Politik Kediri Raya

Politik Kediri Raya

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Politik Kediri Raya, Kediri.

11/12/2017

ISU VIRAL ! SEBARKAN ! INILAH 2 BAKAL CALON BUPATI KEDIRI, NOMER 2 BIKIN KAMU KAGET !

Pilkada di Kabupaten Kediri memang masih lama, karena tidak bersamaan dengan pilkada serentak tahun 2018 ini. Namun bagi mereka yang ingin menabung modal politik, sudah bermanuver sejak dini. Santer terdengar kabar bahwa 2 sosok inilah yang akan bertempur di gelanggang GUMUL.. wwkwkwk

Siapa saja mereka ? Yuukk kita simak,,,

1. EGGY ADITYAWAN

Sesosok pemuda sederhana yang aktivitasnya sehari-harinya sebagai pengusaha. Menjabat sebagai Ketua Bidang Ekonomi Kreatif di HIPMI Kab. Kediri dan GP Anshor Kab. Kediri. Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, Mas Eggy sering menghadiri pengajian-pengajian yang ada di area Kediri. Memiliki minat di bidang kewirausahaan. Orangnya ramah dan santun. Beredar kabar kalau Mas Eggy sering bersilaturahmi ke pondok pesantren yang ada di Kabupaten Kediri untuk menimba ilmu agama dan berbagi pengalaman dalam dunia bisnis. Mungkin saatnya Kabupaten Kediri dipimpin oleh anak muda ?

2. SUNARWAN

Nama ini mungkin masih asing di telinga anda. Namun bagi masyarakat Kabupaten Kediri dan netizen yang memiliki banyak follower pasti tidak asing. Dikenal dekat dengan beberapa pejabat penting karena beliau aktif sebagai pengusaha UMKM. Tercatat beberapa media nasional pernah meliput SUNARWAN atas prestasinya. Menurut kabar dari Mr. X, Sunarwan memiliki hasrat untuk maju dalam pilkada Kabupaten Kediri nanti. Namanya memang cukup terkenal karena ia merupakan salah satu tokoh masyarakat di Sumber Podang

Kalau kamu, pilih nomor berapa ? Nomor 1 atau nomor 2 ? Jawab di kolom komentar yaa !

KEDIRI : KEPALA DINAS PU KORUPSI DITAHAN 11/12/2017

Senjata Menjelang Pilkada

KEDIRI : KEPALA DINAS PU KORUPSI DITAHAN PENAHANAN INI DILAKUKAN TERKAIT KASUS KORUPSI YANG DILAKUKAN KEDUA TERSANGKA ATAS PEMBANGUNAN JEMBATAN BRAWIJAYA KOTA KEDIRI TAHUN 2010-2013

Oops! - Tempo.co 11/12/2017

Politik Dinasti, Bupati Kediri : Tidak Semua Keluarga Bisa

TEMPO.CO, Kediri - Bupati Kediri Haryanti Sutrisno menolak dituduh mempraktekkan politik dinasti di pemerintahan Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dia mengklaim seluruh proses pemilihan terhadap anggota keluarganya dilakukan secara demokratis.

Saat dicegat setelah mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum, Selasa, 28 Juli 2015, ibu bupati ini membendung semua pertanyaan seputar tudingan politik dinasti keluarganya itu dengan tenang. Dia mengatakan terpilihnya dia menjadi Bupati Kediri meneruskan kepemimpinan suaminya sudah melalui proses yang demokratis.

“Saya ini dipilih, bukan ditunjuk,” ucap perempuan yang berprofesi sebagai dokter umum ini, Selasa, 28 Juli 2015.

Hal mendasar yang membedakan politik dinasti dan politik demokrasi, menurut Haryanti, adalah pada proses pemilihannya. Politik dinasti, menurut persepsi dia, adalah sebuah pemerintahan yang berbentuk kerajaan, yang status kepemimpinannya ditunjuk oleh orang yang lebih berkuasa.

Sedangkan proses pemilihan kepala daerah yang dia lalui merupakan proses pemilihan langsung oleh masyarakat Kediri. “Tidak semua keluarga bisa jadi,” ucapnya.

Untuk pencalonannya kembali di periode 2015-2020, Haryanti mengaku semata-mata ingin meneruskan program kerjanya selama lima tahun terakhir. Dia juga berjanji akan mengikuti seluruh tahapan pemilihan yang ditentukan KPU hingga proses pemilihan mendatang.

Kepemimpinan Bupati Haryanti di Kediri kerap disorot kelompok masyarakat antikorupsi dan pengamat politik sebagai sebuah dinasti. Bagaimana tidak, keluarga Haryanti telah berkuasa di kabupaten ini sejak 15 tahun lalu, dan diprediksi masih akan langgeng hingga lima tahun ke depan dalam pemilihan kepala daerah serentak tahun ini.

Sutrisno, suami Haryanti yang kini menduduki kursi Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Kediri adalah Bupati Kediri periode 2000-2005 dan 2005-2010. Setelah tak lagi bisa mencalonkan diri, dia mengajukan Haryanti sebagai penggantinya. Tak tanggung-tanggung, pemilihan kepala daerah itu diikuti p**a istri keduanya, Nurlaila, melalui partai berbeda. Hasilnya, Haryanti terpilih menjadi Bupati Kediri periode 2010-2015.

Para era kepemimpinannya ini p**a, adik ipar Haryanti, Sulkani, terpilih menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kediri. Bak gayung bersambut, Sulkani juga memperistri adik Wali Kota Kediri Abdullah Abubakar.

Di luar pemerintahan, Haryanti memiliki akses komunikasi di kalangan pengusaha. Ini lantaran menantunya, Rachmadi Yogiantoro, menjabat Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kediri. Dia ikut hadir dalam pencalonan kembali Haryanti, Selasa, 28 Juli 2015.

HARI TRI WASONO

Sumber : https://nasional.tempo.co/…/politik-dinasti-bupati-kediri-t…

Sumber gambar : detik.com

Oops! - Tempo.co

Photos from Politik Kediri Raya's post 01/11/2017

Tim Ekspedisi Kediri Lagi Episode 3 “Penjelajah Tertua dan Termuda”

Ternyata usia tidak menjadi halangan bagi siapa saja yang ingin mengikuti hiking menjelajah alas perawan di Daerah Besuki Kecamatan Mojo, masuk hutan menuju Alas Puspo dan Goa Jepang menurut Bahasa peta diyakini goa tersebut sebagai goa perlindungan tentara Jepang, jarak tempuh dari tikungan jembatan jomlo masuk hutan sekitar 12 km.

Penjelajah Tertua Drs.H.Masykuri,MM dengan usia 60 tahun (abah Masykuri) sebagai pemimpin rombongan Tim Ekspedisi Kediri Lagi di antara 40 peserta hiking jelajah puncak wilis ada tim permuda dengan usia yang masih belia 5 tahun biasa dipanggil Vallen, dengan tidak ada kata menyerah, capek, atau takut terus berjalan dan berjalan kadang juga si kecil ini lari melewati peserta lainnya.(28-29/10)

Tangguh itulah kata yang pantas buat Abah kita yang satu ini dalam menjelajah puncak Wilis, bila dilihat dari usia beliau dan melihat medannya yang penuh dengan tantangan uji adrenalin harus selalu konsentrasi karena perjalanan naik turun lembah dan menyisiri lereng pegunungan bisa kita lihat di kanan dan kiri terdapat jurang yang cukup dalam.

Dengan penuh senyuman walaupun terlihat juga kelelahan untuk mengatur nafas Abah Masykuri selalu memberi semangat kepada siapa saja dan juga menggunakan HT untuk mengontrol peserta lain yang masih tertinggal, apalagi melihat kami berbagi menghargai setetes air untuk membasahi tenggorokan dengan senda gurauan, membuat semua rasa lelah hilang.

Si Kecil Via Valen eee Valen lewat ini yang selalu memberikan peringatan kepada semua peserta sambil jalan selalu memberikan aba-aba omm awas omm di depan licin, atau omm awas omm hati hati jalannya menurun, gemas juga kagum dengan si kecil Valen yang sudah terbiasa dengan alam pegunungan yang begitu menantang, terjal dan curam.

Sedikit kita cerita apa itu goa jepang atau goa perlindungan tentara Jepang, sebelum terjadinya Perang Dunia Ke Dua sekitar tahun 1935 Tentara Jepang sudah menjajah Bangsa Indonesia, begitu juga di Kabupaten Kediri, Tentara Jepang membuat Goa pertahanan di Puncak Gunung Wilis dan ada daerah lapang tepatnya di Lembah Ngebrak bekas lapangan helicopter yang lumayan luasnya perkiraan 100 M2, disinilah nanti akan dijadikan event Jelajah Gunung Wilis menelusuri Goa Jepang dan Alas Puspo.

Menurut Catur salah satu pemandu Goa Jepang dan Alas Puspo di Puncak Wilis dulu warga Kabupaten Kediri khususnya di Besuki Kecamatan Mojo para nenek moyang kita atau mbah buyut kita juga ikut membawa kayu dan juga besi untuk membuat Buker, tidak bisa kita bayangkan bagaimana nasib para nenek moyang kita saat membawa kayu dan juga besi menuju Puncak Wilis, padahal kita saja yang mengadakan hiking sungguh menguras tenaga dan kelelahan.

Banyak rumor mengatakan bahwa goa pertahanan Jepang ini juga untuk menyimpan sebagian senjata dan harta karun dari hasil rampasan di Kabupaten Kediri, sebelum Tim Ekspedisi Kediri Lagi datang sudah banyak bekas galian di kiri dan kanan goa Jepang, tetapi tidak satupun orang yang bisa menemukan peninggalan Tentara Jepang apa lagi yang berciri khas pedang Samurai banyak sekali yang memburunya.

Alas Puspo kalau melihat pohon-pohon besar menjulang tinggi dan model pohonnyapun lurus seperti Menara, kagum, tapi kesan angker masih terasa, kemungkinan pohon ini untuk mengacak signyal kami juga bisa merasakan saat berada di camp sekitar 500 M dari Alas Purwo, begitu signyal HP muncul hanya sesaat lalu hilang lagi.

Anda penasaran silahkan ikuti event jelajah Goa Jepang dan Alas Puspo tunggu kabar dari kami selanjutnya dan Tim Ekspedisi Kediri Lagi akan terus mengeksplor semua yang ada di Kabupaten Kediri dalam episode yang lain. (Bersambung) (Kominfo,Yrpd,Wk)

01/11/2017

Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno perlihatkan produk UKM Kediri di Ruang Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur, Selasa (31/10). (Foto Agus Setiawan)

Kuala Lumpur, (Antara) - Bupati Pemkab Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno bersama sejumlah pejabat setempat menjajaki pemasaran produk-produk Usaha Kecil Menengah (UKM) Kediri ke Malaysia. "Kita ingin mengetahui peluang pasar produk-produk yang diproduksi oleh UKM kita untuk memperluas jangkauan pemasaran," ujar Haryanti saat ditemui di Ruang Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur, Selasa.

Turut mendampingi bupati Kepala Dinas Perdagangan Pemkab Kediri, Didi Eko, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Dwi Winarno dan Asisten II, Joko Susilo. "Nanti kami akan mencari agen di Malaysia, siapa yang akan menerima produk-produk yang akan kita kirim dari Indonesia. Kami juga akan melihat peluangnya di toko-toko ritel," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut bupati membawa sejumlah sampel produk kecap, sambel pecel, gula semut dan beberapa kripik. "Kami akan lihat pasarnya bagaimana, kemudian cara masuk ke Malaysia bagaimana. Intinya bagaimana produk kita bisa masuk di Malaysia dan bisa diterima," ujarnya.

Haryanti mengatakan segmentasi pasar yang ingin diraih tidak hanya orang Indonesia melainkan siapa saja yang mau beli. "Kami baru pertama kali ke Malaysia. Kami ingin tahu bagaimana sistemnya, kemudian harganya bagaimana, UKM bisa untung lumayan atau tidak," tambahnya.

Dirinya yakin produknya bisa diterima di Malaysia sebagainya respon pembeli saat pihaknya mengikuti pameran.
Tentang pengemasan, dia mengatakan "yang dibawa ke Malaysia sudah bagus dan saya kira standar dalam negeri bisa diterima di luar negeri." Pada kesempatan yang sama Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, Rifah mengatakan pihaknya akan membawa rombongan ke Malaysia's External Trade Development Trade Promotion Agency (MATRADE) untuk melihat langsung produk-produk yang diproduksi oleh UKM Malaysia. "Itu seperti apa kemasan-nya kemudian juga ingin tahu persyaratan produk 'food and beverage' seperti apa. Kemudian kita akan lihat bagaimana pembinaan produk agribisnis yang sudah dilakukan Malaysia.

sumber : https://www.instagram.com/p/Ba6NpDCHl76/?taken-by=dinaskominfo_kedirikab

Want your hotel to be the top-listed Hotel in Kediri?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Website

Address


Kediri
64119