Picasso Rugs & Carpets

Picasso Rugs & Carpets

Share

Pusat Karpet Permadani Klasik, Karpet Sajadah, Karpet Minimalis Import. Kami spesialis KARPET MASJID kualitas premium.

05/05/2025

Pak Taryo berhenti di bawah pohon trembesi, menuntun sepedanya pelan-pelan. Bukan karena lelah, tapi karena perutnya mulai melilit.

Dari pagi ia sudah keliling tiga dusun, membantu memperbaiki engsel pintu, menambal selang bocor, dan mengecek kabel lampu yang korslet. Tapi belum satu pun yang benar-benar membayar. Beberapa hanya memberi janji, sisanya memberi terima kasih.

Ia tak pernah marah. Ia terlalu tua untuk berharap dari manusia, dan terlalu biasa dengan rasa lapar.

Di kantong bajunya, hanya ada lembaran lima ribuan yang sudah lecek. Tak cukup untuk membeli nasi pecel dan teh hangat kesukaannya di warung Bu Menuk.

Ia duduk di bangku bambu, memandang sawah yang mengering, lalu ke langit yang terlalu terang.

“Allah, mungkin hari ini belum rezekiku kenyang…”

Tangannya mengelap peluh. Lalu ia buka kotak kecil di sepedanya—di sana ada dua kue getuk yang ia simpan dari hajatan minggu lalu. Sudah keras. Tapi masih cukup untuk mengganjal.

Ia makan pelan. Bukan karena menikmati, tapi supaya tidak cepat habis.

Lalu matanya menangkap sekelompok anak kecil pulang sekolah. Salah satunya, Tomo, berhenti dan menyapa, “Mbah, istirahat dulu ya… nanti sore saya ke masjid, kita bersih-bersih bareng.”

Pak Taryo tersenyum, pelan sekali.

Di tengah siang yang panas, dengan perut yang belum benar-benar terisi, ternyata masih ada yang membuatnya merasa penuh: sapaan tulus, dan harapan yang tak pernah lelah dibawa pulang oleh anak-anak kecil yang masih percaya… bahwa kebaikan bisa diwariskan.

03/05/2025

KAKEK YANG TAK PUNYA ONGKOS BUAT PULANG

Sudah jam 10:30 malam.

Langit di luar pekat, seperti tak ingin ditembus cahaya.

Di sudut masjid, ada seorang kakek yang masih duduk bersandar di dinding. Kopiah putihnya sudah agak kusam. Tangannya menggenggam tas kecil lusuh yang kelihatannya lebih banyak menyimpan kenangan daripada barang.

“Bapak mau saya bantu pesankan ojek?” tanya marbot masjid, pelan.

Kakek itu tersenyum. Tapi tak langsung menjawab.

Lalu dengan suara lirih, ia berkata,

“Ongkosnya lebih mahal dari uang yang saya punya…
jadi biar saya di sini saja dulu, Nak. Besok subuh, kalau jalanan sudah terang, saya jalan kaki pelan-pelan.”

Hening.

Marbot itu tak sanggup berkata apa-apa.

Kakek itu tidak sedang meminta bantuan. Tapi ia sedang menahan rasa malu agar tidak menyusahkan siapa-siapa.

Malam itu, ia tak butuh kasur empuk atau selimut hangat. Ia hanya ingin… tidak diusir.

Dan masjid memberinya tempat. Tempat untuk duduk. Tempat untuk tenang. Tempat untuk diam, tanpa harus merasa menjadi beban.

Kadang, rumah itu bukan soal dinding dan atap. Tapi soal tempat di mana seseorang tidak harus menjelaskan kenapa dia belum pulang.

Dan malam ini… masjid menjadi rumah bagi seorang kakek yang hanya ingin istirahat—bukan karena lelah berjalan, tapi lelah dari hidup yang terlalu sunyi.

03/05/2025

Masjid itu sunyi.
Tapi lantainya menyimpan jejak.
Bekas telapak kaki anak kecil yang belajar wudhu.
Langkah pelan seorang ibu yang lututnya mulai rapuh.
Dan sujud kakek tua yang tak pernah disaksikan siapa-siapa.

Karpetnya?
Sudah mulai tipis.
Sudut-sudutnya mulai terangkat.
Warnanya… masih indah, tapi lelah.

Tapi tak ada yang mengeluh.
Karena tempat ibadah… tak pernah meminta.
Ia hanya menerima.

Kadang, yang paling butuh diperhatikan
bukan yang paling banyak bicara,
melainkan yang diam… terlalu lama.

Cara Menghubungi dan Membujuk Donatur Potensial Untuk Pembangunan Masjid Sekaligus Contoh Proposalnya | 05/06/2024

Cara menghubungi donatur berikut contoh proposalnya. Selengkapnya klik :

Cara Menghubungi dan Membujuk Donatur Potensial Untuk Pembangunan Masjid Sekaligus Contoh Proposalnya | Menghubungi dan membujuk donatur potensial untuk pembangunan masjid merupakan langkah penting dalam memastikan proyek pembangunan dapat berjalan dengan lancar. Proses ini membutuhkan strategi yang

Want your business to be the top-listed Interior Service in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Grand Emerald Apartment Lantai 1 Blok G 01-WF, Jalan Pegangsaan Dua No. 3 Kelapa Gading
Jakarta
14250

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00
Saturday 08:00 - 14:00