Fishy Time
Info seputar gizi ikan, kuliner, dan Waktunya Ikan Bercanda
02/01/2018
Benarkah Makan Seafood Bikin Kolesterol Kamu Tinggi?
Seafood masih menjadi menu makanan eksklusif di masyarakat Indonesia. Terbukti dari data konsumsi seafood Indonesia yang masih terbilang rendah.
Dikutip dari media pemberitaan online, menurut data Fishery and Aquaculture Statistic 2008 and 2010, FAO Yearbook, konsumsi seafood di Indonesia hanya sebesar 33,89 kg/kapita pada 2012. Jauh lebih kecil jika dibandingkan dari konsumsi seafood di negara-negara tetangga yang notabenenya bukan negara "maritim". Misal Malaysia, yang angkanya mencapai 56,61 kg/kapita, atau Singapura 48,1 kg/kapita pada 2007.
Rendahnya konsumsi seafood di Indonesia mungkin disebabkan berbagai faktor. Salah satunya yang akan dibahas pada artikel ini adalah tingginya kolesterol pada menu seafood. Benarkah?
Perlu diketahui bahwa tidak semua kolesterol jahat. Tubuh membutuhkan kolesterol sebagai bahan baku utama dalam proses metabolisme. Kita tidak bisa hidup tanpa zat yang sebagian besar diproduksi di hati itu. Yang membuat tidak baik itu karena kita jarang melakukan aktivitas fisik yang rutin, maka pembakaran kolesterolnya tidak ada sehingga menumpuk dan menimbulkan gangguan.
Lalu kapan sebenarnya kolesterol menjadi ancaman bagi tubuh kita?
yaitu ketika terjadi penurunan produksi kolesterol baik (HDL) sebagai akibat dari gangguan di dalam hati atau kelebihan pasokan kolesterol jahat (LDL).
Faktanya, sebagian besar seafood memiliki kandungan lemak sehat yang justru meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh. Tak hanya itu, beberapa jenis seafood juga tinggi akan kandungan omega-3 yang sangat baik bagi kesehatan.
Apa yang salah?
Seafood memang bermanfaat bagi kesehatan. Namun jika jenis makanan ini diolah dan dikonsumsi dengan cara yang tidak tepat, maka manfaatnya akan berubah menjadi malapetaka.
Ambil contoh, seafood yang diolah dengan cara digoreng akan meningkatkan kandungan lemak jahat di dalamnya. Jika menu ini dikonsumsi, apalagi dalam jumlah berlebihan, kadar kolesterol di dalam tubuh akan melonjak begitu saja.
Karena itulah seafood sebaiknya diolah dengan cara direbus atau dipanggang dan dikonsumsi secukupnya saja. Dengan ini, seafood tidak akan menyebabkan kolestrol tinggi di kemudian hari.
Selain mencermati cara mengolah dan membatasi jumlah seafood yang dikonsumsi, Anda juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kolesterol secara teratur, awasi asupan dan pola makan, nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol, giat berolahraga, kendalikan berat badan dan hindari stres, awasi tekanan darah, lengkapi dengan konsumsi plant stanol ester. Sederet tindakan ini akan mencegah Anda dari bahaya yang dapat ditimbulkan oleh kolesterol tinggi di kemudian hari.
Artikel ini dikutip dari berbagai sumber
10/10/2017
Biasa disebut Ikan Pindang. Bisa dikatakan produk pengolahan ikan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia no. 2 setelah ikan asin. Tetapi kebanyakan dari kita menganggap bahwa ikan pindang yang sering kita konsumsi adalah sama. Sama-sama ikan pindang. Padahal penamaan ikan pindang diambil dari proses pembuatannya. Menurut kamus KBBI, pindang memiliki pengertian ikan yg digarami dan dibumbui kemudian diasapi atau direbus sampai kering agar dapat tahan lama. Sedangkan ikan yang sering diolah menjadi ikan pindang biasanya merupakan ikan-ikan pelagis. Jenis ikan pelagis yang paling banyak diolah dengan cara pemindangan adalah ikan layang dan ikan kembung. Namun beberapa ikan lainnnya juga bisa dapat diolah menjadi ikan pindang seperti ikan tongkol, cakalang, tuna, selar, tembang, lemuru, bandeng, dan lain-lain.
Like dan share postingan Fishy Time untuk makin banyak yang tahu info menarik seputar ikan!😉
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Timoho 1 No. 40A
Semarang
50277