Look At History

Look At History

Share

Hail Historia! Look At History merupakan media pendidikan sejarah yang membahas sejarah prasejarah sampai saat ini. kami juga ada di Instagram, Line, dan Youtube

01/07/2021

📌 Hydra, Sosok Ular Naga Berkepala Banyak
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Hail Historia

Mendengar nama Hydra pasti langsung ngebayangin ular naga yang punya kepala banyak. Serem deh 😱

Tapi, apa Historian tau bagaimana kisah dari Hydra ? Mulai dari siapa orang tuanya, hidupnya, sampai matinya.

Kalau begitu mari ikuti kisah yang satu ini 😆

Kisah Hydra tertulis dalam Puisi Theogony karya Hesiod ( 700 SM ).

Dikisahkan bahwa Hydra adalah makhluk berbentuk ular naga air yang berkepala banyak. Tidak dipastikan berapa jumlah kepalanya, ada yang bilang 3, 9, bahkan ratusan. Tapi, yang paling banyak dipercaya adalah 9 kepala. 9 kepala itu terdiri dari 8 kepala biasa dan 1 kepala abadi. Selain itu, Hydra juga memiliki darah yang sangat beracun. Sampai - sampai nafasnya dapat membunuh orang dalam sekejap.

Hydra sendiri adalah anak ketiga dari Typhoon dan Echidna yang merupakan orang tua para monster. Sejak kelahirannya, Hydra diadopsi oleh istri Zeus, Dewi Hera.

Dewi Hera membawa Hydra ke Danau Lerna ( Myloi, Pelopennese, Yunani ). Sang dewi menjadikan danau itu sebagai sarang Hydra, dari sana lah sang monster mendapat julukan 'Hydra Lerna'.

Hera membentuk Hydra menjadi monster yang bengis. Apapun yang terlihat di depan mata Hydra harus dihancurkan dan dijadikan santapan dari sang monster. Hera menyiapkan semua ini hanya untuk melampiaskan rasa sakit hatinya kepada Hercules.

Hydra pun menghabiskan hidupnya di Danau Lerna, Ia tinggal dalam gua di dasar danau. Gua itu dipercaya sebagai gerbang menuju neraka. Oleh sebab itu Hydra juga menjadi penjaga gerbang neraka.

Kehidupan Hydra dihiasi dengan mengganggu penduduk di sekitar Danau Lerna. Setiap penduduk dan hewan ternaknya dimakan oleh Hydra. Hydra juga menyebarkan racunnya di danau sehingga danau menjadi beracun dan tak dapat dikonsumsi oleh penduduk.

Namun, semua kelakuan Hydra harus berakhir saat Hercules menghampirinya untuk menyelesaikan tugas kedua dari 12 tugas mustahil yang harus dijalani oleh Hercules.

Hercules mencoba menantang Hydra dengan memancingnya keluar dari gua. Saat, Hydra keluar Hercules pun langsung memotong kepala - kepala sang monster.

Sayang seribu sayang, kepala Hydra tumbuh kembali. Setiap kepala yang dipotong oleh Hercules tumbuh kembali menjadi 2 kepala baru. Hydra pun semakin kuat, bahkan hampir mengalahkan sang pahlawan Hercules.

Tapi, Hercules berhasil menemukan titik lemah dari Hydra. Ia meminta bantuan keponakannya Iolaus untuk membakar setiap bonggol leher Hydra yang telah dipotong kepalanya. Sekejap saja Hydra menjadi lemah dan kepalanya tak dapat tumbuh lagi.

Melihat hal tersebut, Dewi Hera tidak tinggal diam. Hera yang ingin Hercules gagal akhirnya mengirimkan bantuan kepada Hydra. Seekor kepiting raksasa pun dikirimkan untuk membantu Hydra. Bukannya membantu, kepiting tersebut malah dikalahkan dengan mudahnya oleh Herkules.

Pada akhirnya, Hydra pun mati. Hercules berhasil memotong kepala abadi milik Hydra dengan pedang emas pemberian Dewi Athena. Setelah itu, mengubur kepala tersebut dengan batu besar agar Hydra tak akan hidup lagi.

Selepas itu, Hercules mencelupkan anak panah ke dalam genangan darah beracun Hydra. Anak panah itu nantinya digunakan untuk melawan musuh - musuh Hercules selanjutnya.

Kematian Hydra adalah kabar buruk dan menyedihkan bagi Dewi Hera. Lantas, Hera mengangkat mayat Hydra ke angkasa bersama dengan kepiting raksasa dan menjadikan keduanya sebagai rasi bintang.

Meskipun sudah mati, Hydra tetaplah hidup dalam kisah - kisah yang diceritakan turun - temurun.

Bahkan nama Hydra dijadikan sebagai nama genus hewan air tawar kecil yang berkembang biak dengan cara bertunas dan memiliki regenerasi luar biasa layaknya sang monster.

Jadi seperti itulah, kisah kehidupan monster berkepala banyak, Hydra.

Menurut para Historian Hydra itu bagaimana ?

Sampaikan di kolom komentar yah ! Dan kalian bisa request kisah mitologi yang ingin dibahas untuk senin depan.

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca kisah mitologi kali ini. Saya Arjun pamit undur diri.
__________________________________________

Yuk Ikuti dan jangan lupa share ke teman-teman kalian juga agar dapat belajar sejarah bersama di Look At History. Karena belajar sejarah itu penting!

ℹ️Instagram : https://instagram.com/lookathistory

ℹ️ Facebook : Look at History

🖌️ PENULIS : Arjuna
🖥️ EDITING : Arjuna

_______________________________________
📚 Referensi :

1. Bane, Theresa. 2016. Enyclopedia of Beast and Monster in Myth, Legend, and Folklore. Dalam https://books.google.co.id | Diakses pada 09 Agustus 2020 pukul 00.00
2. Keightley, Thomas. 1854. The Mythology of Ancient Greece and Italy. Dalam https://books.google.co.id | Diakses pada 09 Agustus 2020 pukul 00.25
3. Hard, Robin. 2004. The Routledge Handbook of Greek Mythology : Based on H.J. Rose's Handbook of Greek Mythology. Dalam https://books.google.co.id | Diakses pada 09 Agustus 2020 pukul 01.00

Want your business to be the top-listed Media Company in Malang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address


Malang