Aars Channel

Aars Channel

Share

Ya Allah Kumpulkan lah kami dengan orang orang baik.. Semoga yang follow menjadi lebih baik 🤲🤲🤲

18/05/2026

Pernahkah Anda melakukan semua yang benar: usahanya tepat, syaratnya lengkap, namun hasilnya nihil atau bahkan berbalik arah?

18/05/2026

Apakah anda juga??
Mengapa semakin rajin berusaha dan beribadah, tapi hati tetap cemas dan lelah?
Kita sering memaksakan rumus yang salah: menganggap segala sesuatu harus pasti, menyalahkan diri saat hasil tak sesuai, atau melawan fitrah dengan disiplin kaku. Akibatnya, spiritualitas jadi beban, bukan naungan.

Buku ini menawarkan jalan keluar yang jernih: memetakan ulang cara kita memahami ketetapan Tuhan, hukum akal, dan dinamika jiwa. Dengan kerangka teologi klasik yang dipadukan psikologi kognitif modern, Anda akan belajar memisahkan yang pasti (dhoruri) dari yang perlu ditafsirkan (nazari), mengenali jebakan persepsi, dan membangun arsitektur jiwa yang tahan goncangan.

Ditulis untuk Anda yang ingin tenang secara spiritual, jernih secara rasional, dan hidup selaras dengan fitrah. Bukan buku teori. Ini peta jalan menuju ketenangan yang berkelanjutan.

https://winme.id/solusi-aqidah/anatomi-ketenangan

18/05/2026

Kecemasan yang kita rasakan hari ini jarang murni bersifat “perasaan”. Di balik gejolak hati yang tak menentu, sering kali tersembunyi kebingungan akal yang tak terkelola. Kita bingung membedakan antara apa yang pasti, apa yang hanya kebiasaan, dan apa yang menjadi ketetapan Tuhan. Akibatnya, logika dan emosi saling serang. Akal mencari kepastian yang tak ia miliki, sementara hati menuntut ketenangan yang belum siap ia terima.

17/05/2026

Mengapa semakin rajin berusaha dan beribadah, tapi hati tetap cemas dan lelah?
Kita sering memaksakan rumus yang salah: menganggap segala sesuatu harus pasti, menyalahkan diri saat hasil tak sesuai, atau melawan fitrah dengan disiplin kaku. Akibatnya, spiritualitas jadi beban, bukan naungan.

Buku ini menawarkan jalan keluar yang jernih: memetakan ulang cara kita memahami ketetapan Tuhan, hukum akal, dan dinamika jiwa. Dengan kerangka teologi klasik yang dipadukan psikologi kognitif modern, Anda akan belajar memisahkan yang pasti (dhoruri) dari yang perlu ditafsirkan (nazari), mengenali jebakan persepsi, dan membangun arsitektur jiwa yang tahan goncangan.

Dalam 6 bab praktis, Anda akan menemukan:
✓ Cara membaca sebab, syarat & pencegah tanpa panik atau fatalisme
✓ Panduan mengelola otak, nafsu & hati agar tidak saling tarik-menarik
✓ Teknik dzikir & muraqabah sebagai filter persepsi, bukan sekadar ritual
✓ Formula istiqomah realistis: konsisten tanpa menghukum diri

Ditulis untuk Anda yang ingin tenang secara spiritual, jernih secara rasional, dan hidup selaras dengan fitrah. Bukan buku teori. Ini peta jalan menuju ketenangan yang berkelanjutan.

Jilid 1. Kutub Pertama - Solusi Aqidah 20/04/2026

"Aku berpikir, maka aku ada; dan aku ada, maka Allah ada"

Jilid 1. Kutub Pertama - Solusi Aqidah *"Aku berpikir, maka aku ada; dan aku ada, maka Allah ada"* # # # **Judul Ebook: Menelaah Dzat Allah Ta’ala (Jilid Pertama)** **Deskripsi Singkat:** Apakah Anda pernah merenungkan hakikat keberadaan Sang Pencipta di tengah hiruk-pikuk dunia yang penuh dengan keraguan? Ebook ini hadir sebagai panduan...

20/04/2026

Melihat Allah???

“Allah Ta’ala dapat dilihat karena wujud-Nya dan Dzat-Nya sendiri. Sebab, melihat Allah Ta’ala bukanlah disebabkan oleh perbuatan-Nya atau salah satu sifat-Nya; karena setiap yang wujud pasti memiliki dzat, dan mustahil suatu dzat yang wujud tidak dapat dilihat—sebagaimana mustahil ia tidak dapat diketahui. Artinya, Allah Ta’ala, dari segi Dzat dan wujud-Nya, memiliki kesiapan (isti‘dād) untuk menjadi objek pandangan. Dengan kata lain, melihat-Nya adalah wājib bi al-quwwah (wajib secara potensial), bukan wājib bi al-fi‘l (wajib secara aktual). Oleh karena itu, secara akal, ru’yatullāh (melihat Allah) adalah perkara yang mungkin dan boleh terjadi.

Jika kemudian ru’yah tersebut tidak terjadi, maka penghalangnya bukan berasal dari Dzat Allah Ta’ala sendiri, melainkan dari keterbatasan manusia dalam melihat-Nya, sebagaimana firman-Nya:
﴿لَّا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ﴾
(“Pandangan-pandangan (mata) tidak dapat menangkap-Nya, sedangkan Dia menangkap semua pandangan.”) (QS. Al-An‘ām [6]: 103)

Gimana pendapat kalian???

Want your business to be the top-listed Media Company in Sampang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Jrangoan Omben
Sampang
69291