PISON MOTOR
SERVICE,TUNE UP, GANTI OLI,BATTERY,BAN, SPARE PARTS DSB MELAYANI SEMUA MERK MOTOR,JUGA MOTOR RODA 3
21/06/2012
05/06/2012
:Review Minerva X-Road 150S Mei 23, 2012::
Bro sekalian, tak terasa sudah sekitar lebih dari 10 harian Itu unit test Ride Minerva X-Road 150S ngendon di TMCBlog HQ. Ini motor dipake untuk harian dengan aktifitas segala macam deh. Nah yang pertama kita akan bahas dari motor ini adalah masalah ergonomi . . . Ergonomi adalah bagaimana bentuk posisi riding yang menyangkut tiga variabel yakni handle tangan, bokong (maaf) tempat duduk dan pijakan kaki pada footstep . . . kayak apa Ergonominya?
Ergonomi
Ergonominya sekilas seperti motor sport touring, namun ingat bahwa setang yang digunakan oleh Minerva X-Road 150S adalah sejenis setang bar yang lumayan baplang dan lebar. Hal ini menyebabkan jangkauan tangan akan melebar . . . emang sih serasa guagah, tapi buat tmcblog yang jangkauan tangannya pendek, lumayan pegel juga karena tungkai lengan harus sering menegang dibanding relax :D . Setangnya sendiri tidak tinggi, namun raiser setang pada T atas yang lumayan tinggi, sehingga nggak terlalu nunduk ridingnya.
Handling
Motor ini abbot alias berat sehingga memang efek yang dirasa adalah anteeeb ketika digeber di atas 40 km/jam. Dibuat nikung . .. sense nya memang mirip banget sama Yamaha Byson . . . Penggunaan ban OEM IRC Road winner RX 01 menurut tmcblog adalah suatu kemajuan dari Pabrikan Minerva . . . secara Ban ini dipercaya banyak jenis motor mulai dari Ninja 250R, CBR 150R/250R dan yamaha Byson . . . walaupun feel komponnya lebih licin dibanding Battlax BT 45 saat jalanan Basah . .. namuan Overall , terutama saat jalanan kering Ban ini sudah lebih dari cukup sehingga tentu membuat pede handling terutama saat menikung.
Buat TMCBlog Motor ini lumayan beraaaaatt dan masih tinggi . . . tapi ini tentu bukan salah motornya, karena dimensi fisik dari tmcblog aja yang keterlaluan mungilnya. Terlihat TMCBlog masih jinjit balet ketika menahan tegak motor ini
Performance
Walaupun tmcblog nggak mengetes akselerasi awal, namun terasa bahwa Minerva X-road 150S yang dateng ke tmcblog tarikan bawahnya nggak terlalu joss . . . entah ini dikarenakan apa? karena bannya besar atau karena konstriksi muffler yang meliuk terlalu panjang? Atau bisa jadi karena kombinasi keduanya. Satu yang jelas . . . Getaran mesin lumayan minimal dan pergantian perseneling lebih halus dan smooth bila dibandingkan dengan varian Minerva R 150VX yang memang lumayan terasa vibrasi dan agak susah berpindah gear. Top speed yang berani tmcblog geber selama ini adalah 108 km/jam itu udah sepiiiii banget jalan juanda depok :D
Keakuratan Speedometer
TMCBlog juga sempat mengetest kekauratan penunjukan speedometer bila dibandingkan dengan GPS garmin 60CSx . . bro bisa lihat gambar diatas ketika spedometer menunjukan speed 22 km/jam GPS menunjkan angka 19,2 km/jam . . . . hal ini biasa dan mayoritas memang ditemukan di spedometer sepeda motor
Pengereman
Seperti yang pernah tmcblog ceritakan dalam short test ride di ancol bebrpa pekan yang lalu, Walaupun sudah dual disc pengereman Minerva X-road boleh dibilang cukup, namuan nggak istimewa . .. entah hanya unit test tmcblog saja atau semuanya . . . rem depan masih sedikit ‘mbagel’ . . . mungkin karena jalur fluidanya ‘masuk angin’ , cmiiw . .. ini lah yang menyebabkan tmcblog nggak berani geber diatas 108 km/jam . . . karena jarak henti kendaraan di speed > 90 km/jamlumayan panjang
Konsumsi bahan bakar
Konsumsi bahan bakar Minerva X-Road 150S dengan metoda one trip yang tmcblog test adlaah sebesar 37,5 km/liter premium . . . dan bro bisa baca lebih jelas di link artikel sebelumnya . . . disana dipaparkan secara lengkap
Suspensi . . mak nyuuuus
suspensi depan belakang cukup soft maknyuss . . . bahkan beberapa kali tmcblog pakai untuk berboncengan dengan istri . . . lumayan bagus variabel damping dari suspensinya
Built Quality
Naaah sekarang kita akan bicara tentang kualitas fisik dari Minerva X-road 150S. Mengenai kualitas logam seperti pada bagian tangki memang terasa sedikit lebih tipis, namuan yaaa nggak membuat tangki ini gampang meletot ketika misalnya diketok ketok pake tangan . . . Oh ya Detail ‘teralis’ pada sisi samping kanan dan kiri hanya merupakan variasi yang menempel pada body dan menurut tmcblog dapat dibongkar pasang. Rangka sebenarnya dari Motor ini adalah diamond-single cradle seperti biasanya motor motor honda – tiger- old megapro
Kualitas Elektronik dari Minerva selama tmcblog pakai seminggu belum pernah ada masalah. Lampu headlampnya teraang seperti bro bisa lihat dari gambar diatas baik untuk lampu dekat dan jauh, namuan back light dari spedometer terlalu terang sehingga angka tunjukan spedometer nggek sejelas waktu siang . .. dan ternyata lampu led pada tangki itu selain berfungsi sebagai DRL juga berkedip dengan tone yang bergantian dengan lampu sen ketika saklar lampu sen dinyalakan . . . niceone . . . oke deh segitu dulu . . .next kita akan bahas pertanyaan dari bro bro di artikel inisialisasinya dulu . .. oke semoga berguna
16/05/2012
:: Beginilah kondisi busi: anda dapat membedakan hasil pembakaran yang sempurna dan tidak,, busi hitam menandakan boros karena bensin dan ring kompresi bocor, busi putih menandakan keiritan tingkat tinggi dan busi berkerak menandakan busi telah usang::
14/05/2012
:: CARA MENGGANTI OLI SHOCK BREAKER MOTOR::
Buat motormania yang besutannya sudah lebih dari 1 tahun atau sudah menempuh jarak sekitar 15.000-20.000 km, jangan lupa ganti oli sokbreker depan lo. Sebab pelumas ini yang mendukung kinerja sok bisa jadi empuk, sehingga rider lebih nyaman.
Kalo lama gak diganti, fungsi peredaman jadi berkurang, terlebih saat menerjang lubang atau polisi tidur. “Selain itu bisa memicu tabung sok (as sok) baret, sehingga oli sok bocor,” ujar Aris, mekanik W***y Motor di Jl. Meruya Ilir, Jakbar.
Penggantian bisa dilakukan sendiri, kok. Nih, dipraktikkan Aris pada Yamaha Jupiter Z. Peralatannya kunci pas/T-8, kunci pas 14, ring 17 dan kunci L 10. Sedang harga oli sok baru (isi 2 botol kecil ukuran 110 ml ) cukup rogoh kocek Rp 5-10 ribu.
Langkah awal, posisikan besutan pakai standar tengah. Lalu lanjutkan melepas roda dengan cara membuka baut as roda depan pakai kunci ring 17. Lalu buka 2 baut pengikat cover sok kiri dan kanan menggunakan kunci T-8 (gbr.1).
Terus, kendurin baut pengikat lubang pengisian oli sok bagian atas pakai kunci L-10 (gbr.2). Lalu kendurkan/lepas baut pengikat as sok depan (kiri dan kanan) pakai kunci pas 14 (gbr.3). Lantas lepas as sok dengan cara cukup ditarik ke bawah.
Setelah as sok terlepas, tuangkan oli sok bekas ke nampan/tempat pembuangan oli (gbr.4). “Tapi terlebih dulu lepas baut pengikat lubang pengisian as sok yang sudah kendur tadi beserta per-nya,” anjur pria bertubuh kurus ini.
Biarkan oli keluar sendiri sampai habis. “Kalau mau lebih bersih serta untuk membuang kotoran/lumpur yang mengendap di dalam, bisa dicuci pakai bensin yang dimasukkan ke dalam tabung sok yang selanjutnya di kocok-kocok dan dibuang. Cukup 2 kali saja sudah bersih,” urai bapak satu anak ini.
Sekarang siapkan oli sok baru, tuang ke tabung sok (gbr.5). “Buat bebek atau matik cukup satu botol (isi 110 ml) dibagi dua, untuk tabung kiri dan kanan. Sedang motor sport, satu botol untuk satu tabung sok,” tambah warga Kembangan, Jakbar ini.
Sudah? Ayo rapikan lagi part yang sudah dicopot tadi. Anda tinggal membalik langkah waktu membuka tad
13/05/2012
::TIPS MeRawat Rem Disc Brake supaya Tetap Pakem::
Caramengganti Kanvas Rem Disc Depan Pada Motor
Mobil-mobil baru sekarang ini boleh dibilang sudah menggunakan rem cakram, terutama bagian depan. Ada p**a yang keempat roda sudah dilengkapi sistem itu.
Perangkat utamanya terdiri dari piringan cakram dan kampas rem (brake pad) yang digerakkan oleh kaliper. Sebagai 'perpanjangan tangan' sistem hidraulis rem, kaliper memiliki ujung pada piston penekan. Desainnya (bentuk dan dimensi) utamanya menyesuaikan ruang sesuai mounting rem mobil tertentu. Jadi, jika kaliper tidak ada istilah universal alias bisa dipakai mobil jenis apa saja.
Untuk bikin pakem rem, biasanya karena mesin sudah dimodifikasi dengan melebarkan diameter cakram dan luas permukaan kampas rem. Dengan memperbesar kampas rem, sudah pasti hal itu membutuhkan jumlah piston yang memadai.
Nah, piston pada kaliper s**a disebut pot. Di pasaran tersedia 5 jenis pot, dimulai dari tunggal (single pot), 2 pot, 4 pot, 6 pot, dan 8 pot. Adapun yang single dan double pot adanya cuma versi OEM.
Terpenting lagi, bila rem yang sudah memakai sistem disc brake tidak dirawat, nyawa taruhannya. Nih, langkah perawatannya dan bisa dikerjakan sendiri.
1.Disc cleaner
Setiap menempuh 10.000 km bersihkan debu-debu dengan disc cleaner berupa cairan dengan cara disemprot. Debu dan kotoran akan rontok. Untuk hasil maksimal, setelah disemprot, lap dengan kain.
2. Ampelas dan bubut
Biasanya bila sudah menempuh 100.000 km, selain sil-sil rem diganti, kampas dan cakram diampelas agar permukaan tetap rata. Bisa juga jarak tempuh di bawah itu bila rem sudah menimbulkan bunyi decit lantaran kampas sudah tipis, berdebu atau permukaan cakram tidak rata.
Jika cakram yang tidak rata, diatasinya dengan dibutut. Tapi ingat batas maksimumnya, bila sudah terlalu tipis atau retak, cakram sebaiknya diganti.
3. Minyak rem
Isi dan ganti setiap menempuh 20.000 km. Minyak rem yang terlalu lama, kandungan airnya makin tinggi, apalagi kualitas minyak rem kurang bagus. Hasilnya, titik didih kian rendah mengakibatkan performa rem tidak bagus.
4. Kualitas minyak rem
Pada kemasan minyak rem ada tulisan DOT (Department of Tranportation) dibarengi dengan angka, itu menunjukkan tingkat kekentalan dan titik didihnya. Semisal DOT 3, 4, dan 5, sama dengan perbedaan kaliper rem 4 sampai 8 pot. Semakin tinggi spek pot, pemakaian minyak remnya menggunakan DOT yang tinggi.
Untuk rem standar bisa menggunakan DOT 3 atau 4. Lain jika sistem penghenti laju sudah dimodifikasi untuk mengimbangi tenaga mesin yang besar, pakai DOT5 karena bahannya menggunakan silikon. Selain titik didih tinggi, tidak mudah menguap.
13/05/2012
:: CARA MEMASANG BEARING/KLAKER YANG BENAR::
PERSIAPAN SEBELUM MEMASANG BEARING
1.1. Permukaan tempat dudukan Bearing
Pertama-tama bersihkan setiap tonjolan tajam (burrs), serpihan metal (cutting chips), karat (rust) atau kotoran debu (dirt) dari permukaan tempat dudukan bearing. Pemasangan dapat dilakukan dengan mudah jika permukaan yang sudah bersih tersebut dilapisi dengan sedikit oli.
1.2. Peralatan untuk memasang bearing
Pastikan bahwa semua pressing blocks, driving plates, hammers dan peralatan pemasangan yang lainnya dalam kondisi bersih, bebas dari tonjolan (burrs), dan ukuran nya benar.
1.3. Jangan membuka bearing sebelum bearing tersebut siap untuk dipasang.
Serpihan debu maupun kotoran lain yang masuk kedalam bearing sebelum dan selama pemasangan dapat menyebabkan noise dan vibration saat bearing bekerja.
1.4. Jangan melakukan modifikasi apapun terhadap bearing
Bearings dibuat dengan toleransi yang sangat ketat untuk memenuhi tingkat akurasi yang tinggi. Sehingga, penting sekali untuk memperhatikan secara khusus terhadap hal-hal yang harus diperhatikan dalam menangani bearing.
MEMASANG BEARING
2.1. Prosedur memasang dan contoh kerusakan bearing
CONTOH KERUSAKAN BEARING
Memasang bearing dengan menggunakan hammer dapat menyebabkan kerusakan karena tumbukan yang keras (sharp impacts). Pasanglah bearing dengan menggunakan alat press yang melingkar atau bentuk lain yang dapat menekan permukaan bearing dengan beban yang rata.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Website
Address
Semarang
50196