Smart Parents
Membahas seputar Parenting, pendidikan, buku serta mainan edukasi anak usia dini. Juga berbagi tips, materi beberapa kulwap yg berkaitan dengan itu semua
24/11/2021
Assalamualaikum..
Halo Ayah Bunda, Bagaimana Kabarnya?
Semoga Ayah Bunda dan keluarga sehat selalu yah...
Mengajari anak sholat sejak dini itu sangat baik loh bunda, karena saat sang anak sudah berada di umur yang baligh dia sudah mempunyai bekal dan sudah merasa sholat itu sebagai kewajiban dan tanggung jawabnya dalam agama.
Bunda udah tau belum tips apa aja untuk mengajarkan anak sholat? Yuk simak pembahasan diatas
13/10/2020
Mendisiplinkan Anak Orang Lain, Boleh Atau Tidak?
Sebagai seorang orang tua, kita memang wajib berteman. Kita bisa berteman dengan sesama orang tua, baik di sekolah anak, maupun orang tua lain yang merupakan tetangga kita. Tujuannya agar kita bisa saling support sebagai sesama orang tua.
Namun, bagaimana ya jadinya jika pertemanan sesama Ibu dan orang tua ini akhirnya harus retak karena masalah anak? Misalnya saja saat anak kita dan anak orang lain terlibat berkelahi. Beberapa orang tua mungkin saja memaklumi perkelahian kecil sesama anak ini. Tapi, bagaimana jika perkelahian anak tersebut berubah menjadi lebih berbahaya hingga mengancam keselamatan anak ?
Atau bila ada anak lain yang menjahili anak kita namun dalam taraf yang sudah cukup mengganggu dan berbahaya? Sampai di titik ini, haruskah kita tetap diam ,ataukah kita perlu bertindak sebagai orang tua?
❓Apakah kita perlu ikut mendisiplinkan anak orang lain?
Pertanyaan yang cukup sulit dijawab bukan? Di satu sisi kita merasa perlu menegur dan mendisiplinkan anak orang lain karena sudah membahayakan anak sendiri. Namun, di sisi lain, perasaan tidak enak karena orang tua anak tersebut adalah teman atau sahabat kita membuat kebanyakan orang tua merasa galau.
Michele Boba, EdD, seorang konselor orang tua, dilansir dari parents.com meyakini bahwa setiap orang tua tidak melanggar hak untuk mendisiplinkan anak orang lain, selama tujuannya untuk melindungi anak sendiri. Hanya saja, mendisiplinkan anak orang lain juga ada batasan dan aturan yang perlu diperhatikan.
Beberapa kasus berikut ini, bisa dijadikan sebagai referensi kita Parents!
▪Mengajak Anak-Anak Pergi Bersama
Kita mungkin pernah mengajak anak sendiri dan anak orang lain pergi bersama. Misalnya saja untuk berenang bersama atau untuk ke tempat wisata lainnya. Namun, di tengah perjalanan anak orang lain mulai berperilaku seenaknya, mulai berteriak-teriak, dan bertengkar dengan anak kita.
Apa yang seharusnya dilakukan?
Saat situasi ini kita alami maka tidak masalah mendisiplinkan anak-anak dengan memberinya time-out. Namun kita perlu memberitahu orang tua anak lain mengenai sikap dan perilakunya. Tujuannya untuk memberikan petunjuk pada orang tua lain bahwa apa yang dilakukan anaknya itu kurang baik.
Sebaiknya, kita dan orang tua lain memiliki rencana tambahan setelah mendisiplinkan anak-anak. Siapa tahu mereka akan kembali bertengkar. Dalam hal ini, kedua orang tua perlu berdiskusi dan mengambil keputusan bersama, agar tidak terjadi perselisihan lanjutan terkait masalah itu.
▪Anak Dibully / Perilaku Buruk Saat Main Bersama
Saat anak kita main bersama anak-anak lain, tak jarang terjadi bullying. Tak hanya itu, mungkin saja anak mendapat perlakukan buruk saat bermain bersama.
Biasanya sih masalah berebut mainan. Anak kita mungkin sudah mau berbagi atau bergantian mainannya, namun anak lain justru memanfaatkan untuk main terus menerus dan menolak bergantian.
Apa yang perlu dilakukan?
Saat kita menyadari perilaku seperti ini dihadapi oleh anak, cukup tunjukkan keberadaan kita. Biasanya, perilaku buruk teman saat bermain akan segera berhenti saat mengetahui ada kehadiran orang dewasa. Namun, jika perilaku tersebut masih berlangsung katakan dengan lembut dan tegas “Kami biasanya berbagi permainan dengan anak lain.”.
▪Mendapatkan Perilaku Bossy
Ini bisa terjadi saat playdate. Saat anak bermain dengan temannya, bisa jadi ia mendapatkan perlakuan bossy dari teman. Bisa jadi ada teman yang s**a sekali memerintah dan tidak mau membereskan mainan yang ia sudah gunakan.
Apa yang perlu dilakukan orang tua?
Melihat situasi ini, seringkali orang tua merasa “gemas” dan merasa ingin mendisiplinkan anak tersebut. Namun, sebaiknya dorong anak untuk membersihkan mainan bersama. Salah satu caranya adalah dengan menawarkan reward (penghargaan) apabila teman anak mau membantu membersihkan mainan bersama, ia bisa mendapatkan sticker atau snack.
▪Mengeluarkan Makian / Kata-Kata Kotor
Anak kita mungkin saja terpengaruh mengucapkan kata-kata makian dari teman sekompleks yang bermain bersamanya.
Apa yang perlu dilakukan orang tua?
Katakan pada anak yang berbicara kotor bahwa ia tak seharusnya berkata demikian karena itu tidak sopan dan bisa ditiru oleh anak-anak lain. Segera setelah mereka selesai bermain, jelaskan pada anak kita bahwa kita tidak menggunakan kata-kata tersebut dalam keseharian karena itu bukanlah kata yang indah dan enak didengar.
▪Orang Tua Lain yang Pasif dan Tidak Peduli dengan Perilaku Negatif Anak
Seringkali kita merasa geram saat melihat orang tua lain pasif melihat perilaku anaknya sendiri yang negatif. Saking geramnya, kita ingin sekali langsung mendisiplinkan anak tersebut sekaligus menghakimi orang tuanya. Namun sebaiknya hindari melakukan hal ini ya, Parents!
Apa yang perlu kita lakukan?
Katakan pada orang tua lain bahwa kita perlu bicara dan berdiskusi tentang perilaku anaknya. Kita juga bisa menawarkan bantuan (berupa saran) apabila orang tua lain merasa bingung bagaimana cara mendisiplinkan anak.
▪Anak Digigit / Dipukul Temannya
Suatu hari anak pulang ke rumah dengan luka gigitan atau luka memar akibat dipukul teman. Sebagai orang tua tentu kita merasa marah, karena apa yang sedang terjadi.
Apa yang perlu dilakukan orang tua?
Jika kasus ini terjadi saat di sekolah, maka mintalah bantuan pihak sekolah seperti guru BK atau guru kelas. Jelaskan situasi yang terjadi pada anak, dan mintalah pihak sekolah memperhatikan anak kita saat bermain dengan anak yang mengganggunya di sekolah. Jangan lupa minta pihak sekolah untuk membicarakan hal ini dengan orang tua anak yang menyakiti anak kita. Sebaiknya jangan langsung menghubungi orang tua anak yang yang menyakiti anak kita secara langsung tanpa perantara sekolah, kecuali mereka adalah teman baik kita.
Seperti yang dikatakan oleh Michele Boba, EdD bahwa mendisiplinkan anak orang tua lain memang tidak melanggar hak mereka sebagai orang tua, selama tujuan kita untuk melindungi anak sendiri.
Namun, sebaiknya hindari mengkonfrontasi anak atau orang tua lain mengenai pola asuh hingga kedisiplinan, toh setiap orang tua memiliki cara yang berbeda dalam mengasuh dan mendidik anak.
Hal yang paling penting adalah, gunakan kepala dingin dan sikap yang lembut saat merasa perlu mendisiplinkan anak orang lain.
17/02/2020
10 Hal yang Bisa Dikatakan Selain “Jangan Nangis”!
Namanya anak-anak pasti adalah waktu di mana Ia seringkali sedih dan akhirnya menangis. Tak jarang nih, karena terlalu sering menangis dalam sehari, orangtua kadang tidak sabar dan memaksa anak untuk berhenti menangis dengan mengatakan “Jangan cengeng!”, atau “Udah berhenti nangisnya!”
Padahal, saat anak mendengar kalimat tersebut biasanya mereka justru semakin keras menangis. Duh, gimana ya caranya membujuk anak berhenti menangis tanpa menyakiti hatinya?
Beberapa kalimat berikut ini, bisa dicoba loh untuk menghentikan anak menangis!
“Nggak apa kok sedih.”
Alih-alih mengatakan “Jangan menangis” lebih baik katakan pada anak bahwa “Tidak apa-apa kok sedih” karena merasa sedih itu wajar loh, Parents.
Jangankan anak-anak, orang dewasa seperti kita saja seringkali merasa sedih dan kecewa. Bedanya, kita sudah mampu mengelola rasa kecewa dan tidak sembarangan menangis. Sedangkan anak-anak masih belum bisa mengelola rasa kecewa dan sedih. Alhasil, anak-anak akan menangis di mana saja saat ia merasa sedih dan kecewa.
“Bunda tau, ini memang berat untukmu”
Akan lebih baik mengatakan bahwa “Bunda tau, ini memang berat untukmu” daripada mengatakan pada anak untuk berhenti menangis. Dengan mengatakan bahwa Anda mengerti sesuatu hal berat untuk anak, berarti mengisyaratkan pada anak bahwa Anda memahaminya. Kalimat ini justru akan menenangkan anak dan membuatnya berhenti menangis.
“Sudah, tak apa, kan ada Ibu di sini”
Beberapa anak mungkin menangis karena takut akan suatu hal. Rasa takut ini cukup bisa diatasi jika ada Ibu atau Ayah di samping anak. Maka dari itu, katakan bahwa Anda akan sedang berada di sampingnya agar anak merasa lebih tenang dan mulai berhenti menangis.
“Kenapa nangis? Coba cerita sama Ibu”
Alih-alih mengatakan “Jangan menangis”, akan lebih baik jika mengatakan “Kenapa sih nangis? Coba sini cerita sama Ibu”. Melalui kalimat ini, selain membuat anak tenang, Anda juga jadi tahu alasan anak menangis.
“Mama dengerin adik kok”
Saat anak menangis, sebaiknya beri perhatian khusus dan dengarkan alasan anak menangis. Mendengarkan alasan anak saat menangis akan membuatnya tenang dan akhirnya membuat anak berhenti menangis.
Iya sih Dek, itu memang menakutkan”
Mencoba memahami anak saat menangis merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan agar anak lebih cepat tenang. Misalnya, saat anak menangis karena bermimpi buruk dan menceritakan mimpinya tersebut pada Anda sambil menangis. Maka, katakan saya bahwa Anda memahami betapa menakutkannya mimpinya tersebut dan mulailah tenangkan si kecil.
“Nanti Ibu bantu ya…”
Alih-alih mengatakan “Jangan menangis” lebih baik katakan bahwa “Nanti Ibu bantu ya…” saat anak menangis karena tidak bisa menyelesaikan PR sendiri sedangkan Anda sibuk mengurus pekerjaan rumah tangga lainnya. Sebaiknya jelaskan pada anak untuk menunggu Anda sementara waktu sambil mengerjakan PR lainnya dulu yang mudah dikerjakan.
“Ibu paham kok.”
Berusaha memahami anak saat ia sedang menangis juga bisa membuat anak cepat tenang dan tidak menangis lagi. Jelaskan pada anak bahwa Anda memahami situasi yang dihadapi oleh anak. Misalnya, saat si kecil menangis karena takut dihampiri kecoa.
“Ya sudah adek sendiri dulu, adek bisa cari Bunda lagi kalau sudah tidak sedih”
Alih-alih mengatakan “Berhenti menangis!”, sebaiknya berilah anak sedikit ruang untuk menenangkan diri saat ia sedang menangis. Baru kemudian katakan padanya untuk menghampiri Anda saat anak merasa lebih tenang.
“Memang sih itu agak tidak adil”
Rasa sedih dan kecewa anak bisa jadi karena ia diperlakukan tidak adil dengan teman-temannya di sekolah. Misalnya, tidak diperbolehkan meminjam mainan teman padahal sudah gilirannya bermain. Nah, cobalah mengerti perasaan anak dengan mengatakan bahwa perlakuan teman-temannya memang tidak adil, namun jelaskan juga bahwa anak tidak perlu sedih toh masih banyak teman lain yang bisa diajak main.
Memaksa anak untuk berhenti menangis dengan mengatakan “Jangan menangis!” seringkali membuat anak justru tambah menangis.
Maka dari itu, yuk mulai redakan tangis anak dengan beberapa pilihan kalimat di atas agar mereka kembali tenang dan berhenti menangis.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Taman Bunga Nabontar Blok F-24. Jalan Kongsi Ujung Mariendal
Medan
20147
Opening Hours
| Monday | 09:00 - 17:00 |
| Tuesday | 09:00 - 17:00 |
| Wednesday | 09:00 - 17:00 |
| Thursday | 09:00 - 17:00 |
| Friday | 09:00 - 17:00 |
| Saturday | 09:00 - 17:00 |
| Sunday | 09:00 - 17:00 |