Mamasa Community Development Foundation
Halaman resmi MCDF ( Mamasa Community Development Foundation / Yayasan Pengembangan Masyarakat Mamasa )
28/11/2016
Desa Mellakkena Padang Calon Penghasil Sayuran Terbesar di Mamasa
------------------------------------
Desa Mellakkena Padang Kecatamatan Mamasa, jaraknya sekitar 8 km dari pusat ibu kota Kabupaten Mamasa adalah salah satu desa calon penghasil sayuran terbesar di Mamasa.
Di desa ini ada sebuah kebun percontohan sekitar 1 hektar yg digarap dan dikelola secara profesional seorang putra daerah Desa Mellakkena Padang bernama Demianus Tarra, SE.
Kebun percontohan itu di beri nama "SAHABAT PETANI MAMASA" diperkirakan dalam bulan Februari 2017 kebun SAHABAT PETANI akan menjadi penghasil sayur terbesar di Kabupaten Mamasa.
Dengan bermodal pernah magang di Jepang belajar ilmu pertanian dan berpengalaman dan sukses membina petani di Yayasan Mateppe Malino, Kabupaten Gowa Sulsel, Demianus Tarra sangat yakin bisa menghasilkan paling tidak satu sampai 1,5 ton sayuran sekali panen di Mamasa.
Dengan demikian, Desa Mellakkena Padang bakal menjadi salah satu desa yg bisa memasok sayur segar terbesar di kota Mamasa.
"Saya berani meninggalkan pekerjaan saya di Yayasan Mateppe dan mengajak istri saya meninggalkan pekerjaanya di Makassar untuk datang ke Mamasa membuka lahan perkebunan sayur karena saya yakin, bertani sayur di Mamasa masih punya prospek bagus dan pasti menghasilkan uang, asal dikelola dgn baik dan sunguh-sungguh" papar Demianus Tarra kepada MAMASA COMMUNITY ketika dihubungi lewat telepon selulernya di Rantepuang, Senin (28/11) kemarin.
Menurut Demianus, kebunnya yg diberi nama "SAHABAT PETANI MAMASA" luasnya baru sekitar 1 hektar, diyakini akan menjadi pilot project (kebun percontohan) bagi masyarakat Mellakkwna Padang dan desa lainnya di Mamasa, agar masyarakat Mamasa bisa menjadi penghasil sayur segar yg masih sangat dibutuhkan di Mamasa.
Demianus menjelaskan bahwa setiap hari, ada sekitar 30 lebih pedagang sayur bermotor (di Mamasa disebut pa'gandeng.Red). Mereka datang dari daerah Bugis mensuplay kebutuhan sayur ke Mamasa.
Demianus berkeyakinan tdk kurang dari Rp 30 juta uang orang Mamasa setiap hari di bawa pergi "Pa'gandeng" dari hasil belanja kebutuhan sayur orang Mamasa.
Untuk itu kata Demianus, dirinya yakin kebunnya akan menhasilkan uang yg cukup besar, apalagi kalau luas arealnya ditambah.
Dan yg paling diharapkan menurut Demianus, akan banyak petani di Mamasa yg ikut membuka lahan tidur mereka karena terinspirasi dengan lahan pertanian Sahabat Petani Mamasa miliknya.
Saat ini Demianus Tarra baru memulai menggarap lahannya dgn menanam lima jenis sayuran diantaranya, menanam Sawi, Kol, Wortel, Daun Bawang dan kangkung cabut.
Diperkirakan Demianus akan panen perdana sekitar bulan Februari 2017 mendatang.
Demianus mengajak sekitar 5 orang untuk membantunya sekaligus mengjak mereka berbagi pengalaman bagaimana menggarap lahan pertanian dengan benar.
Menurut Demianus Tarra, walau baru tahap penanaman awal, tapi sdh ada beberapa restoran di Mamasa yg siap menampung (membeli) hasil sayurannya.
Bulan Februari nanti Demianus memperkirakan akan menghasilkan daun bawang minimal 1 ton, sayuran lain diperkirakan 1 ton.
Untuk itu, kata Pria yg murah senyum dan rendah hati ini, Dia tdk terlalu pusing soal pemasarannya nanti.
Menurut Demianus kebutuhan sayur di Mamasa bisa berton ton jumlahnya per hari karena ada sekitar 30 lebih pedagang sayur bermotor setiap hari masuk ke Mamasa dan menghasilkan minimal Rp1 juta/hari setiap pedagang.
Demianus mendapat suport dari kawan kawan petani dari Yayasan Mateppe Malino, bahkan Demianus akan mendapat suplay bibit sayur yg bagus dari Yayasan Mateppe dari Malino.
"Kawan kawan saya dari Mateppe pernah ke kebun saya di Rantepuang dan mereka memberi suport dan berjanji datang lagi membawakan ribuan bibit sayur" ungkap Demianus.
Demianus adalah sosok pekerja keras yg berharap bisa menjadi contoh di daerahnya di Rantepuang bagi generasi muda serta menginspirasi petani membuka lahan tidur menjadi lahan produktif.
Demianus ingin mengubah mind set atau cara berfikir petani yg cenderung komsumtif (membeli sayur), menjadi produktif (menjual sayur).
Selain itu mengajak masyarakat bertani berarti akan memperbaiki ekonomi masyarakat memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif.
Selain pernah magang belajar pertanian di Jepang dan mengelola pertanian Yayasan Mateppe di Malino, Demianus Tarra adalah seorang yg berpendidikan Sarjana Ekonomi.
Saat ini Demianus menjadi Petani Binaan BRI Unit Mamasa shg berhak mendapat Kredit Usaha Rakyat (KUR) dgn bunga ringan.
Demianus berkomitmen kembali ke Mamasa untuk membangun desanya di Rantepuang setelah bertahun tahun membina petani di Malino.
Kelak kalau ada yg memilihnya jadi kepala desa, Demianus tidak akan menolak, karena cita citanya ingin membangun Desa Mellakena Padang menjadi desa percontohan yg bersih, sehat, produktif dan sejahtera.
Demianus saat ini masih menjabat sebagai Direktur Eksekutif Yayasan Pengembangan Masyarakat Mamasa atau MAMASA COMMUNITY DEVELOPMENT FOUNDATION (MCDF).
Melalui Peran Demianus bersama kawan kawan di MCDF bulan Agustus 2016 lalu, Pemerintah Mamasa melalui Dinas Pariwisata Mamasa yg bekerja sama dgn MCDF berhasil memecahkan Record MURI Dunia dgn mengorbitkan Musik Bambu (POMPANG MAMASA) dgn jumlah 3.600 peserta yg merupakan record dunia.
Kami MEMBER MAMASA COMMUNITY dan Pembina, Pengawas, Pengurus dan Keluarga besar MCDF memberi apresiasi yg besar dan doa kepada Saudara Demianus Tarra, SE semoga bisa menjadi contoh dan menginspirasi generasi muda Mamasa yg banyak masih menganggur menunggu formasi PNS di Mamasa.(oct/MC).
Ahok Akan Siapkan Ambulance Untuk Habiburokhman Kalau Berani Lompat dari Puncak Monas
---------------------
ISLAMNKRI.COM- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tertawa mendengar pernyataan Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman yang sebelumnya berjanji akan terjun dari Monumen Nasional (Monas) jika "Teman Ahok" berhasil mengumpulkan data satu juta formulir KTP.
"Terjun aja. Yah mudah-mudahan (Teman Ahok berhasil mengumpulkan persyaratan KTP dan Habiburokhman terjun dari Monas)," kata Ahok, di Kantor DPP Hanura, Sabtu (26/3/2016).
Bahkan, Ahok menyebut dirinya akan menyiagakan ambulans di lokasi jika nazar Habiburokhman benar-benar dilakukan.
"Kami akan siapkan ambulance buat dia," kata Ahok tertawa.
Melalui akun Twitter-nya, , mengatakan, dia akan terjun dari puncak Monas jika Teman Ahok mampu kumpulkan data 1 juta formulir KTP.
"12) Saya berani terjun bebas dari Puncak Monas kalau KTP dukung Ahok beneran cukup untuk nyalon. ???" tulis Habiburokhman.
Ketika dikonfirmasi, Habiburokhman mengakui bahwa itu adalah akun Twitter miliknya. Menurut dia, jumlah formulir KTP yang diumumkan merupakan kebohongan. Sebab, dia melihat booth (stan) Teman Ahok di mal selalu sepi.
"Omong kosong, saya lihat sepi. Ahok kan cagub mal kan. Di mana-mana sepi terus kok saya lihat," ujar Habiburokhman.
sumber: kompas.com
Yth Sdr. Demmaluru@
Menanggapi pertanyaan anda tentang Yayasan MCDF...
Berikut ini penjelasan singkatnya nya. Soal visi dan misinya, bisa akses di grup MCDF...
PENJELASAN :
Yayasan Pengembangan Masyarakat Mamasa (Mamasa Community Development Foundation) disingkat MCDF, adalah yayasan yg dibentuk berdasarkan asprasi di MC....
Kita tahu banyak sekali SDM yg hebat berkomentar di MC, tp sayang baru sebatas berkomentar dan sulit diimplementasikan karena tdk ada wadahnya. (mubassir)....
Nah...agar kita tdk hanya sebatas berkomentar, berteori atau hanya bisa berwacana...maka dibuatlah satu lembaga resmi yaitu sebuah Yayasan yg berbadan hukum untuk menjembatani ide ide brilian SDM yg berasal dari Bumi Kondosapata.
Yayasan ini akan bergerak di bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (Community Development).
Akan mengelola program di bidang sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan.(Sosial, ekonomi, ilmu pengetahuan, science, dan Teknologi).
Yayasan ini sdh punya Akte Notaris dan Sdh disahkan oleh kantor Kementrian Hukum dan HAM. (Sdh berbadan hukum).
Dan saat ini kita sdh punya Kantor/Sekretariat di Makassar dan juga ada di Mamasa.
Tahun 2016 ini kita sedang bekerjasama dgn Pemerintah Daerah Mamasa untuk melakukan Fetival Gunung Mambulilling (Mambulilling Mountin Festival)... Yaitu satu iven atau atraksi musik bambu massal (ma'pompang) yg melibatkan 7.777 org dari 168 Desa dan 17 Kecamatan yg ada di Kab. MAMASA.
Tujuan acara ini untuk memecahkan Record MURI, dalam rangka mempromosikan Mamasa sebagai salah satu tujuan wisata (destinasi wisata) di Indonesia.
Selain pentas musik bambu massal. juga kita adakan karnaval unik berbusana masing masing daerah yg dipaketkan bersama musik bambu massal.
Karena kita sdh punya badan hukum, maka saat ini MCDF dapat mengelola dana pemerintah dan dana lembaga donatur (NGO) dari luar negeri.
Kita belajar dulu bekerja sama dgn pemerintah setelah itu kita berjuang cari donatur di luar untuk program program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Mamasa di bidang sosial ekonomi...bidang ilmu pengetahuan, science dan teknologi..
Kita beranggaoan bahwa Org Mamasa banyak yg berpendidikan tinggi sampai S2, S3 atsu doktor, yg dapat kita manfaatkan sebagai tenaga ahli dan tenaga teknis.
Kita mencoba merangkul semua org Mamasa dimanapun berada untuk membangun Mamasa.
Tdk hanya lewat jalur politik kita bisa membangun daerah kita, tapi juga lewat jalur NGO....(Non Goverment Organisation).
Click here to claim your Sponsored Listing.
Contact the restaurant
Telephone
Website
Address
Jalan Poros Mamasa-Polewali. Desa. Osango, Kec. Mamasa, Kab. Mamasa, Sul-Bat
Polewali
91361