Kabar Visual
Kilas berita visual, sosial, seni, budaya/tradisi, kesehatan, hukum, edukasi, bisnis/ekonomi dan opini.
08/05/2020
Ini Sosok Mbah Minto yang Viral Gegara Video Parodi Gagal Mudik
Video parodi Mbah Minto Syam alias Mbah Minto, 70, seorang nenek asal Selorejo RT 005/RW 017, Krakitan, Bayat mendadak viral di media sosial (medsos) dalam beberapa waktu terakhir. Gara-garanya, Mbah Minto yang hidup sebatang kara itu digandeng seorang Youtuber, Muhammad Sofyan, 30, alias Ucup.
Hubungan antara Mbah Minto dengan Ucup sebatas tetangga dekat. Meski satu kampung, Ucup tinggal di RT lain, yakni di RT 007/RW 017.
Pandemi Covid-19 yang merepotkan sebagian besar penduduk bumi telah memberi inspirasi bagi seorang Ucup. Terlebih, sejak Pemerintah mengeluarkan salah satu jurus andalannya guna memutus mata rantai persebaran virus corona, yakni melarang mudik. Hal ini mengakibatkan warga desa yang merantau di kota tak diperbolehkan pulang ke tanah kelahirannya terlebih dahulu.
Ini Sosok Mbah Minto yang Viral Gegara Video Parodi Gagal Mudik Solopos.com, KLATEN -- Video parodi Mbah Minto Syam alias Mbah Minto, 70, seorang nenek asal Selorejo RT 005/RW 017, Krakitan, Bayat mendadak viral di
30/05/2019
Hoax Terbesar Bukan Menyebar Berita Bohong, tapi Menyembunyikan Kebenaran dari Publik
Surabaya, Swamedium.com — Saat ini Pancasila hanya disebut sambil lalu tapi sudah tidak nyambung dengan konstitusi yg kita pakai saat ini. Juga tidak nyambung dalam praktek berbangsa dan bernegara. Semua cara dihalalkan secara komunistik, sementara kehidupan ekonomi sangat kapitalistik.
Perayaan pertemuan IMF dan WB di Bali Oktober ini dengan biaya nyaris Rp. 1T adalah aksi anti-Pancasila yang paling terang-terangan di tengah ketiadaan dana penanggulangan bencana di Lombok dan di Sulawesi Tengah.
Mengatakan “Saya Pancasila” adalah hoax paling besar. Yang berlaku saat ini adalah UUD2002, bukan UUD1945, karena sudah diamandemen beberapa kali dengan semangat nekolimik.
Mengatakan Islam mengancam Pancasila adalah hoax terbesar kedua. Ini hanya a carefully crafted hoax untuk menyudutkan Islam. Banyak orang lupa, teriakan “Merdeka !” yang pernah dipopulerkan oleh B**g Tomo selalu didahului oleh “Allahu Akbar!”.
Gerakan liar kebohongan ini situasi yang berbahaya. Jika kebohongan dibiarkan merajalela, maka iman apapun diam-diam pergi. Iman mensyaratkan kejujuran. Seorang komunis tulen pun tidak bisa berbohong terus.
Hoax terbesar bukan menyebar berita bohong, tapi menyembunyikan kebenaran dari publik. Jadi yang lebih berbahaya adalah yang tidak dinyatakan secara terbuka di depan publik. Sebuah upaya menyebarkan realitas parsial berkali-kali, sambil menyembunyikan realitas lainnya.
Tapi ada masalah besar saat kita mencoba menghentikan kebohongan yang merajalela ini : masyarakat sudah hampir kehilangan kapasitas berpikir kritis, lalu menerima begitu saja berita apapun yang datang. Kemampuan kritis ini sudah lama dilumpuhkan, justru di sekolah dan kampus. Di sekolah, dan di kampus, murid dan mahasiswa sudah tidak lagi dilatih hidup untuk berpikir bebas, apalagi kritis. Sementara itu dosen sibuk mengejar scopus. Jika tidak terscopus mampus.
SwaMedium | Fakta Berita Fakta SwaMedium, Portal Berita Berdasarkan Fakta.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the establishment
Website
Address
Klaten