Kuflet.com
berbagi informasi tentang seni dan budaya.
22/06/2024
SUARA DARI PADANG PANJANG
KUFLET MEMANGGIL PENYAIR INDONESIA MENULIS PUISI BERTAJUK “BENCANA”
Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang bekerja sama dengan Majalah Digital elipsis menggagas penerbitan buku bertajuk "Bencana".
Bencana alam seperti erupsi gunung api, tsunami, banjir bandang, galodo, tanah longsor, angin puting beliung, dan lainnya, mengguncang Bumi Indonesia beberapa dekade terakhir.
Bencana itu merenggut nyawa dan merusak fasilitas umum maupun rumah-rumah warga, termasuk lahan pertanian, dan ternak. Tidak sedikit orang tua kehilangan anak, anak kehilangan orang tua, pun kehilangan harta benda.
Ujian yang menimpa penduduk Indonesia itu menjadi renungan, pelajaran, juga ide/gagasan bagi penyair untuk melahirkan karya sastra (puisi) lalu karya itu dapat menjadi catatan dan ingatan untuk dikenang oleh generasi di kemudian hari.
SYARAT & KETENTUAN
1. Terbuka untuk umum (khusus penyair Indonesia) dan tidak dipungut biaya apa pun.
2. Puisi bertema "Bencana" dan puisi mengandung informasi tentang lokasi di mana peristiwa terjadi, khususnya di wilayah Indonesia.
3. Masing-masing penyair hanya diperkenankan mengirim puisi maksimal 2 (dua) puisi.
4. Puisi diketik di komputer, ukuran kertas A4, jenis huruf Times New Roman, ukuran huruf 12, jarak 1 spasi.
5. Naskah membubuhkan biodata penyair dengan panjang 5—10 baris ketikan.
6. Naskah dikirim ke email: [email protected] dengan Subjek: PUISI BENCANA_NAMA PENYAIR_ASAL KOTA.
7. Naskah dikurasi tim kurator dan 100 puisi terpilih dibukukan dan diluncurkan Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang.
8. Penyair dengan puisi terpilih (lolos kurasi) mendapat 1 (buku) bukti terbit.
9. Batas akhir (deadline) penerimaan naskah selambatnya 11 Agustus 2024, pukul 22.00 WIB.
10. Narahubung panitia:
1). Ichsan Saputra:
085270514494
2). Helni Yuliana:
082387640215
DEWAN KURATOR
1. Sulaiman Juned (Padang Panjang)
2. Riri Satria (Jakarta)
3. Muhammad Subhan (Padang Panjang)
LINI MASA
1. Pengumuman Penerimaan Puisi : 15 Juni 2024
2. Pengumpulan Naskah : 16—11 Agustus 2024
3. Proses Kurasi : 12—18 Agustus 2024
4. Pengumuman Naskah Puisi Lolos Kurasi : 20 Agustus 2024
5. Proses Penerbitan Buku Puisi : 21 Agustus—20 September 2024
6. Peluncuran Buku : 5 Oktober 2024
Padang Panjang, 15 Juni 2024
Penyelenggara:
Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang
05/12/2023
audiensi bersama pj walikota Padang Panjang tentang keberlanjutan antologi puisi cinta untuk Palestina, insyaallah akan diadakan lelang buku pada tanggal 27 Desember 2023 di Pendopo rumah dinas walikota Padang Panjang
09/11/2023
Terimakasih untuk seluruh penyair Indonesia maupun mancanegara yang telah mengirimkan karya terbaiknya ke surel Komunitas Seni Kuflet, yakni [email protected]. alhamdulillah sampai hari ini puisi yang diterima sudah 115 penyair. Masih di tunggu untuk penyair lain yang belum mengirimkan puisinya.
Puisi di Terima sampai tanggal 20 November 2023.
penyair yang telah mengirimkan puisinya:
1. Nofieana Gusti Winata (Bukittinggi)
Kembali mencekam, dan Syuhada
2. Amran Yaacob (Selangor, Malaysia)
Darah Kasturi
3. Zab Bransah (Langsa, Aceh)
Bidadari, dan Luka Ghaza
4. Friti Sinta (Padang Panjang) Angin menuju surga, dan peristirahatan terakhir
5. Asrul Sani (Makassar)
Kering di Bumi, Namun Banjir Air Mata Anak Insani
6. Rosmita (Jakarta)
Anak Palestina Kehilangan Kemerdekaan, dan Kekejaman Israel
7. Esti Rusia (Padang)
Ironi di Langit Gaza, dan Tamu Palsu di Palestina
8. Candra N. Pangeran (Indramayu)
Lihatlah di sana, dan Balfour Effect
9. Zali Pak Malau (Selangor)
Lara di Bumi Tercinta, dan Badai Al-Qassam
10. Hendrizon (Bengkalis)
Derita Palestina
11. Hilwan Adas (Sungai Talang)
Serakah, dan Hidangan
12. Ariadi (Ponorogo)
Kepadamu Aku Berkata
13. Pilo poly (Jakarta )
Samudra Doa untuk Palestina
14. Marpira (Tanjung Jabung Timur)
Senyum Kemenangan, dan Tempatmu bukan di sini
15. Firman Wally (Maluku Tengah)
Duka Menggempur Membuka Mulut Kubur
16. Muhammad Kurniawan Rahmadan (Telanai Pura)
Palestina ku, dan Doa Indah untuk Palestina
17. Ignas N. Hayo (Nusa Tenggara Timur) Kibarkan Bendera Palestina, dan Untukmu Bebaskan Palestina
18. Rani Susanti (Cianjur)
Palestina Cahaya Keadilan Dalam Kegelapan, Di Bawah Langit Suci, dan Palestina Kau Tak Sendiri
19. Lestari Yuliana (Dharmasraya)
Runtuh, dan Tumpah
20. Al Azim (Indonesia)
Selumbar di Bumi Palestin
21. Cunong Nunukan Suraja (Bogor)
Tembang Luka Gaza, dan Tembang Perang Proxy
22. Lukman Sikki (Parepare)
Duka Gaza, Duka Bersama, dan Duka Gaza, Duka Kemanusiaan
23. Fiorentina Fitrotin Naziah (Jambi)
Tamu kecil Allah!, dan Bidadari Palestina
24. Effendi Kadarisman (Malang)
Aku Peta yang Terhapus, dan Gazing At Gaza
25. Andi Jamaluddin (Kalimantan Selatan) Palestina, Tak Pernah Habis, dan Anak Tak Berdosa
26. Agus Buchori (Lamongan)
Ribuan Bintang di Langit Gaza, Aku Lahir di Palestina
27. Rosmini (Sulawesi Selatan)
Tangisan Palestina, dan Nada Duka
28. Anto Narasoma (Palembang)
Inikah Rezeki Kekasih dan Hai Israel.
29. Fiorentuna Fitrotin Nazizah (Jambi)
Tamu Kecil Allah dan Bidadari Palestina.
30. Syarifuddin Aliza (Aceh)
Justisia Palestina dan Save Gaza.
31. Merawaty May (Muko-Muko)
Percikan Air Mata Anakku dan Engkaukah Israel.
32. Isbedy Stiawan Z S (Lampung)
Apakah Kami Ikhlas Paleatina diambil Paksa dan Cintaku kepada Palestina.
33. Zakiyyatul Fuadah (Purworejo, Jawa Tengah) Palestina Hari Ini Sekarang.
34. Soeryadarma Isman (Padang Panjang) Mencintai Palestina dan Ratebku buat Palestina.
35. Edi Miswar Mustafa (Meureudu, Pidie Jaya) Atas Nama Tuhan Ibrahim Alaihimsalam dan Israel Haram Jadah.
36. Slamet Suryadi (Indramayu, Jawa Barat)
Kebiadaban Bajingan Tengek Zionis Israel dan Generasi Emas Anak-anak Palestina Telah Mati Syahid.
37. Nanang R. Supriyatin (Jakarta Pusat)
Ulang Tahun Seorang Anak dalam Peperangan dan Misalkan.
38. Lalan Supriatna
Palestina Kebanggaan Ummat dan Dukamu Duka Ummat Muslim.
39. Muhammad Arfani (Palembang)
Manusia dalam Bingkai dan Tentang dimalamnya hujan-hujan yang Kami Yakin Surga Telah Memeluk Kami.
40. Winny Apriliza (Payakumbuh)
Semut Merah.
41. Berti Nurul Khajati (Bekasi, Jawa Barat)
Kembang Api di langit Palestina dan Saat Dunia Hanya Mampu Jalan.di Tempat.
42. Haryatie Ab Rahman (Malaysia)
Tragedi Bumi Gaza dan Gaza Berdarah Lagi.
43. Akram Hakim (Padangpanjang)
Ruak Hujan
44. Muhammad Lutfi ( Solo)
Paman, dan Seutas Mata, serta Karma
45. Nabila Fernanda (Batusangkar)
Teriakan Para Syuhada di tanah Al-Quds dan Malaikat Penjaga Bumi Palestina.
46. R. Setiawan (Meulaboh, Aceh)
Gerbang Damaskus.
47. Endut Ahadiat (Padang)
Duka Palestina, dan Palestina dan Alqur'an.
48. Bambang Widiatmoko (Jakarta/Yogyakarta) Mencari Tuhan dalam Huruf Besar.
49. Alkhair Aljohore (Johor, Malaysia)
Ada Cinta disebalik Katastrofi Palestina dan Sayangi Palestina.
50. Fitria Diane Pratiwi (Padangpanjang)
Wir, Apakah Kau Merasakan Perihnya Melihat Darah Saudaramu Mengalir dan Teriakan Pilu Telah Melangit di Tanah Palestina?
51. Herman RN (Banda Aceh)
Palestina Abadi Disini
52. Hamdani Mulya (Aceh Utara)
Senja Merah di Palestina dan Bidadari Kecil Palestina.
53. Tati Y. Adiwinata (Cicalengka, Bandung) Sayap-sayap Anak-anak Palestina, dan Di Suatu Malam di Bulan Oktober
54. Alpa Tiha Mida (Galugua)
Memori Kenangan, dan Sang Syuhada
55. Agus Widiey (Yogyakarta)
Di Gaza, Rumah Kita, dan Di Gazebo
56. Mohd Noor Asa'a (Simunjan, Sarawak) Bentalan Bersejarah, dan Ayuh Cipta Sejarah
57. Budi Riyoko (Pulau Rimau)
Enkondu Palestina, dan Aksara Palestina
58. Meilani Ambarwati (Madiun)
Terjadi Lagi, dan Penduduk Istimewa
59. Rezi Ilfi Rahmi (Padang Panjang)
Jihad Cinta Para Syuhada
60. Putri Susi Wahida (Banyuansi)
Palestina disesat, dan Membaca Palestina
61. Eddy Pranata PNP (Banyumas)
Tak Ada Lagi Cinta, dan Aku Ingin Membuat Hujan Yang Bisa Mendinginkan Kepala Dan Hati Israel
62. Rind Dea Putri (Simpang Empat)
Tiada Malam, dan Petak Umpet
63. Free Hearty (Jakarta)
Duka Palestina Duka Dunia dan Cengkrama Zionis Israel
64. Mustiar Ar (Meulaboh, Aceh)
Tanah Gaza
65. Abdul Aziz Ali (Ipoh Perak, Malaysia)
Israel Laknatullah, Sombongmu Tidak Berprikemanusian dan Surat Anak Palestin.
66. Mohd Adid Ab Rahman (Melaka, Malaysia)
Anak Kecil itu dan Gaza Terus Berduka dan Berdarah
67. Satria Jaka PSB (Sumatera Utara)
Biarkan Aku Mati dan Di Pusara Ibu
68. Winar Ramelan (Denpasar, Bali)
Maha Bara di Gaza dan Warisan Berdarah
69. Sutiono, SP (Jambi)
Semampumu Untuk Palestina
70. Irvan Wahyudi (Pandai Sikek, Tanah Datar)
Palestina Tidak Sedang Baik Baik Saja dan Kebiadaban Zionis
71. Jose Rizal Manua (Jakarta)
Ambulans Meraung Tiada Henti, dan La Haula Wala Quwwata illa Billahil Aliyil Adzim.
72. Izzat Isa (Langkawi, Kedah, Malaysia)
Janji Pejuang, dan Bunga Keyakinan.
73. Nor Risiyati (Pekalongan, Jateng)
Doa untuk Palestina, dan Merindu Palestina yang Damai.
74. Muhammad Ikram (Payakumbuh)
Apa Kabar Palestina, dan Anak-Anak di Palestina.
75. Nur Hikmah A.M (Pekalongan, Jateng)
Langit Merah di Palestina, dan Jeritan Rakyat Palestina.
76. Imam M. Al Aziz Z (Padangpanjang)
Penantian Palestina.
77. Iswadi Syahrial Nupin (Padang)
Dunia Berselimut Duka, dan Dimana Kemanusiaan?
78. EM Yogiswara (Jambi)
Cermin Keheningan di Gaza.
79. S. S Ratman Suras (Deli Serdang, SUMUT)
Gaza Hari Ini
80. Siti Aminah, S.Pd., M.Pd (Padangpanjang)
Jiwa yang Tenang darimu Palestina
81. Ahmad Maliki Mashar (Indragiri Hilir, Riau)
Ceritamu Palestina dan Jalanku Mengingatmu
82. Fadlillah Malin Sutan (Padang)
Konser Para Pembunuh dan Doa untuk Negeri Para Nabi.
83. Miftah Fayiz M (Jakarta)
Aku Seorang Palestina dan Hujan di Palestina
84. Vito Prasetyo (Malang)
Palestina Tanah Terluka dan Air Mata Senja di Gaza.
85. Ponnoer (Sukabumi, Jabar)
Tanah Palestina Bertabur Cahaya Surga
86. Nurul Fawaidi (Sumenep, Madura)
Petak Umpet Anak Palestina.
87. Yusriman (Pasaman)
Anak yang Menangis dan yang Lalu berlalu lalang.
88. Sywuland (Jakarta)
Symphonia Gaza
89. Farin Nur Syifa (Pasaman)
Luka Palestina dan Rindu Merdeka
90. Ramayani Riance (Jambi)
Kamu Dimana
91. Yeyen Kiram Yeka (Padang)
Palestina Tetaplah Bertahan
92. Porman Wilson Manalu (Medan)
Batin Palestin dan Kakek Penjaga Gaza.
93. Rohana (Lhokseumawe, Aceh)
Palestina Kekasih Allah
94. Adisman Libra (Pasaman Barat)
Syahid Demi Al-Aqsa dan Ratapan Pilu Anak-Anak Gaza.
95. Romy Sastra (Jakarta Barat)
Utsbut Tsabatkallah dan Jeritan Gaza.
96. AC Jaffrie (Malaka, Malaysia)
Derita Anak Palestina dan Air Mata Palestina.
97. Aslan Abidin (Makasar)
Hompipah Anak-Anak Gaza dan Kematian dari Langit.
98. Sri Suharsi (Malang)
Membaca Langit Palestina dan Di Sudut-Sudut Gaza.
99. Siamir Marulafau (Medan)
Palestina Negaraku dan Palestina Mencekam.
100. Toto St Radik (Banten)
Gaza dan Surat dari Gaza.
101. Evaria Razak (Sulawesi Tenggara)
Jika Damaimu Penanda Kiamat
102. Imron Bintang (Kendal, Jawa Tengah)
Lagu Perdamaian Palestina, dan Zionis, serta Ribuan Bocah Huffadz di Gaza.
103. Resti Rahmadani (Bengkulu)
Menitip Doa pada Angin yang Menyapa Hatiku
104. Minda Sari (Padang)
Palestina dan Air Mata
105. Bobi Eka Putra (Batipuh)
Goresan Luka Anak Palestina.
106. Hanom Ibrahim (Malaysia)
Solidariti Palestina.
107. Jusmaniar (Kerinci, Jambi)
Palestina Tanah Suci.
108. Riky Riansyah (Pasaman Barat)
Palestina Memanggil dan Air Mata Palestina.
109. Hasmadi (Malaysia)
Ratib untuk Gaza.
110. Fakhrunnas MA Jabar (Riau)
Kusaksikan Tubuh Bayi itu Berkeping-Keping dalam Desau Peluru di Malam Tanpa Rembulan dan Malam Bungkam di Gaz.
111. Samsudin Ahmad (Malaysia)
Laknatullah dan Sabda kepada Yahudi.
112. Umar Tadjuddin (Bekasi)
113. Nash*ta Zayn (Sukoharjo, Jateng)
Musibah Insania Palestine dan Peta Mengecil.
114. Akhmad Sekhu (Jakarta Selatan)
Negeri Patriotik Sejati
115. Sulistyo (Kudus)
Luka Palestina Lukaku Juga.
Ditunggu dengan cinta puisi-puisi rekan-rekan penyair yang lain. Terima kasih
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Website
Address
Padangpanjang