Unshakeable Generation

Unshakeable Generation

Share

Hebrews 12:28: "Therefore, since we are receiving a kingdom which cannot be shaken, let us have grac

27/11/2023

Hidup adalah perjalanan yang penuh dengan tantangan dan masalah yang datang silih berganti. Tidak ada yang bisa menghindari atau menghindarinya. Namun, bagaimana kita menghadapi dan menjalani hidup dengan penuh masalah adalah yang membuat perbedaan.

Pertama, penting untuk diingat bahwa masalah adalah bagian alami dari kehidupan. Tidak ada yang sempurna, dan setiap orang menghadapi rintangan dan kesulitan dalam berbagai bentuk. Jadi, jangan terlalu terkejut atau terpuruk ketika masalah datang. Lihatlah masalah sebagai peluang untuk tumbuh dan belajar.

Kedua, jangan biarkan masalah mengendalikan hidup Anda. Alih-alih merasa terjebak atau putus asa, cobalah untuk menghadapi masalah dengan kepala tegak dan sikap positif. Tetaplah tenang dan berfokus pada solusi daripada terjebak dalam kekhawatiran dan keluhan. Ingatlah bahwa setiap masalah memiliki solusi, meskipun mungkin tidak selalu mudah atau langsung terlihat.

Ketiga, jangan ragu untuk mencari bantuan dan dukungan. Terkadang, masalah yang kita hadapi terlalu besar untuk ditangani sendiri. Jangan takut untuk meminta bantuan dari orang-orang terdekat, teman, atau profesional yang dapat memberikan perspektif baru atau saran yang berharga. Bersama-sama, kita dapat mengatasi masalah dengan lebih baik.

Keempat, jangan lupa untuk merawat diri sendiri. Ketika hidup penuh dengan masalah, mudah untuk melupakan kebutuhan dan kesejahteraan pribadi. Tetapi penting untuk menjaga keseimbangan dan mengisi kembali energi kita. Temukan waktu untuk melakukan hal-hal yang Anda nikmati, seperti olahraga, meditasi, membaca, atau menghabiskan waktu dengan orang-orang yang Anda cintai. Ini akan membantu Anda menghadapi masalah dengan lebih baik.

Terakhir, ingatlah bahwa masalah adalah kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Setiap masalah yang kita hadapi memberi kita pelajaran berharga dan memperkuat karakter kita. Jadi, jangan takut atau putus asa ketika masalah datang. Lihatlah mereka sebagai bagian dari perjalanan hidup yang menantang, tetapi juga penuh dengan potensi dan kesempatan untuk menjadi lebih baik.

22/09/2021

MENEMUKAN ARUS

Yohanes 7:32-44

NATS: Siapa saja yang percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup (Yohanes 7:38)

Apakah yang dapat merusak pelayanan baik sebuah gereja? Cukup seseorang yang haus kekuasaan.

Salah seorang pendeta yang pernah menjadi teman saya semasa kuliah, mengirimkan surat kepada saya dan menceritakan tentang gangguan yang terjadi di gerejanya. Orang-orang di gerejanya telah beriman kepada Kristus, dan jumlah jemaatnya berkembang menjadi empat kali lipat. Anggota-anggota gereja aktif melayani di gereja dan masyarakat.

Namun kemudian, seseorang yang duduk di posisi kepemimpinan mulai merasa iri dengan pengaruh sang pendeta. Karena ia merasa patut memperoleh kekuasaan lebih, maka mulailah ia menjelek-jelekkan sang pendeta. Ia berharap hal ini dapat meningkatkan kualitasnya. Ia tidak peduli tindakannya berpengaruh negatif terhadap karya Tuhan; ia hanya menginginkan kekuasaan dan pengakuan. Ia memicu kekacauan yang menyebabkan teman saya akhirnya mengundurkan diri.

Apabila kita melayani Kristus, kita tidak punya hak untuk mencari kekuasaan. Kita tidak berhak memperoleh gengsi. Kita tidak memiliki alasan untuk mencari peningkatan harga diri dan pengakuan. Betapa lebih baik jika kita melayani dengan diam-diam di belakang, sambil mengingat Yesus, teladan kita yang "datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani" (Matius 20:28).

Apakah Anda seorang pendeta? Pengajar? Diaken? Misionaris? Anggota gereja? Jika Anda mencari kekuasaan, Anda barangkali akan mendapatkannya. Akan tetapi, kekuasaan yang Anda dapatkan itu akan menjadi kekuasaan yang merusak pelayanan baik dari gereja Anda.

KITA KEHILANGAN PERKENAN TUHAN

APABILA MENCARI PUJIAN MANUSIA.

Shalom selamat pagi
Tuhan Yesus Memberkati 🙏

24/07/2021

DISIPLIN DIRI

Bacaan: Titus 1:1-9
NATS: Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya (Amsal 25:28)

Sebuah peribahasa lama berbunyi demikian: "Lain waktu jika Anda menginginkan kue, makanlah wortel." Peribahasa itu dapat menjadi nasihat yang baik bagi orang yang menjalani diet. Namun, orang-orang yang menyusun peribahasa ini mungkin hendak berbicara kepada kita. Dengan mendisiplinkan keinginan kita saat tidak ada prinsip moral yang sedang dipertaruhkan, sebenarnya kita sedang mempersiapkan diri jika kelak menghadapi godaan dosa.

Disiplin semacam inilah yang dimaksudkan oleh Paulus ketika ia memakai istilah penguasaan diri dalam daftar persyaratannya bagi pemimpin gereja (Titus 1:8). Kita perlu diingatkan tentang hal ini di zaman sekarang. Banyak orang mengira mereka dapat hidup secara tidak bermoral saat ini dan menghentikan ketidakbermoralan itu sekehendak hati mereka. Karena tidak memikirkan kekuatan dosa yang mampu membuat orang ketagihan, mereka mendapati bahwa hidup dengan tujuan baik itu jauh lebih sulit daripada yang diperkirakan.

Amsal 25:28 menyatakan bahwa apabila kita tidak dapat mengendalikan diri, maka kita akan menjadi tidak berdaya seperti kota yang roboh temboknya. Disiplin diri yang terus-menerus dilakukan akan dapat membangun sistem pertahanan rohani dalam melawan kekuatan jahat.

Tatkala mendisiplinkan diri untuk mengekang hasrat-hasrat kita pada umumnya, berarti kita menjalankan kebiasaan hidup yang baik dan mempraktikkan realitas perkataan Paulus dalam Roma 6:18, "Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran"

UNTUK DAPAT MENGENDALIKAN DIRI
SERAHKAH SELURUH HIDUPMU KEPADA TUHAN YESUS.

Shalom Guys Tuhan memberkati kita semua 🙏

15/07/2021

UMAT-KU

Bacaan: 1Petrus 2:1-10
NATS: [Kami] sekarang telah menjadi umat-Nya (1Petrus 2:10)

Seorang gadis kecil dihukum karena berperilaku buruk. Orangtuanya kemudian menyuruh dia untuk menyantap makan malamnya seorang diri di pojok ruangan. Mereka tidak memedulikan gadis kecil itu sampai mendengar ia memanjatkan doa yang dikutip dari Mazmur 23, "Terima kasih, ya Tuhan, karena Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku."

Kisah di atas memang lucu. Akan tetapi, keluarga kita sendiri memang kadang kala dapat menjadi seperti musuh tatkala perilaku mereka tidak sesuai dengan apa yang kita kehendaki. Bahkan keluarga seiman kita di gereja kadang-kadang juga dapat mengecewakan kita. Namun dengan mengubah fokus diri kita, maka kita akan dapat belajar mengesampingkan pemikiran yang naif bahwa orang lain akan senantiasa memenuhi pengharapan kita yang tinggi.

Daripada memusatkan pengharapan kepada sesama, kita dapat menemukan pengharapan di dalam kebenaran bahwa kita adalah salah seorang anak Tuhan dengan meletakkan iman kepada Yesus (1Petrus 2:10). Dia telah memilih kita dan menjadikan kita "umat kepunyaan_NYA sendiri" (ayat 9). Tuhan telah membawa kita masuk ke dalam keluarga-Nya, dan kita dapat merasa yakin bahwa persekutuan kita dengan-NYA takkan pernah dapat diputuskan. Dia tidak akan memperlakukan kita sebagai musuh.

Ketika orang lain mengecewakan Anda, janganlah berkecil hati. Ubahlah fokus perhatian Anda dan ingatkan diri sendiri bahwa Anda yang telah mengimani Yesus adalah seorang anak Bapa di Surga -- yang dihargai dan dipelihara oleh-NYA

TATKALA ORANG LAIN MENGECEWAKAN ANDA
PANDANGLAH KE ATAS

Shalom met pagi
Tuhan Yesus memberkati 🙏

Want your place of worship to be the top-listed Place Of Worship in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Tanjung Priok Jakarta Utara
Jakarta
14320