Milan, Leeds memang cenderung lebih menguasai permainan serta penguasaan bola. Berbagai upaya dilakukan, tapi wasit hampir selalu mengabaikan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di area pertahanan I Rossoneri (Si Merah-Hitam), termasuk kotak penalti.
Sebaliknya, Milan mendapat banyak tendangan bebas. Kondisi ini memancing emosi penonton yang bersimpati kepada nasib Leeds, sampai puncaknya mereka menghujani lapangan dengan benda-benda asing beberapa menit setelah bubaran laga.
Sasaran kemarahan penonton siapa lagi kalau bukan para pemain Milan yang sedang melakukan victory lap sambil menenteng trofi Piala Winners. Mereka seolah tak rela menyaksikan Leeds harus kalah secara licik.
Kontroversi ini kemudian berbuntut panjang setelah UEFA turun tangan. Gelar juara Milan memang tak sampai dicabut, tapi wasit Michas mesti menerima hukuman berat berupa larangan bekerja seumur hidup atas dakwaan pengaturan skor dan penyuapan.
Terlepas dari kontroversi, Piala Winners 1972/73 merupakan pembuka jalan kesuksesan Milan di tanah Yunani. Selanjutnya, Tim Merah-Hitam dua kali berhasil menjuarai Liga Champion (1994 dan 2007) di Negeri 1000 Dewa.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Contact the practice
Address
Jalan Palmerah Barat 33-37, 5th Floor
Jakarta
10270