SALAFI INSIDE

SALAFI INSIDE

Share

@Salafi.inside_

09/07/2021

KARAKTER WALIYULLAH SEPERTI ANAK-ANAK

Imam Al-Ghozali :

Seorang Syeikh berkata: "Jika Anda ingin menjadi Waliyullah (Kekasih Allah) ubahlah karakter Anda menjadi seperti karakter anak-anak."

"Kenapa..?" beliau ditanya.

Sang Syeikh menjawab, "Anak-anak memiliki lima kualitas. Dan jika orang dewasa memiliki sifat-sifat yang sama, mereka akan mencapai peringkat dari Awliya:

1. Mereka tidak khawatir tentang penyediaan kebutuhan sehari-hari mereka.

2. Ketika mereka jatuh sakit mereka tidak mengeluh siang dan malam tentang nasib buruk mereka.

3. Apapun makanan yang mereka miliki, mereka berbagi.

4. Ketika mereka berkelahi atau bertengkar, mereka tidak menyimpan dendam di hati mereka, tetapi memaafkan dan melupakan secepatnya.

5. Sedikit Ancaman akan membuat mereka ketakutan dan menjatuhkan air mata dari mata mereka.

❤اللهم اجعلنا ووالدينا وازواجنا ومن نحب من أهل الجنة.🤲
​🌹اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ🌹

Al-Fatihah

📃 id

Semoga kita senantiasa mendapat Ridlo dari Allah, Syafaat dari Rasullullah, Karomah para Waliyullah, Barokah para Kiai dan Habaib serta wasilah doa orang tua.

Alfatihah..

Photos 09/06/2021

KISAH ULAMA

KH. HASYIM ASY'ARI PUN IRI PADA GURU TPQ

"Aku ingin bertemu Kyai Salam.." kata pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy’ari.

Dengan penuh takdzim, Kyai Nawawi pun mengantarkan ke salah seorang kyai kampung, sesuai yg dituju KH. Hasyim Asy'ari.

Kiai Salam yg bernama lengkap KH. Abdussalam adalah ayahanda dari KH. Abdullah Salam dan kakek dari KH. Sahal Mahfudh.

Sesampai di kediaman Kyai Salam, didapati Kyai Salam sedang mengajar anak² kecil mengaji.

Kyai Hasyim serta-merta menahan langkah, menyembunyikan diri dari pandangan Kyai Salam, dan menunggu.

Setelah anak² kecil itu menyelesaikan ngajinya, barulah Kyai Hasyim mengucap salam, yg lantas disambut dengan suka-cita luar biasa oleh Kyai Salam.

Setelah selesai berbincang², lalu Kyai Hasyim meninggalkan kediaman Kyai Salam.

Kyai Hasyim kelihatan memikirkan sesuatu dan tertunduk sedih.
Air mata beliau mulai mengambang.

"Ada apa Kyai...?" tanya Kyai Nawawi keheranan.

Kyai Hasyim mengendalikan air matanya, menghela napas dalam².

"Aku punya cita² sudah sejak sangat lama tapi sampai sekarang belum mampu melaksanakan. Kyai Salam malah sudah istiqomah. Aku iri…". Jawab KH. Hasyim Asy'ari.

"Cita² apa, Kiai ?" tanya Kyai Nawawi.

"Ta’limush shibyaan…". (mengajar anak² kecil).

MASYA ALLAAH....!

Jadi teringat pengalaman seorang Alumni Santri Tambak Beras saat sowan ke KH. M. Jamaluddin Ahmad beberapa tahun berselang.

"Sekarang kegiatan sampean apa ?" tanya Kyai Jamal kepada alumni santrinya saat sowan kepada beliau.

"Bisnis kiai, buka konter HP.." ungkap sang santri sambil menunduk.

"Rumiyin kulo mulang TPQ, tapi naliko sampun buka konter, kulo prei mboten mulang dateng TPQ maleh.." lanjutnya.

(Dulu saya ngajar TPQ, tapi semenjak saya buka usaha konter, saya sudah tidak datang mengajar lagi)

Kiai Jamal, diam sejenak.
Dengan agak berat, beliau mengingatkan bahwa mengajar di TPQ adalah khidmat terbaik dalam hidup.

"Kamu mengajarkan anak TPQ bacaan Basmalah dan Al Fatihah, maka pahala yg kamu terima akan terus mengalir.

📷.alghozali12
🔃.inside_

07/06/2021

Ulama butuh penerus, bukan emot sedih 😁

Endingnya mantap 😂😁

Want your business to be the top-listed Media Company in Purwakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Purwakarta