Sebumi
Learning conservation & sustainability through experiencing nature’s wonder & biodiversity
01/06/2026
Kadang, kita sering merasa krisis iklim adalah sesuatu yang jauh, abstrak, dan sulit dibayangkan. Padahal, perubahan itu terjadi dalam rentang waktu yang relatif cepat, bahkan lebih singkat dari usia beberapa klub sepak bola tertua di dunia. Sebut saja salah satunya .
Sejak kesebelasan London ini berdiri pada 1886, mereka masih menunggu trofi Liga Champions Eropa pertamanya setelah kalah adu penalti lawan PSG di final malam minggu kemarin.
Selama itu juga, dunia juga berubah dengan cepat.
Jumlah kendaraan bermotor tumbuh drastis hingga lebih dari 1,4 miliar unit. Kenaikan inj memberi banyak pengaruh ke suhu rata-rata bumi, konsentrasi karbon dioksida, dan juga kondisi permukaan air laut yang makin meninggi.
Berbeda dengan sepak bola, bumi tidak mengenal musim depan, pertandingan ulang, atau tambahan waktu untuk mengulang dan merestorasi kondisinya menjadi sama seperti dulu.
Justru karena itu, tiap keputusan yang kita ambil hari ini akhirnya tetap berarti. Mulai dari memilih moda transportasi yang lebih ramah lingkungan, membeli seperlunya, hingga kembali membangun hubungan yang lebih sehat dengan alam.
Jadi, pertanyaannya bukan lagi apakah dunia sedang berubah. Namun, perubahan seperti apa yang ingin kita tinggalkan untuk generasi berikutnya.✨️🌎
Apakah kamu mengenal suara burung di sekitarmu? 🐦
Setiap pagi, kota sebenarnya punya ambiens alami bernama dawn chorus, momen ketika burung-burung bernyanyi bersamaan saat matahari terbit. Kicauan ini dinyanyikan untuk menandai wilayah, mencari pasangan, sampai saling memberi sinyal kondisi lingkungan sekitar.
Keberadaan suara burung di kota bukan cuma bikin suasana lebih hidup. Burung kota juga punya fungsi ekologis penting seperti penyebaran biji tanaman mengontrol populasi serangga, dan indikator kesehatan ruang hijau kota.
Ketika suara burung mulai hilang dari kota, sering kali itu pertanda ruang hidup mereka ikut menghilang: pohon berkurang, suhu makin panas, polusi meningkat, dan kota makin tidak ramah bagi makhluk hidup selain manusia.
Kota yang baik tak hanya memberi ruang untuk warganya, tapi juga ruang hidup untuk satwa kota. Dari burung, serangga, hingga reptil sebagai suatu ekosistem utuh yang hidup.
Yuk uji pengetahuanmu tentang jenis-jenis burung kota dengan menulis jawabanmu di kolom komentar! ✨
Selamat hari keanekaragaman hayati!
Click here to claim your Sponsored Listing.
Contact the school
Telephone
Website
Address
Jalan Rindang No. 4 Cipedak Jagakarsa
Jakarta
12630
Opening Hours
| Monday | 09:00 - 17:00 |
| Tuesday | 09:00 - 17:00 |
| Wednesday | 09:00 - 17:00 |
| Thursday | 09:00 - 17:00 |
| Friday | 09:00 - 17:00 |