Mely
⏹𝐊𝐨𝐧𝐭𝐞𝐧 𝐫𝐚𝐧𝐝𝐨𝐦 ✅
🟥𝐊𝐥𝐢𝐤 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚 𝐭𝐚𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐰𝐚𝐡 ✅
𝐅𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰 ✅
𝐋𝐢𝐤𝐞 ✅
𝐒𝐡𝐚𝐫𝐞 ✅
𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐧𝐨𝐧𝐭𝐨𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐧𝐢𝐤𝐦𝐚𝐭𝐢 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚 𝐯𝐢𝐝𝐞𝐨𝐧𝐲𝐚 ‼️
10/02/2026
malem malem bikin sambal dulu
12/12/2025
𝗧𝗔𝗡𝗧𝗘 𝗦𝗛𝗘𝗥𝗟𝗬 𝗣𝗔𝗥𝗧 𝟯 𝗧𝗔𝗠𝗔𝗧
Bahkan mukaku ditekannya menggunakan memeknya. Oooooohhh….. aaaarrrrggghhhh….aaaaahhh…. ssshhhhhhh…. aaaaaahhhhh….. dan terasa ada yang mengalir dan membasahi bibir dan mulutku. Orgasme lagi dan tercium aroma khas cairan lendir wanita di hidungku dan mengalir menuju mulut dan lidahku. Segera kusapu dan kuhisap sambil sesekali menghisap clitnya.Bu sherly menggulinggkan tubuhnya dan tergolek lemas setelah mendapatkan orgaasme keduanya. Kuambil insiatif dengan melebarkan pahanya dan mulai kutusuk dia dengan k**nt*lku. Kuulek-ulek sedikit permukaan mem*knya denga kepala k**nt*lku dan bu mayang mulai terangsang lagi. Perlahan mulai kumasukkan k**nt*lku, sambil terus mengulek permukaan m*m*knya.
Blesshhh…. cleepppp… perlahan namun pasti k*nt*lku mulai memasuki area persengamaan bu sherly sambil diikuti erangan dan lenguhan kenikmatan bu Sherly. ooooohhhh….. sssshhhhh…… sssshhhhh…. terusssshhhh…. herrr…. mmmmmasssukiiinnn yg dalemmmmhhh ohhhh…. Kugenjot m*m*k bu sherly dengan kecepatan biasa dengan posisi dua kaki bu sherly berada di bahuku.seddangkan aku mengambil posisi berlutut sambil maju mundur menggenjot m*m*k bu sherly.. aaahhh…. ahhhh…aaahhhh… aaahhh… bu sherly terus mendesah seperti itu setiap k*nt*lku ku masukkan. Tak lama leherku dijepit oleh kedua kaki bu sherly dan ia mengangkat pantatnya keatas sambil melolong panjang ….. hhhhhnnnnggggkkkkkkkhhhh ahhh… aaahhh…. aaahhh…. kembali bu sherly merasakan orgasmenya.
Kuturunkan kaki Bu sherly dan kuarahkan tidur dengan posisi menyamping. Ku angkat kaki sebelah kanannya dan kumas**an lagi k*nt*lku ke m*m*knya dengan posisi menyamping dan menduduki kakinya yang sebelah kiri. Perlahan namun pasti, sambbil menggenjot kupegangi kaki kanannya maju mundur, lama kelamaan ku percepat genjotanku sambil memilin2 pentil susu bu sherly
Menerima perlakuanku bu sherly makin belingsatan dan terus ber ah oh membuat libidoku semakin memuncak. Ku percepat kocokanku dan akhirnya sambil menjilati betis bu sherly kulepaskan p3jvhku kedalam m*m*k bu sherly….. Huuuuaaaahhhhh….. aaaahhhhh…. mmmmhhhhh….. crrrroooottttt….. crroooootttthh… crooooooooottthh….. sekitar lima kali kutembak m*m*k bu sherly dengan p3jvhku. Terasa lemas badanku. Serasa copot semua persendian badan… akupun melorot dan rebah disambping bu mayang…. kupeluk badannya dan kucium p**i dan bibirnya dengan mesra… makasih sayang…. saya senang dan puas melakukan ini sama bu sherly.Ia hanya tersenyum dan mengusap-usap dadaku. Kami berpelukan dan berciuman sekitar 2 menitan. Lalu bu sherly berdiri dan mengambil cdnya. Ia lalu mengelapi m*m*knya yang basah. Setelah itu, ia pun kemudian mengelapi k*nt*lku yang mulai mengendor usai bertempur. Ia lalu mencium bibirku dan berdiri kembali, “aku ke kamar mandi dulu sayang…” katanya sambil berlalu tanpa busana ke kamar mandi. Aku hanya terbaring tersengal2 mengatur napasku. Tak lama aku tertidur….. bertelanjang bulat di kamar bu sherly…
aku terbangun saat terasa ada yang geli di daerah k*nt*lku. Saat kubuka mataku, bu sherly sedang asyik mengulum k*nt*lku. Kubelai lembut rambutnya sambil melenguh menahan nikmat. Tak lama setelah k*nt*lku tegak lurus kembali, bu sherly mengambil posisi duduk membelakangiku.
Dimasukkannya k*nt*lku kedalam m*m*knya disertai desahan panjang.. aaaahhhhh…. ssshhhhh….. lau ia turun naik mengocok k*nt*lku dengan m*m*knya. Sekitar 3 menit kemudian ia kembali mencapai puncak kenikmatannya sambil bersujud dan k*nt*lku kembali dibasahi oleh lendir kenikmatan bu sherly, Kupegang pantat bu sherly agar dia tetap dalam posisi bersujud.Kosodk lagi dia dan kami lakukan doggy style. Crek…ccreeekk…plok … plookkk..crek…. creeek… hnya suara itu yang terdengar saat k*nt*lku menyodok m*m*k bu sherly dari belakang. Tak lama terasa aku ingin keluar dan kurapatkan paha bu sherly dan kutembak lagi dengan p3jvhku m*m*knya…. oooooouuuughhhh….. aaaaaaaaahhhhh….. hanya kata itu yang terucap saat kulepaskan p3jvhku…. bu sherly lalu berbalik dan menciumi bibirku. “Makasih sayang, kamu udah puasin aku malem ini… Aku mau malem-malem selanjutnya juga kamu bisa puasin aku…”. “sama-sama, ternyata benar…. ga semua perabotan tua itu usang. Buktinya Bu sherly perabottannya masih oke banget… aku s**a banget…” kataku… bu sherly hanya mencibir dan menjulurkan lidahnya…. weeek katanya
Bu sherly bangkit menuju kursi di depan meja riasnya. sambil nungging ia membersihkan m*m*knya yang basah kuyup. Melihat pemandangan itu, k*nt*lku perlahan mulai naik lagi dan kudekap bu sherly dari belakng sambbil menciumi bagian belakang lehernya. Tak tahan berlama-lama, kuangkat kaki sebelah kanannya dan kusodok lagi m*m*knya dengan kecepatan sedang.Ku sodoki terus m*m*knya dari belakang sambil memegangi kaki kanannya dan menjilati leher belakangnya. sekitar 5 menit ku ent*t bu mayang dari belakang dan akhirnya aku pun melepaskan p3jvhku untuk yang kesekian kalinya di dalam m*m*knya yang hangat dan nikmat….. “Udah d**g sayang….. dengkulku rasa mau copot nih… ” kata bu sherly memelas… Karena lemas mungkin bu sherly menggelosor di bawah meja rias. kuangkat tubuhnya dengan susah payah dan kurebahkan di kasur… lalu kamipun tertidur berpelukan dengan kondisi lelah dan telanjang bulat.
Ditambah p**a selangkangan yang lengket karena lendir yang belum sempat dibersihkan.Pagi harinya kami tersentak kaget karena nampak hari sudah terang. Terburu-buru kami menuju kamar mandi dan mandi bareng sambil cekikikan mengingat kejadian tadi malam. Selepas mandi, dengan bertelanjang bulat kami menuju kamar bu Sherly dan aku segera mengganti pakaian dengan baju adat. Saat kami berpakaian, aku sempat terangsang lagi saat melihat bu Sherly berdandan sambil telanjang bulat.
Namun dengan lembut bu sherly menolak segala upayaku untuk mengajaknya bercinta. “jangan dulu ah, tar repot… harus mandi dan keramas lagi!!” katanya. “nanti aja selesai hajatan, dan anakku gak p**ang lagi. Kamu boleh apain aja aku…”. Aku tak menjawab hanya mengusap m*m*knya dengan lembut dan mencium p**inya saja.
Di tempat hajatan, Bu Sherly tak mau jauh denganku. Bahkan dibawah meja tangannya selalu mengusap-usap k*nt*lku dengan pelan dan lembut. Saat k*nt*lku tegang ia hanya tertawa cekikikan sambil pergi meninggalkan aku yang bersungut-sungut susah payah menenangkan adekku yang berdiri.Sampe sekarang, aku sudah beristri dan beranak pun, kadang-kadang kami masih melakukannya. Sekarang bu Sherly sudah berusia 55 tahun dan m*m*knya masih gurih dan sedap setiap kali kuentotin.
𝗧𝗔𝗠𝗔𝗧 𝗬𝗔 𝗚𝗨𝗬𝗦𝗦, 𝗠𝗜𝗠𝗜𝗡 𝗝𝗔𝗗𝗜 𝗚𝗔𝗞 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗡 𝗕𝗔𝗦𝗔𝗛 𝗧𝗘𝗥𝗨𝗦 🤤😅
11/12/2025
𝗧𝗔𝗡𝗧𝗘 𝗦𝗛𝗘𝗥𝗟𝗬 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗚𝗢𝗗𝗔 𝗣𝗔𝗥𝗧 𝟮
15 menit berlalu dan ia kembali ke ruang depan sambil menenteng tasnya. “Aduh maaf ya her, kelamaan.. eh kamu mau minum ga??? sampe lupaaa… tar ya saya ambilin minum dulu… mau kopi apa kopi susu? Kopi susu aja yah, kopi hitamnya saya lupa udah abis…” katanya nyerocos… ” Ga usah bu… gapapa !” percuma aku menjawab karena bu sherly sudah ngeloyor ke belakang.
Tak lama ia kembali sambil membawa secangkir kopi “maaf, kopi susunya yang abis, ga taunya adanya kopi item”. “Gapapa kok bu ga usah repot-repot”. Sambil menikmati kopi, kami mengobrol ngalor ngidul sampe akhirnya ku tahu suaminya pergi meninggalkan dia saat anaknya yang bungsu masih kelas 2 SD, demi meraih cinta seorang pramugari. Diam-diam kuambil gambarnya pake hpku. Pembicaraan semakin hangat bahkan mulai menjurus ke hal2 yang berbau # # #.
Kopinya mau nambah ga? tapi kalo mau kopi susu ga ada…” tanya bu mayang saat melihat isi cangkir yang tinggal setengah. “Gapapa, bu. Udah cukup. Lagian kopinya juga udah berasa kopi susu kok!” jawabku sambil nyegir. “Lho kok bisa gitu?” bu mayang kelihatanya bingung dengan jawabanku. “Iya dari tadi udah pake susu… walau hanya pandangan… hehehehe…” “eeeehhh… kamu… genit ya! berarti kamu dari tadi ngintipin nenen saya ya? dasar genitt ih!” katanya sambil kembali mengusap wajahku.Kali ini kutangkap tangannya dan ku cium jarinya. Nampak bu mayang agak terkejut menerima perlakuanku, tapi hanya sepersekian detik saja. Ia hanya diam saja ketika aku mulai menciumi dan menjilati jari tangannya. Namun ia kemudian menarik tangannya. “Mmmmaaaffhh… bu… maaaf… saya terbawa suasana… ” kataku mencari pembenaran. Bu mayang tak menjawab dan hanya menarik nafas panjang, tak lama ia ke belakang samb il membawa cangkir kopiku yang sudah habis. Aduh, ngambek dia…. pikirku. Salah sendiri ga pake basa basi pikirku wah kacau ni bisa nanti.
Beberapa saat kemudian ia kembali ke depan dan aku pun bersiap untuk pamitan. “Her, maksud kamu apa tadi?”. Gemet aku ter… “MMaaafff bu… maaf… kalo ibu tersinggung… maaf sekali lagi. Saya terbawa suasana. Abis ibu pakeannya bikin sy jelalatan…”. “Gapapa Her, saya cuma kaget aja kamu kok berani begitu sma saya. Eh, kamu jangan pasang wajah melas gitu doong…. serius her, saya ga marah… “. “Beneran bu, ibbu ga marah?” tanyaku lagi.
“Enggak, ga marah beneraan… suerr!” Bu sherly malah mendekati tempat aku duduk dan memegang bahuku. “Kamu udah buat darah saya berdesir, waktu kamu isapin jari saya. Her, saya… saya… ” bu Sherly tidak meneruskan kata-katanya dan malah memeluk saya.Saat dadanya menempel, serasa darah ini berkumpul di kepala dan kaget bukan kepalang dengan perlakuan bu sherly ini. Belum selesai kaget ku, bu sherly lalu memegang kedua p**iku, “Saya mau lebih dari itu, kamu mau ga??” Sumpah, lelaki dan homo saja yang ga mau memberikan lebih dari sekedar mengisap dan menjilati jari wanita seperti bu sherly ini. “Bu, Tante serius??” “Serius, bahkan sejuta rius!!” katanya sambil masih memegangi kedua belah p**iku.
Baru aku mau ngommong tiba tiba bu Sherly menarik kepalaku dan mengecup bibirku berulang-ulang. Lama-lama kecupannya berubah menjadi lumatan di bibirku.Mendapat serangan seperti itu, kukalungkan taanganku dilehernya dan balas melumat bibirnya dengan lembut. Kami sangat menikmati permainan bibir itu, sampai-sampai bu sherly kutidurkan di sofa sambil terus melumat bibirnya dengan lembut.
Perlahan aku turunkan bibirku ke arah dagunya dan semakin turun ke lehernya. Bu sherly hanya bergelinjang dan mendesah-desah nikmat, membuat aku semakin terangsang. Ku belas payudaranya yang selama ini hanya kudambakan dalam lamunan pada setiap acara on*niku. Bu sherly makin menggelinjang dan semakin belingsatan saat ku remas halus payudaranya dari luar.Tiba-tiba ia mendorong tubuhku dan mengangkat bagian bawah bajunya, “liat nih… kamu harus bertanggung jawab…” katanya sambil memnunjukkan celana dalamnya yang kelihatan basah. “Mau dituntaskan bu?” tanyaku sedikit menantang. “Dikamar aja yuk!?” jawabnya. akupun hanya mengangguk dan mengikuti bu sherly yang berjalan ke kamarnya.
Di kamar, kami melanjutkan acara saling memagut dan melumat bibir. “Her, puasin aku malam ini!” katanya padaku. Ia pun berdiri dan melepas bajunya. Nampaklah payudaranya yang memang lumayan besar tapi agak kendor. Bu sherly sekarang tinggal memakai bra dan cdnya saja. Nampak memeknya yang tembem tertutup celana dalam putih dan depannya basah akibat permainan tadi. Lalu bu sherly naik ke kasur dan menciumi bibirku kembali dengan posisi berlutut.
Kusambut ciumannya sambil meremas lembut payudaranya. Sambil berciuman, kucoba melepas kaitan bra-nya dan setelah berhasil kujilati pentilnya dan kuremas pelan. Sambil kuhisap payudaranya yang sebelah kiri, kuremas payudara yang sebelah kanan. Bergantian kujilati dan kuhisapi kedua payudara bu mayang sambil a masih berlutut menghadapku.Tak lama ia merapatkan perutnya dan mengoyang-goyangkan mem*knya didadaku sambil terus mendesah, dan gak lama ia memeluk tubuhku erat sambil melenguh panjang, “ooooowwwwwwhhh… aaah….sssssssshhhh.. emmhhh… aaahh… aaahhh …. aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh!!!!!” Orgasme rupanya dia. “Her buka pakaianmu….. her, pliiisss… puasin aku malem ini her…” wajahnya nampak memelas sekali.
Segera kulepas semua pakaian dari yang terluar sampai yang terdalam. K*nt*l ku yang sudah ngaceng seddari tadi pun tegak terangguk-angguk menanti sasaran tembak. Tanpa banyak komentar, bu sherly langsung menciumi bijiku dengan lembut. sesekali ia mengulum biji pel*rku dan menjilatinya. Setengah mampus aku menahan geli enak dan rasa aneh saat ia mengulum biji p*lerku.
Rasa-rasa ingin kencing, linu dan rada-rada enek….Kubelai rambutnya sambil sebelah tanganku mengusap punggungnya yangg halus. Lalu ia mulai menciumi bataang k*nt*lku dan memas**annya kemulut. Ahh… aahhh… enak bu.. enakh… ah…aaaahhh… ssshhh… aaaahhhh… itu yang kukatakan saat kepalanya maju mundur mengulum k*nt*lku.Tak tahan melihat pantatnya yang bulat, segera kutarik pahanya keatas, dan dalam sekejap kami sudah berada dalam posisi 69. kujilati mem*knya dengan penuh s**acita, kadang kadang-kadang kutekan lidahku di clit-nya sambil terus meremas pantatnya. Bu sherly nampak terbawa dengan permainan ini dan ia mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya dan terkadang menekannya ke mukaku sampai-sampai aku susah bernapas.
5 menit berselang ia melepaskan kulumannya pada k*nt*lku dan meremas betisku dengan keras sambil mengejang dan mengerang.
𝗟𝗔𝗡𝗝𝗨𝗧 𝗣𝗔𝗥𝗧 𝟯
10/12/2025
𝗖𝗘𝗥𝗜𝗧𝗔 𝗠𝗔𝗜𝗡 𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗧𝗔𝗡𝗧𝗘 𝗦𝗛𝗘𝗥𝗟𝗬 𝗣𝗔𝗥𝗧 𝟭
Aku punya tetangga bernama ibu Sherly. Umurnya sekitar 45 tahunan. Ia seorang Tante Rumah Tangga dengan 3 orang anak yang sudah beranjak dewasa semua. wajahnya biasa saja, hanya sedap dipandang mata (kaya lagunya Ahmad Albar dkk). Tubuhnya gemuk tidak kurus pun enggak. Montok dan sekel. Sedangkan kulitnya kuning langsat, Rambutnya agak ikal sebahu lewat dan bibirnya agak lebar tapi tidak terlalu tebal.Yang paling kusenangi adalah payudaranya sangat menggoda. Anak pertamanya laki-laki, seorang tentara dan berdinas diluar p**au jawa. Yang kedua perempuan bekerja sebagai seorang Pengawas Mutu (QC) di sebuah pabrik di kota Bekasi. Yang bungsu sedang menempuh semester 4 di salah satu perguruan tinggi di Negeri di Jakarta. Alhasil, setiap hari bu Sherly tinggal sendirian di rumahnya.Awal pertemuanku dengan bu Sherly terjadi pada saat sedang hajatan tetanggaku. Tante Sherly sebagai koordinator Urusan Dapur dan aku koordinator pemuda pemudi yang bertugas sebagai pager ayu dan pager bagus serta petugas kebersihan yang tugasnya ngangkutin piring kotor dan sampah.
Saat itu sudah jam 10 malam menjelang hajatan, aku sedang mempersiapkan janur yang sudah dirangkai dan siap dipasang. Setelah urusan pemasangan janur aku serahkan kepada salah seorang kawanku, aku pun bersiap untuk p**ang agar besok badanku segar dan tidak terlalu letih akibat begadang. Tia-tiba sang empunya hajat memanggilku dan meminta tolong untuk mengantar Tante Sherly ke pasar karena ada yang terlupa untuk dibeli.
Kusanggupi permintaannya dan ku nyalakan skuter tua buatan italiku. Tak lama bu 𝘀𝗵𝗲𝗿𝗹𝘆 pun nyemplak dibelakang dan kami segera menuju pasar menembus gelapnya malam yang lumayan dingin. “Pelan-pelan aja mas, saya takut!” celetuknya ketika vespaku kugeber agak kencang. “Ga papa kok bu, udah biasa… abs kalo pelan jalannya ga enak!” kataku sekenanya.
Ia tidak menjawab dan malah mengalungkan tangannya ke perutku. “Tar kalo kenapa-kenapa dijalan kamu tanggung jawab ya…?!?!?” katanya ketus. Singkat cerita sampailah kami di pasar dan setelah mendapatkan apa yang dicari kami segera otw p**ang.
Sialnya, ditengah jalan vespaku mogok entah kenapa. Kuminta bu Sherly turun dan kuperiksa mesinnya. Sekilas nampak raut kesal di wajah ibu Sherly. “Tau begini tadi pake motor si Hendrik saja?!!”. “Sebentar bu, biasanya kao ngadat begini cuma sebentar kok!” Kataku berupaya meredam kekesalan bu Sherly. lalu setelah ku utak utik platinanya sang tunggangan pun kembali menyala.Setelah menyala, kuuminta bu sherly naik dan kami meneruskan perjalanan. “Makanya jangan kenceng-kenceng! marah motor mu tuh!” kata bu Sherly. “Hahahahaha… si ibu bisa aja!, namanya barang ttua ya begini bu., seuka ngadat!” “Eh belum tentu lho, ada juga barang tua yang ga pernah ngadat…!” sanggahnya. “Emang ada bu? kalo ada saya mau tuh!!” jawabku… “Udah aha, konsentrasi sm jalan sana! Tar nabrak lagi!” omelnya “Oke mami siap laksanakan”. “Mami mami, emangnya aku germo!??” jawabnya sambil mencubit perutku pelan. “AOWWW, sakit bu!” dan sepeda motorku sedikit oleng…. uppsss, dengan sedikit skill motor kembali dapat kukendalikan. “Udah ah jangan becanda mulu, tar jatoh lagi”.
Skip story sampe juga kami di alamat semula. “Her, langsung anter aku ke rumah aja, besok aja lah belanjaannya dianterinnya. dipakenya juga buat sorenya kok!” bu sherly memintaku. “ya udah, gapapa” motor ku belokkan ke arah gang bu sherly. “Makasih ya, eh km ada nmr hp saya ga? supaya besok gampang buat koordinasi!” kata bu sherly setibanya di pagar depan rumahnya, kami pun bertukar no hp masing masing.
Sampe dirumah tiba2 hpku berbunyi. SMS dari bu Sherly. ‘Her, km bs dateng ke rumha ga? sklian bawa baju yg td disewa. saya mau fitting tadi lupa’. Aku berkerut, oh iya tadi sore aku ditugaskan mengambil baju sewaan buat orang2 yang bertugas di pramanan. ‘Ok bu saya kesana’ jawabku dan lsg kusambar tas plastik yang berisi baju dan kain sewaan.
sampai dirumah bu Sherly, baru mau aku ketuk pintu pager bu sherly sudah muncul dari dalam rumah.
Aduuhhh…. dia pakai baju tidur diatas lutut, menampilkan kakinya yang padat berisi serta pahanya yang mulus, walaupun terlihat masih memakai bra, dadanya yang montok sempat membuatku menelan ludah. “Hey malah bengong ayo masuk, mana bajunya?” aku kaget setengah mateng saat tangannya mengusap wajahku. Halus sekali… dan wangi … entah lotion entah parfum… aku pun masuk mengikuti bu sherly Alamak bokongnya sangat menggoda…
Setelah didalam, aku dipersilahkan duduk dan basa basi sebentar, “herna kemana bu?” kataku menyakan anaknya yang bungsu. “Oh, dia lagi ke tempat kawannya. Katanya ada tugas kuliah, besok paling dia p**ang”. setelah ngobrol sedikit, ia pun membawa tas plastik itu kedalam dan agak lama aku menunggu di ruang depan rumahnya. Selama penantian itu aku membayangkan sedang bergumul dengannya dikasur dan melepaskan hasratku yang terpendam dengannya. Saling mencium, saling menjilat dan saling meraba.
𝗟𝗔𝗡𝗝𝗨𝗧 𝗣𝗔𝗥𝗧 𝟮
10/12/2025
𝗚𝗨𝗥𝗨 𝗠𝗨𝗗𝗔 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗞𝗜𝗡𝗜 𝗠𝗘𝗡𝗝𝗔𝗗𝗜 𝗦𝗘𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗝𝗔𝗡𝗗𝗔
𝗣𝗔𝗥𝗧 𝟮 𝗧𝗔𝗠𝗔𝗧
Aaahh..! Ibu riska dengan posisi yang menantang di jok belakang dengan memakai BH merah dan CD merah. Aku segera mencium puting susunya yang besar dan masih terbungkus dengan BH-nya yang seksi, berganti-ganti kiri dan kanan.
Tangan Ibu riska mengelus bagian belakang kepalaku dan erangannya yang tersendat membuatku makin tidak sabar. Aku menarik lepas celana dalamnya, dan nampaklah bukit kemaluannya. Akupun segera membenamkan kepalaku ke tengah ke dua pahanya.
Ehhh…, mmmhh..”. Tangan Ibu riska meremas jok mobilku dan pinggulnya bergetar ketika bibir kemaluannya kucumbui. Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan menjilatinya dengan perlahan.
“Ooohh.., aduuuhh..”. Ibu riska mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan kemaluannya yang masih begitu rapat. Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir kemaluannya mulai membuka.
Sesekali lidahku membelai klitorisnya yang membuat tubuh Ibu riska terlonjak dan nafas Ibu riska seakan tersendak. (klik disini untuk nonton gratis tanpa iklan) Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Putingnya membesar dan mengeras.
Ketika aku berhenti menjilat dan mengulum, Ibu riska si janda cantik tergeletak terengah-engah, matanya terpejam. Tergesa aku membuka semua pakaianku, dan kemaluanku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan di p**i Ibu riska.
Mmmhh…, mmmhh.., ooohhm..”.
Ketika Ibu riska si janda cantik membuka bibirnya, kujejalkan kepala kemaluanku, kini iapun mulai menyedot. Tanganku bergantian meremas dadanya dan membelai kemaluannya. “Oouuuh Ibu riska.., enaaaak.., teruuuss…”, erangku.
Ibu riska terus mengisap batang kemaluanku sambil tangannya mengusap liang kenikmatannya yang juga telah banjir karena terangsang menyaksikan batang kemaluanku yang begitu besar dan perkasa baginya.
Hampir 20 menit dia menghisap batang kemaluanku dan tak lama terasa sekali sesuatu di dalamnya ingin meloncat ke luar. “Ibu riska.., ooohh.., enaaak.., teruuus”, teriakku. Dia mengerti kalau aku mau keluar, maka dia memperkuat hisapannya dan sambil menekan liang kenikmatannya, aku lihat dia mengejang dan matanya terpejam, lalu.., “Creet.., suuurr.., ssuuur..”
“Oughh.., Jack.., nikmat..”, erangnya tertahan karena mulutnya tersumpal oleh batang kemaluanku.
Dan karena hisapannya terlalu kuat akhirnya aku juga tidak kuat menahan ledakan dan sambil kutahan kepalanya, kusemburkan maniku ke dalam mulutnya, “Crooot.., croott.., crooot..”, banyak sekali maniku yang tumpah di dalam mulutnya.
“Aaahkk.., ooough”, ujarku puas. (klik disini untuk nonton gratis tanpa iklan) Aku masih belum merasa lemas dan masih mampu lagi, akupun naik ke atas tubuh Ibu riska si janda cantik dan bibirku melumat bibirnya. Aroma kemaluanku ada di mulut Ibu riska dan aroma kemaluan Ibu riska di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit. Dengan tangan, kugesek-gesekkan kepala kemaluanku ke celah di selangkangan Ibu riska, dan sebentar kemudian kurasakan tangan Ibu riska menekan pantatku dari belakang.
“Ohm, masuk.., augh.., masukin”
Perlahan kemaluanku mulai menyeruak masuk ke liang kemaluannya dan Ibu riska si janda cantik semakin mendesah-desah. (klik disini untuk nonton gratis tanpa iklan) Segera saja kepala kemaluanku terasa tertahan oleh sesuatu yang kenyal. Dengan satu hentakan, tembuslah halangan itu. Ibu riska memekik kecil.
Aku menekan lebih dalam lagi dan mulutnya mulai menceracau,
“Aduhhh.., ssshh.., iya.., terus.., mmmhh.., aduhhh.., enak.., Jack”
Aku merangkulkan kedua lenganku ke punggung Ibu riska, lalu membalikkan kedua tubuh kami sehingga Ibu riska sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak kemaluanku menancap hingga pangkal di kemaluannya. Tanpa perlu diajari, Ibu riska segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku bergantian meremas dan menggosok payudaranya, klitoris dan pinggulnya, dan kamipun berlomba mencapai puncak.
Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Ibu riska si janda cantik makin menggila dan iapun membungkukkan tubuhnya dengan bibir kami saling melumat. Tangannya menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya berhenti menyentak. Terasa cairan hangat membalur seluruh batang kemaluanku.
Setelah tubuh Ibu riska melemas, aku mendorongnya hingga telentang, dan sambil menindihnya, aku mengejar puncak orgasmeku sendiri. (klik disini untuk nonton gratis tanpa iklan) Ketika aku mencapai klimaks, Ibu riska tentu merasakan siraman air maniku di liang kenikmatannya, dan iapun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang kedua.
Sekian lama kami diam terengah-engah, dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme yang telah terjadi saat itu sungguh rasanya mengalahkan segalanya begitu nikmat.
waktupun terus berjalan aku merebahkan tubuhku sejenak dan membayangkan kenikmatan yang telah terjadi aku pun menjadi tidur tak terasa bangun bangun waktu udah menunjukan pukul 05.00 setelah mengetahui waktu udah pagi, Ibu riska si janda cantik bangun dan akupun berpamitan untuk p**ang.
09/12/2025
𝗚𝗨𝗥𝗨 𝗠𝗨𝗗𝗔 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗞𝗜𝗡𝗜 𝗠𝗘𝗡𝗝𝗔𝗗𝗜 𝗦𝗘𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗝𝗔𝗡𝗗𝗔
𝗣𝗔𝗥𝗧 𝟭
Sejalan dengan waktu, kini aku bisa kuliah di universitas keinginanku. Namaku Jack, sekarang aku tinggal di Yogyakarta dengan fasilitas yang sangat baik sekali. Kupikir aku cukup beruntung bisa bekerja sambil kuliah sehingga aku mempunyai penghasilan tinggi.
Berawal dari reuni SMA-ku di Jakarta. (klik disini untuk nonton gratis tanpa iklan) Setelah itu aku bertemu dengan dosen bahasa inggrisku, kami ngobrol dengan akrabnya. Ternyata Ibu riska masih segar bugar dan amat menggairahkan. Penampilannya amat menakjubkan, memakai rok mini yang ketat, kaos tank top sehingga lekuk tubuhnya nampak begitu jelas. Jelas saja dia masih muda sebab sewaktu aku SMA dulu dia adalah guru termuda yang mengajar di sekolah kami.
Sekolahku itu cuma terdiri dari dua kelas, kebanyakan siswanya adalah wanita. Cukup lama aku ngobrol dengan Ibu riska, kami rupanya tidak sadar waktu berjalan dengan cepat sehingga para undangan harus p**ang. Lalu kami pun berjalan munuju ke pintu gerbang sambil menyusuri ruang kelas tempatku belajar waktu SMA dulu.
Tiba-tiba Ibu riska teringat bahwa tasnya tertinggal di dalam kelas sehinga kami terpaksa kembali ke kelas. Waktu itu kira-kira hampir jam dua belas malam, tinggal kami berdua. Lampu-lampu di tengah lapangan saja yang tersisa. Sesampainya di kelas, Ibu riska pun mengambil tasnya kemudian aku teringat akan masa lalu bagaimana rasanya di kelas bersama dengan teman-teman. Lamunanku buyar ketika Ibu riska memanggilku.
“Kenapa Jack”
“Ah.. tidak apa-apa”, jawabku. (sebetulnya suasana hening dan amat merinding itu membuat hasratku bergejolak apalagi ada Ibu riska di sampingku, membuat jantungku selalu berdebar-debar).
“Ayo Jack kita p**ang, nanti Ibu kehabisan angkutan”, kata Ibu riska.
“Sebaiknya Ibu saya antar saja dengan mobil saya”, jawabku dengan ragu-ragu.
“Terima kasih Jack”.
Tanpa sengaja aku mengutarakan isi hatiku kepada Ibu riska bahwa aku s**a kepadanya, “Oh my God what i’m doing”, dalam hatiku. (klik disini untuk nonton gratis tanpa iklan) Ternyata keadaan berkata lain, Ibu riska terdiam saja dan langsung keluar dari ruang kelas. Aku panik dan berusaha minta maaf.
Ibu riska ternyata sudah cerai dengan suaminya yang bule itu, katanya suaminya p**ang ke negaranya. Sehingga Ibu riska mendapat julukan janda cantik. Aku tertegun dengan pernyataan Ibu riska. Kami berhenti sejenak di depan kantornya lalu Ibu riska mengeluarkan kunci dan masuk ke kantornya, kupikir untuk apa masuk ke dalam kantornya malam-malam begini.
Aku semakin penasaran lalu masuk dan bermaksud mengajaknya p**ang tapi Ibu riska menolak. Aku merasa tidak enak lalu menunggunya, kurangkul pundak Ibu riska, dengan cepat Ibu riska hendak menolak tetapi ada kejadian yang tak terduga, Ibu riska menciumku dan aku pun membalasnya.
Ohh.., alangkah senangnya aku ini, lalu dengan cepat aku menciumnya dengan segala kegairahanku yang terpendam. Ternyata Ibu riska tak mau kalah, ia menciumku dengan hasrat yang sangat besar mengharapkan kehangatan dari seorang pria.
Dengan sengaja aku menyusuri dadanya yang besar, Ibu riska terengah sehingga ciuman kami bertambah panas kemudian terjadi pergumulan yang sangat seru. Ibu riska memainkan tangannya ke arah batang kemaluanku sehingga aku sangat terangsang.
Lalu aku meminta Ibu riska membuka bajunya, satu persatu kancing bajunya dibukanya dengan lembut, kutatap dengan penuh hasrat. Ternyata dugaanku salah, dadanya yang kusangka kecil ternyata amat besar dan indah, BH-nya berwarna hitam berenda yang modelnya amat seksi. Karena tidak sabar maka kucium lehernya dan kini Ibu riska setengah telanjang, aku tidak mau langsung menelanjanginya, sehingga perlahan-lahan kunikmati keindahan tubuhnya.
Aku pun membuka baju sehingga badanku yang tegap dan atletis membangkitkan gairah Ibu riska,
“Jack kukira Ibu mau bercinta denganmu sekarang.., Jack, tutup pintunya dulu d**g”, bisiknya dengan suara agak bergetar, mungkin menahan birahinya yang juga mulai naik.
Tanpa disuruh dua kali, secepat kilat aku segera menutup pintu depan. (klik disini untuk nonton gratis tanpa iklan) Tentu agar keadaan aman dan terkendali. Setelah itu aku kembali ke Ibu riska. Kini aku jongkok di depannya. Menyibak rok mininya dan merenggangkan kedua kakinya. Wuih, betapa mulus kedua pahanya. Pangkalnya tampak menggunduk dibungkus celana dalam warna hitam yang amat minim.
Sambil mencium pahanya tanganku menelusup di pangkal pahanya, meremas-remas liang senggamanya dan klitorisnya yang juga besar. Lidahku makin naik ke atas. Ibu riska menggelinjang kegelian sambil mendesah halus. Akhirnya jilatanku sampai di pangkal pahanya.
“Mau apa kau sshh… sshh”, tanyanya lirih sambil memegangi kapalaku erat-erat.
“Ooo… oh.. oh..”, desis Ibu riska keenakan ketika lidahku mulai bermain-main di gundukan liang kenikmatannya. Tampak dia keenakan meski masih dibatasi celana dalam.
Serangan pun kutingkatkan. Celananya kulepaskan. Sekarang perangkat rahasia miliknya berada di depan mataku. Kemerahan dengan klitoris yang besar sesuai dengan dugaanku. Di sekelilingnya ditumbuhi rambut yang tidak begitu lebat.
Lidahku kemudian bermain di bibir kemaluannya. Pelan-pelan mulai masuk ke dalam dengan gerakan-gerakan melingkar yang membuat Ibu riska makin keenakan, sampai harus mengangkat-angkat pinggulnya.
“Aahh… Kau pintar sekali. Belajar dari mana hh…”
Tanpa sungkan-sungkan Ibu riska mencium bibirku. Lalu tangannya menyentuh celanaku yang menonjol akibat batang kemaluanku yang ereksi maksimal, meremas-remasnya beberapa saat. Betapa lembut ciumannya, meski masih polos. Aku segera menjulurkan lidahku, memainkan di rongga mulutnya. Lidahnya kubelit sampai dia seperti hendak tersendak.
Semula Ibu riska seperti akan memberontak dan melepaskan diri, tapi tak kubiarkan. Mulutku seperti melekat di mulutnya. “Uh kamu pengalaman sekali ya. Sama siapa? Pacarmu?”, tanyanya diantara kecipak ciuman yang membara dan mulai liar. Aku tak menjawab.
Tanganku mulai mempermainkan kedua payudaranya yang tampak menggairahkan itu. Biar tidak merepotkanku, BH-nya kulepas. Kini dia telanjang dada. Tak puas, segera kupelorotkan rok mininya. Nah kini dia telanjang bulat. Betapa bagus tubuhnya. Padat, kencang dan putih mulus.
“Nggak adil. Kamu juga harus telanjang..” Ibu riska pun melucuti kaos, celanaku, dan terakhir celana dalamku. Batang kemaluanku yang tegak penuh segera diremas-remasnya. Tanpa dikomando kami rebah di atas ranjang, berguling-guling, saling menindih. Aku menunduk ke selangkangannya, mencari pangkal kenikmatan miliknya.
Tanpa ampun lagi mulut dan lidahku menyerang daerah itu dengan liar. Ibu riska mulai mengeluarkan jeritan-jeritan tertahan menahan nikmat. Hampir lima menit kami menikmati permainan itu. Selanjutnya aku merangkak naik. Menyorongkan batang kemaluanku ke mulutnya.
“Gantian d**g..” Tanpa menunggu jawabannya segera kumasukkan batang kemaluanku ke mulutnya yang mungil. Semula agak kesulitan, tetapi lama-lama dia bisa menyesuaikan diri sehingga tak lama batang kemaluanku masuk ke rongga mulutnya. “Justru di situ nikmatnya.., Selama ini sama suami main seksnya gimana?”, tanyaku sambil menciumi payudaranya.
Ibu riska si janda cantik tak menjawab. Dia malah mencium bibirku dengan penuh gairah. (klik disini untuk nonton gratis tanpa iklan) Tanganku pun secara bergantian memainkan kedua payudaranya yang kenyal dan selangkangannya yang mulai basah. Aku tahu, perempuan itu sudah kepengin disetubuhi.
Namun aku sengaja membiarkan dia menjadi penasaran sendiri.
Tetapi lama-lama aku tidak tahan juga, batang kemaluanku pun sudah ingin segera menggenjot liang kenikmatannya. Pelan-pelan aku mengarahkan barangku yang kaku dan keras itu ke arah selangkangannya.
Ketika mulai menembus liang kenikmatannya, kurasakan tubuh Ibu riska si janda cantik agak gemetar.
“Ohh…”, desahnya ketika sedikit demi sedikit batang kemaluanku masuk ke liang kenikmatannya. Setelah seluruh barangku masuk, aku segera bergoyang naik turun di atas tubuhnya. Aku makin terangsang oleh jeritan-jeritan kecil, lenguhan serta kedua payudaranya yang ikut bergoyang-goyang.
Tiga menit setelah kugenjot, Ibu riska menjepitkan kedua kakinya ke pinggangku.
Pinggulnya dinaikkan. Tampaknya dia akan orgasme. (klik disini untuk nonton gratis tanpa iklan) Genjotan batang kemaluanku kutingkatkan. “Ooo… ahh… hmm… ssshh…”, desahnya dengan tubuh menggelinjang menahan kenikmatan puncak yang diperolehnya. Kubiarkan dia menikmati orgasmenya beberapa saat. Kuciumi p**i, dahi, dan seluruh wajahnya yang berkeringat.
“Sekarang Ibu riska berbalik. Menungging di atas meja.., sekarang kita main d**g di atas meja ok!” Aku mengatur badannya dan Ibu riska menurut. Dia kini bertumpu pada siku dan kakinya.
“Gaya apa lagi ini?”, tanyanya.
Setelah siap aku pun mulai menggenjot dan menggoyang tubuhnya dari belakang. Ibu riska si janda cantik kembali menjerit dan mendesah merasakan kenikmatan yang tiada taranya, yang mungkin selama ini belum pernah dia dapatkan dari suaminya. Setelah dia orgasme sampai dua kali, kami istirahat.
“Capek?”, tanyaku. “Kamu ini aneh-aneh saja. Sampai mau remuk tulang-tulangku”.
“Tapi kan nikmat Bu..”, jawabku sambil kembali meremas payudaranya yang menggemaskan.
“Ya deh kalau capek. Tapi tolong sekali lagi, aku pengin masuk agar spermaku keluar. Nih sudah nggak tahan lagi batang kemaluanku. Sekarang Ibu riska yang di atas”, kataku sambil mengatur posisinya.
Aku terletang dan dia menduduki pinggangku. Tangannya kubimbing agar memegang batang kemaluanku masuk ke selangkangannya. Setelah masuk tubuhnya kunaik-turunkan seirama genjotanku dari bawah. Ibu riska tersentak-sentak mengikuti irama goyanganku yang makin lama kian cepat. Payudaranya yang ikut bergoyang-goyang menambah gairah nafsuku. Apalagi diiringi dengan lenguhan dan jeritannya saat menjelang orgasme.
Ketika dia mencapai orgasme aku belum apa-apa. Posisinya segera kuubah ke gaya konvensional. Ibu riska si janda cantik kurebahkan dan aku menembaknya dari atas. Mendekati klimaks aku meningkatkan frekuensi dan kecepatan genjotan batang kemaluanku.
“Oh Ibu riska.., aku mau keluar nih ahh..” Tak lama kemudian spermaku muncrat di dalam liang kenikmatannya. Ibu riska kemudian menyusul mencapai klimaks. Kami berpelukan erat. Kurasakan liang kenikmatannya begitu hangat menjepit batang kemaluanku. Lima menit lebih kami dalam posisi rileks seperti itu.
Kami berpelukan, berciuman, dan saling meremas lagi. (klik disini untuk nonton gratis tanpa iklan) Seperti tak puas-puas merasakan kenikmatan beruntun yang baru saja kami rasakan. Setelah itu kami bangun di pagi hari, kami pergi mencari sarapan dan bercakap-cakap kembali. Ibu riska harus pergi mengajar hari itu dan sorenya baru bisa kujemput.
Sore telah tiba, Ibu riska kujemput dengan mobilku. Kita makan di mall dan kami pun beranjak p**ang menuju tempat parkir. Di tempat parkir itulah kami beraksi kembali, aku mulai menciumi lehernya. Ibu riska mend**gakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua buah dadanya. Nafas Ibu riska makin terengah, dan tanganku pun masuk di antara kedua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan yang membayang.
“Uuuhh.., mmmhh..”, Ibu riska si janda cantik menggelinjang, tapi gairahku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku pun membuka dengan paksa baju dan rok mininya.
𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁 𝗽𝗮𝗿𝘁 𝟮 𝗿𝗮𝗺𝗲𝗶𝗻 𝗱𝘂𝗹𝘂
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Jakarta