Website Sang Pencerah

Website Sang Pencerah

Share

The Muhammadiyah Post - Media Pencerah Ummat - Kultural Muhammadiyah Indonesia

Portal web
https://sangpencerah.id/

Photos from Website Sang Pencerah's post 01/06/2026

Gaspol Pahala! BikersMu Chapter Kudus Taklukkan Ring of Muria, Riding Sekaligus Tebar Dakwah dan Kepedulian
* * * * *
KUDUS - Deru mesin motor terdengar membelah jalur pegunungan Muria Raya pada Ahad Pon, 31 Mei 2026. Namun perjalanan kali ini bukan sekadar touring biasa. Di balik helm dan jaket para riders, tersimpan semangat dakwah, kepedulian sosial, dan ukhuwah Islamiyah yang begitu kuat.

BikersMu Chapter Kudus kembali menunjukkan bahwa komunitas motor tak hanya identik dengan hobi otomotif dan petualangan jalanan. Lewat agenda bertajuk Touring Dakwah Ring of Muria, mereka berhasil memadukan keseruan riding dengan aksi filantropi serta syiar Islam dalam satu perjalanan penuh makna. Tak kurang dari 160 kilometer jalur eksotis Ring of Muria sukses ditaklukkan. Mulai dari jalanan perbukitan, kawasan pesisir, hingga rute berliku khas Muria Raya menjadi saksi semangat para bikers muda Muhammadiyah dalam menebar manfaat.

Menariknya, perjalanan dakwah ini tidak dilakukan sendirian. BikersMu Chapter Kudus menggandeng sahabat-sahabat dari Komunitas Motor Box Indonesia (KOMBO) Chapter Kudus. Kebersamaan mereka menjadi gambaran indah bahwa persaudaraan di atas aspal dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai keislaman. “Melalui kegiatan Touring Dakwah Ring of Muria dan sosial filantropi ini, kami memadukan antara kesenangan berkendara dengan aksi nyata filantropi dan syiar Islam. InsyaAllah ke depan program kreatif seperti ini akan terus kami jalankan agar hobi yang dimiliki bisa bernilai berkah dan pahala,” ujar Muhammad Ghufron, Ketua BikersMu Chapter Kudus.

Perjalanan penuh makna itu kemudian berlabuh di Masjid Baitul Qodir, Kalikalong. Di tempat inilah sisi kemanusiaan para bikers benar-benar terasa hangat. Rombongan menyalurkan santunan dan paket sembako kepada anak-anak yatim piatu yang juga merupakan siswa-siswi berprestasi SD Muhammadiyah Kalikalong, Tayu. Senyum bahagia anak-anak menjadi pemandangan yang tak terlupakan. Bagi para peserta touring, momen tersebut justru menjadi “bahan bakar” spiritual paling berharga dibandingkan jauhnya perjalanan yang ditempuh.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan tokoh setempat. Kepala SD Muhammadiyah Kalikalong, Makmun Gozali, Kepala Desa Kalikalong Sucipto, hingga Ketua PCM Kalikalong Soegiyanto menyampaikan apresiasi atas gerakan positif yang dilakukan komunitas bikers muda Muhammadiyah tersebut. Usai menunaikan Salat Dhuhur berjamaah, suasana Masjid Baitul Qodir semakin menyejukkan lewat kajian rohani yang disampaikan Ustadz Abdul Wakhid, S.Sy., M.HI., selaku Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PDM Kudus. Kajian itu mengingatkan bahwa sejauh apa pun roda berputar, hati seorang muslim harus tetap dekat dengan masjid dan dakwah.

Perjalanan dakwah kemudian berlanjut menuju kawasan pesisir Jepara. Dalam etape ini, rombongan mendapat dukungan penuh dari BikersMu Chapter Pati yang dikomandoi Ahmad Faiz Sya’bana beserta timnya. Kolaborasi lintas chapter tersebut semakin memperkuat solidaritas antar komunitas dakwah jalanan. Rombongan juga melakukan tadabur alam di kawasan Benteng Portugis dan Gua Manik Jepara. Deburan ombak, semilir angin pantai, dan jejak sejarah menjadi pengingat tentang kebesaran ciptaan Allah SWT sekaligus pentingnya menjaga rasa syukur dalam setiap perjalanan hidup.

Namun touring ini ternyata membawa misi yang jauh lebih besar. BikersMu Chapter Kudus ingin memperluas jaringan dakwah komunitas motor Muhammadiyah di wilayah Muria Raya, khususnya Kabupaten Jepara yang hingga kini belum memiliki kepengurusan resmi BikersMu. Langkah konkret dilakukan melalui audiensi bersama PDPM, PDM, serta LDK PDM Kabupaten Jepara. Kedatangan rombongan gabungan dari BikersMu Kudus, Pati, Demak, dan Jogja disambut hangat Ketua PDPM Jepara, Wahyu Adi Nugroho. Sarasehan santai penuh keakraban malam itu membuka peluang lahirnya BikersMu Chapter Jepara di masa mendatang. Semangat dakwah anak muda berbasis komunitas otomotif pun semakin menemukan jalannya.

Touring Dakwah Ring of Muria 2026 akhirnya menjadi pesan kuat bagi generasi muda bahwa hobi tidak harus menjauhkan seseorang dari nilai-nilai agama. Justru di tangan BikersMu, motor berubah menjadi kendaraan dakwah, persaudaraan, dan penggerak kepedulian sosial. Motor boleh custom. Jalanan boleh berdebu. Tapi iman dan kepedulian sosial harus tetap nomor satu.

27/05/2026

IDUL ADHA DI YOGYAKARTA
24 Oktober 1947
* * * * *
Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1366 Hijriah yang jatuh pada tanggal 24 Oktober 1947 di Alun-alun Utara Yogyakarta.adalah moment bersejarah dalam perjalanan republik ini. Kondisi politik di Yogyakarta pada 24 Oktober 1947 memang sedang berada dalam fase yang sangat kritis dan penuh tekanan akibat Agresi Militer Belanda I. Sebagai ibu kota negara sementara Republik Indonesia saat itu, Yogyakarta menjadi pusat pertahanan sekaligus sasaran utama tekanan politik dan militer dari pihak kolonial

Keraton Yogyakarta berfungsi sebagai jaminan kedaulatan, keamanan, dan sokongan finansial bagi kelangsungan hidup Republik Indonesia yang baru merdeka. Militer dan politik Belanda kala itu sangat agresif dan penuh penolakan terhadap simbol eksistensi Republik Indonesia de facto di Yogyakarta.

Pada tanggal 24 Oktober 1947, Indonesia berada dalam masa gencatan senjata yang rapuh pasca-Agresi Militer Belanda I (Juli–Agustus 1947). Belanda melihat momen shalat Idul Adha bersama antara Soekarno dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX bukan sekadar ibadah, melainkan sebuah manifestasi politik yang menantang klaim kolonial mereka. Shalat Idul Adha tersebut dihadiri oleh puluhan ribu jamaah yang memenuhi alun-alun terbuka di Yogyakarta. Rakyat berbondong-bondong datang tidak hanya untuk beribadah, melainkan juga untuk mendengarkan pidato atau wejangan politik dari Presiden Soekarno guna memperkuat mental perjuangan di tengah himpitan blokade Belanda.

Momen ini memperlihatkan konsep Dwitunggal antara Pemimpin Nasional (Soekarno) dan Pemimpin Tradisional-Religius (Sri Sultan Hamengku Buwono IX) yang menyatu bersama rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.. Keberanian Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam momen bersejarah tersebut memberikan keteladanan yang sangat mahal bagi generasi penerus:

Keberanian beliau berhasil menjaga mental dan moral spiritual masyarakat Yogyakarta agar tetap tenang, berani, dan tidak gentar menghadapi intimidasi penjajah. Momen ini menjadi bukti nyata “Tahta untuk Rakyat" yang dipraktikkan langsung oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

20/05/2026

Kampus besar, mahasiswa ribuan, mobilitas padat setiap hari tapi akses jalan di kawasan Universitas Negeri Yogyakarta justru makin sering dikeluhkan.

Jalan sempit, beberapa titik rusak, sistem satu arah dianggap tidak efektif, sementara akses keluar masuk kendaraan banyak terpusat lewat Jalan Rektorat UNY. Akibatnya? Macet panjang hampir tiap jam sibuk, rawan senggolan, bahkan kecelakaan lalu lintas terus jadi cerita berulang.

Yang bikin miris, sebagian mahasiswa mengaku sudah sering menyuarakan keluhan ini. Tapi kondisi di lapangan dinilai belum banyak berubah. Bayangkan ratusan motor berdesakan tiap pagi dan sore di jalur yang kapasitasnya terasa tidak memadai. Saat hujan turun, risiko makin tinggi. Jalan licin, antrean panjang, pengendara saling berebut ruang.

Ini bukan sekadar soal macet. Ini soal keselamatan mahasiswa. Kampus seharusnya jadi ruang aman untuk belajar, bukan tempat yang membuat mahasiswa waswas setiap berangkat dan pulang kuliah.

Sudah saatnya ada evaluasi serius:
✔ Infrastruktur jalan
✔ Sistem satu arah
✔ Akses keluar masuk kampus
✔ Penerangan dan keselamatan jalan
✔ Pengaturan lalu lintas saat jam sibuk

Jangan tunggu korban berikutnya baru semua sibuk bergerak.

Bagaimana pendapat kalian soal kondisi lalu lintas dan jalan di kawasan UNY akhir-akhir ini?

Photos from Website Sang Pencerah's post 13/05/2026

Belum Selesai Polemik, Kembali Viral Unggahan Story WhatsApp Salah Satu Juri LCC MPR

* * * * *

Belum selesai polemik hasil penilaian LCC MPR, kini publik kembali dibuat ramai dengan beredarnya unggahan yang diduga berasal dari story WhatsApp salah satu dewan juri, Indri Wahyuni. Unggahan tersebut memicu perdebatan baru karena dianggap membela sekolah pemenang dan menyinggung berbagai komentar netizen yang terus menyerang dirinya.

Banyak netizen menilai seorang juri seharusnya tetap menjaga netralitas dan tidak membuat pernyataan yang bisa menimbulkan dugaan keberpihakan. Namun di sisi lain, ada juga yang meminta publik untuk tidak langsung menghakimi tanpa penjelasan resmi.

Kontroversi ini membuat sorotan terhadap LCC MPR semakin meluas. Bukan hanya soal hasil lomba, tetapi juga menyangkut transparansi, objektivitas, dan etika pihak-pihak yang terlibat dalam proses penilaian.

Media sosial pun kini dipenuhi komentar pro dan kontra. Publik berharap ada klarifikasi terbuka agar polemik ini tidak terus berkembang menjadi spekulasi liar.

Want your business to be the top-listed Media Company in Sentolo?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Sentolo