4TepsId
Berbagi Segala hal Positive untuk Kebaikan Semesta
Tidak ada yang Terbuang, Semua Hal Semestinya Harus Saling menguntungkan.
๐๐ฆ๐ด๐ฌ๐ช ๐๐ช๐ข ๐๐ช๐ฃ๐ถ๐ฌ, ๐๐ฏ๐ช ๐๐ญ๐ข๐ด๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ฎ๐ถ ๐๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ ๐๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐บ๐ข
๐ฏ๐๐๐ถ๐
๐๐ถ๐ฝ ๐ท๐๐๐ฟ๐๐ถ๐๐ ๐น๐พ ๐๐ถ๐๐
๐พ๐๐๐๐๐ถ
Bertemu dan menjalin hubungan dengan sosok yang mengerti kamu dan cocok dengan sifat-sifatmu itu berkah yang patut disyukuri. Apalagi semua teman-teman dan keluarga juga mendukung. Tapi sayangnya pacarmu adalah orang yang punya kesibukan segudang. Entah karena pekerjaan dan bisnis atau kegiatan kuliah, komunitas, dan hobi.
1. Pikirkan baik-baik apa yang kamu butuhkan atau harapkan dari hubungan ini
Kalian harus saling tahu apa yang kalian inginkan, dan seberapa banyak pengorbanan yang rela kalian lakukan demi hubungan ini. Misal, dia menginginkan hubungan serius dan sosokmu yang selalu mendukungnya. Nah, kalau kamu tak yakin siap menjalin hubungan yang serius dan selalu ada untuk mendukungnya, diskusikan sejak awal. Tapi kalau apa yang kalian mau sudah sejalan, silakan baca poin berikutnya.
2. Putuskan apakah saat ini kamu akan tetap mencintai pasanganmu apa adanya
Jangan mengharapkan pasanganmu untuk berubah. Kalau saat ini dia sudah sangat menyatu dengan kesibukan dan pekerjaan, itu tandanya pasanganmu benar-benar mencintai kegiatannya dan dia akan seperti itu terus. Kalau kamu sungguh mencintainya, kamu harus menerima kenyataan bahwa dia akan selalu sibuk, bahkan ketika kalian sudah menikah nanti. Sanggupkah kamu untuk tetap mencintainya apa adanya? Prinsip "Kita jalani dulu saja" bisa membuatmu terjebak dan menyesal nantinya.
3. Utarakan keprihatinanmu terhadap hubungan kalian, tapi cukup satu kali saja
Katakan padanya bagaimana perasaanmu kalau dia terlalu banyak bekerja atau mengurus kegiatan komunitasnya. Tanyakan juga berapa banyak waktu yang bisa dia berikan untukmu, misalnya bertemu sekali seminggu dan menelepon sepuluh menit setiap hari. Tapi jangan terus menerus menerornya dengan keluhanmu. Percaya deh, dia juga ingin menghabiskan waktu denganmu, kok. Hanya saja dia sudah telanjur tenggelam dalam komitmennya pada pekerjaan dan kesibukannya.
4. Ingat, semua hubungan pasti ada masa susah dan senangnya
Kamu perlu tahu apakah kesibukannya saat ini disebabkan oleh keadaan atau karena memang sifatnya yang workaholic. Bisa saja dia bukan orang yang bisa fokus pada dua aspek kehidupan, yaitu karier dan cinta sekaligus. Tapi setelah dia bisa menstabilkan posisinya di kantor, dia akan mengalihkan fokusnya padamu. Jadi ingatlah bahwa masa-masa susah akan selalu ada dalam hubunganmu, meskipun kamu pacaran dengan orang yang punya banyak waktu untuk hubungan kalian.
5. Cari kesibukan lain di luar hubunganmu dengannya
Ini dia yang paling penting dan paling menyenangkan jika kamu punya pacar yang super sibuk. Jangan menangisi nasibmu karena punya pacar yang sangat sibuk, cari sendiri kesibukanmu saat dia tak punya waktu untukmu! Gali potensimu, ikut berbagai kegiatan dan komunitas, dan pergi jalan-jalan ke tempat baru. Kamu pun tak perlu khawatir tak punya waktu untuk teman-teman dan keluarga.
7. Menjaga komitmen dan kesetiaan
Saat ia terlalu sibuk dengan kegiatannya, mudah bagimu untuk jatuh dalam godaan. Entah itu kamu menemukan sosok pria lain, atau kamu justru jadi terlalu nyaman tanpa kehadirannya. Nah, di saat-saat seperti ini kamu harus mengingat kembali komitmen yang kalian buat bersama. Ingat juga saat-saat berkualitas yang kalian habiskan bersama. Apakah kamu yakin sosok penggantinya yang baru bisa mengisi kekosongan yang kamu rasakan?
Punya cowok yang super sibuk memang betul-betul menguji ketahanan cinta kalian. Tapi jangan khawatir Bela, kalau kamu tetap setia dan mendampinginya, apa pun tantangan yang kalian hadapi selanjutnya pasti bisa kalian lalui. Selain itu, kalian juga belajar saling percaya. Jadi tetaplah berjuang di sampingnya.
14/07/2021
Daripada Emosi dan Menangis, Ingat 4 Hal Maha Penting ini Setiap Stok Sabar Kian Menipis
Pernahkah kamu menilai seberapa jauh kamu bisa bersabar? Mungkin jawabannya โtergantung โฆโ Yap, tergantung sampai mana โsesuatuโ menguji kesabaranmu. Banyak orang menganggap kalau kesabaran itu hal yang mudah diucapkan pada orang lain, misal:
โSabar ya โฆโ
Tapi ternyata sulit untuk dijalani sendiri. Sebenarnya, kemampuan bersabar tiap orang berbeda-beda. Tergantung pengalaman dan ketahanan seseorang menghadapi tekanan. Jadi jika ada orang lain yang udah nggak bisa bersabar, sementara kita masih merasa sanggup bersabar, bukan berarti orang lain itu nggak sabaran, ya. Biasanya orang yang sabar mereka mampu menahan emosi, pikiran, perkataan dan perilakunya. Nah, sebenarnya apa sih, yang bisa membuat kita bisa melatih kesabaran? Daripada mudah marah dan menangis pas kesabaran hampir habis, ingat beberapa hal berikut, ya!
Please manage emosi dulu, lalu sadari kalau memang nggak semua hal bisa berjalan sesuai keinginan kita. Selanjutnya, kesabaran dan kemampuan menerima keadaan pasti akan datang lebih mudah
Sebuah realita dasar yang seharusnya dipahami dan diterima oleh tiap manusia adalah:
Nggak semua harapan bisa jadi kenyataan.
Namun pada nyatanya, ego dan emosi kita seringkali mengaburkan hal yang sangat mendasar tersebut, karena berharap semuanya bisa sempurna. Jadi, sebelum kelepas marah-marah nggak jelas atau menangis tragis, nggak usah mikir macem-macem dulu; catat dan ingat hal maha penting ini!
Usahakan tetap berpikir positif, ya! Nggak usah overthinking sama asumsi apapun. Ini nih, yang paling bisa bikin kita gampang โambyarโ pas berusaha bersabar
Satu kesalahan yang sering kita lakukan adalah pikiran berkelana kemana-mana tapi raga tetap diam saja. Aliasnya, pikiran sering nggak terkendali, menduga sesuatu, hingga menyimpulkan sesuatu sendiri sebelum benar-benar terjadi. Padahal pikiran yang buruk bisa membuat kita mengatakan hal yang buruk, dan berakhir dengan keputusan yang buruk p**a. Jadi sebelum terkutuk karena mengambil keputusan yang buruk, please keep positive thinking dan tetap tersenyum biar ingat hal maha penting yang kedua ini.
Harus bisa jaga perkataan dengan penuh perasaan. Salah-salah kata bisa jadi makin memperburuk situasi
Omong-omong soal jaga perkataan, ini penting banget buat melatih kesabaran. Sabar atau nggak seseorang dalam menghadapi sesuatu, pertama akan dilihat dari keputusan yang ia ucapkan. Ketika kita memutuskan kesabaran sudah habis, biasanya akan muncul perilaku-perilaku kecewa misalnya; menangis, marah, bahkan mengamuk. Perilaku yang muncul tergantung bagaimana kita mengambil sikap.
Jadi sebelum kejadian drama guling-guling nggak penting, coba ya jaga ucapan atas apa pun yang kamu rasakan, catat juga hal maha penting yang ketiga ini.
Tetap menjaga perilaku terbaik meski kenyataan nggak sebaik yang kita kira. Alih-alih bisa melatih kesabaran, setiap perilaku buruk justru membuat kita semakin terpuruk
Perilaku itu respon atau tanggapan terhadap keadaan. Sebisa mungkin kita berusaha memberikan respon yang baik meski keadaan nggak baik-baik amat. Menahan perilaku buruk yang akan muncul adalah bentuk kesabaran yang levelnya baling tinggi. Kalau perilakunya baik, pasti sikapnya juga baik, jadi akan mudah untuk bersabar.
Good attitude is good behavior for a good person
Terakhir nih, kita ingat hal-hal maha penting ini ya! Supaya setiap stok kesabaran mulai menipis, kita tetap bisa restock sabar terus-terusan. Yang terpenting selalu berusaha bisa mengendalikan emosi, dan pikiran, bisa menjaga ucapan dan bisa berperilaku yang baik. Kalau pun udah nggak bisa sabar lagi, setidaknya kita tetap bisa memahami konsekuensinya dengan baik. Nggak hanya bisa marah-marah dan memutuskan hal dengan gegabah atau menangisi keadaan tanpa melakukan perubahan.
Sabar ya, sabar ini memang ujian~
Source :
Daripada Emosi dan Menangis, Ingat 4 Hal Maha Penting ini Setiap Stok Sabar Kian Menipis Begini nih cara memperbanyak stok sabar yang paling gampang~
12/07/2021
6+ Momen Pekerjaan Pertama yang Bikin Kamu Sadar, Kalau Perayaan Saat Wisuda Itu Berlebihan
Masih ingatkah kamu bagaimana leganya setelah keluar dari ruang sidang dengan keterangan โlulusโ waktu itu? Masih ingatkah kamu bagaimana senangnya memakai toga dan bersalaman dengan rektor, sementara orangtua memandang dengan bangga? Senangnya tak terkira, sampai foto-foto di setiap sudut acara wisuda saja belum cukup menunjukkan kebahagiaanmu.
Dengan gelar sarjana di pundakmu, kamu siap menghadapi dunia dengan wajah baru. Kesuksesan, kemandirian, dan segala yang indah-indah sudah terbayang di pelupuk mata. Dunia kerja, aku datang! Begitu katamu. Namun belum lama waktu berlalu dari euforia wisudamu, kamu mulai berpikir. Sepertinya perayaan saat wisuda itu berlebihan saja. Kok, rasanya jadi mahasiswa lebih enak daripada sekarang ya?
1. Baru apply pekerjaan pertama langsung ditanya pengalamanmu apa. Jadi bingung bagaimana menjawabnya
Mungkin hal pertama yang terlintas di benak setelah wisuda adalah mencari kerja. Banyaknya ilmu yang kamu terima di bangku kuliah membuatmu sedikit jumawa. Apalagi IPK-mu memang cukup membanggakan. Ah, pasti kamu cepat dapat kerja. Berbagai lowongan kerja kamu pantengi, akun-akun informasi lowongan kerja sudah kamu follow semua. Tapi kamu mulai heran dengan syarat yang diberikan. Semuanya ingin orang yang berpengalaman. Apa kabar kamu yang masih hijau di dunia pekerjaan ini?
2. Berharap dapat teman-teman baru di dunia kerja, eh ternyata malah ditindas senior dan atasan. Apes!
Sebelum wisuda, mungkin kamu pernah memandang kagum pada orang-orang yang sudah bekerja. Tampak keren dengan setelan kerja, dan obrolan khas orang dewasa. Kamu nggak ingin menunda-nunda, dan ingin seperti mereka. Nyatanya di kantor kelak, kamu tak hanya mendapati teman atau kawan. Ada juga yang pura-pura berteman padahal menusuk dari belakang. Politik kantor dan senior (yang lebih dulu kerja di sana) galak bukan cuma cerita! Ah, mendingan teman-teman kampus deh, kadang masih mau memberi sontekan tugas.
3. Lulus kuliah artinya bebas dari segala tugas dan makalah. Tapi ternyata omelan bos jauh lebih parah!
Kuliah jadi sangat memusingkan saat semua dosen memberi tugas makalah. Biasanya menumpuk di akhir semester, sampai bingung mau mengerjakan yang mana dulu. Ekspektasinya setelah sarjana, kamu merdeka dari tugas makalah. Betul memang, karena kini makalah digantikan dengan proposal, jadwal meeting, dan project-project yang harus diselesaikan dalam deadline. Kalau pekerjaanmu nggak bagus, bukan hanya nilai C yang kamu dapat, tapi SP3, alias dipecat. Lebih horor~
4. Gaji pertama pengin dikasih ke orang tua. Tapi bayar kos-an, transport, dan makan dibayar pakai apa ya?
Adalah sebuah kebanggaan bisa mempersembahkan gaji pertama kepada orang tua. Semacam seremonial, bukti bahwa kini kamu sudah bisa mandiri dan tidak merepotkan orang tua lagi. Kamu pun sudah berencana memberikan gaji pertamamu pada mereka. Namun lagi-lagi kenyataan membuatmu berpikir ulang. Jika gaji itu untuk orang tua, lantas bagaimana kamu memenuhi kebutuhan harian? Terutama kamu yang hidup di perantauan, harus bayar berbagai kebutuhan. Masa minta orang tua lagi?
5. Gaji yang hanya sesuai UMK, membuatmu harus melupakan rencana beli kopi mahal setiap paginya. Ah, tapi setidaknya kamu sudah bekerja
Dulu kamu bermimpi bisa hidup seperti di TV. Memakai baju rapi, dan ngobrol cerdas sambil minum kopi yang harganya 50ribuan. Amboi, keren sekali! Namun gaji pertama di pekerjaan pertamamu berbaik hati mengingatkan kamu untuk berhemat. Sebab hasil kerja keras pagi hingga petang itu hanya cukup untuk sebulan. Apa kabar beli kopi? Sudah, pakai yang sachet-an saja. Toh, rasanya akan sama jika dinikmati dengan syukur. Meski sekarang gaji belum seberapa, setidaknya kamu sudah bekerja.
6. Sambil kerja nyambi cari pasangan serius biar bisa cepet nikah. Ternyata selain tak sempat liburan, dunia kerja bikin kamu tak sempat cari pasangan juga
Salah satu resolusimu saat memasuki dunia kerja adalah soal asmara. Kamu ingin menemukan seseorang yang bisa menjalin hubungan serius. Sehingga di lebaran tahun depan, kamu sudah punya jawaban kalau ditanya โKapan nikah?โ. Sayangnya kamu pun salah perhitungan. Dunia kerja ternyata tak se-selow masa kuliah. Pergi pagi p**ang malam, akhir pekan kamu pilih tidur seharian untuk balas dendam. Tak sempat nongkrong dengan teman, apalagi mencari pasangan. Hingga lewat banyak lebaran, ternyata kamu masih sendirian.
7. Perkiraannya (mimpi besar) umur 25 sudah mulai mapan. Nyatanya, sampai sekarang kamu masih belum tahu yang kamu cari itu apa
Awalnya semua begitu terencana. Dapat kerja, meniti karier, dapat promosi, naik jabatan, dan jadi bos di usia 30an. Gaji besar, jabatan pun bergengsi. Umur 25 diperkirakan jadi usia matang, termasuk soal rencana hidup di masa depan. Nyatanya, usia 25 tak โsegampangโ itu. Alih-alih mantap melangkah, kamu masih dipenuhi kebimbangan. Karier atau passion? Menabung atau traveling? Merantau atau p**ang ke rumah agar lebih dekat dengan keluarga? Usia 25-mu masih bergumul dengan berbagai macam kegalauan.
Kehidupan setelah kuliah memang seringnya berbeda dengan apa yang sudah diangankan. Tapi tak apa, sebab di sini kamu akan belajar ilmu baru yang belum kamu temui di bangku kampus tercinta. Ilmu untuk berdamai dengan realita, belajar untuk mengolah sajian di depan mata yang tak terlalu menggugah selera, menjadi sesuatu yang layak dinikmati. Dan sengenes apapun pengalaman di pekerjaan pertama, syukuri dulu fakta bahwa kamu sudah bekerja. Ya โkan?
SOURCE :
6+ Momen Pekerjaan Pertama yang Bikin Kamu Sadar, Kalau Perayaan Saat Wisuda Itu Berlebihan Oh, ternyata dunia kerja itu begini ya.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Website
Address
Tengaran
Semarang
50775