GoSumut.com

GoSumut.com

Share

Gudangnya Informasi Sumatera Utara

09/06/2026

Dinilai Cuma Pengalihan Isu Jalan Rusak, Warga Sei Alim Hasak Tolak Bantuan Rp5 Juta dari Bupati Asahan
Penulis: Bayu Sahputra

ASAHAN – Sejumlah masyarakat Desa Sei Alim Hasak, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan, secara tegas menolak bantuan dana sebesar Rp5 juta yang disalurkan oleh Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin. Bantuan yang dialokasikan untuk membeli semen guna menambal jalan kabupaten yang rusak parah itu dinilai bukan solusi konkret, melainkan sekadar upaya pengalihan isu.

Penolakan itu dilontarkan oleh beberapa masyarakat, baik secara langsung maupun obrolan di grup whatsapp Relawan Aksi Protes Jalan Rusak.

Kondisi infrastruktur di kawasan tersebut dilaporkan sudah menahun dalam keadaan rusak berat. Saat musim kemarau, debu tebal pekat mengganggu pernapasan warga. Sebaliknya, saat intensitas hujan tinggi, akses jalan berubah menyerupai kubangan lumpur.

Padahal, jalan ini merupakan urat nadi perekonomian yang menghubungkan tiga kecamatan sekaligus, yaitu: Kecamatan Kisaran Timur (Kelurahan Sentang), Kecamatan Sei Dadap (Desa Sei Dadap III/IV, Desa Sei Alim Hasak, Desa Bahung Sibatu-batu) dan Kecamatan Air Batu (Desa Sijabut Teratai, Desa Danau Sijabut, Desa Juta Ginjang, dan Desa Hessa Air Geting).

Tragisnya, akses jalan yang terbengkalai ini berada tidak jauh dari Kota Kisaran, yang notabene merupakan pusat Pemerintahan Kabupaten Asahan.

Perwakilan warga Desa Sei Alim Hasak, Wahyu Sitorus, Senin (8/6/2026) mempertanyakan urgensi serta transparansi penyaluran bantuan uang tunai tersebut. Hingga saat ini, warga mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pihak yang menerima uang tersebut secara fisik.

"Untuk apa diterima uang itu? Apakah ini upaya untuk menggagalkan aksi protes kami masyarakat? Kami sama sekali tidak setuju jika uang itu diterima dan dipergunakan untuk perbaikan jalan. Baiknya pulangkan saja ke Bupati," cetus Wahyu dengan nada kesal saat diwawancarai media.

Wahyu menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan kabupaten merupakan tanggung jawab penuh Pemerintah Kabupaten Asahan, bukan dibebankan kepada swadaya masyarakat melalui bantuan yang dinilai tidak sebanding dengan tingkat kerusakan jalan.

Sebagai bentuk kekecewaan yang telah memuncak, warga mengancam akan turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa dalam skala yang lebih besar jika Pemerintah Kabupaten Asahan tidak segera melakukan realisasi perbaikan jalan secara permanen.

"Kami akan menggelar aksi besar. Bahkan sampai ribuan orang akan kami kerahkan. Selama ini kami sudah sangat menderita dengan kondisi jalan ini," pungkasnya.

08/06/2026

Pemkab Taput Serahkan 70 Kunci Huntap Dolok Nauli
Penulis: Marimbun Marpaung

TAPUT - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatra Utara menyerahkan 70 kunci Hunian Tetap (Huntap) beserta paket perabotan lengkap kepada warga di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Senin (8/6/2026).

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., bersama Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatra Utara, Mujianto, melakukan serah terima kunci rumah kepada warga penghuni Huntap Dolok Nauli.

Acara yang berlangsung penuh sukacita tersebut turut didampingi Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas PerkimLindup, Kepala Pelaksana BPBD, Kabag Pembangunan, Camat Adian Koting, Kepala Desa Dolok Nauli, para pengurus Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatra Utara, serta puluhan keluarga penerima manfaat.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatra Utara, Mujianto, dalam laporannya menyampaikan pada tahap awal ini sebanyak 70 kepala keluarga (KK) telah resmi menerima kunci rumah beserta kelengkapan fasilitas hunian.

Ia menjelaskan pembangunan fisik Huntap sebanyak 103 unit dibiayai sumbangan keluarga besar Maruarar Sirait, sedangkan Yayasan Buddha Tzu Chi bertindak sebagai pelaksana teknis, pembina, dan pengawas di lapangan sejak awal hingga selesai.

Sementara itu, Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya hunian yang layak bagi masyarakat terdampak bencana.

Ia juga menegaskan keseriusan Pemkab Taput dalam mendukung pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) di lokasi Huntap Dolok Nauli.

Berbagai fasilitas penunjang dipastikan terus dikejar dan dibangun menggunakan APBD Kabupaten Tapanuli Utara, antara lain akses jalan lingkungan, pengamanan kontur lahan, jaringan listrik, dan sistem air bersih.

Selain kesiapan fisik bangunan, warga penerima manfaat juga mendapatkan bantuan isi rumah berupa satu set sofa ruang tamu dan satu set meja makan dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Atas bantuan tersebut, Wakil Bupati atas nama Pemkab Taput menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para donatur.

Menutup arahannya, Wakil Bupati memberikan instruksi khusus kepada masyarakat penghuni Huntap agar mampu membangun tatanan sosial yang harmonis dan kompak.

"Kami meminta seluruh warga di sini untuk saling mengasihi sebagai satu keluarga baru. Jaga keamanan, rawat kebersihan lingkungan secara bergotong royong, dan hindari konflik sosial. Saya minta Camat dan Kepala Desa untuk segera mengoordinasikan pembentukan struktur Kepala Lingkungan (Kepling) atau ketua blok di kompleks perumahan ini agar mempermudah koordinasi kebersihan dan ketertiban tata ruang kompleks sehingga ke depan layak menjadi desa percontohan (role model)," pungkasnya.

08/06/2026

Diisukan Pengolahan Bahan Kimia Tidak Standar, Kepala IPA Delitua Tirtanadi Angkat Bicara
Penulis: SW Nukman

Medan - diisukan pengolahan bahan kimia yang tidak standar serta biaya perawatan bak pemancar dipersoalkan pada salah satu media online, Kepala Instalasi Pengolahan Air (Ka.IPA) Delitua Perumda Tirtanadi Azanil Putra angkat bicara.

"Tube settler setiap clarifier memiliki 16 sel kesemuanya berjalan normal," kata Azanil Putra Ka.IPA Delitua Perumda Tirtanadi ketika dihubungi melalui telepon selularnya Sabtu (6/6/2026).

Dikatakan Azanil adapun kegunaan clarifier itu sendiri adalah untuk menangkap flok - flok ataupun partikel - partikel lumpur yang melayang.

"Jadi gak benar itu bang yang diisukan tidak standar kesemuanya masih berjalan secara normal dan sesuai standar," tegas Azanil Putra.

Dilanjutkan Azanil Putra diakuinya bahwa kondisi tube settler yang ada saat ini diperlukan perawatan ekstra namun masih dapat digunakan serta dilakukan perbaikan secara kontinyu, sehingga seluruh kegiatan pengolahan air di IPA Delitua tetap berjalan normal dengan menggunakan bahan - bahan kimia yang standar, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 2 tahun 2003.

Menurutnya di IPA Delitua kapasitas terpasang produksi 1400 liter/detik, dengan cakupan layanan Cabang Delitua, Cabang Medan Kota, Cabang HM Yamin, Cabang Medan Denai dan Cabang Tuasan.

"Air ini kan dipergunakan untuk hajat hidup orang banyak mana mungkin kami dalam pengelolaannya tidak sesuai standar," tegas Azanil.

Sementara Ka. IPA Sibolangit Subhandi ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan bahwa pengolahan air di IPA Sibolangit seperti pemancar lau kaban sudah terpasang springkel dengan baik yang kegunaannya untuk menangkap oksigen XN untuk menaikkan PH.

"Springkel itu sudah terpasang dengan baik untuk menangkap oksigen XN sehingga PHnya naik," ujar Subhandi.

Selain itu kata Subhandi p**a yang untuk mengalirkan bahan kimia soda ash dan kaporit akan dilakukan penutup p**a serta dibersihkan pada tiap 3 bulan sekali.

Dikatakan Subhandi di IPA Sibolangit pemeriksaan kualitas air menggunakan turbidity meter pada tiap 1 jam sekali.

"Kualitas air di IPA Sibolangit diperiksa menggunakan turbidity meter setiap 1 jam sekali sehingga sesuai Permenkes No 2 tahun 2003," kata Subhandi.

Subhandi memastikan air yang keluar dari IPA Sibolangit pengolahannya sudah sesuai standar sehingga masyarakat tidak perlu ragu dalam menggunakannya.

Want your business to be the top-listed Media Company in Medan?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Komplek Bumi Seroja Blok D No 16, Ring Road Medan
Medan