Call Center 112
LAYANAN NOMER PANGGILAN DARURAT (NPD) CALL CENTER 112 KOTA MATARAM
02/06/2026
Perkuat Sanitasi Inklusif Melalui Workshop GEDSI SPALD-T
Mataram - Melalui workshop ini, Pemerintah Kota Mataram berharap pelaksanaan proyek Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpadu (SPALD-T) atau dikenal juga dengan Citywide Inclusive Sanitation Project (CISP) dapat berjalan lebih inklusif, adil, responsif terhadap dampak sosial, serta memberi manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop dan Pelatihan Gender dan Safeguards dalam proyek SPALD-T yang berlangsung pada 2–4 Juni 2026 di Kota Mataram.
Kegiatan yang difasilitasi National Project Management Consultant untuk Citywide Inclusive Sanitation Project (NPMC CISP) tersebut diikuti oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kota Mataram, camat, lurah, serta perwakilan wilayah penerima manfaat proyek. Workshop ini menjadi bagian penting dalam penguatan implementasi prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) pada pembangunan SPALD-T.
Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri menegaskan bahwa pembangunan sanitasi saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menyentuh aspek kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Pembangunan infrastruktur sanitasi pada saat ini bukan semata-mata membangun jaringan perpipaan, instalasi atau fasilitas fisik lainnya. Lebih dari itu, pembangunan sanitasi adalah upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, kesehatan lingkungan, serta meningkatkan pelayanan dasar,” ungkapnya dalam sambutan.
Ia juga berharap seluruh peserta, khususnya dari wilayah penerima manfaat proyek, dapat mengikuti pelatihan secara optimal hingga selesai agar pemahaman terkait implementasi GEDSI dapat diterapkan secara nyata di lapangan.
“Harapan kami, harapan saya, dan harapan teman-teman semuanya, yang dari kelurahan, dari Kecamatan Sekarbela dan Ampenan, termasuk seluruh pengurus dan pihak terkait, tolong diikuti sampai dengan tuntas,” ujarnya.
Workshop dan pelatihan ini merupakan agenda strategis Kementerian PUPR bersama Asian Development Bank (ADB) untuk memastikan penerapan prinsip kesetaraan gender, perlindungan sosial, disabilitas, dan inklusi sosial dalam pembangunan SPALD-T di Kota Mataram.
Melalui kegiatan tersebut, kapasitas pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan diperkuat agar mampu secara proaktif melibatkan perempuan, kelompok rentan, dan penyandang disabilitas dalam seluruh tahapan proyek, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.
Selain itu, pelatihan juga membahas implementasi safeguards atau perlindungan lingkungan dan sosial serta penyusunan Gender Action Plan agar sesuai dengan standar Asian Development Bank (ADB).
Pelaksanaan proyek SPALD-T CISP di Kota Mataram sendiri melibatkan sinergi lintas instansi, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang memastikan arah kebijakan inklusivitas dan perlindungan sosial berjalan optimal.
Direktur Sanitasi Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI, Prasetyo, mengapresiasi langkah Kota Mataram yang telah menjadi bagian dari upaya nasional dalam meningkatkan akses sanitasi aman melalui pembangunan SPALD-T skala perkotaan.
“Kami mengapresiasi Kota Mataram karena telah menjadi bagian dari tujuan Republik Indonesia untuk meningkatkan akses aman sanitasi melalui kegiatan Sistem Pengelolaan Limbah Domestik Terpusat atau SPALD-T skala perkotaan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan target nasional sektor sanitasi, yakni menurunkan angka buang air besar sembarangan hingga 0 persen serta meningkatkan akses sanitasi aman mencapai 30 persen pada tahun 2029.
Target tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang menegaskan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh layanan pengelolaan air limbah domestik. Selain itu, Peraturan Menteri PUPR Nomor 13 Tahun 2023 juga mendorong peningkatan layanan sanitasi tidak hanya pada akses layak, tetapi harus mencapai akses aman.**(TK-DISKOMINFO)
02/06/2026
Pancasila Bukan Sekadar Warisan Bangsa, tetapi Fondasi Perdamaian Dunia
MATARAM – Di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari konflik geopolitik, krisis kemanusiaan, hingga disrupsi teknologi yang mengubah tatanan kehidupan masyarakat dunia, Pancasila kembali ditegaskan sebagai kompas moral yang menjaga arah perjalanan bangsa Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, saat membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi, dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di Halaman Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (02/06/2026).
Dalam amanatnya, ditegaskan bahwa Pancasila telah membuktikan ketangguhannya sebagai perekat bangsa yang mampu menyatukan keberagaman Indonesia. Dengan lebih dari 17 ribu pulau, ratusan kelompok etnis, bahasa, serta ragam budaya yang dimiliki, Indonesia tetap berdiri kokoh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berkat nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.
“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila juga menjadi jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai turbulensi global,” ujar H. Mohan Roliskana.
Pada peringatan tahun ini, pemerintah mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga memiliki relevansi universal sebagai kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Menurutnya, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dunia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam konteks tersebut, Pancasila menjadi landasan utama pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
“Nilai musyawarah dan mufakat yang menjadi karakter bangsa Indonesia merupakan instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan membantu menghentikan konflik,” lanjutnya.
Komitmen tersebut telah diwujudkan melalui berbagai kontribusi nyata Indonesia di tingkat internasional, mulai dari keterlibatan pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran aktif dalam berbagai upaya mediasi konflik regional, hingga konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan dan penindasan.
Dalam kesempatan itu, generasi muda juga mendapat perhatian khusus sebagai pewaris sekaligus penjaga masa depan bangsa. Mereka diajak untuk tidak sekadar menghafal Pancasila, tetapi menjadikannya sebagai ideologi yang hidup dan tercermin dalam perilaku sehari-hari.
“Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun kemajuan ekonomi dan teknologi harus selalu dibarengi dengan arah moral yang kuat. Karena itu, generasi muda harus menjadikan Pancasila sebagai living ideology, ideologi yang hidup dan terus relevan dalam menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.
Menutup amanatnya, Kepala BPIP mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat luas untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Kepada para menteri dan kepala daerah agar memastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan masyarakat, menjamin hak-hak rakyat kecil, dan tidak membiarkan seorang pun merasa ditinggalkan. Kita juga harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat mengganggu harmoni kehidupan berbangsa,” pungkasnya.
30/05/2026
Rakerda IKAPAS UIN Mataram Perkuat Konsolidasi Alumni untuk Kemajuan Almamater dan Masyarakat
MATARAM – Ikatan Alumni Pascasarjana (IKAPAS) UIN Mataram menegaskan komitmennya memperkuat peran alumni dalam pengembangan almamater dan masyarakat. Ketua IKAPAS UIN Mataram, Wakil Wali Kota Mataram, sekaligus Ketua IKAPAS UIN Mataram, TGH. Mujiburrahman, menekankan bahwa IKAPAS bukan sekadar wadah organisasi alumni, melainkan ikhtiar membangun kesinambungan intelektual, moral, dan sosial antara alumni dan kampus. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Temu Alumni IKAPAS UIN Mataram yang digelar di Ballroom Hotel Lombok Raya, Mataram, Sabtu (30/5/2026).
“Pembentukan IKAPAS bukan sekadar menghadirkan wadah organisasi alumni. Lebih dari itu, ini adalah ikhtiar untuk membangun kesinambungan intelektual, moral, dan sosial antara alumni dengan almamater. Hubungan alumni dengan kampus tidak berhenti ketika wisuda selesai, tetapi justru memasuki fase pengabdian yang lebih luas bagi umat, bangsa, dan masyarakat,” ujarnya.
Menurut TGH. Mujiburrahman, IKAPAS lahir dari kesadaran bahwa jejaring alumni tidak hanya berfungsi sebagai sarana silaturahmi, tetapi juga ruang kolaborasi keilmuan, penguatan profesionalisme, serta kontribusi nyata bagi pengembangan institusi dan kemajuan masyarakat. Karena itu, Rakerda diharapkan menjadi ruang konsolidasi gagasan, penyatuan visi, dan penguatan komitmen pengabdian alumni.
Ia juga mengingatkan bahwa alumni Pascasarjana UIN Mataram memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjaga marwah keilmuan Islam yang moderat, integratif, dan transformatif di tengah berbagai tantangan zaman, mulai dari disrupsi digital, fragmentasi sosial, krisis moral, hingga degradasi etika publik.
“Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, alumni perguruan tinggi Islam harus tampil menjadi penghubung antara ilmu, nilai, dan pengabdian sosial. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton sejarah, tetapi harus menjadi bagian dari solusi yang membawa manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Ke depan, IKAPAS UIN Mataram diharapkan menjadi pusat jejaring intelektual alumni, motor pengembangan sumber daya manusia, ruang penguatan ukhuwah, sekaligus mitra strategis kampus dalam membangun peradaban ilmu yang berakar pada nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.
Menutup sambutannya, TGH. Mujiburrahman menyampaikan pantun yang disambut antusias para peserta.
"Pergi ke taman memetik melati, Melati harum di pagi hari, IKAPAS hadir menyatukan hati,
Mengabdi untuk umat dan juga negeri."
Sementara itu, Ketua Panitia Temu Alumni dan Rakerda IKAPAS UIN Mataram, L. Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa pelaksanaan Rakerda sengaja dirancang lebih fokus dan realistis agar menghasilkan program yang benar-benar dapat diwujudkan.
Menurutnya, setiap bidang diminta menetapkan satu program prioritas yang dapat dilaksanakan secara nyata selama satu tahun ke depan, sehingga hasil Rakerda tidak berhenti sebatas dokumen perencanaan.
“Rakerda ini kami desain sederhana namun terukur. Kami tidak ingin menyusun banyak program yang akhirnya hanya menjadi dokumen. Setiap bidang cukup menetapkan satu kegiatan yang benar-benar bisa dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi alumni maupun almamater,” ujarnya.
Sekretaris IKAPAS UIN Mataram, sekaligus Ketua Baznas NTB tersebut berharap semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap almamater menjadi energi utama dalam menjalankan berbagai program IKAPAS ke depan.
“Kami berharap semangat cinta dan pengabdian kepada almamater menjadi energi utama dalam setiap program IKAPAS. Sebab, eksistensi kita hari ini tidak dapat dipisahkan dari peran UIN Mataram yang telah membentuk dan membimbing perjalanan intelektual kita,” tutupnya.
Melalui Rakerda ini, IKAPAS UIN Mataram diharapkan semakin solid dalam memperkuat jejaring alumni, melahirkan program-program yang berdampak nyata, serta berkontribusi bagi kemajuan almamater, umat, dan masyarakat.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the organization
Telephone
Website
Address
Mataram
83126