Alorrote Family

Alorrote Family

Share

Day In My life
cooking
Flog
Edukasi

10/04/2026

Dunia perhiasan Surabaya mendadak gempar, bukan karena ada model kelas dunia mampir ke Pasar Atum Mall, melainkan karena aksi "sulap menyulap" yang dilakukan dua punggawa toko emas di sana. Perkenalkan bintang utama kita: Lailatul Jannah dan Lailatul Fitria, duet maut yang berhasil membuktikan bahwa untuk menjadi miliarder, seseorang tidak butuh kerja keras, melainkan cukup dengan "pinjam paksa" barang majikan.

Bayangkan sebuah rutinitas yang membosankan: datang jam 11 siang, angkut baki emas dari brankas, pajang dengan cantik, lalu simpan lagi jam 5 sore. Begitulah keseharian Lailatul Jannah sejak 2023. Namun, alih-alih menjadi karyawan teladan, ia justru merasa etalase toko adalah prasmanan pribadi yang boleh dicicipi kapan saja.

Dengan gerakan sehalus sutra, Lailatul Jannah menyelipkan beberapa perhiasan ke saku saat jam tutup toko. Bukannya dibawa ke tukang sepuh, emas-emas malang itu justru "jalan-jalan" ke PT Pegadaian di Jalan Samudra. Tak tanggung-tanggung, ditemukan 74 lembar surat bukti gadai dengan berat total mencapai 582,91 gram. Itu emas, Kak, bukan beras!

Agar sang pemilik toko, Bapak Liem Bambang Suwarno, tidak terkena serangan jantung lebih awal, Lailatul menggunakan trik ala pesulap jalanan:

Ia membeli perhiasan palsu/imitasi.

Label harga yang asli dilepas dari emas murni dan ditempelkan ke perhiasan imitasi tersebut.

Hasilnya: Di mata pemilik, etalase tetap berkilau. Di mata Tuhan, dosanya makin berkilau.

Bahkan, ada p**a emas yang dijual ke pedagang kaki lima dan diganti dengan barang palsu berlabel ganda. Tim penyidik sampai geleng-geleng kepala saat menemukan 138 barcode/label kosong yang seolah menangis meratapi hilangnya 760,6 gram emas yang seharusnya ada di sana.

Gaya Hidup Sultan di Atas Penderitaan Majikan
Uang hasil "kreativitas" ini tentu tidak ditabung untuk masa depan bangsa. Lailatul Jannah mendadak bertransformasi menjadi fashionista dadakan. Daftar belanjaannya membuat kita semua ingin menangis iri (tapi tetap ingat dosa):

Gadget & Aksesoris: HP Infinix baru, jam tangan, hingga cincin dan anting (yang kali ini asli, tentu saja).

Koleksi Tas Mewah: Coach, Les Catino, Lavinje, Engji, hingga Lurad (Mungkin dia mau buka butik tandingan?).

Perlengkapan 'Sporty': Sepatu Reebok dan helm baru (Biar kalau kabur tetap kelihatan atletis).

Ternyata Lailatul Jannah tidak sendirian dalam drama kolosal ini. Rekan sejawatnya, Lailatul Fitria, rupanya terinspirasi oleh metode yang sama. Dalam berkas terpisah, Fitria tercatat menggadaikan 323,75 gram emas dengan total 55 surat gadai.

Jika ditotal, sang pemilik toko harus merelakan uang sebesar Rp2.310.710.000 (dua miliar rupiah lebih sedikit bisa buat beli cendol se-Jawa Timur) menguap begitu saja.

Sepandai-pandainya melompat, akhirnya jatuh ke pelukan Jaksa juga. Pada Rabu, 22 Oktober 2025, drama ini resmi berakhir. Di meja hijau PN Surabaya, Jaksa memberikan "hadiah" yang setimpal:

Lailatul Jannah: Dituntut 3 tahun 6 bulan hotel prodeo.

Lailatul Fitria: Dituntut 3 tahun 3 bulan mendekam di balik jeruji.

Putusan final akan dibacakan pada Kamis, 2 April 2026 lalu. Hikmah dari kisah ini: jangan pernah mencoba menukar emas majikan dengan imitasi, karena yang palsu itu cukup janji manismu saja, bukan perhiasan di Pasar Atum yang membuat pemilik nangis Bombay.

Want your business to be the top-listed Media Company in Sentani?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Sentani