Environmental Bamboo Foundation
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Environmental Bamboo Foundation, Nonprofit Organization, Jalan Moh. Yamin IX No. 15, Sumerta Kelod, Saba.
14/05/2026
Kedaulatan Pangan dari Tangan Para Mama Bambu di Desa Watu Galang – Pagi itu, suasana di SD Inpres Nara, Desa Watu Galang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, terasa lebih riuh dari biasanya.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, Ketua Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) Monica Tanuhandaru, bersama perwakilan Kementerian Kehutanan dan Akademisi hadir meninjau langsung inisiatif tersebut, Jumat (9/5/2026).
Kehadiran rombongan disambut melalui ritual adat setempat. Doa-doa dilantunkan dengan simbolisme ayam sebagai bentuk penghormatan dan keterbukaan hati warga terhadap tamu yang datang.
“Terima kasih Bapak-Bapak yang sudah menyambut dengan hati tulus. Saya melihat semangat luar biasa dari para Mama dan Papa di sini untuk keluarga,” ujar Veronica Tan.
Ia juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi perempuan melalui akses terhadap lahan.
“Semoga dengan adanya kerjasama ini, para Mama bisa memiliki lahan sendiri untuk menumbuhkan kemandirian dan kesehatan keluarga,” lanjut Veronica.
Di kebun ini p**a, praktik pertanian lestari mulai berakar. Para perempuan desa belajar memproduksi pupuk kompos secara mandiri dan menjaga tanah agar tidak tercemar residu kimia. Ada keyakinan kolektif yang mereka pegang teguh, yakni jika tanah dirawat dengan baik, maka tanah p**alah yang akan menjaga anak cucu mereka di masa depan.
Menurut penuturan Monika Udis (52), dalam sambutannya Ia menyampaikan rasa haru dan bangga atas praktik Kebun Pangan Perempuan yang telah berdampak pada kehidupan para perempuan desa. Melalui inisisi tersebut telah tercipta kemandirian pangan yang mengubah pola konsumsi anak-anak desa secara perlahan. Mereka kini mulai terbiasa mengonsumsi pangan lokal hasil kebun sendiri. Pola ketergantungan pada pasar yang selama ini membebani ekonomi keluarga pun mulai terkikis secara perlahan.
Continued in comment.
04/05/2026
KADO KARTINI UNTUK PEREMPUAN NTT: Para perempuan desa di NTT mendapat kejutan manis tahun ini berupa terbitnya SK Perhutanan Sosial (PS) untuk enam kelompok perempuan di 4 kabupaten di Flores. Ini merupakan untuk pertama kalinya SK PS diterbitkan khusus untuk kelompok perempuan sejak dimulainya fase akselerasi PS pada 2014 lalu.
Dalam SK yang ditandatangani tepat pada Hari Kartini, 21 April 2026, Kementerian Kehutanan memberikan hak pengelolaan Hutan Kemasyarakatan dengan luas total 648,65 hektar tersebar di Kabupaten Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur kepada enam Kelompok Tani Hutan (KTH) Perempuan. Enam KTH ini memiliki 310 anggota perempuan (92,5%) dan 25 anggota laki-laki.
“Ini peristiwa historis yang luar biasa, kado Hari Kartini yang jelas-jelas menunjukkan pengakuan resmi pemerintah atas dedikasi dan kerja keras para perempuan ini dalam menjaga dan merawat hutan,” ujar Ketua Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), Monica Tanuhandaru.
Monica menyampaikan bahwa terbitnya SK PS tersebut tidak lepas dari andil besar dua perempuan hebat, yaitu Wamen PPPA, Veronica Tan serta Dirjen PS Kemenhut, Catur Endah Prasetiani.
“Apresiasi kami untuk kedua pemimpin perempuan ini yang cepat tanggap dan kerja keras untuk memastikan akselerasi PS untuk perempuan NTT.”
Alokasi SK PS untuk kelompok perempuan ini menjadi salah satu topik utama dalam Belajar Silang Lintas Sektor untuk Ekonomi Restoratif yang diselenggarakan YBLL pada Oktober, 2025, lalu. Dalam acara inilah tercapai kesepakatan antara Wamen PPPA, Dirjen PS, dan YBLL untuk melakukan akselerasi bagi permohonan PS dari kelompok perempuan.
“YBLL membantu mendampingi KTH Perempuan dalam mengajukan permohonan PS dan penyusunan Rencana Kerja Perhutanan Sosial. Kami juga memfasilitasi tim verifikasi lapangan Kemenhut untuk pengecekan lapangan. Semua Koordinator Kabupaten dan Fasilitator Desa YBLL kami libatkan dalam proses ini,” tambah Kepala Program YBLL, Nurul Firmansyah.
Koordinator Kabupaten Sikka, Yuyun Darti Baetal mengungkapkan bahwa terbitnya SK PS itu memberi kelegaan luar biasa bagi para perempuan petani desa.
Continued in comment.
29/04/2026
ANYAMAN TRUNTUM KAMPOENG BATARA - Di bawah naungan Rumah Bambu, di Kampoeng Batara, Kelurahan Papring, Kalipuro, Banyuwangi, aroma bambu basah menguar di antara jemari yang sibuk bekerja. Di lingkungan tersebut, sebuah tradisi lama sedang diberi nyawa baru. Selama lima hari di bulan April 2026, mulai dari tanggal 11 hingga 19 April, suasana di sana terasa lebih hidup dari biasanya. Fasilitator Desa YBLL, Meyco Danu Pradana turut membersamai aktivitas dua puluh orang perajin lokal tersebut. Di dampingi 5 orang pelatih anyaman bambu dari Banywangi, mereka berkumpul bukan sekadar bercengkerama seperti biasanya, melainkan untuk mempertajam keterampilan dalam sebuah pelatihan pembuatan anyaman Truntum Bambu.
Bambu apus menjadi primadona dalam lokakarya ini. Bukan tanpa alasan, jenis bambu ini dipilih karena karakternya yang istimewa, yakni memiliki tekstur yang lentur, elastis, dan ketebalan yang pas sehingga memudahkan proses mengirat atau menipiskan bilah bambu. Bagi para perajin di Papring, bambu bukan lagi sekadar tanaman pagar, melainkan serat kehidupan yang jika diolah dengan estetika yang tepat, mampu menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi.
Perjalanan sebilah bambu menjadi karya seni bukanlah proses instan. Para peserta harus melewati tiga tahapan teknis yang menuntut ketelatenan tinggi. Dimulai dengan teknik mengirat, di mana bambu disayat tipis dengan perasaan. Tahap kedua adalah pembuatan mata puru, sebuah detail krusial yang menentukan kekuatan pola. Puncaknya adalah menganyam pola truntum yang telah diberi warna, menyatukan bilah demi bilah hingga membentuk motif yang rapi dan artistik.
Upaya ini bukan sekadar mengisi waktu luang. Kerjasama yang terjalin antara Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) dengan Kampoeng Batara (.id) ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perajin lokal. Dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia melimpah di sekeliling tempat tinggal, para perajin diajak untuk tidak hanya terpaku pada produk konvensional, tetapi berani mengembangkan inovasi baru yang memiliki daya saing di pasar.
Continued on comment!
28/04/2026
Perjuangan Kelompok Tani Wolokoli Jaga Ketahanan Pangan - Ditengah ancaman kekeringan kelompok tani Desa Wolokoli terus berproduksi dan meraup pendapatan kolektif dari hasil kebun Mama. Pagi itu belum sepenuhnya terang saat para perempuan anggota kelompok tani Desa Wolokoli, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, sudah berjongkok di antara bedengan sayuran. Tangan-tangan mereka bergerak cekatan menyiangi gulma yang mengitari batang kangkung dan kacang panjang.
Inilah rutinitas yang mereka jalani setiap Sabtu, bagian dari program “Kebun Mama” yang lahir dari semangat kemandirian pangan para perempuan, didampingi oleh Yuyun Darti Baetal, Koordinator Kabupaten Sikka dari Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), yang bermitra dengan Amati Indonesia ( ) dalam program pemberdayaan perempuan melalui pertanian berkelanjutan di wilayah tersebut.
Menurut keterangan Yuyun, Sabtu, 18 April 2026 para perempuan itu berjalan dengan tiga agenda utama: pembersihan rumput di sekitar tanaman, penggemburan lahan untuk persiapan perluasan kebun, serta bersiap memanen kangkung dan kacang panjang.
“Sebagian dikonsumsi kelompok, sebagian dijual, sebagian dijadikan bibit,” kata Yuyun.
Hasil panennya sebagian dikonsumsi langsung oleh anggota kelompok, sebagian lagi dibeli oleh anggota dan ada juga yang di jual ke tetangga sekitar kebun. Lainnya sisa-sisa tidak terpakai akan dijadikan bibit. Akumulasi pendapatan dari penjualan sejak pertengahan April tercatat mencapai Rp 640.000.
“Uang yang ada di Kas Kelompok sekarang ini sekitar dua ratus ribu. Yang lainnya sudah terpakai untuk kebutuhan perawatan kebun,” ungkap Yuyun. Meski nominalnya tergolong kecil, bagi kelompok, angka tersebut adalah bukti nyata bahwa kebun komunal mereka berjalan dan menghasilkan.
Meskipun sebagian di jual, ketercukupan kebutuhan konsumsi harian tetap diutamakan oleh kelompok. Beberapa komoditas yang telah di panen antara lain: Ubi Jalar, Buncis, Kacang Panjang dan Kangkung.
Sepekan kemudian, hari Sabtu, 25 April 2026, kelompok kembali turun ke kebun dengan agenda yang berbeda, selain memanen kacang panjang untuk konsumsi rumah tangga, mereka juga melakukan penggemburan tanah.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the organization
Website
Address
Jalan Moh. Yamin IX No. 15, Sumerta Kelod
Saba
80239
Opening Hours
| Monday | 09:00 - 17:00 |
| Tuesday | 09:00 - 17:00 |
| Wednesday | 09:00 - 17:00 |
| Thursday | 09:00 - 17:00 |
| Friday | 09:00 - 17:00 |
| Saturday | 09:00 - 17:00 |