PDO Filemon

PDO Filemon

Share

Berbeda Gereja tapi tetap satu keluarga dalam Kristus.Membangun iman atas dasar Firman Tuhan, menjadi berkat bagi keluarga dan gereja lokal.

16/05/2019

Ringkasan Kotbah Ibdah Umum PDO Filemon, Senin 13 Mei 2019.
Pdt. Anthony Chang

Changing Mind and Changing Heart

Mazmur 139:23-24.

Kebingungan yang timbul ketika kita sedang mengahadapi masalah, penyebab utamanya adalah karena pikiran dan hati seringkali bertentangan. Itulah sebabnya, orang yang hebat bukanlah orang yang berhasil dan suskses dalam karier dan pekerjaan. Tetapi orang hebat adalah orang yang mampu men-sinkronkan hati dan pikirannya, the winner in a battle of mind and heart.
Contoh kasus yang sering terjadi adalah, ada orang yang hatinya tulus, tetapi pikirannya kurang cerdas, maka tentu saja ini percuma, sebab besar kemungkinan orang tersebut akan menjadi sasaran orang-orang yang memanfaatkan dirinya dengan kata lain orang ini akan sangat mudah untuk dibodohi. Sebaliknya ada orang yang pikirannya cerdik tetapi hatinya tidak tulus, maka biasanya orang tersebut akan menjadi seorang penipu. Jadi hati dan pikiran harus selalu sejalan, sebab Allah pun meminta pertanggung jawaban, baik atas pikiran maupun hati kita.

Dalam kasus Kain dan Habel, Kain membunuh adiknya padahal Tuhan sebelumnya sudah memperingatkan, tetapi pikiran dan hatinya sudah terlanjur rusak, maka nasihat Tuhan pun tidak ia gubris. Demikian juga dalam kisah Daud, Daud meskipun disebut sebagai orang yang diurapi Tuhan, tetapi ada satu peristiwa dimana ia gagal mengendalikan pikirannya. Pikirannya ingin mengambil isteri Uria yang jelas bahwa itu adalah dosa besar. Lalu pikiran tersebut dikonfirmasi oleh hatinya, lalu kita tahu bahwa Daud bukan hanya berzinah dengan Betyeba, tetapi juga membunuh Uria. Kegagalan mengontrol pikiran lalu dikonfirmasi hati akan melahirkan dosa yang lebih besar.
Banyak kisah dalam sejarah dunia yang memberi kita contoh bahwa jika hati sudah rusak maka apapun akan dilakukan demi memuaskan hati. Pembunuhan dan peperangan melahirkan dendam dari generasi ke genarasi, maka perang dan pembunuhan tidak akan pernah berhenti dengan korban yang tidak sedikit. Semua itu dimulai dari hati dan pikiran yang tidak bisa dikendalian.
Tidak jarang juga seseorang yang hatinya terlanjur sakit, ketika menghadapi masalah, akan mengambil jalan pintas yakni bunuh diri. Dan ini banyak kita saksikan terjadi dikalangan generasi jaman sekarang. Salah satu penyebabnya adalah pola asuh orang tua yang tidak seperti dahulu. Anak-anak jaman sekarang cenderung dimanja, mereka tidak dilatih untuk tegar mengahadapi kerasnya kehidupan. Pola hidup instan juga cukup mempengaruhi, segala-galanya ingin diperoleh dengan instan. Maka ketika mereka menghadapi masalah sedikit saja, mereka akan menjadi putus asa dan menyerah, bahkan tidak jarang ada yang sampai bunuh diri. Di Jepang misalnya, sarana untuk bunuh diri jusru disediakan. Salah hutan diperuntukkan secara khusus bagi mereka yang ingin melakukan bunuh diri. Ini tentu miris.
Untuk kalangan Kristen, salah satu faktor yang seringkali membuat orang tidak memiliki semangat juang adalah karena mereka selalu didoktrin dengan pemahaman bahwa Allah itu baik, Ia akan membebaskanmu dari kesulitan, masalahmu ditanggung oleh Dia dan sebagainya.. Apa yang terjadi, ketika mereka mengalami masalah, mereka kemudian bertanya, Tuhan dimana? Kenapa seperti ini?

Dalam kasus-kasus seperti ini, gereja dan anak-ank Tuhan dituntut untuk menjembatani. Pemberian pengertian bahwa janji-janji Allah dalam Alkitab harus dipahami secara menyeluruh, tidak boleh memahami Alkitab hanya dengan sepotong-sepotong.
Allah tidak cukup disimpan dalam hati sebagai Allah yang baik dan yang memberi berkat, tetapi juga dalam pikiran harus dibangus suatu kepercayaan bahwa kebaikan Allah juga Ia perlihatkan melalui pendisiplinan hidup berupa masalah dan kesulitan.
Abraham adalah contoh, bagimana ia dituntut mempersembahkan yang terbaik dalam dirinya. Jika Abraham hanya memiliki pikiran dan hatinya bahwa Allah baik, maka sudah pasti ia akan kecewa dan protes kepada Tuhan, tapi ia membangun sebuah kepercayaan dalam hati dan pikirannya bahwa Allah itu baik dalam segala perkara, dan hal ini ia buktikan dengan kerelaannya memberikan putra kesayangannya untuk dipersembahkan.
Mari kita belajar memaknai hidup dengan membuka hati dan pikiran bahwa Allah itu baik, dan Ia menyatakan kebaikannya dalam segala perkara. Dengan demikian kita adalah orang-orang hebat, yang mampu melihat segala seautu yang dikerjakan Allah dengan hati dan pikiran yang selalu diperbaharui.

28/09/2018

NASIHAT MENGENAI PERZINAHAN (4)

Amsal 5:17-23 (TB)

Biarlah itu menjadi kepunyaanmu sendiri, jangan juga menjadi kepunyaan orang lain.

Diberkatilah kiranya sendangmu, bersukacitalah dengan isteri masa mudamu:

rusa yang manis, kijang yang jelita; biarlah buah dadanya selalu memuaskan engkau, dan engkau senantiasa berahi karena cintanya.

Hai anakku, mengapa engkau berahi akan perempuan jalang, dan mendekap dada perempuan asing?

Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN, dan segala langkah orang diawasi-Nya.

Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya sendiri.

Ia mati, karena tidak menerima didikan dan karena kebodohannya yang besar ia tersesat.

Sahabat sekalian, marilah kita tuntaskan pembacaan dan pembelajaran kita, tentang nasihat-nasihat penulis Amsal mengenai perzinahan (dari Amsal 5:17-23).

Penulis Amsal menuliskan nasihat-nasihat yang sederhana; namun tegas dan jelas, agar kita menghindari perzinahan, dan jangan sampai kita "betah berlama-lama", jika kita telah terlanjur terperosok ke dalamnya;

segeralah bertobat kepada Allah, dan segeralah pulihkan hubungan pernikahan kita dengan pasangan hidup kita, yang telah sempat "terluka", karena adanya kasus perzinahan itu ...

Karena, menurut penulis Amsal:

1. BERKAT DAN SUKACITA HANYA ADA DI DALAM PERSEKUTUAN KASIH (PERNIKAHAN) SEUMUR HIDUP DENGAN ISTERI MASA MUDA KITA ... (Amsal 5:18-19)

2. MESKI DILAKUKAN SECARA RAHASIA DAN TIDAK TERLIHAT SECARA KASAT MATA OLEH ORANG-ORANG YANG KITA KENAL;

AKAN TETAPI, SEGALA PERBUATAN DOSA (SERAPIH APA PUN KITA DAPAT SEMBUNYIKAN DI MATA ORANG LAIN); SEMUANYA ITU BAGAIKAN JALAN YANG TERBUKA DI DEPAN MATA TUHAN; KARENA (MATA) TUHAN MEMANG "MENGAWASI" (MENGUJI) SEGALA LANGKAH ORANG ... (Amsal 5:21)

3. SEPANDAI-PANDAI TUPAI MELOMPAT, PADA SATU "SAAT" IA AKAN JATUH JUGA ...

Sepandai-pandai orang fasik berusaha untuk menutup-nutupi dosanya; dan ia berpura-pura baik, menggunakan "topeng" untuk menutupi kejahatannya, di dalam pergaulannya sehari-hari;

PADA SUATU "SAAT" YANG TELAH DITENTUKAN TUHAN; PASTINYA, IA AKAN TERTANGKAP DALAM KEJAHATANNYA, DAN IA AKAN TERJERAT DALAM TALI DOSANYA SENDIRI ... (Amsal 5:22)

Sahabat sekalian, seorang fasik yang tidak mau bertobat dari dosa dan kejahatannya sendiri kepada Allah; pada akhirnya, ia akan mati (binasa) karena tidak (mau) menerima didikan (hikmat firman TUHAN) dan karena kebodohannya sendiri yang (semakin) besar ia tersesat (dari jalan orang benar) ... (Amsal 5:23)

Sahabat sekalian, Allah kita memang panjang sabar; namun, panjang sabar Allah kita, juga ada batasnya!

Oleh karena itu, selagi masih berlaku "masa" panjang sabar dan kemurahan Allah kepada kita; jika kita pernah jatuh dan terjerumus ke dalam dosa dan kejahatan;

MARILAH KITA SEGERA BERTOBAT, DAN MELEPASKAN DIRI, DARI SEGALA "JERATAN" TALI DOSA DAN KEJAHATAN YANG MULAI MENJERAT DAN MELILIT HIDUP KITA ...

Sahabat sekalian, marilah kita senantiasa berusaha untuk menjaga kekudusan hidup kita, untuk senantiasa bisa berjalan di jalan hidup orang benar, untuk seumur hidup kita di bumi ini ...

AMIN! HALELUYA!

Sekali Yesus! Tetap Yesus! GBU All! 😊🙏

18/09/2018

NASIHAT UNTUK MENCARI HIKMAT

Amsal 4:14-17 (TB)

Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan janganlah mengikuti jalan orang jahat.

Jauhilah jalan itu, janganlah melaluinya, menyimpanglah dari padanya dan jalanlah terus.

Karena mereka tidak dapat tidur, bila tidak berbuat jahat; kantuk mereka lenyap, bila mereka tidak membuat orang tersandung;

karena mereka makan roti kefasikan, dan minum anggur kelaliman.

Sahabat sekalian, dalam proses mencari hikmat firman TUHAN; penulis Amsal menuliskan beberapa hal yang "harus kita hindari", yaitu:

1. JANGANLAH MENEMPUH JALAN ORANG FASIK, DAN JANGANLAH MENGIKUTI JALAN ORANG JAHAT ... (Amsal 4:14)

2. JAUHILAH JALAN ORANG FASIK, DAN JANGANLAH MENGIKUTI (BERPALINGLAH) DARI PADANYA, DAN JALANLAH TERUS (MENGIKUTI JALAN ORANG BENAR) ... (Amsal 4:15)

Karena, orang-orang fasik itu, mereka tidak dapat tidur, bila tidak berbuat jahat; kantuk mereka lenyap, bila mereka tidak membuat orang tersandung ... (Amsal 4:16)

Sahabat sekalian, jangan sampai kita salah bergaul; dan kita terjerumus ke dalam pergaulan yang jahat, dengan orang-orang fasik ...

WASPADALAH! Jangan kita sesat; karena, pergaulan yang buruk itu merusakkan kebiasaan yang baik ... (1 Korintus 15:33)

Sahabat sekalian, marilah kita senantiasa waspada untuk "menghindari" pergaulan yang buruk dengan orang-orang fasik;

karena, orang-orang fasik itu, mereka telah terbiasa makan roti kefasikan dan minum anggur kelaliman (kefasikan dan kelaliman telah menjadi makanan dan minuman mereka; telah menjadi gaya hidup mereka sehari-hari)... (Amsal 4:17)

Sahabat sekalian, marilah kita senantiasa waspada dan hati-hati; untuk tidak mau menempuh jalan orang fasik, dan tidak mau mengikuti jalan orang jahat ... (Amsal 4:14)

HIKMAT FIRMAN TUHAN MENASIHATKAN KITA, AGAR KITA MENJAUHI JALAN ORANG FASIK; DAN MENERUSKAN PERJALANAN HIDUP KITA DI JALAN ORANG BENAR ...

AMIN! HALELUYA!

Sekali Yesus! Tetap Yesus! GBU All! 😊🙏

29/08/2018

NASIHAT HIKMAT

Amsal 1:20-27 (TB)

Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya,

di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya.

"Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan?

Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.

Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku,

bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku,

maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu,

apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu.

Sahabat sekalian, marilah kita senantiasa belajar untuk hidup dalam kelembutan dan kerendahan hati di hadapan TUHAN.

JADILAH PRIBADI YANG SENANTIASA MAU MENERIMA (DENGAN RENDAH HATI) SETIAP TEGURAN, NASIHAT, DAN ULURAN TANGAN TUHAN DI DALAM HIDUP KITA ...

Sahabat sekalian, marilah kita belajar untuk berani mengakui kesalahan-kesalahan kita; terutama keberanian dan ketulusan untuk "MENARIK KEMBALI PERKATAAN-PERKATAAN KITA YANG NEGATIF TENTANG TUHAN";

seperti yang telah dicontohkan oleh Ayub kepada kita:

Maka jawab Ayub kepada Tuhan:

"Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu (termasuk p**a, sanggup untuk melindungi, menolong, menyembuhkan, dan memulihkan hidupku), dan tidak ada rencana-Mu yang gagal (di dalam hidupku)." (Ayub 42:1-2)

Ayub dengan berani, tulus dan rendah hati mengakui "keterlanjuran perkataannya" di hadapan TUHAN:

"Aku telah bercerita (bersaksi) menurut pemahaman/pengertianku sendiri; aku telah bercerita tanpa pengertian yang benar tentang TUHAN (Ayub 42:3);

aku harus mengakui, bahwa kemahakuasaan TUHAN, sungguh sangatlah dahsyat, dan sangatlah banyak hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang (masih) tidak kuketahui tentang Pribadi-Mu, ya TUHAN ..." (Ayub 42:3)

Lebih parah lagi, aku harus mengakui dengan sejujurnya di hadapan-Mu, ya TUHAN; bahwa (banyak kali) hanya dari kata orang saja (dari cerita/kesaksian orang lain saja) aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang (setelah mengalami sendiri proses dinamika ujian kehidupan bersama-Mu) mataku sendiri memandang Engkau (kini aku telah melihat, mengalami, dan merasakan sendiri, tentang kebaikan-Mu, kedahsyatan-Mu, kemuliaan-Mu, dan kemaha-kuasaan-Mu bagi diriku) ... (Ayub 42:5)

OLEH SEBAB ITU, (dengan sepenuh kesadaran, ketulusan, dan kerendahan hatiku) AKU MENCABUT PERKATAANKU (YANG NEGATIF TENTANG ENGKAU, YANG TELAH TERLANJUR KELUAT DARI MULUTKU) dan dengan menyesal (dengan pertobatan yang sungguh-sungguh) aku duduk dalam debu dan abu (aku merendahkan diriku di hadapan-Mu, dan mohon kepada-Mu; agar TUHAN bersedia untuk kembali menasihati aku, menegur aku, dan mengulurkan tangan-Mu kembali kepadaku, untuk menolong dan memulihkan hidupku) ... (Ayub 42:6)

"Ya Yesus Kristus, Tuhan kami; kiranya Engkau berkenan untuk mengampuni segala perkataan kami yang negatif tentang Engkau; yang telah terlanjur keluar dari mulut kami..."

"Dan kiranya, Engkau kembali bersedia untuk senantiasa memanggil kami, menasihati kami, bahkan menegur kami dengan hikmat firman-Mu; jika sekiranya di mata-Mu, jalan hidup kami mulai keluar dari jalan hidup orang benar, di bumi ini ..."

AMIN! HALELUYA!

Sekali Yesus! Tetap Yesus! GBU All! 😊🙏

30/07/2018

PAULUS DI DALAM MARKAS PASUKAN.

Kisah Para Rasul 22:23-29 (TB)

Mereka terus berteriak sambil melemparkan jubah mereka dan menghamburkan debu ke udara.

Karena itu kepala pasukan memberi perintah untuk membawa Paulus ke markas dan menyuruh memeriksa dan menyesah dia, supaya dapat diketahui apa sebabnya orang banyak itu berteriak-teriak sedemikian terhadap dia.

Tetapi ketika Paulus ditelentangkan untuk disesah, berkatalah ia kepada perwira yang bertugas: "Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Rum, apalagi tanpa diadili?"

Mendengar perkataan itu perwira itu melaporkannya kepada kepala pasukan, katanya: "Apakah yang hendak engkau perbuat? Orang itu warganegara Rum."

Maka datanglah kepala pasukan itu kepada Paulus dan berkata: "Katakanlah, benarkah engkau warganegara Rum?" Jawab Paulus: "Benar."

Lalu kata kepala pasukan itu: "Kewarganegaraan itu kubeli dengan harga yang mahal." Jawab Paulus: "Tetapi aku mempunyai hak itu karena kelahiranku."

Maka mereka yang harus menyesah dia, segera mundur; dan kepala pasukan itu juga takut, setelah ia tahu, bahwa Paulus, yang ia suruh ikat itu, adalah orang Rum.

Sahabat sekalian, mari kita lanjutkan pembacaan dan pembelajaran kita, tentang kisah Paulus dibawa ke dalam markas pasukan di Yerusalem:

Karena massa terus berteriak, dan mereka mulai melakukan tindakan yang mengarah kepada tindakan yang anarkis (Kisah 22:23);

oleh karena itu, kepala pasukan membawa Paulus ke dalam markas, untuk diinterogasi lebih lanjut (rupanya hal itu akan dilaksanakan dengan "penyesahan" terhadap Paulus di markas) (Kisah 22:24)

Akan tetapi, ketika Paulus ditelentangkan untuk disesah dan di interogasi; Paulus mengatakab suatu pernyataan yang "mengejutkan" perwira yang bertugas untuk menyesah dia, katanya:

"Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Rum, apalagi tanpa diadili?" (Kisah 22:25)

Mendengar pernyataan Paulus, si perwira yang bertugas lalu melaporkannya kepada kepala Pasukan, katanya:

"Apakah yang hendak engkau perbuat? Orang itu warganegara Rum." (Kisah 22:26)

Karena terkejut dan takut, datanglah kepala pasukan itu menemui Paulus, katanya:

"Katakanlah (sejujurnya), benarkah engkau warganegara Rum?" Jawab Paulus: "Benar." (Kisah 22:27)

Lalu kata kepala pasukan itu: "Kewarganegaraan itu kubeli dengan harga yang mahal." Jawab Paulus: "Tetapi aku mempunyai hak itu karena kelahiranku." (Kisah 22:28)

Maka mereka yang harus (bertugas) menyesah dia segera mundur; dan kepala pasukan itu juga takut, SETELAH IA TAHU, bahwa Paulus, yang ia suruh ikat, adalah orang Rum. (Kisah 22:29)

Sahabat sekalian, di bumi ini, kita harus memiliki pengetahuan dan kesadaran tentang aturan hukum mengenai hak-hak dan kewajiban-kewajiban sebagai seorang warganegara, dari negara tempat di mana kita lahir, atau domisili tempat di mana kita tinggal saat ini.

APAKAH KITA SUNGGUH MENYADARI DAN MEMAHAMI HAK-HAK DAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN KITA SEBAGAI "WARGA NEGARA KERAJAAN ALLAH" DI BUMI INI ...?

Dalam Filipi 3:20, rasul Paulus menuliskan:

"Karena KEWARGAAN KITA ADALAH DI DALAM SORGA, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat"

SEBAGAI WARGA KERAJAAN SORGA DI BUMI INI, APA YANG RASUL PETRUS TULISKAN TENTANG HAK-HAK DAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN KITA DI BUMI INI ...?

Dalam 1 Petrus 2:9, rasul Petrus menuliskan bahwa:

"Tetapi KAMULAH BANGSA YANG TERPILIH, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, SUPAYA KAMU MEMBERITAKAN PERBUATAN-PERBUATAN YANG BESAR DARI DIA, yang memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib."

Sahabat sekalian, sebagai warganegara Kerajaan Sorga di bumi ini, di satu sisi, kita memang memiliki hak untuk menjadi umat kepunyaan Allah sendiri, untuk menjadi imamat yang rajani (royal priesthood - NIV);

AKAN TETAPI, di sisi yang lain, kita pun harus menyadari tugas dan kewajiban-kewajiban kita sebagai warga negara Kerajaan Sorga di bumi ini; yaitu: Kita harus senantiasa menjaga kekudusan hidup kita (untuk senantiasa menjadi bangsa yang kudus), dan memenuhi panggilan Allah di dalam hidup kita masing-masing, untuk dapat MEMBERITAKAN PERBUATAN-PERBUATAN YANG BESAR DARI DIA (ALLAH), yang telah memanggil kita keluar dari kegelapan (dosa) kepada terang-Nya (terang keselamatan dan kemuliaan-Nya) yang ajaib (1 Petrus 2:9)

AMIN! HALELUYA!

Sekali Yesus! Tetap Yesus! GBU All! 😊🙏

Want your practice to be the top-listed Law Practice in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Jalan Surya Bahagia 2 F No. 11/Sunrise Garden
Jakarta
11520