DLight Institute

DLight Institute

Share

Be D*Light for Awareness and Enlightenment Sang waktu dalam semesta dan Pencipta ruang dan waktu sendiri yang membuat kita bisa bertemu dalam wadah ini. Betul?

15/11/2020

TEMUKAN MAKNA HIDUPMU DENGAN BANTUAN LOGOTERAPI CIPTAAN VIKTOR FRANKL

Apa yang membuat hidup ini jadi bermakna? Apa yang membuat orang-orang yang berada di tengah momen-momen penderitaan, masa-masa sulit, dan malam-malam kehidupan yang kelam tetap berjuang untuk melewatinya?

Pencarian jawaban akan pertanyaan “Apa makna dari hidup ini?” sudah diajukan semenjak manusia ada di planet bumi ini. Menemukan makna dari hidupnya boleh jadi adalah yang menjadi motivasi utama seseorang dalam menjalani hidupnya. Dan konsep ini menjadi dasar bagi “Logoterapi.”

Definisi dari Logoterapi

Logoterapi kerap disebut-sebut sebagai “the Third Viennese School of Psychoterapy” yang terbentuk sekitar tahun 1930-an sebagai respons dari psikoanalisa dari Freud dan penekanan pada kekuasaan dalam masyarakat dari Adler. Tapi Logoterapi lebih dari sekadar “terapi”. Ini adalah falsafah bagi orang-orang yang tersesat dalam artian rohani, pendidikan bagi orang-orang yang mengalami kebingungan dan kegalauan, serta menawarkan dukungan untuk menghadapi penderitaan dan kesembuhan bagi orang-orang sakit (Guttman, 2008).

Logoterapi memeriksa aspek fisik, psikologis dan spiritual dari manusia, dan ini dapat dilihat dari ekspresi dari cara seorang individu berfungsi. Kerap dipandang sebagai aliran berpikir humanistik-eksistensial, namun juga dapat digunakan berbarengan dengan terapi-terapi kontemporer (McMullin, 2000).

Bertentangan dengan keinginan untuk mengalami kenikmatan (will to pleasure) menurut Freud dan keinginan untuk berkuasa (will to power) menurut Alder, Logoterapi didasarkan pada gagasan bahwa manusia didorong oleh keinginan untuk menemukan makna (will to meaning), atau hasrat untuk menemukan makna dan tujuan dalam kehidupan (Amelis & Dattilio, 2013).

Sebagai manusia, kita kerap berespons terhadap situasi dalam dua dimensi berfungsi (fisik/psikologis) dengan respons-respons otomatis yang terkondisi. Contohnya, self-talk negatif, tindakan-tindakan irasional, ledakan-ledakan amarah dan perasaan-perasaan negatif.

Hewan juga berfungsi dalam dua dimensi ini. Dimensi ketiga dalam berfungsi inilah yang membedakan manusia dari hewan dan tumbuhan. Inilah keindahan Logoterapi.

Meski manusia dapat bertahan hidup seperti layaknya hewan yang hidup dalam dua dimensi di atas (memuaskan kebutuhan fisik dan berpikir), Logoterapi menawarkan keterhubungan yang lebih mendalam dengan jiwa dan kesempatan untuk mengeksplor apa yang menjadikan kita unik sebagai manusia.

Dimensi spiritual adalah dimensi makna. Dalil-dalil dasar dari Logoterapi adalah:
• Kehidupan manusia itu memiliki makna
• Manusia rindu untuk mengalami penghayatan akan makna hidupnya, dan
• Manusia punya potensi untuk mengalami makna dalam setiap situasi hidup (Schulenberg, 2003).

Siapa itu Viktor Frankl?

Viktor E. Frankl adalah seorang profesor di bidang neurologi dan psikiatri di University of Vienna Medical School.
Psikiater dan neurolog asal Austria ini lahir pada 26 Maret 1905 dan dikenal lewat buku memoar psikologi berjudul Man’s Search for Meaning dan sebagai bapak dari Logoterapi.
Ia menulis empat puluh buah buku yang telah diterjemahkan ke dalam limapuluh bahasa, yang menunjukkan bahwa cinta, kebebasan, makna dan tanggung jawab dapat melampaui ras, kultur, agama dan benua.

Memoarnya yang terkenal diawali dengan paparan tentang pengalaman pribadi di kamp konsentrasi Auschwitz yang mengerikan. Periode tiga tahun yang dihabiskan di kamp konsentrasi itu menjadi lebih dari sekadar kisah tentang bertahan hidup. Frankl mencerminkan definisi jaman kini dari “ketahanan”.
Ia merenungkan tentang pencarian akan makna, kekuatan cinta yang transendental (melampaui), menemukan humor, dan menemukan keberanian saat berhadapan dengan kesulitan. Dalam situasi-situasi terburuk yang dapat dibayangkan, Frankl berpegang pada keyakinan bahwa kebebasan paling utama adalah kemampuan seorang individu untuk menentukan sikapnya.

Teori Viktor Frankl

Frankl memandang Logoterapi sebagai cara untuk meningkatkan terapi-terapi yang ada saat itu lewat memberi penekanan pada “dimensi makna” atau dimensi spiritual dari manusia. Tiga konsep filosofis dan psikologis yang membentuk Logoterapi ciptaan Frankl adalah: kehendak bebas (freedom of will), kehendak/keinginan untuk bermakna (will to meaning), dan makna dalam kehidupan (meaning of life) (Batthyany, 2019).

Kehendak bebas (freedom of will), menegaskan bahwa manusia bebas untuk memutuskan dan mengambil posisi/sikap terhadap kondisi internal dan eksternal. Kebebasan dalam konteks ini diartikan sebagai ruang untuk seseorang membentuk hidupnya sendiri di dalam batas-batas kemungkinan-kemungkinan tertentu. Ini memberi ruang pada klien untuk otonomi saat menghadapi penyakit psiklogis atau somatik. Intinya, kita bebas untuk menentukan respons kita dalam situasi apa pun.

Kehendak/keinginan untuk bermakna (will to meaning), menyatakan bahwa manusia tidak hanya bebas namun juga bebas untuk mencapai sasaran/tujuan dalam hidupnya. Rasa frustrasi, agresi, adiksi, depresi dan tendensi bunuh diri akan meningkat saat seorang individu tak dapat menyadari “kehendak/keinginannya untuk bermakna.” Sebagai manusia, motif utama kita adalah untuk mencari makna dan tujuan dalam hidup kita. Kita sanggup mengatasi kesenangan/kenikmatan dan menahan penderitaan demi sebuah perkara/tujuan yang bermakna.

Makna dalam kehidupan (meaning in life), dilandasi oleh gagasan bahwa makna adalah suatu realita obyektif ketimbang ilusi semata atau persepsi pribadi. Manusia memiliki baik kebebasan maupun tanggung jawab untuk memunculkan/mengeluarkan diri terbaik mereka lewat menyadari makna dalam momen/saat dalam setiap situasi.

Dapatkah kita menemukan makna dalam setiap situasi, bahkan juga dalam penderitaan yang tak dapat dielakkan? Kita dapat menemukan makna dalam hidup lewat kepingan-kepingan informasi kreatif (creative clues), nilai-nilai yang melibatkan pengalaman langsung (experiential values) dan nilai-nilai sikap (attitudinal values) (Lewis, 2011).

Hasil-hasil empiris & riset

Logoterapi memiliki aplikasi praktis dari setiap dimensi seorang individu (ontologi tiga dimensi). Dalam konteks ilmu psikologi, Logoterapi menggunakan teknik-teknik tertentu berupa inteksi paradoksal (paradoxical intention) dan derefleksi (dereflection) untuk menangani masalah kegelisahan, gangguan kompulsif, obsesi dan fobia.

Dalam konteks ilmu psikologi, Logoterapi adalah sebuah cara efektif untuk menangani penderitaan dan derita fisik serta rasa kehilangan. Dalam konteks spiritual, Logoterapi dapat menunjukkan bahwa kehidupan punya makna dan tujuan, dimana ini terlihat pada orang-orang yang menderita kekosongan eksistensial “existential vaccum” yang berwujud dalam rasa bosan, apati, kekosongan/kehampaan jiwa, dan depresi (Frankl, 2006).

1. PTSD & Stres Akut

Salah satu penerapan Logoterapi yang paling efektif adalah kemampuannya untuk memberdayakan individu, membebaskan mereka dari simptom-simptom mereka, dan meningkatkan kapasitas mereka untuk proaktif

Karena Logoterapi dibangun di saat permulaan penderitaan, maka ini adalah terapi alami untuk penanganan pengalaman-pengalaman traumatis. Logoterapi adalah pengobatan yang sangat bermanfaat bagi individu-individu yang mengalami Gangguan Stres Akut (Acute Stress Disorder) PTSD.

Dalam banyak kasus penanganan pasien dengan PTSD yang berhubungan dengan pengalaman dalam kancah peperangan, latihan-latihan Logoterapi yang memberi penekanan pada pembentukan makna, mengarah pada penurunan signifikan pada gejala-gejala stres, kegelisahan dan depresi (Schiraldi, 2000). Riset tentang efektivitas Logoterapi untuk mengobati PTSD semakin ditegaskan lewat riset kualitatif dan studi kasus.

2. Penanganan obat dan alkohol

Ada kesamaan/paralel yang jelas antara elemen spiritual dalam Alkoholics Anonymous (AA) dan konsep menemukan makna pribadi dalam Logoterapi.

Frankl membahas agresi, depresi dan adiksi terjadi saat individu mengalami kekosongan eksistential (existential vacuum) (Frankl, 2006). Kekosongan ini mengarah pada pelanggaran norma-norma sosial, gejala-gejala stres dan adiksi.

Penanganan bagi kekosongan ini, adalah tentu saja menuntun klien untuk menemukan kebebasan untuk memilih, kehendak/keinginan menemukan makna serta tanggung jawab untuk menjalani hidup dengan tujuan (Hutzell, 1990).

Logoterapi efektif untuk mengurangi keinginan berlebih untuk minuman keras dan banyaknya konsumsi minuman keras. Selain itu, Logoterapi telah berhasil meningkatkan makna hidup dan kesehatan mental di kalangan istri para peminum (Cho, 2008).

Frankl mengajukan argumen bahwa saat individu dapat bersentuhan dengan kebebasan, tanggung jawab, dan tujuan hidup, maka tak ada lagi kebutuhan atau keinginan akan bahan pengubah pikiran (mind-altering substances), seperti minuman keras atau obat terlarang.

3. Kegelisahan dan depresi

Logoterapi efektif digunakan untuk pengobatan depresi dan kegelisahan. Ada satu penelitian yang secara khusus melihat pengaruhnya pada depresi dan stres di kalangan pasien kanker serviks (Soetrisno & Moewardi, 2017).

Para peneliti mengukur tingkat kortisol (hormon stres) menggunakan Beck Depression Inventory (BDI) pada dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 15 pasien. Satu kelompok menerima penanganan Logoterapi selama totalnya enam minggu (sesi 45 menit per minggu), dan kelompok kontrol menerima penanganan standar untuk kanker.

Setelah enam minggu terjadi penurunan skor yang signifikan pada BDI dan tingkat kortisol bagi kelompok yang mendapat penanganan, sedangkan kelompok kontrol tak mengalami penurunan (Soetrisno, Moewardi, 2017). Maka, dapat ditarik kesimp**an bahwa peningkatan dalam makna hidup bagi para pasien kanker menurunkan tingkat stres dan depresi

Logoterapi juga berhasil mengurangi tingkat penderitaan dan meningkatkan makna hidup pada kelompok pasien kanker usia remaja saat dibandingkan dengan kelompok kontrol (Kang, Im, Kim, Mi-Kyung, & Songyong, 2009).

Demikian p**a, sesi Logoterapi berdurasi dua jam pada kelompok yang terdiri dari 22 orang pasien kanker payudara telah menurunkan skor BDI secara signifikan (Hagigi, Khodaei, dan Sharifzadeh, 2012). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Logoterapi adalah penanganan yang bermanfaat bagi pasien yang sedang bergulat dengan kanker atau penyakit-penyakit berat lainnya.

Salah satu quote Frankl yang paling terkenal, “Tidak begitu penting apa yang kita harapkan dari kehidupan, namun yang lebih penting adalah apa yang diharapkan oleh kehidupan dari kita” (Frankl, 1986).

“Makna hidup itu ditemukan, bukan diciptakan” (Frankl).

Quote lain yang terkait erat, “Dia yang punya alasan untuk hidup sanggup menanggung hampir semua bagaimana cara menjalani hidupnya.” (Nietzsche).

Pesan penutup

Mungkin, pertanyaan “apa makna dari kehidupan?” bukanlah sebuah pertanyaan yang tepat bagi kita. Mengajukan pertanyaan ini seolah lebih mengarah pada gejalanya, dan bukan pada masalahnya. Jika kita terus berupaya untuk menemukan makna hidup kita, baik lewat pengalaman-pengalaman baik atau buruk, kita akan mengalami kelepasan dari masalah eksistensial dan mengalami peningkatan dalam hal ketahanan dan kesejahteraan.

Saat kita telah menemukan sumber-sumber makna dan mempertalikan itu dengan nilai-nilai dan kekuatan-kekuatan diri kita, ini akan mengarah pada kebahagiaan mendalam dan kehidupan penuh makna.

"Be D*Light for Awareness & Enlightenment"

D*Light Institute – House of D*Light
Tomang, Jakarta Barat

To inspire, educate and entertain…

Alih bahasa: Boni Sindyarta
Sumber: Logotherapy: Viktor Frankl’s Theory of Meaning by Melissa Madeson, Ph.D.

Image by Keegan Houser via Unsplash

08/11/2020

Krishna kepada Sang Kekasih
film antv terbaru: Radha Krishna

Kebenaran akan membebaskanmu kata sang bijak. Namun jika kamu tidak memiliki keyakinan dalam hatimu maka kebenaran itu tak akan pernah kau temukan. Selama dirimu masih diselimuti awan gelap kemarahan, kamu hanya akan membuat dirimu membenci dan melukai diri sendiri.

Betapa sedihnya hatiku bila kau masih dikuasai kemarahan semacam itu. Apa sebenarnya yang terjadi dengan dirimu, hanya kau sendirilah yang lebih tahu.

Hanya kuminta sadarilah segala kemarahanmu itu sampai dasar tergelapnya, ikatlah dia di sana dengan cintamu yang kuat supaya dia menjadikan dirimu kembali tenang dan siap untuk dibebaskan oleh kebenaran itu sendiri. Sebuah kebenaran bahwa cinta itu lebih kuat daripada benci.

Kebenaran itu sungguh dibuktikan oleh cinta itu sendiri, siap berkorban demi kebahagiaan sejati dari yang tercinta. Tak sampai hati menyaksikan kemarahan dan kebencian menguasai sang kecintaan.

By SteRegk

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


DLight Cafe Jalan Mandala Raya 20 ABC Tomang
Jakarta
11440