Welly Pudihang
Melayani bersama TUHAN fandpage resmi Pdt.Welly Pudihang
16/06/2022
Ketika keadaan menghantam kita ke titik dimana iman kita melemah, itulah saatnya kita membutuhkan teman-teman dalam pelayanan.
Bagi setiap Pekerja GMIM (termasuk Pendeta) berada di ruangan Pembinaan dan Pengembalaan Sinode GMIM adalah suatu "Mimpi buruk" dalam hidupnya. Kami ada di ruangan ini tidak untuk "diadili" melainkan untuk membuka benang kusut melilit jemaat yang kami layani telah berlangsung sekian tahun lamanya sehingga membuat jemaat kehilangan kepercayaan.
Ketenangan dan kesabaran seorang hamba Tuhan yang bernama Pdt Welly Refly Pondaag (yang memang membidangi bidang ini) mampu membuka dan mencairkan arah pembicaraan kami yang mulai "tinggi tensinya". Terima kasih Tuhan Yesus Kristus Pemilik Pelayanan ini , Kau telah mencurahkan hikmatMu atas kami sehingga "benang kusut" itu satu demi satu mulai terurai.
Sebagai Pendeta karena pelayanan ini saya bersedia :
- Dihina, dicaci, diludahi sekalipun ,asalkan
"Benang kusut" yang melilit jemaat terurai
kembali, sehingga kepercayaan jemaat
menjadi pulih kembali.
- Bertekad dengan segenap jiwa dan raga
melayani Tuhan meskipun "beban pelayan
an begitu kuat menekan dan menindih.
Rick Warren berkata: "Kesatuan adalah jiwa persekutuan. Hancurkan kesatuan , maka berarti Anda menarik jantung keluar dari tubuh Kristus. Kesatuan merupakan hakikat, inti, dari betapa Allah ingin agar kita mengalami kehidupan bersama-sama di dalam gerejaNya".
Semoga moment langkah di "ruangan ini", sebagai pemberitahuan "Pesan kuat" untuk kita bersatu kembali menatalayani fungsi dan tanggung jawab gereja bersekutu, bersaksi dan melayani. Mari kita "berjalan bersama". Berjalan bersama bukan berarti sepi dari konflik, sepi dari silang pendapat, sepi dari peluang berbuat salah, sepi dari ucapan bernada arogansi.
Tuhan memberkati GMIM.
"Air Sejuk" dari Semenanjung ini akan tetap terus mengalir seiring dengan "beban pelayanan" yang saya pikul walaupun "beban pelayanan" itu bukan saya buat, namun saya bersedia memanggulnya. Sebab, kata Pdt. DR. A. O. Supit (Mantan Ketua BPMS GMIM) "Beban itu menyenangkan".
Pdt Welly Pudihang
Ketua BPMW GMIM Semenanjung
Melayani Tuhan Ditengah Tantangan
Semakin Dibabat Semakin Merambat.
13/06/2022
Dijumpakan dengan mereka dalam perayaan syukur Hut ke-191 Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen Gereja Masehi Injili di Minahasa (datang dari berbagai tempat di Wilayah Pelayanan GMIM).
Ada 3 kekuatan yang menopang GMIM sehingga GMIM terus bertumbuh dan sebesar sekarang ini. Saya menyebutkannya dengan istilah 3 "Batu dodika" :
1. Alkitab.
Alkitab adalah kekuatan pertama. Alkitab yang terdiri dari PL (39 kitab) dan PB terdiri dari (27 kitab) adalah sumber Pemberitaan GMIM yang tidak pernah berubah sejak diberitakan oleh Riedel dan Schwarz (1831) sampai hari ini.
2. Telogi In Loco (Teologi Local)
Dalam memberitakan Injil tentang Yesus Kristus, GMIM pada dasarnya menghargai Teologi setempat sebagai sebuah kearifan lokal yang dijunjung tinggi untuk mempermudah jangkauan Penginjilan dan Pendidikan. Hal itu dapat ditemui dalam penggunaan Liturgi-liturgi Ibadah. Sebab, Allah yang dipahami oleh suku Minahasa adalah "Opo Wananatas Wailan Wangko". Allah yang dipahami oleh suku Sangir adalah "Oh Mawu Ruata I Ghenggonalangi" (Allah Maha Kuasa Pencipta Langit dan bumi) dan Allah yang dipahami oleh :
1. Bantik .......
2. Gorontalo.....
3. Makasar...
4. Bali....
5. Dstnya...
GMIM bukanlah Gereja Suku, tetapi di GMIM terjadi perjumpaan suku-suku dan ini menjadi keunikan tersendiri (lintas budaya) dan menjadi kekuatan GMIM. Selagi ini dijaga dan dirawat GMIM PASTI akan tetap eksis di tanah pemberian Tuhan ini.
3. Teritorial Kolom
Kolom adalah istilah yang digunakan GMIM sebagai "peta" pelayanan. Diaken dan Penatua Kolom adalah "Benteng GMIM" yang merasakan pertama "kemelut organisasi". Maju mundurnya GMIM ada ditangan mereka. Mereka ini telah teruji, mendedikasikan hidup dan mati mereka buat Kristus yang diberitakan GMIM. Terpujilah Kristus.
Untuk menjaga dan merawat Gereja sebesar GMIM tidaklah mudah. Tetapi fakta telah membuktikan 3 "batu dodika" yang saya sebutkan di atas telah mampu melewati hadangan angin "sakal" yang sewaktu-waktu datang menerpa pelayaran GMIM.
Lantas dimana peran Pendeta dan Guru Agama? Jawabannya (lihat point 2 di atas).
Hanya Roh Kudus yang bisa menciptakan persekutuan yang sesungguhnya di antara orang-orang percaya, namun Dia mengembangkannya dengan pilihan dan komitmen yang kita buat.
Maka saya berkomitmen, bahwa saya akan bertumbuh bersama Tuhan di GerejaNya yaitu Gereja Masehi Injili di Minahasa.
Mana komitmenmu?....
"Dego-dego tua bertuah" lahir karena komitmen untuk menjangkau semua orang. Karena di "dego-dego tua bertuah" "Air Sejuk" Semenanjung diramu sehingga dia dapat menetes, dan tetesannya dapat memancarkan kehidupan sekalipun dia mendapat hadangan.
Pdt Welly Pudihang
Ketua BPMW GMIM Semenanjung
Melayani Tuhan Ditengah Tantangan
Semakin Dibabat Semakin Merambat
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Manado